21 December 2007

[media-sumut] Natalan Kampung Madras

 
----- Original Message -----
Sent: Saturday, December 22, 2007 12:45 PM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Natalan Kampung Madras

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/22/Natal/4093631.htm
==================

Goyang pinggul dan lirikan mata pada tarian India mewarnai perayaan
Natal warga India keturunan suku Tamil di Kota Medan, Sabtu (15/12)
malam. Mereka melestarikan tradisi Tamil.

Ratusan warga keturunan Tamil malam itu menghadiri perayaan Natal
bersama yang digelar Gereja Holy Trinity Anglikan di Gedung Suara
Nafiri, Medan. Selain warga Kristiani, perayaan juga dihadiri warga
India suku Tamil yang memeluk agama Hindu dan Buddha.

Kebanyakan hadirin mengenakan baju tradisional India, terutama para
ibu dan gadis-gadis. Rambut mereka dihiasi untaian bunga melati
berikut aksesoris yang dikenakan pada tubuh, kaki, tangan, kepala,
leher, telinga, hingga hidung.

Bahasa yang digunakan dalam acara merupakan campuran antara bahasa
Indonesia, Tamil, dan sesekali bahasa Inggris. Lagu Malam Kudus
dinyanyikan dalam bahasa Tamil menjadi Oopilah. Perayaan dipenuhi
pertunjukan kesenian tradisi India Tamil. Ditampilkan antara lain tari
Bharatha-naatiyem.

Pendeta Gereja Anglikan Holy Trinity Medan, Moses Alegesan,
mengatakan, memuji Tuhan bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah
satunya menggunakan tradisi kesenian yang dimiliki masyarakat
setempat. Penggunaan kebudayaan asli membuat kebudayaan masyarakat
tidak hilang.

"Kami justru ingin melestarikan tradisi setempat," kata Moses.

Di Medan, tradisi dan budaya Tamil sudah ada sejak berabad-abad
lampau. Moses menjelaskan, warga India memasuki Nusantara dalam empat
kali gelombang. Pertama pada masa kerajaan-kerajaan Hindu seperti
Sriwijaya dan Majapahit. Kedua sekitar abad ke-10 di pelabuhan Barus,
Sumatera, untuk berdagang rempah-rempah. Ketiga pada masa pembukaan
perkebunan di Sumatera Timur pada abad ke-17-18.

Pada gelombang ketiga, beberapa warga India Tamil yang berasal dari
Provinsi Tamilnadu, India Selatan, sudah memeluk Kristen. Itu
merupakan pengaruh kolonisasi Inggris di India. Sedangkan tahap
keempat adalah pada abad ke-19-20 saat terjadi hubungan dagang
India-Indonesia.

Saat ini diperkirakan ada sekitar 70.000 warga keturunan Tamil India
yang bermukim di Medan. Sekitar satu persennya memeluk agama Kristen,
baik Kristen Anglikan maupun Katolik. Selebihnya adalah pemeluk Hindu
dan Buddha.

Buku Batak Toba: Kehidupan di Balik Tembok Bambu karya Bisuk Siahaan
menjelaskan, kebudayaan India sangat erat dengan kehidupan masyarakat
Sumatera, khususnya Batak. Pada abad ke-18 permukiman kuno warga Tamil
India ditemukan di Lobu Tua, Barus.

Saat ditemukan, permukiman penduduk Tamil sudah hidup lebih dari dua
abad. Dua prasasti berbahasa Tamil yang ditemukan di kawasan itu
menyatakan, pada tahun 1088 sebanyak 1.500 warga Tamil datang ke Barus
untuk berdagang kapur barus dan kemenyan.

Mereka telah lama menjadi bagian warga Medan, bangsa Indonesia. Mereka
banyak tinggal di perkampungan India di Jalan Zainul Arifin, Medan,
yang dikenal sebagai Kampung Madras. Kultur Tamil yang mereka pelihara
turut memperkaya tradisi Natal.

(AUFRIDA WISMI WARASTRI)


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.6/1192 - Release Date: 21/12/2007 13:17
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: