13 December 2007

[media-sumut] Nasib guru swasta di Medan mengkhawatirkan

Kabar Indonesia.

Para guru swasta selalu diabaikan oleh seluruh pihak.

            Nasib Guru Swasta di Medan Memprihatinkan
            Oleh : Romulo Sinaga

            13-Des-2007, 21:57:12 WIB - [www.kabarindonesia.com]

          
            KabarIndonesia - Tampaknya kondisi pendidikan di
Indonesia, kini akan semakin memprihantinkan hal ini disebabkan oleh
kurang perhatian dari pihak pemerintah kepada kalangan pendidik
terutama para guru, khusunya guru swasta.

            Potret menyedihkan para tenaga pendidik ini terungkap
setelah puluhan guru swasta bertemu langsung dengan Ketua Komisi B
DPRD Medan Jamhur Abdullah ST, saat melakukan reses di Kecamatan
Medan Selayang, Rabu (12/12).

            Umunya kalangan pendidik yang telah mencerdaskan para
generasi bangsa ini, mengeluhkan tentang adanya saksi pemecatan
terkait dengan sistem kontrak yang diterapkan pihak swasta, termasuk
gaji selalu dipotong setiap kali berhalangan hadir.

            Tidak hanya itu saja para keluh-kesah guru ini kepada
Ketua Komisi B DPRD-Medan yang berasal dari Fraksi PKS, para guru
ini juga mengeluhkan tentang tidak adanya jaminan kesehatan berupa
Jamsostek maupun Askes, sehingga para pahlawan tanpa jasa ini harus
berobat menggunakan biaya sendiri apabila jatuh sakit.

            Dalam pertemuan dengan pimpinan komisi yang membidangi
masalah pendidikan ini, puluhan guru swasta mulai tingkat Taman
Kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Umum (SMU) menyampaikan keluhan
yang mereka alami selama ini. Seperti keluhan Fitri, guru TK
Bidadari Medan yang mengaku nasib mereka sebagai guru swasta selama
ini tak ubahnya seperti buruh. "Kami para guru swasta ini selalu
diabaikan oleh berbagai pihak, terutama para pimpinan swasta, serta
sering dianggap sebagai buruh," ungkap Fitri. Hal ini menurut Fitri
tidak terlepas dari sikap pihak yayasan yang memberlakukan sistem
kontrak terhadap para kalangan guru. Kondisi ini membuat para guru
swasta cemas sehingga tidak tenang dalam menjalankan tugasnya
sebagai tenaga pengajar.

            "Bagaimana kami para guru bisa tenang dalam mengajar,
setiap tahunnya kami harus menandatangani surat kontrak. Jika pihak
yayasan tidak senang, kami bisa dipecat seenaknya kapan saja sesuka
keinginan mereka tanpa mendapatkan hak-hak yang jelas," keluh Fitri.
Menurutnya,sikap seperti itu jelas sangat merugikan mereka dan para
murid. Padahal dunia pendidikan jelas sangat berbeda dengan dunia
usaha. "Jika setiap tahun ada saja guru yang dipecat, tentunya itu
sangat mempengaruhi dengan perkembangan siswa selanjutnya dalam
proses belajar untuk menyerap pelajaran," tutur Fitri. Dalam hal
ini, Fitri juga mengharapkan agar kiranya dewan dapat menjebatani
agar Pemko Medan dapat memberikan bea siswa kepada guru swasta yang
tengah melanjutkan studi di perguruan tinggi. Sebab, itu dilakukan
untuk memenuhi persyaratan mendapatkan sertifikasi guru yakni harus
lulusan S-1.

            "Kami harapkan para anggota dewan dapat mengusulkan ke
Pemko Medan agar tersedianya beasiswa untuk kalangan guru dalam
meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi," pungkas Fitri.
Disatu Suwito, guru SMP Dharma Pancasila Medan juga menyampaikan
keluhanya. Ia mengaku penghasilan guru swasta saat ini tertinggal
jauh dari guru negeri. Menurut Suwito, dulu orang berlomba-lomba
menjadi guru swasta karena gajinya lebih tinggi dari guru negeri.
Tetapi setelah kesejahteraan guru negeri diperbaiki, penghasilan
guru swasta jauh tertinggal.

            "Sudah gaji guru swasta kecil, pihak yayasan tidak mau
tahu. Kalau kami berhalangan hadir sehingga tidak mengajar, gaji
kami langsung dipotong. Kondisi ini membuat nasib guru swasta
semakin menyedihkan," ujar Suwito sedih. Untuk itu Suwito
mengharapkan kepada Jamhur untuk dapat mengagendakan pertemuan
dengan seluruh pihak yayasan. Dalam pertemuan itu diharapkan lahir
sebuah peraturan daerah (Perda) yang membela dan mengangkat
kesejahteraan para guru swasta.

            Menanggapi semua keluhan kalangan pendidik tersebut,
Ketua Komisi B berjanji akan berusaha memperjuangkan apa yang
menjadi keluhan para guru swasta selama ini kepada Pemko
Medan. "Salah satu upaya yang tengah kita lakukan saat ini adalah
mempersiapkan Perda untuk memperbaiki kesejahteraan guru swasta.
Perda itu nanti akan mengikat pihak yayasan dengan guru swasta.
Seperti mengembalikan keuntungan yang diperoleh dari pihak yayasan
kepada guru swasta apabila sekolah mereka tempat mengajar maju.
Setelah itu Perda ini juga akan mengatur masalah kesehatan para guru
swasta," jelas Jamhur.


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: