16 December 2007

[media-sumut] Pendeta Gereja Methodis Indonesia Kritis, Dibacok Saat Doakan Jemaat

 
----- Original Message -----
From: Sunny
Sent: Monday, December 17, 2007 6:49 AM
Subject: [mediacare] Pendeta Gereja Methodis Indonesia Kritis, Dibacok Saat Doakan Jemaat

 

Pendeta Gereja Methodis Indonesia Kritis, Dibacok Saat Doakan Jemaat

Wednesday, Dec. 12, 2007 Posted: 9:23:35AM PST

Pendeta Gereja Methodis Indonesia (GMI) di Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pdt Togap Siagian (40), dibacok seorang pria sampai kritis pada Rabu (5/12) di rumah korban. Korban tersungkur setelah 4 kali dibacok pelaku.

Pada hari itu, tersangka SP (49) dititipkan keluarganya di rumah korban untuk dilayani atau didoakan oleh korban atas penyakit yang diderita tersangka, menurut Harian SIB. Namun tiba-tiba, sorenya SP membacok tangan dan kepala Togap.

Tetangga dan jemaat korban setelah mendengar peristiwa itu, segera berkerumun ke rumah korban dan melarikan Pdt Togap ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan pertolongan. Sedang tersangka diamankan para warga dan menyerahkannya ke polisi.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Tagam Sinaga mengatakan, tersangka SP diduga menderita sakit ayan atau keterbelakangan mental.

Salah satu adik korban, Siagian, mengatakan, Pdt Togap iklas menerima tersangka dirumahnya setelah keluarga tersangka datang memohon agar korban didoakan supaya segara sembuh dari sakit yang dideritanya. Korban semula tidak mengira akan dibacok tersangka.

¡°Dia tidak menyangka akan terjadi seperti ini," ujar Siagian. "Keluarga berharap agar Tuhan memberi kekuatan kepada korban segera siuman dan sembuh dari luka bacok tersebut," ujarnya.


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.17.4/1187 - Release Date: 16/12/2007 11:36
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: