31 December 2008

[media-sumut] I have added you to my friends network today!

I created this cool friends network and added you to my friends network. Hit-up now:
http://stesfany.topcities.com/girlfriend.htm


------------------------------------

media sumutYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-sumut-digest@yahoogroups.com
mailto:media-sumut-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-sumut-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

30 December 2008

[media-sumut] Mutiara Kata 2009



--- On Tue, 12/30/08, Djodi Ismanto <adindagolid@yahoo.com> wrote:
From: Djodi Ismanto <adindagolid@yahoo.com>
Subject: Mutiara Kata 2009
To: "asep t" <asept@telkom.co.id>, "burhana agus" <burhan@udc.co.id>, "Arif Amiarsa" <arifamiarsa@yahoo.com>, "irwan rahayu" <irwan.rahayu@bms.com>, "engkos" <en9ko5@yahoo.yahoo.com.sg>, "Agus Pakusarakan" <azzoman@gmail.com>, "yedi suhaedi" <ysuhaedi@yahoo.com>, "asepivo asep" <asepivo@yahoo.co.id>, "yudi plasa" <yudi@plasa.com>, "ratih irawati" <ratih_irawati@yahoo.com>, "maria sri" <mariasripurwati@yahoo.co.id>, "dedi mulya" <dedimulya@berlian.co.id>, "irwan hadi" <ihrahayu@yahoo.co.id>, "Endi" <endi@fscm.co.id>, "adjeng t" <adjeng_7861@yahoo.com>, "dede saripin" <ddsaripin@yahoo.com>, "Jajang Supriatna" <japriatna@alexandria.cc>, "Irwan Rahayu" <irwan.h.rahayu@kcc.com>, "Risna Rah" <risnarah@sisminbakum.com>, "Nina Banksumut" <dean_ros@yahoo.com>, "Deddy Setiawan" <deddys@ktb.co.id>, "kutiadi" <ykutiadi@trakindo.co.id>, "Dik dik Roekendi" <asdik_thea@yahoo.com>, "asep dasuki" <asep.dasuki@enseval.com>, "asep dasuki" <asdasuki@gmail.com>, "Sahman Dede" <sahnan_dede@yahoo.com>, "sugih susanto" <sugih.susanto@yahoo.co.id>, "johani" <johani@bri.co.id>, "Amara Rich" <rich_amara@hotmail.com>, "el-mujahid abdurrahim" <elmujahida@gmail.com>, "eris riso" <erisriso@gmail.com>, "arief ganefianto" <ganefianto_2006@yahoo.co.id>, "Jajang PWS" <jajang.s@triputraagropersada.com>, "aherd" <art_aherd@yahoo.co.id>, "dian" <dian_daivarv@yahoo.co.id>, "Dr. Tjetjep Kombes Pol" <caprieol@yahoo.com>, "Didit" <didit_bdg@yahoo.com>, "Hnas han - han" <hans@acsmes.aerowisata.com>, "bu2n2196@yahoo.co.id" <bu2n2196@yahoo.co.id>, "Bambang Irawan" <pilotirawan@yahoo.com>, "asep setiawan" <Asep.Setiawan@unilever.com>, "Eddy Miraddy" <Eddy_Miraddy@cargill.com>, "Dedi Mulyadi" <dedimulyadi@yahoo.com>, "affandi" <aoaffandi@yahoo.com>, "dedi Mulyadi" <dedimulyadi27@yahoo.com>, "ietje guntur" <ietje_gun76@yahoo.com>, "dani kustoni" <dani.kustoni@yahoo.com>, "dani kustoni" <danikustoni@yahoo.com>, "M Nuh" <mnuham@yahoo.com>, "Kuningan Asri" <kuningan-asri@yahoogroups.com>, "urang sunda" <urangsunda@yahoogroups.com>, "kisunda" <kisunda@yahoogroups.com>, "yusep saputra" <yusep_saputra@yahoo.com>, "h. prasetyowaty elisabeth" <ehpaglee@yahoo.com>, sianita_lim@yahoo.com, "herdiyana wance" <wawan.herdiyana@ekamant.co.id>, "Hani Ristanto" <anto@nok.co.id>, "hery nurdiansyah" <hery.nurdiansyah@ekamant.co.id>, "jodi hendrikus" <jodi.hendrikus@ekamant.co.id>, "meity kania" <meity.kania@tso.astra.co.id>, "Opie Marlina" <opie.marlina@tso.astra.co.id>, "endang murni" <endang.murni@tso.astra.co.id>, "jetty muryati" <jetty.muryati@tso.astra.co.id>, "timur budi" <timur.budi@tso.astra.co.id>, "Sonny Sayangbati" <ssayangbati@yahoo.com>, adk3anita@yahoo.com, "achmad budiono" <achmad.budiono@shell.com>
Cc: "agus hartono" <agusaryahartono@yahoo.com>, "Burhanudin Lubis" <Burhanudin.Lubis@unilever.com>, "Nur Amalia" <nurry@etc.co.id>, "nicca" <nicca@jkt.jasatama.co.id>, "Lenny'" <info@astaguna.co.id>, "fatmiatun sahono" <fatmiatun.sahono@synovate.com>, "budi prakoso" <prakoso.budi@indofood.co.id>, "Tekad Djatmiko" <Tekad@telkom.co.id>, "SPD Supardi" <spd999@hotmail.com>, "anita mahayati" <achan_mahayati@yahoo.com>, "Mahmud Fauzi" <f4uzi28@yahoo.com>, "Mahmud Fauzi" <mf@agungautomall.co.id>, "Manager Indonesia" <manager-indonesia@yahoogroups.com>, "trainersclub club" <trainersclub@yahoogroups.com>, "Bimo Abritomo" <bimo.abritomo@ag-it.com>, "Purnomo Fitra" <mp@hondamegatama.com>, "adril amran" <adril.amran@tso.astra.co.id>, "suwito isuzu" <suwito@iso.astra.co.id>, "andri palapa" <andripalapa@gmail.com>, "IRAWAN ANDRI" <andri-irawan@ktb.co.id>, "amirudin area sumatra" <amir@ktb.co.id>, "minar ktb" <minar@ktb.co.id>, "grace risakotta" <grace.risakotta@sampoernatelekom.com>, "Beti Nurbaeti" <Beti.Nurbaeti@Pfizer.com>, "Tanti" <tanti_widyasari@yahoo.com.uk>, "Ika" <ika_mardianti@bmolsson.co.id>, "Neny" <Neny.Kusmartini@metrodata.co.id>, "Annie /BDF MLG SriAsih" <annie.sriasih@beiersdorf.com>
Date: Tuesday, December 30, 2008, 6:20 PM

Dear all ,

Kindly please find file on attachment

Regards
Djodi Ismanto
Group Sumatera Berlian Motors
Mitsubishi Motors
From nice city of Medan

www.djodiismanto.blogspot.com
www.pwsmedan.blogspot.com



__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

28 December 2008

[media-sumut] Re: [bango-mania] Sunset to Sunrise Party at Pantai Cermin Theme Park

 
----- Original Message -----
To: bango-mania@yahoogroups.com ; kotamedan@yahoogroups.com ; Banuara ; BNI Khairudin ; Mulyadi Medan Bisnis ; Mariono CC ; Irawan CC ; Adrian ; ahmadindra@yahoo.com ; Alwi ; Amir ; AN ; Andrian Androvalus ; Lia Azwani ; budiwiyono.79@gmail.com ; achmad Citra ; coitus ; Daniel ; daniel ; Dewi ; Didik ; Ebiet ; Ebiet ; Eddie ; Elli/ani elly ; Feria ; Waspada Gultom ; Hasan Halim ; Sofian Hamsyah ; helen.pctp@gmail.com ; Hotma Waspada ; HRD Club ; Efendy Huang ; Indoentrepreneur ; Indra 'Sosro' ; Jay ; jul80fini@yahoo.com ; Kawi ; Suriany Kosasih ; Kotamedan ; lajang_hitam@yahoo.com ; Levi ; Natalia Lia ; Lily ; Linda linda ; Medan Weekly ; medancity@yahoo.com ; media-sumut@yahoogroups.com ; mygandaplus@yahoo.co.id ; alfon new ; Nurhalim ; Rudi XL ; SIB Robert ; medanhrdclub sumut ; T. Haris ; Hotma Waspada ; yono@indofood.co.id ; Yusran Yunus ; Winston Toh (GM)-gmail
Sent: Saturday, December 27, 2008 1:40 AM
Subject: [bango-mania] Sunset to Sunrise Party at Pantai Cermin Theme Park

Hi... Rekan-Rekan yang lagi di Medan,
yuk rayakan bersama-sama detik-detik pergantian tahun dengan pesta kembang api di Pantai Cermin Theme Park.. cool banget di pinggiran pantai..sambil menikmati seafood bersama temen2..wow
 
Acara nya nih dimulai dari jam 17.00 sore, 31 December 2008 - sampe pagi ....2009
Menampilkan : DJ Devi, DJ Back-T, DJ Levi (Jakarta)
Breakers, Percussion, Solo Guitar, and....Live Band
and nga ketinggalan Quiz and Games yg menarik
 
Seru..banget..acara puncaknya...penghitungan bersama detik2 pergantian tahun dengan kembang api...
 
Yuk kita tunggu..rame-rame ....see you there!
 
Informasi :
Helen : 081314076971
Rey : 081263357092
Ika : 081263746867
Elly : 061-77795022
Indra : 08116028105
 
 
thank you,
rgds,
feria
 

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

27 December 2008

[media-sumut] Masyarakat Sumatera Utara habiskan Rp1,8 T berobat ke LN


DAVID SWAYANA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Banyaknya jumlah pasien dari Sumatera Utara yang berobat ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, ternyata tidak hanya didominasi kelompok masyarakat umum. Bahkan ada beberapa di antara pasien tersebut berprofesi sebagai dokter.

Demikian dikatakan anggota Kelompok Kerja Pengkajian Masalah Tingginya Minat Masyarakat Sumut Berobat Keluar Negeri Dinas Kesehatan Sumut, Drs. Noersal Chan M. Noer, Apt, ketika dihubungi Waspada Online, tadi malam. Hasil survei yang dilakukan sebuah lembaga pemerintah, kata Noersal, pada tahun 2005 sekitar 600.000 penduduk Indonesia berobat ke luar negeri. Jumlah ini meningkat menjadi satu juta orang pada tahun 2008.

Di Sumatera Utara, diperkirakan sekitar 180.000 orang berobat ke luar negeri dengan tujuan Malaysia dan Singapura pada tahun 2008. Ini berarti rata-rata hampir 500 orang yang berobat ke luar negeri dalam sehari. "Jika setiap pasien menghabiskan uang Rp10 juta untuk biaya berobat dan akomodasi selama di luar negeri, maka total uang yang keluar dari Sumatera Utara pada tahun 2008 mencapai Rp1,8 triliun," ujar Wakil Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Sumut ini.

Menurut Noersal, orang yang dalam kondisi sakit tentunya sangat berharap mendapat pelayanan kesehatan yang berkualitas. Karena itu, mereka akan melakukan apa saja agar penyakit yang dideritanya bisa cepat sembuh.
Jadi, tidak mengherankan jika kelompok masyarakat yang berduit lebih memilih berobat ke luar negeri. Ini mengisyaratkan telah terjadi krisis kepercayaan terhadap kualitas dokter di Indonesia.

Noersal juga menyoroti tentang kebiasaan masyarakat Indonesia memilih dokter untuk berobat. Selama ini, masyarakat cenderung memilih dokter yang mempunyai banyak pasien.

Padahal tanpa disadari, dokter yang mempunyai pasien terlalu banyak, pada akhirnya tidak bisa membagi waktu dengan baik. Sebagaimana ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa setiap dokter harus memberikan konseling kepada setiap pasien selama 30 menit.

"Jika dokter tersebut hanya membuka praktik selama dua jam, maka pasien yang seharusnya dilayani hanya berkisar 4–5 orang saja. Kenyataan di lapangan, terkadang ada dokter yang membuka praktik selama dua jam, namun melayani pasien cukup banyak," ujar Noersal.

Ke Singapura

Di tempat terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan Dr. M. Nur Rasyid Lubis, SpB-FInaCS mengakui adanya sejumlah dokter asal Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. "Umumnya dokter-dokter itu memilih berobat ke Singapura karena peralatan medis di sana lebih lengkap," ujarnya.

 Rasyid memberikan contoh peralatan medis berupa CT Scan. "Rumah sakit di Kota Medan belum ada yang memiliki CT Scan Multi Slize seperti yang dimiliki rumah sakit Singapura. Karena itu, kalau peralatan medis seperti ini tidak dimiliki rumah sakit di Kota Medan, maka wajar saja banyak pasien yang berobat ke luar negeri," tambahnya.

Menurut Rasyid, CT Scan tersebut merupakan salah satu peralatan medis canggih yang memiliki harga cukup mahal. Jadi, belum ada rumah sakit di Kota Medan yang mampu membeli CT Scan tersebut. "CT Scan yang ada di rumah sakit Kota Medan saat ini tergolong masih sederhana," demikian Rasyid.
(dia)
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
salam
Abdul Rohim

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Sunset to Sunrise Party at Pantai Cermin Theme Park

Hi... Rekan-Rekan yang lagi di Medan,
yuk rayakan bersama-sama detik-detik pergantian tahun dengan pesta kembang api di Pantai Cermin Theme Park.. cool banget di pinggiran pantai..sambil menikmati seafood bersama temen2..wow
 
Acara nya nih dimulai dari jam 17.00 sore, 31 December 2008 - sampe pagi ....2009
Menampilkan : DJ Devi, DJ Back-T, DJ Levi (Jakarta)
Breakers, Percussion, Solo Guitar, and....Live Band
and nga ketinggalan Quiz and Games yg menarik
 
Seru..banget..acara puncaknya...penghitungan bersama detik2 pergantian tahun dengan kembang api...
 
Yuk kita tunggu..rame-rame ....see you there!
 
Informasi :
Helen : 081314076971
Rey : 081263357092
Ika : 081263746867
Elly : 061-77795022
Indra : 08116028105
 
 
thank you,
rgds,
feria
 

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

26 December 2008

[media-sumut] Berjudi di Gedung Parlemen, Oknum Anggota Dewan Diciduk Polisi


Berjudi di Gedung Parlemen, Oknum Anggota Dewan Diciduk Polisi

Nias, CyberNews. Kepolisian Resor Nias menciduk tujuh penjudi di dalam Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nias, Sumatera Utara, sementara tiga lainnya berhasil melarikan diri. Polisi mengidentifkasi para pemain judi adalah anggota legislatif dan staf.

Juru bicara Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan, mereka yang tertangkap adalah Orudugo Halawa (Ketua Fraksi Golkar), Ibela Waruwu (Fraksi PDIP), dan Dalifati Ziliwu (Fraksi PSI juga Ketua DPD KNPI Nias). Mereka tertangkap bersama empat staf DPRD Nias, yaitu Zendambowo Zendrato, Christian Laoli, Alvian Lase, dan Sinema Zebua. Hingga Kamis (25/12) ini mereka masih diperiksa.

Pada, Rabu (24/12) sore lalu, polisi mengerebek salah satu ruang di gedung wakil rakyat itu. "Ada dua meja yang di pakai untuk judi. Dari salah satu meja disita uang Rp 225.000. Mereka berjudi dengan menggunakan kartu joker (remi)," ucap Baharudin. Ia mengatakan, tiga pemain yang berhasil kabur masih dicari.

Status ketujuh pria yang ditangkap itu, menurut Baharudin, belum dijadikan tersangka. "Pemeriksaan masih dilakukan, mungkin hingga sore," katanya. Mereka yang ditangkap, lanjut Baharudin, besar kemungkinan akan dijadikan tersangka. "Tapi mungkin mereka tidak ditahan," ucap dia.
(Tempo /smcn)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
salam
Abdul Rohim

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Perayaan Natal Nasional 2008

PERAYAAN NATAL NASIONAL 2008

mempersembahkan

ARON ARTS


Drama Sendratari Kontemporer Karo

SIBAYAK SI MESIAS


(Raja Sang Juruslamat)


Karya Sutradara
JOEY BANGUN




Penata Tari Tradisional
CO'AN FERIANTO PURBA


Penata Tari Kontemporer
NANDE SIGIT SINULINGGA


Pimpinan Produksi
ARNIS GINTING


Penata Musik
ALASEN BARUS


Penata Video Screen
ANTHONY DEPARI


Konsultan Kesenian
LETJEN (PURN) TB SILALAHI



Penanggung jawab Produksi/
Ketua Panitia

PURNOMO YUSGIANTORO
(Menteri Energi Sumber Daya Mineral)



PEMAIN

Yusuf        ><    Dermawan Sinuraya
Maria    ><    Adeline Bangun
Pengulu    ><    Petrus Barus
Kemberahen    ><    Sisca Bangun
Mburak    ><    Ramli Barus
Nande Sope    ><    Juanita Sembiring
Sibayak Lingga    ><    Andy Sitepu
Sibayak Barus Jahe    ><    Nurdin Pandia
Sibayak Kuta Buluh    ><    Zulkarnaen Batubara
Permakan    ><    Albert Tarigan
Aron Simuat Nurung    ><    Elly Sitepu
& Neni Sinulingga
Aron Peridi    ><    Mayang Peranginangin
Aron Nangkul    ><    Thomas Ginting
Aron Perbinaga    ><    Ribka Natalia Sitepu
Aron Perpola    ><    Coan Purba
Aron Lesung    ><    Vanesa Bangun
& Mila Peranginangin
Aron Nampi    ><    Agita Bangun
Nondong    ><    Ida Maria Sembiring
Kempu Nondong    ><    Natasya Bangun
Michael Ginting & Ramendra Barus
Penari    ><    Yetti Snulingga, Clara, Ruslan, Dedek

Penampilan Khusus
MORIA GBKP KLASIS JAKARTA-PALEMBANG

Soundtrack
KERIAHEN SIMBELINNA
(Kitab Ende-Enden GBKP No 115)



JAKARTA CONVENTION CENTER
Sabtu, 27 Desember 2008
Pk. 18.30 WIB


Siaran Langsung
TVRI dan TV SWASTA



www.teateraron.org
-----------------------------------------------------

        






 


"
Apakah saya bisa menurunkan berat badan?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! " __._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

25 December 2008

[media-sumut] Geger "monopoli" tayangan Liga Inggris, pemenangnya adalah Aora TV

Hanya gara-gara tayangan Liga Inggris, terjadi kegegeran luar biasa pada industri televisi yang melibatkan sekaligus membelit beberapa institusi terkait. Kemitraan antara First Media Tbk dan Astro Malaysia jadi pecah dan masuk ke ranah hukum. Bisakah mereka didamaikan?

Siapakah yang kini diuntungkan dalam gegeran tersebut?

----------------------------------------------

Tayangan Liga Inggris mengungsi, dari Astro ke Aora



Aora patut jingkrak-jingkrak. Pasalnya, layanan tv berlangganan tersebut kini memegang hak siar Liga Inggris untuk musim 2008/2009 yang pernah tayang di kanal punya Astro. TV berbayar milik kerabat Wapres Jusuf Kalla dan Rini Soewandi tersebut kini terus melakukan ekspansi program untuk memuaskan para calon pelanggan, khususnya para penggemar sepak bola di Tanah Air.

Program terbaru tv berbayar milik PT Karya Megah yang kini diperkenalkan adalah program berlangganan selama 6 bulan. Paket ini adalah paket promosi terbaru dari Aora setelah sebelumnya memperkenalkan paket berlangganan 1 tahun. Biaya berlangganan pun kini menjadi semakin murah, yaitu hanya Rp 675 ribu selama 6 bulan. Harga ini belum termasuk biaya instalasi dan biaya deposit.

"Tujuan utama diluncurkannya paket 6 bulan ini untuk memberikan kemudahan pembayaran bagi masyarakat yang ingin berlangganan Aora. Selain itu dengan harga yang lebih murah kami juga berharap dapat menjangkau lebih banyak lagi komunitas pencinta bola di Tanah Air," ungkap Dino Martin, VP Marketing Aora.

Salah satu promosi yang juga dilakukan Aora untuk memperkenalkan paket 6 bulan ini dengan melakukan kerjasama dalam bentuk kuis melalui situs kompas.com Tayangan Liga Inggris yang semakin hari semakin seru ini, kini menjadi lebih terjangkau dengan hadirnya paket berlangganan 6 bulan dari Aora. Menurut Dino, ke depannya, Aora juga berencana untuk segera menambah channel-channel terbaru untuk semakin memperlebar pangsa pasar.


Pada saat berlangsung sidang kasus dugaan grativisasi Billy Sindoro - Mohammad Iqbal, para saksi yang pernah melaporkan PT Direct Vision karena dicap memonopoli siaran Liga Inggris, sempat gelagapan saat dicecar berbagai pertanyaan oleh tim kuasa hukum Billy Sindoro. Mereka adalah para direksi yang mewakili Indovision, Telkom Vision dan Indosat IM2.

Pengacara yang mewakili Billy Sindoro bertanya kepada mereka: "Kalau dulu Anda melaporkan Astro, kenapa sekarang tidak melaporkan Aora dan TV One ke pihak berwenang?"


Yang ditanya hanya tersenyum kecut sambil mengernyitkan dahi. Seperti kita tahu, Astro pernah menayangkan Liga Inggris yang lalu dilaporkan oleh Indovision, Telkom Vision, dan Indosat karena dicap telah memonopoli tayangan olahraga yang populer tersebut.


Klik:
www.aora.tv

 

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

24 December 2008

[media-sumut] Nasib malang seorang wartawan kontrak

Saya ucapkan terima kasih kepada Allah sebagai dzat segala
Maha segala Maha yang telah melimpahkan rahmat dan barokah kepada segala ciptaannya di segala penjuru jagad raya. Saya ucapkan sholawat dan salam kepada junjungan Nabi Muhammad SWA. Dan saya berterima kasih kepada rekan-rekan HMI Hukum Unibraw yang telah membantu saya.

Saya terjun, belajar dan bekerja di dunia jurnalistis Media Online yang bernama www.inilah.com itu atas informasi mantan ketua HMI Komisariat Hukum Unibraw . Atas saya saran itulah saya bekerja di media tersebut. Dan saya mengakui dunia jurnalistis memang jaringan pengopinian yang sangat dasyat.

Saya menulis di forum yang terhormat ini BUKAN sebuah meminta perhatian ataupun cari muka, akan tetapi saya menulis di forum yang terhormat ini untuk MENGKLARIFIKASI dan MEMULIHKAN citra nama baik saya dan harga diri saya sendiri, khususnya di jaringan HMI Komisariat Hukum Unibraw. Karena di jaringan HMI inilah saya bisa tumbuh dan berkembang. Dan
tulisan ini bukan bermaksud untuk menyudutkan atau menjelekkan- jelekkan nama tertentu.

Saya keluar dari media online tersebut dengan beberapa alasan karena saya merasa di dholimi dan di injak-injak harga diri saya. Dan saya tidak mengharapkan kejadian tersebut. Saya menulis di forum ini atas saran dari beberapa rekan dan kolega saya. alangkah lebih baiknya saya menyampaikan Kronologisnya :

Pertama, Bulan Ramadhan Tanggal 11 September 2008.

Seusai liputan dari acara Wapres di JCC (Jakarta Convention
Center) Jakarta, kemudian saya digeser ke Mabes Polri, dan saat itu saya
tiba di Mabes Polri pada pukul 11.50 WIB dan saya telat untuk "DOOR STOP PERS" terkait meninggalnya alm. Sophan Sophian dengan Kadiv Humas mabes Polri Irjend Pol Abu Bakar Nataprawira di gedung Mabes Polri Sebelah barat. Akhirnya Saya berhasil menemui Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira dan saya sudah menyodorkan MP3 untuk wawancara. Akan tetapi beliau menjawab "Maaf dek, saya lagi ada rapat jam 12.00 WIB, adek kloning berita aja ke teman-teman lainnya,".

Pada saat itu yang ada di lapangan, saat itu hanya ada wartawan dari TEMPO
dan SINDO. Saya menanyakan kepada teman dari TEMPO ternyata
tidak punya rekaman wawancara dengan Abu Bakar maka teman TEMPO
mengarahkan ke temen dari SINDO. Saat rekan dari SINDO di confirm ternyata juga
bilang tidak ada rekaman, dan yang ada cuma catatan saja berdasarkan
pendengarannya pada saat door stop pers.

Saya bilang Kantor (inilah.com) meminta quote Abu Bakar tentang kematian alm. Sophan Sophian dan keterangan pemeriksaan terhadap
Roesmanhadi" .
 
Lalu rekan SINDO memberikan kloningan berita dari catatan tersebut mengatakan "Kalau Sophan Sophian itu motornya terkena lubang dan
terjatuh dengan posisi jongkok dan kemudian Roesmanhadi sengaja menabrak alm. Sophan Sophian". Dan saya sudah memastikan ke teman SINDO "apa benar pak Abu ngomong gini!!"
 
Dan teman SINDO mengatakan "Benar Sul".

Dari itu diangkat jadi berita dan naik 12.50 Wib. Sekitar
13.40 Wib, Saya mendapat telepon dari seorang redakturdan mengatakan
"Gimana caranya bisa menolong kamu Sul"!!!.

Karena saya mendapatkan feel tidak enak kemudian saya
langsung mengontak kadiv humas mabes polri irjend pol Abu Bakar Nataprawira, "Pak Abu, saya Samsul Hidayat dari inilah.com mau bertemu dengan bapak kapan dan dimana??".
Kemudian pak Abu mengatakan "Okay saya tunggu di kantor jam 15.00".

Kemudian ketika saya akan memasuki ruangan beliau, saya
ditemui oleh ajudan Kadiv Humas. Yang mengatakan kepada saya "Ada apa dek dan bertemu dengan siapa".
 
Dan saya sendiri "Saya Samsul Hidayat dan sudah sudah janjian untuk bertemu dengan beliau,". Dan ajudan tersebut dengan muka kecut dan raut wajah yang sinis menatap saya dengan tajam. Dan dalam batin saya sendiri pasti terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan. Dan kemudian ajudan tersebut
mempersilakan untuk masuk ke ruangan pak Abu Bakar.

Setelah itu saya dipersilakan masuk ke ruangan oleh Pak Abu Bakar bilang
"Kamu yg namanya Samsul Hidayat, apa2an kamu koq buat quote salah," dengan nada marah dan jengkel.

Pada saat setelah saya dipersilahkan duduk di meja kerjanya dan pada Saat itu saya melihat di meja kerjanyanya ada alat bukti berupa tulisan Samsul Hidayat dan surat dari BARESKRIM Mabes Polri dengan nama Samsul Hidayat dengan tuduhan pasal yang dikenakan dan juga tanda tangan
Kabagreskrim Bamabgn Hendaso Danuri. Pada sudut kanan atas terdapat
tulisan paraf dan mengetahui Kadiv Humas Mabes Polri Abu Bakar Nataprawira dengan ballpoint parker yang akan memparaf surat tersebut.

Abu pun saat itu minta diceritakan kejadian termasuk tentang ia yang meminta dilakukan cloning. Setelah mendengar cerita itu, Abu langsung menelpon Asred dan Pimred SINDO untuk mengklarifikasi berita. Ia menegaskan, yang benar adalah "Roesmanhadi tidak sengaja menabrak Alm Sophan Sophian."

Setelah itu, Abu berpesan agar Saya tidak mengulangi kesalahan itu. dan saya secara pribadi meminta maaf kepada kadiv Humas Mabes Polri Irjend Pol Abu Bakar Nataprawira dan seluruh jajaran Mabes Polri terhadap kesalahan pemberitaan.

Pada jam 16.00-1700, saya ke masjid Mabes Polri berdoa dan memikirkan
surat BARESKRIM tersebut dan saya mengambil keputusan sudah siap untuk di PHK akibat kesalahan pemberitaan tersebut. Dan tanggal 13 September 2008, saya hanya mendapatkan SP-1 (Surat Peringatan Pertama) dari
inilah.com, karena dianggap sudah mencemarkan nama inilah.com.

Kedua, Suatu hari (tanggal lupa). Saya liputan di Tipikor, pukul 08.30 Wib.Saya menelpon Humas KPK, Johan Budi mengenai jadwal
pemeriksaan KPK hari itu. Johan bilang ""maaf dek, saya lagi berada di
Komosi III DPR ada RDP, jadi saya masih belum ke KPK". Pada saat yang sama ada sidangnya AZA dan HY. Setelah sidang AZA dan HY kantor meminta Saya ke KPK.

Setibanya di KPK Saya langusng mendapat komplain dari wartawan senior. Mereka bilang "Apa2an ini Samsul, loe dapat wawancara dari Johan darimana nih?" Ternyata ada berita naik terkait pemeriksaan BR dan yang terlibat dengan BR. Saya mengatakan pada rekan2 wartawan senior KPK. "Saya tidak pernah tidak pernah membuat berita itu dan mengatakan saat itu berada di Tipikor.

Karena merasa kebobolan berita, wartawan senior komplain ke Johan dan Johan bilang berita itu tidak benar. Kemudian Johan telp saya dan
memarahi saya dan mengatakan akan melakukan SOMASI. Saya mengatakan pada Johan, "Bang tadi saya konfirmasi ke abang untuk meminta jadwal pemeriksaan KPK saja dan tidak lebih menanyakan hal yang lainnya". Johan balik bertanya "siapa yg buat berita itu". Saya mengatakan, "Yang menulis itu
Shinta Sinaga dengan memakai namaku dan mengquote Johan". Akhirnya Saya konfirm ke Shinta Sinaga dan bertanya kenapa memakai nama Saya. Shinta menjawab "Tenang aja sul, selamat datang di dunia pers yang kejam".

Ketiga, Pasca kejadaian itu, inilah.com mengaku tidak puas di desk politik, hukum dan sosial dengan kinerja Saya dan akhirnya dipindah ke ekonomi.
Memang di desk ekonomi itu adalah hal yang baru bagi saya.
Dan saya juga butuh belajar isu ekonomi. Hari ketiga bertugas di Ekonomi,
ada liputan di Depkeu ada rapat korrdinasi antar menteri. Ada menteri ESDM
Purnomo Sugiantoro, Kepala Bappenas Paskha Suzetta dan Menkeu Sri
Mulyani dan Anggito Abimanyu. Setelah semua statement dicatat, Saya
melakukan riset untuk melengkapi data karena tidak mengetahui isi isu
ekonomi makro. Setelah itu baru berita dinaikkan. Tiba2 kantor bilang "Loe gak pantas di ekonomi".

Ke-empat, Tanggal 26 September 2008,

Menjelang libur lebaran saya mendapat libur empat hari dan
diberitahu bahwa gaji saya dipotong Rp. 500.000 dengan alasan saya tidak
memiliki track record di journalist. Padahal, setelah satu bulan di inilah.com, saya mendapatkan kontrak 1 tahun dengan perincian gaji pokok Rp.1.500.000 dan uang harian serta pulsa Rp 750.000.

Ke-lima, Tanggal 10 Oktober 2008,

Saya mendapat info akan ada evaluasi kontrak. Saat itu ia masih tenang mengingat kontraknya berdurasi 1 tahun (April 2008 - April 2009). Dan didalam isi kontrak kerja tersebut tidak mengatakan ada evalusi kontrak.

Ke-enam Tanggal 11 Oktober 2008

Karena saya mempunyai feel yang tidak enak dan tidak bisa nyenyak karena ada ganjalan yang menggangu di pikiran dan saya sholat malam untuk meminta petunjuk kepada yang Maha Kuasa untuk diberikan jalan yang terbaik dan kemudahan.

Ke-enam, Tanggal 12 Oktober 2008

Di hari Senin yang cerah, tidak ada mendung dan tidak ada hujan, setelah saya memenuhi order dari semua redaktur, Setelah itu
tiba-tiba Shinta bilang kepada saya "15 Oktober 2008 itu hari terakhirku
kerja" dengan alasan tidak ada kecocokan".

Meski demikian dengan bantuan seorang redaktur lainnya, tanggal 15 Oktober 2008 ada kesepakatan bahwa saya selama dua minggu (20-31
Oktober 2008) mendapat tugas 6 isu berita yang berbeda dan wilayah dan
disanggupi saya dan berita itu tidak boleh dimuat. Namun pada Sabtu 18 Oktober 2008 kantor menelphone Saya dan memintanya mengembalikan ID Pers dan Kartu Nama.

Saya berpikiran "Saya masih mempunyai harga diri, dan saya masih punya harga diri, dan saya merasa didholimi". dan setelah keluar dari inilah.com dan saya hanya mendapatkan uang Rp. 1 juta saja.

Ke-Tujuh, Tanggal 14 November 2008

Saya mendapatkan kesempatan tes di media online terbesar di Indonesia.  Kemudian. saya mendapatkan info dari rekan kerja (mohon
maaf saya tidak bisa mengatakannya) di media online tersebut bahwasannya saya sudah keterima kerja diperparah lagi saya mendapatkan info dari rekan saya yang bekerja di media online tersebut yang mengatakan ada orang inilah.com yang "memotong" di media online tersebut dan dia tidak berani menyebutkan namanya.

Ke-Delapan, Tanggal 29 November 2008 setelah keluar dari inilah.com,
saya mendapat pantulan acara dari Humas PP Muhammadiyah Edy
Kuscahyono tentang adanya Milad Muhammidyah di PP Muhammadiyah.
Pantulan acara tersebut itu pun saya forward ke inilah.com. dan Tanggal 30 November 2008, Saya mendapat telphone dari Edy Kuscahyono tentang adanya kesalahan quote di berita inilah.com. Edy Kuscahyono dan bilang akan mensomasi saya dan untuk mengconfirm lebih lanjut ke pak Bactiar Effendi. Saya mengatakan ke pak bachtiar Effendi bahwasannya saya sudah tidak bekerja di inilah.com dan yang membuat berita itu bukan saya.

Demikianlah beberapa goresan tinta yang saya bisa utarakan di surat ini. Oleh karena itu teman-teman saya berpamitan kepada seluruh
rekan-rekan sejawat HMI Komisariat Hukum Unibraw atau kolega-kolega
saya dari dunia jurnalistis khususnya di inilah.com. dan saya sampaikan
terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap rekan, teman sejawat dan kolega
kami yang telah membantu saya.

NB : Kontrak kerja Saya hilang.

Regards,

Samsul Hidayat

 

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

23 December 2008

[media-sumut] BIN: Ulama Berpolitik, Umat Terpecah

PATI, SABTU - Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar
mengemukakan, banyaknya kyai dan ulama yang berpolitik praktis membuat
umat terabaikan dan terpecah-pecah. "Saat ini banyak kyai
terpecah-pecah karena jalur politik praktis yang dipilihnya. Ini
sangat disayangkan karena masyarakat jadi kesulitan mencari panutan
dan umat jadi terabaikan," katanya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah,
Sabtu (20/12).

Menurut Syamsir, berpolitik praktis memang hak setiap warga negara,
terutama dalam negara demokrasi seperti Indonesia. "Tetapi jangan
sampai karena kyainya berpolitik, pesantren dan umat jadi turut
terpecah-pecah," katanya.

Syamsir yang tengah mengadakan kunjungan silaturahim ke alim ulama,
tokoh masyarakat se-Kabupaten Pati serta santri Yayasan Salafiyah itu
mengungkapkan, masyarakat kini kesulitan untuk mencari panutan. Salah
satunya karena para ulama kini banyak yang disibukkan oleh kegiatan
politik.

"Akhirnya, pondok pesantren yang semula menjadi subyek, malah menjadi
obyek dari berbagai kepentingan. Tradisi yang selama ini memberikan
ketenangan, kini sedikit terusik oleh kegiatan politik yang penuh
nuansa kepentingan," katanya.

Hal itu diakui pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah KHB Asmuj yang
mengatakan bahwa banyak kyai yang kini lebih berkecimpung dalam
kegiatan politik dibanding pembinaan umat.

"Saat ini memang banyak kyai dan ulama yang fokus ke masalah duniawi
termasuk politik sehingga pembinaan terhadap masalah-masalah akhirat
agak terbengkalai," ujarnya.

Seharusnya, tambah Asmuj, antara kebutuhan duniawi dan akhirat
dijalankan secara seimbang. Peran ulama sebagai pembina umat harus
sejalan dengan perannya di politik. Karenanya, lanjut dia, para kyai
dan ulama harus kembali ke "barak" tidak terlalu fokus pada kegiatan
politik praktis.

"Kyai atau ulama berpolitik tidak dilarang atau harus. Tetapi jangan
sampai mengesampingkan tugas pokoknya sebagai pembina umat," katanya
menegaskan.

MSH
Sumber : Ant

 

KOMPAS

 


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Survei Reform Institute, Penggemar Dangdut dan Pop Favoritkan SBY

Survei Reform Institute, Penggemar Dangdut dan Pop Favoritkan SBY
Apa hubungan penggemar musik dengan pemilihan presiden? Reform Institute melakukan survei dengan cara melihat tingkat keterpilihan capres lewat musik yang digemari pemilih.

Cara itu dianggap bisa memotret karakteristik pemilih dari latar belakang kultural. Awalnya para responden ditanya tentang selera musik mereka. Dari selera musik tersebut, lantas ditanya capres favoritnya. Hasilnya menarik. Ternyata SBY digemari seluruh kalangan lapisan masyarakat. Yakni, penggemar musik dangdut dan pop.

Di antara 2.500 responden yang disurvei, 38,36 persen menggemari musik dangdut. Pencinta musik pop 34,56 persen. Penggemar kesenian atau lagu daerah hanya 6,76 persen. Penggemar nasyid dan campur sari masing-masing tiga persen. Artis dangdut yang paling digemari masih Rhoma Irama dengan Soneta Band-nya. Bang Roma digemari 14,04 persen responden. Itu jauh meninggalkan band pop Ungu dan Peterpan yang hanya digemari 5,88 persen dan 2,92 persen responden.

Apa hubungannya dengan popularitas capres? Reform Institute menanyakan para penggemar musik dangdut dan pop tentang capres favorit mereka. Hasilnya, 41,01 persen penggemar dangdut memilih SBY. Angka yang hampir sama, yakni 41,46 persen penggemar musik pop, juga memfavoritkan SBY.

Jauh berbeda dengan para pemilih Megawati Soekarnoputri. Hanya 17,22 persen penggemar dangdut memilih Megawati. Sementara itu, hanya 21,95 persen penggemar musik pop yang memilih Mega. Disusul Prabowo yang digemari 9,36 persen penggemar dangdut. ''Ini menunjukkan bahwa penetrasi iklan politik sudah masuk ke kelompok masyarakat penggemar musik dangdut, yang kebanyakan berada di pedesaan,'' tandas Yudhi Latif, peneliti senior Reform Institute.

Data survei itu dikumpulkan selama 13-25 November 2008 dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin error sekitar 1,96 persen. (cak)
http://jawapos.com/

   Salam
Abdul Rohim

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

22 December 2008

[media-sumut] Fw: Ngariung bareng PWS jeung PERSIB Bandung



--- On Fri, 12/19/08, Djodi Ismanto <adindagolid@yahoo.com> wrote:
From: Djodi Ismanto <adindagolid@yahoo.com>
Subject: Ngariung bareng PWS jeung PERSIB Bandung
To: "ietje guntur" <ietje_gun76@yahoo.com>
Date: Friday, December 19, 2008, 10:52 PM



--- On Tue, 12/16/08, Djodi Ismanto <adindagolid@yahoo.com> wrote:
From: Djodi Ismanto <adindagolid@yahoo.com>
Subject: Ngariung bareng PWS jeung PERSIB Bandung
To: "dedi mulya" <dedimulya@berlian.co.id>, "burhana agus" <burhan@udc.co.id>, "Arif Amiarsa" <arifamiarsa@yahoo.com>, "irwan rahayu" <irwan.rahayu@bms.com>, "engkos" <en9ko5@yahoo.yahoo.com.sg>, "Agus Pakusarakan" <azzoman@gmail.com>, "yedi suhaedi" <ysuhaedi@yahoo.com>, "asepivo asep" <asepivo@yahoo.co.id>, "yudi plasa" <yudi@plasa.com>, "ratih irawati" <ratih_irawati@yahoo.com>, "maria sri" <mariasripurwati@yahoo.co.id>, "irwan hadi" <ihrahayu@yahoo.co.id>, "Endi" <endi@fscm.co.id>, "adjeng t" <adjeng_7861@yahoo.com>, "dede saripin" <ddsaripin@yahoo.com>, "Jajang Supriatna" <japriatna@alexandria.cc>, "Irwan Rahayu" <irwan.h.rahayu@kcc.com>, "Risna Rah" <risnarah@sisminbakum.com>, "Nina Banksumut" <dean_ros@yahoo.com>, "Deddy Setiawan" <deddys@ktb.co.id>, "kutiadi" <ykutiadi@trakindo.co.id>, "Dik dik Roekendi" <asdik_thea@yahoo.com>, "tasik tasik" <tasik@yahoogroups.com>, "asep dasuki" <asep.dasuki@enseval.com>, "asep dasuki" <asdasuki@gmail.com>, "Sahman Dede" <sahnan_dede@yahoo.com>, "sugih susanto" <sugih.susanto@yahoo.co.id>, "johani" <johani@bri.co.id>, "el-mujahid abdurrahim" <elmujahida@gmail.com>, "eris riso" <erisriso@gmail.com>, "arief ganefianto" <ganefianto_2006@yahoo.co.id>, "Jajang PWS" <jajang.s@triputraagropersada.com>, "aherd" <art_aherd@yahoo.co.id>, "dian" <dian_daivarv@yahoo.co.id>, "Dr. Tjetjep Kombes Pol" <caprieol@yahoo.com>, "Didit" <didit_bdg@yahoo.com>, "Hnas han - han" <hans@acsmes.aerowisata.com>, "bu2n2196@yahoo.co.id" <bu2n2196@yahoo.co.id>, "asep setiawan" <Asep.Setiawan@unilever.com>, "Moch Dachman Maman" <maman.mochdachman@yahoo.com>, "affandi" <aoaffandi@yahoo.com>, "dani kustoni" <dani.kustoni@yahoo.com>, "dani kustoni" <danikustoni@yahoo.com>, "M Nuh" <mnuham@yahoo.com>, "Kuningan Asri" <kuningan-asri@yahoogroups.com>, "urang sunda" <urangsunda@yahoogroups.com>, "kisunda" <kisunda@yahoogroups.com>
Cc: "Nur Amalia" <nurry@etc.co.id>, "nicca" <nicca@jkt.jasatama.co.id>, "Lenny'" <info@astaguna.co.id>, "fatmiatun sahono" <fatmiatun.sahono@synovate.com>, "budi prakoso" <prakoso.budi@indofood.co.id>, "obon subandi" <obon.subandi@tso.astra.co.id>, "Dudun Sutrisna" <dudun.sutrisna@tso.astra.co.id>, "Puspita Citra" <puspita.citra@tso.astra.co.id>, "meity kania" <meity.kania@tso.astra.co.id>, "adril amran" <adril.amran@tso.astra.co.id>, "Annie /BDF MLG SriAsih" <annie.sriasih@beiersdorf.com>, adk3anita@yahoo.com, "Sonny Sayangbati" <ssayangbati@yahoo.com>, "Universitas Sahid" <milist_usahid@yahoogroups.com>, "jetty muryati" <jetty.muryati@tso.astra.co.id>, "timur budi" <timur.budi@tso.astra.co.id>, "eko" <eko.rubiyanto@tso.astra.co.id>, "Erlin Wahyuni" <erlin.wahyuni@tso.astra.co.id>, "Elly Waliah" <ely.waliah@tso.astra.co.id>, "Topan Suryadi" <topsurya@gmail.com>, "neneng" <neneng.meya_dbm@yahoo.com>, "media sumut" <media-sumut@yahoogroups.com>, dedimulyadi@yahoo.com, "Djodi Ismanto" <adindagolid@yahoo.com>, "Dinno Saftana" <dinno_1310@hotmail.com>, "dinno saptana" <dinnosaptana@mdn.japfacomfeed.co.id>, "Burhanudin Lubis" <Burhanudin.Lubis@unilever.com>, "hery nurdiansyah" <hery.nurdiansyah@ekamant.co.id>, "yusep saputra" <yusep_saputra@yahoo.com>, "herdiyana wance" <wawan.herdiyana@ekamant.co.id>, "Wawan Herdiyana" <wawan2005@gmail.com>
Date: Tuesday, December 16, 2008, 6:48 PM


Ngariung bareng PWS jeung PERSIB Bandung


Acara ramah tamah / ngariung antara Paguyuban Wargi Sunda - Medan ( yang diwakili beberapa pengurus dari Johor ) dengan team sepakbola kebanggaan warga Jawa Barat , PERSIB " Maung Bandung " berlangsung tadi malam Selasa , 16 Januari 2008.

Acara ini yang berlangsung mendadak ini diprakarsai oleh Kang Asep Dasuki ( Extra Joss - Medan ) dalam menyambut team Persib yang akan bertanding Kamis besok di Stadion Lubuk Pakam , selain dalam rangka ngariung sekaligus menjenguk kelahiran putri Kang Asep , KEISA KISTI TIJANI



Memang tidak semua pemain Persib hadir terutama pemain asingnya yang langsung ngacir begitu mendarat di Polonia , namun semalam semua pemain inti hadir terutama yang tulen " Urang Sunda " mulai dari Penjaga Gawang Kang Cecep Supriatna sampai sang Captain kesebelasan , Kang Suwita Fata ( paling kanan )

Wah namanya juga urang sunda ngariung , suasana " Nyunda " banget , ngga ada protokoler , semua berlangsung santai dengan celotehan ala Sunda , sampai makan malampun dengan cara lesehan ala Sunda.

Acara ini sebenarnya ronde ke 2 , karena ronde pertama sejak siang sampai sorenya team Persib diajak mencicipi durian Medan oleh Kang Asep Dasuki.

Siapa yang nyangka pemain Top PERSIB sedang ngariung di Perumahan Medan Johor . . . . . .



Teh IRNI , Isti Kang Asep ( kiri ) yang baru melahirkan anak ke - 3 , Selamat ya teh . . .ditemani Teh Lelly , istri Kang Djodi dan putrinya Dinda.



Dari ki-ka , Kang Dedi Mulyadi ( bendahara PWS ) , Muh. Agung Prasetya ( putra pertama Kang Dedi yang " gila " bola ) , Kang Suwita Fata ( Captain kesebelasan Maung Bandung )



Bagaimana kedekatan PWS dengan Persib ?
Dimulai dengan aktifnya Kang Asep Dasuki ( paling kiri dibelakang Kang Dedi ) di Komda PSSI saat masih di Bandung , dan pengurus serta pemain Persib pun adalah teman - teman sekolah Kang Asep , hingga hubungan kekerabatan ini tetap berlangsung hingga Kang Asep tugas ke Medan



Kebetulan tadi malam ada siaran langsung semifinal piala FFC antara Indonesia vs Thailand , acara nonton bareng pun digelar di rumah Kang Asep.
Wah , seru karena dari team Indonesia yang mainpun teman - teman dari team Persib - Bandung.



Asisten Pelatih dan mantan pemain nasional dari Persib , Kang Robby Darwis berhalangan hadir karena agak kurang sehat. Cepat sembuh nya Kang , sing sarehat menjelang pertandingan lusa . .


Karena sesuatu hal , Kang Dani , ketua PWS berhalangan hadir , namun beliau sempat bertelepon dengan Kang Suwita Fata ( captain Persib ) dan memberikan dukungan moral untuk pertandingan Kamis besok.
Hari Rabu ini , 17 Desember Kang Dani rencananya akan bertatap muka dan beranjangsana dengan Team Persib Bandung di Hotel Danau Toba pk. 16. 00 Wib.



Photo bersama sebelum istirahat ke Hotel , pemain Persib ramping - ramping ya , justru pengurus PWS yang badannya besar - besar . . . . . .Kumaha yeuh . . .


lihat artikel di :
www.pwsmedan.blogspot.com



__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Menggarap Laskar Bupati


Menggarap Laskar Bupati

Sepuluh bupati dan wali kota pilihan "dikerjai" fotografer Tempo. Menjadi model dadakan.
INI bukan konferensi, apalagi muktamar luar biasa para kepala daerah. Delapan bupati dan wali kota berdatangan ke kantor redaksi majalah Tempo, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu pekan lalu. Ada yang hadir berkostum formal, lengkap dengan dasi. Yang lain bercelana jins dengan lengan baju dilipat hingga siku.
Andi Hatta Marakarma, Bupati Luwu Timur, Sulawesi Selatan, datang paling awal. Disusul Suyanto, Bupati Jombang, Jawa Timur, yang wajahnya selalu dihias senyum. Berturut-turut hadir Bupati Badung (Bali) Anak Agung Gde Agung, Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin, Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat, Bupati Sragen Untung Sarono Wiyono Sukarno, Wali Kota Solo Joko Widodo, serta Bupati Gorontalo David Bobihoe.
Acara hari itu jauh lebih penting daripada konferensi: pemotretan bersama sepuluh tokoh pilihan Tempo 2008. Mereka disaring dari tiga ratus lebih pemimpin kabupaten atau kota seluruh Indonesia selama hampir tiga bulan. Merekalah "A Few Good Men", meminjam judul film yang dibintangi Tom Cruise dan Jack Nicholson.
Sebelum "acara puncak" dimulai, para pejabat daerah itu diundang untuk berbagi pengalaman memimpin daerah masing-masing. "Kalau bukan Tempo, saya tak mungkin datang," kata Untung, yang hadir dengan baju putih, celana jins biru, dan jaket merah menyala.
Delapan pejabat daerah itu berkumpul di ruang yang biasa dipakai untuk rapat perencanaan redaksi setiap Senin. Tak ada musik penyambutan dan karangan bunga, tapi para pemimpin itu menyatakan terhormat hadir di ruang sempit itu. Mereka disambut antara lain oleh Pemimpin Redaksi Tempo Toriq Hadad dan Pemimpin Redaksi Koran Tempo S. Malela Mahargasarie.
Dua jam lebih mereka membagi pengalaman. Joko Widodo menceritakan suksesnya memindahkan ribuan pedagang kaki lima dengan atraksi kirab budaya. Untung mempresentasikan jaringan online yang menghubungkan semua desa di wilayahnya. Djarot menyampaikan filosofi pemerintahannya, bahwa reformasi birokrasi harus dimulai dari sang pemimpin. Ilham mengisahkan ketegasannya membenahi Lapangan Karebosi dan Pantai Losari.
Masih ada dua orang yang ditunggu pada Rabu itu: Wali Kota Tarakan, Kalimantan Timur, Jusuf Serang Kasim; dan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto.. Keduanya terbang langsung dari daerahnya dan akan tiba beberapa saat sebelum sesi pemotretan. Pengambilan gambar untuk sampul ini dilakukan di Padang Golf Suwarna, Bandar Udara Soekarno-Hatta. "Sengaja dipilih dekat bandara, untuk memudahkan yang baru datang dan yang harus segera terbang kembali," kata Budi Setyarso, pemimpin proyek edisi akhir tahun 2008..
Dari kantor redaksi majalah Tempo, para bupati dan wali kota "diarak" menuju Padang Golf Suwarna. Tentu saja, lebih dulu mereka makan siang ala Tempo: semua harus antre berderet-deret untuk mengambil makanan. Perlu waktu satu jam menuju lokasi. Djarot dan Suyanto yang satu bus dengan awak redaksi Tempo mengundang tawa sepanjang perjalanan dengan dialog-dialog khas Jawa Timur-nya. Guyonan mereka klop benar dengan Toriq dan Wahyu Muryadi, Redaktur Eksekutif Tempo, yang juga berasal dari Jawa Timur.
Para bupati dan wali kota diminta membawa dua kostum: formal dan kasual. Tim edisi khusus sempat meminta mereka membawa juga baju adat. Tapi bongkar-pasang baju daerah itu diperkirakan memerlukan banyak waktu sehingga dibatalkan. Sesi pemotretan kemudian dipandu oleh Qaris Tajudin, Redaktur Pelaksana U-Mag, majalah gaya hidup saudara Tempo. Ijar Karim, fotografer U-Mag, lebih dulu memilih sudut pas, yang memungkinkan latar belakang udara terbuka dengan rumput hijau menghampar. "Untuk menggambarkan bahwa mereka pemimpin yang mau turun ke lapangan," ujarnya.
Pada pukul 15.00, sepuluh tokoh itu lengkap siap difoto. Sesi pertama dilakukan dengan kostum formal, setelan jas lengkap dengan dasi. Disiram matahari yang masih terik, mereka bersemangat dalam berpose. Djarot terlihat fotogenik, selalu bergaya pas. Suyanto pun langsung memasang gaya manisnya. Adapun Anak Agung Gde Agung selalu menjaga busana rapinya. Hermien Y. Kleden, Deputi Redaktur Eksekutif Tempo, menyorongkan tisu basah buat para tokoh yang mulai bercucuran peluh.
Dua sesi pemotretan itu dilakukan kurang dari satu jam. Itu karena Joko Widodo harus mengejar pesawat pukul 16.00. Pada akhir pemotretan, para pejabat itu tampak riang meski wajahnya berpeluh-peluh. "Lengkap sudah kita dikerjain teman-teman Tempo," kata Suyanto. Toriq Hadad menyampaikan penghargaan dan terima kasihnya untuk mereka.
Sebelum "dikerjai" di Jakarta, mereka memang telah lebih dulu diminta bergaya di daerah masing-masing. Untuk keperluan reportase, Tempo mengirim sepuluh reporter dan lima fotografer ke daerah mereka. Khusus untuk lima daerah di Jawa, pemotretan dilakukan dua fotografer yang sepekan bermobil menyusuri Jombang, Blitar, Sragen, Solo, dan Yogyakarta. Sepuluh tokoh itu sangat kooperatif, meski kadang diselipi tawar-menawar tentang "pose gila" mereka.
Jusuf Serang Kasim rela diminta berpotret di antara akar-akar hutan bakau dengan baju adat kuning benderang. Pak Wali berambut perak ini juga manut saja ketika Bismo Agung, fotografer Tempo, memintanya berbaring di kereta pengangkut sampah. "Seperti bekantan aku dibuatnya," kata pria 64 tahun itu.
Belum puas, Bismo meminta Jusuf mengenakan jas lengkap keesokan harinya. Pak Wali Kota dibawa ke tepi Pantai Amal Indah, yang kini sedang direklamasi buat menahan abrasi. Jusuf harus melepas sepatu dan berjalan 50 meter menuju lidah ombak Laut Sulawesi. Ia sampai geleng-geleng kepala melihat Bismo nungging di laut untuk mengambil angle yang bagus hingga celananya kuyup. "Apa kata kau sajalah, sekarang kau panglimanya," katanya sambil tertawa ke arah Bismo.
Wali Kota Djarot diminta mengenakan pakaian ala Bung Karno, proklamator yang lahir di Blitar. Di Pasar Legi, pasar terbesar di kota itu, Djarot menyapa banyak orang. Dua fotografer, Yosep Arkian dan Tony Hartawan, sibuk mencari tempat yang pas. Setelah keliling ke sana-sini, mereka menemukan warung kopi milik Mbah Munawaroh, 75 tahun, di samping pasar.
Warung ini menempel di trotoar jalan, dekat tempat parkir sepeda motor.. Emper warung ini disangga tiga kayu, yang disambung pagar bambu. Saking bersemangatnya, Yosep dan Tony langsung main copot pagar bambu tadi. Melihat aksi itu, Mbah Munawaroh panik. Ia mengira fotografer itu anggota Satuan Polisi Pamong Praja penggusur pedagang kaki lima. "Warung saya jangan dirusak, Pak," ia berteriak dengan bahasa Jawa.
Dwidjo Utomo Maksum, wartawan Tempo di Kediri yang wilayah liputannya hingga Blitar, tanggap. Ia mendekati Mbah Munawaroh dengan tutur bahasa Jawa halus, bahwa pagar dicopot untuk sementara guna memotret Wali Kota Djarot.. Pendekatan Dwidjo mujarab. Mbah Munawaroh takjub, warungnya mendapat tamu kehormatan. Apalagi Djarot menyodorkan selembar Rp 100 ribu di akhir pemotretan.
Selesai difoto dengan berbagai gaya dan kostum, Djarot menghubungi Suyanto di Jombang. Ia bercerita habis dikerjai fotografer Tempo dan meminta koleganya itu tidak kaget bila nanti diminta bergaya. Dengan "katebelece" Djarot ini, pemotretan Suyanto menjadi lebih mudah. Sang bupati oke saja ketika diminta berfoto di bengkel sepeda, juga memindah-mindah sangkar burung.
Di Solo, pemotretan Joko Widodo menghebohkan tukang becak. Yosep Arkian ingin memotret Pak Wali mengayuh kendaraan roda tiga itu. Ia pun memakai seorang tukang becak sebagai model awal, untuk keperluan pengaturan cahaya dan posisi. Model dadakan ini dipotret di dekat rel kereta. Ketika Yosep asyik menjepret, kereta tiba-tiba datang. Tapi pengayuh becak itu tak mau beranjak, "Yang penting difoto dulu, Mas." Yosep lemas enggak keruan.
Tiba giliran Joko Widodo, Yosep telah menyiapkan oblong dan kaus kaki. Sang Wali Kota ternyata menganggap properti itu terlalu bersih. Ia balik ke rumah dan kembali dengan menenteng kaus lusuh miliknya. Ia benar-benar menjiwai peran barunya.....
 
   Salam
Abdul Rohim

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___