30 March 2008

[media-sumut] Fw: [mediacare] Bintang Iklan Si Bujang Medan

 
 
----- Original Message -----
Sent: Sunday, March 30, 2008 11:53 AM
Subject: [mediacare] Bintang Iklan Si Bujang Medan


Jadi bintang iklan tidaklah gampang. Perlu perjuangan panjang. Itulah yang dialami Meidian Maladi, bujang Medan kelahiran 6 Mei 1986. Lelaki yang bisa juga dipanggil Dian atau Maydi ini harus mengikuti beberapa kasting sampai akhirnya dia terpilih untuk membintangi beberapa iklan di layar televisi. Di antaranya adalah:  iklan Piero bersama Nirina Zubir dan Hengky Kurniawan. Lantas, iklan permen Lovy, Ting-Ting Garuda Okky Jelly Drink, dan yang terbaru adalah Nesvita, bahkan prestasi teranyar yang ia raih adalah bermain di film layer lebar produksi Multivision (Pulau Hantu 2) dan Produksi terbaru MD yang masih di rahasiakan judul nya.
Meski sukses sebagai bintang iklan, Maydi mengaku perlu kerja keras untuk bersaing menapaki karir yang digelutinya itu. Apalagi dia sebagai anak rantau, harus benar-benar percaya diri menghadapi dunia model di Ibu kota. "Persaingan di Jakarta sangat ketat, dan saya sangat merasakan itu," ujar lelaki berkulit putih dan berambut agak ikal ini.
Casting demi casting ia jalani dengan penuh semangat. Namun hasilnya belum ada yang memuaskan. Justru ia melihat bahwa orang lainlah yang sukses dan bertambah sukses. hal tersebut sempat membuat Maydi minder dan merasa pesimis dengan peruntungannya di Jakarta.
Sebelum jadi bintang iklan televisi, Maydi memang remaja cukup berprestasi sewaktu di Medan. Awalnya dia terpilih sebagai pemenang dalam ajang Duta Sumatera Utara, tahun 1999. Berawal dari ajang tersebut, Maydi kerap mengikuti berbagai event atau perlombaan model. "Alhamdulillah setiap saya ikut event atau perlombaan, saya selalu menang, entah itu juara 1, 2 atau 3," imbuh Maydi.
Kesuksesannya di dunia model bertambah lagi ketika ia dinobatkan sebagai juara 1 Wajah Revlon di Medan, hingga ia mewakili kota itu dalam ajang yang sama di tingkat nasional ajang yang diselenggarakan di Jakarta. Pada ajang ini,  Maydi terpiih sebagai juara ke-2 sekaligus terpilih sebagai duta persahabatan. Lantas, Maydi mencoba-coba mengikuti pemilihan wajah Top Guess majalah Aneka. Dalam ajang tersebut, ia dinobatkan sebagai juara 2. Dari situlah Maydi semakin percaya diri terjun di dunia entertaintment sampai akhirnya dia memutuskan hijrah ke Jakarta, sejak tahun 2005.
Publicist  : Oky Zayyd
Senimata Kreasi Komunika
021 9299 5700
www.SENIMATA.com

No Cost - Get a month of Blockbuster Total Access now. Sweet deal for Yahoo! users and friends.


Like movies? Here's a limited-time offer: Blockbuster Total Access for one month at no cost.





__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

29 March 2008

[media-sumut] Ikan Mas Na Ni Ura, hidangan khas Samosir

Pernah ke Sumatera Utara?

Khususnya Samosir?

Sudah pernah mampir ke restaurant atau warung yang berada di pesisir pantai atau bahkan di Pulau Samosir, misalnya Ambarita? Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati salah satu makanan khas Batak - Samosir, yaitu "Ikan Mas Na Ni Ura".

Ikan mas tersebut tidak direbus dan tidak dinanakkan di dalam air mendidih ataupun digoreng untuk memasaknya, tetapi hanya dengan memanfaatkan jeruk nipis dan bawang batak, cabe rawit, kunyit, laos.

Dijamin hidangan ikan tersebut tidak berbau amis, tidak asam, rasanya renyah, dapat dengan mudah dipisah dari tulang belulangnya, dan tulang-tulang rawan/halus dari ikan tersebut akan hancur menyatu dengan daging ikan tersebut.

Silakan berkunjung ke Sumatera, khususnya Samosir.

Pengirim:

Sanny Tan

E-mail: tan.sanny@yahoo.com 

Blog:

http://sumut2day.wordpress.com

http://tips-creativity.blogspot.com

 

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Karya Sineas Sumut Juara Nasional

Salam,
 
Berikut ini merupakan informasi soal karya Sineas asal Sumatera Utara yang juga merupakan mantan Jurnalis di salah satu stasiun televisi swasta nasional yang berhasil dalam persaingan kompetisi film dokumenter nasional.
 
 
best regards,
 
-----------------------------------------------------------------
 
 
Karya Sineas Sumut Juara Nasional
 
Medan – Persoalan minimnya akses air bersih khususnya bagi kalangan masyarakat berekonomi lemah, berdampak pada masyarakat yang harus mengonsumsi air sungai untuk pemenuhan kebutuhan masak, cuci dan kakus (MCK). Bahkan keterbatasan akses air ini telah berdampak pada terus berjatuhannya korban jiwa.
 
Paling tidak, demikian gambaran yang coba ditampilkan oleh SoI File Dokumentary (SFd) dalam film dokumenter yang diberi Judul Badai 'Berharap Air di Atas Air'. Film ini berhasil menduduki posisi ketiga dalam Kompetisi Film Dokumenter dengan tema Air dan Manusia yang digelar oleh Forum Komunikasi Pengelolaan Air Minum Indonesia (Forkami) di Jakarta. Menyisihkan dua sineas asal Sumatera Utara lainnya yang juga ikut berlaga dalam kompetisi ini.
 
Dari hasil penilaian juri, tiga film yang berhasil memenangkan kompetisi ini terdiri dari Punggung Berkeringat di Tanah Retak (Ngobrok dengan Mbok Giyem), karya Toha Nuson Haji dari Mata Bunga Institut asal Solo, Jawa Tengah. Film ini berhasil meraih posisi pertama. Sementara di posisi kedua, berhasil diraih Bowo Leksono dan Cinema Lovers Community dengan karyanya yang diberi judul Sang Pawang Air.
 
Terpilihanya ketiga pemenang yang Sabtu (29/3) disampaikan di Gedung Centre Culture Francai di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat tersebut, merupakan hasil seleksi dari 42 peserta yang terlibat. Sedangkan pada babak selanjutnya terdapat 11 finalis yang kembali disaring hingga terpilihnya enam nominator. Pengumuman para pemenang dalam kompetisi hasil kerjasama Forkami, USAID-ESP, Jaringan Air dan Sanitasi, Palyja dan TPJ tersebut berlangsung sejak pukul 19.30 WIB hingga 21.30 WIB.
 
Menanggapi keberhasilan SoI File documentary (SFd), Direktur Sources of Indonesia (SoI) Renta Morina Nababan mengatakan dalam film dokumenternya, SFd hanya berusaha meyajikan fakta betapa minimnya akses air bersih yang selama ini diterima oleh masyarakat Sumatera Utara. Khusunya masyarakat yang bermukim di Dusun Pematang Sentang Desa Pantai Cermin, Tanjung Pura Kabupaten Langkat.
 
Kondisi inilah yang kemudian memaksa lebih dari 7 ratus kepala keluarga yang bermukim di Desa Pantai Cermin untuk memanfaatkan air Sungai Batang Serangan sebagai satu-satunya sumber air untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari, di samping air hujan yang mereka tampung. Sementara kondisi air sungai sudah tercemar limbah industri yang berada di sepanjang aliran sungai tersebut.
 
"Dari film Badai juga terungkap kalau selama ini tingkat penderita penyakit berbasis lingkungan seperti hal diare, menempati posisi tertinggi di daerah tersebut. Bahkan jenis penyakit ini telah berulangkali mengakibatkan kematian yang umumnya melanda balita," ungkap Renta di Posko SoI di Jalan Aman I No 20 Teladan Medan.
 
Renta menambahkan, fakta kematian balita akibat minimnya akses air bersih ini coba digambarkan dalam cerita yang dikisahkan langsung oleh Wagiyem, bagaimana Bayu, cucunya yang baru berusia 25 hari harus meninggal, setelah pada kulitnya ditemukan bentol-bentol merah yang diduga kuat timbul akibat minimnya kualitas air yang dipergunakan masyarakat. Sedangkan pasangan orang tua Bayu, Khalif dan Ayu Lestari hingga proses produksi film ini dikerjakan belum mampu berkata-kata. Kalangan keluarga hanya dapat menyesali kematian putera sulung mereka tersebut.
 
Selain itu, film Badai 'Berharap Air di Atas Air' karya produser Onny Kresnawan ini juga berhasil meraih hadiah Rp 10 juta. Badai merupakan satu dari sejumlah film documenter hasil produksi SoI File documentary. Film lain yang juga sempat berlaga dalam kompetisi film dokumenter nasional yaitu Pantang di Jaring Halus. Film ini sempat menduduki posisi 15 besar dari seluruh peserta yang terlibat.
 
Untuk konfirmasi:
SoI Website      : www.soindonesia.org
Panitia              : Atmo (081327062805)
Produser SFd   : Onny Kresnawan (081375739518)


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! __._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Kualitas Media di Aceh Masih Rendah: Penelitian Free Voice´s

 
------ Forwarded Message
From: "[Binyo] Wandy Nicodemus" <wntdata@yahoo.com>
Reply-To: <wntdata@yahoo. com>
Date: Sat, 29 Mar 2008 07:41:51 +0000
Subject: FW: Serambi Online - Riset Media Aceh 2008

SERAMBI Online - 29/02/2008 09:38 WIB

Kualitas Media di Aceh Masih Rendah:
Penelitian Free Voice´s

BANDA ACEH - Penelitian terbaru yang dilakukan lembaga internasional, Free
Voice´s, mengungkapkan kualitas media lokal di Aceh masih rendah. Aspek
penilaian pada penelitian ini merujuk aspek eksternal media, kemandirian,
kemampuan dan profesionalisme jurnalis, serta peran media pascakonflik.

Hasil penelitian itu disusun oleh Media Consultan Free Voice´s, post tsunami
& conflik Aceh media assesment 2008, Wandy Nicodemus Tuturoong (Binyo), dan
Research & Metodhology Consultant Eriyanto. Resume itu dipaparkan pada acara
Aceh Media Conference di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa dan Rabu
(27-28/2).

Pada laporan itu disebutkan, aspek eksternal media yang dicermati
meliputi regulasi dan peraturan yang membelenggu kebebasan pers. Terutama
menyangkut wacana penerbitan undang-undang pers Islami, yang hingga kini
masih dalam perdebatan hangat antara yang setuju dengan menolak.

Selain itu, juga menyangkut kekerasan terhadap jurnalis yang cenderung
menurun, namun tetap menjadi masalah. Soal penyajian berita yang semestinya
variatif, tidak seragam seperti yang terjadi di era konflik. Serta,
rendahnya kesadaran wartawan untuk berorganisasi.

Salah satu permasalahan media di daerah pascakonflik ialah daya hidup
(sustainability) . Media yang kuat secara ekonomi menjadi penting, agar tidak
terjebak ´rumus´ lama, yakni memperbesar pembaca dengan penyajian
berita-berita provokatif atau memancing konflik, tulis Wandy dalam laporan
itu.

Terkait profesionalisme media, banyak terjadi keragaman pendapat. Ada
yang menilai media di Aceh bertindak profesional, namun ada juga berpendapat
media telah kebablasan, ditandai dengan mulai munculnya liputan tidak cover
both side (berimbang) dan tidak sesuai fakta.

Sementara tentang peran media pascakonflik, disebutkan media dapat
berperan menjaga perdamaian yang telah terjalin di Aceh. Namun yang terjadi,
masih ada media memberitakan secara sensasional dan provokatif, agar lebih
laku dan bisa menarik khalayak.

Apa pun keputusannya, media di Aceh mesti secara tegas merumuskan visi
yang hendak dicapai. Sebab, visi tersebut akan membedakan bagaimana media
satu dengan lainnya, memberitakan sebuah peristiwa, demikian isi laporan
tersebut.

Penelitian itu melibatkan tiga media cetak lokal, sembilan kantor radio,
dan satu stasiun televisi swasta lokal. Mulai dari kepemilikan, distribusi
dan wilayah jangkauan, fasilitas dimiliki, jumlah dan gaji pegawai,
operasional, iklan, pendapatan, segmen khalayak, pendidikan pegawai,
pemberitaan, dan jumlah nara sumber berita.

Juga dilengkapi petikan wawancara dengan sekitar 25 nara sumber, baik
pemilik media, jurnalis, pengamat media, dan aktivis. Penelitian itu
bertujuan merekomendasikan upaya terbaik yang bisa dilakukan untuk
peningkatan kualitas media di Aceh ke depan.

Kami melihat adanya kemajuan yang dicapai media pascakonflik dan tsunami.
Namun, ada masih ada juga yang perlu diperbaiki. Sehingga perlu pendiskusian
bersama untuk membantu meujudkan media profesional, kata Binyo kepada
Serambi, kemarin.(yos)

Sent from my BlackBerry®
 
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Kembalikan tanah warga di Deli Serdang-2

 
----- Original Message -----
Sent: Saturday, March 29, 2008 9:32 PM
Subject: [wartawanindonesia] bungahitam@gmail.com shared this with you: Kembalikan tanah warga di Deli Serdang-2

Video ini dari teman kita di Medan. - kembangireng


Tanah seluas kurang lebih 525 Ha, yang oleh Negara dilegalisasi menjadi milik rakyat ini adalah sah menurut hukum maupun dalam kebijakan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun pada tahun 1972, pihak PTPN IX (sekarang PTPN II) secara kasar mengusir paksa dan merubuhkan bangunan rumah, menebang pohon dan tanaman-tanaman warga. Pada waktu Reformasi, masyarakat pun berusaha mengambil kembali tanah mereka. Bahkan pada tahun 1999 tanah tersebut sudah kembali di fungsikan para petani untuk bekerja dan kebutuhan hidup lainnya. Akan tetapi kemudian pihak PTPN II kembali mengambil paksa tanah dengan membabat habis tanaman palawija yang menghijau dan siap panen. Banyak korban jatuh dari warga selama aksi perebutan ini. Meski jalur hukum yang di tempuh masyarakat beberapa kali di menangkan oleh PN dengan memutuskan tanah seluas +- 922 ha dan ganti rugi material +- 74 Milyar Rupiah yang harus dibayar PTPN-II. Namun dengan dalil bahwa pohon yang tumbuh diatas tanah tersebut adalah milik PTPN II. Pihak PTPN II tetap bertahan bahkan melakukan perjanjian Kerja Sama Operasional (KSO) bersama pihak lain. Video ini adalah cuplikan gambar aksi masyarakatyang kembali harus berhadap hadapan dengan aparat TNI/POLRI. Bahkan beberapa petani yang berencana memanen sawit sawit PTPN tersebut, ditangkap aparat. Di aksi berikutnya, masyarakat menghadang truk pengangkut buah sawit milik PTPN II (dengan cara berbaris tanpa senjata). Yang akhirnnya 3 orang ibu-ibu menjadi korban dan harus inap di RS karena ditabrak oleh mobil aparat. SERUKAN TUNTUTAN UNTUK SOLIDARITAS PERJUANGAN PARA PETANI DI DELI SERDANG SATU : Negara harus mengembalikan dan mengganti rugi lahan masyarakat ( Tanah Persil IV Seluas 525 Ha) yang di rampas oleh pihak PTPN II di Desa Limau Mungkur, Desa Tadukan Raga dan Desa Lau Barus Baru Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. DUA : Panglima TNI/KAPOLRI untuk menarik dan menindak tegas anggotanya dari tanah rakyat karena melakukan intimidasi, kekerasan terhadap petani di Desa Limau Mungkur, Desa Tadukan Raga dan Desa Lau Barus Baru Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. TIGA: Negara harus mengembalikan kepemilikan hak dan pengelolaan tanah untuk petani Indonesia GERAKAN TANI PERSIL IV (GTP-IV), SMAPUR, FAM BSI, JAMMOER, FIS – UMB, JAO, Red Rebel

Here's what you can do next:
Learn more about Google's sharing button

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

28 March 2008

Undangan Temu Media "Natur-E Women's Moment”


Undangan Temu Media "Natur-E Women's Moment”

Rekan-rekan media yang budiman,

Natur-E menggelar kompetisi untuk kaum perempuan Indonesia bertajuk "Natur-E Women's Moment" yang dimulai sejak Februari lalu hingga Juni 2008 di berbagai kota besar di Indonesia. Brand Ambassador Natur-E Nadya Hutagalung akan hadir pada acara puncak yang berlangsung di Bali.

Untuk itu, kami atas nama Natur-E mengundang rekan-rekan hadir pada acara Temu Media yang akan berlangsung pada:

Hari/Tanggal:
Jumat, 4 April 2008

Waktu:
13.00 s/d 15.00 WIB

Tempat:
Imperial Cakery, Plaza Medan Fair lt. dasar, Jl. Jend. Gatot Subroto no 30, Medan

Menurut rencana akan hadir Bapak Sindu Samiaji (Category Head Medifarma- Darya Varia Healthcare) dan Ibu Inge Meliana (Brand Manager Natur-E).

Terima kasih atas dukungan yang diberikan, kami tunggu kehadiran rekan-rekan Media pada acara tersebut.


Salam penuh inspirasi,


Radityo Djadjoeri
Atas nama Natur-E

Konfirmasi kehadiran kami tunggu melalui HP: 0817-9802250 atau e-mail: mediacare@cbn.net.id

_____________________________________

Pengakuan Nadya Hutagalung:

Ibu saya, Dianne, adalah sumber inspirasi saya sejak kecil. Beliau sangat kreatif dalam memasak maupun melukis. Bahkan sampai saat ini ia masih memiliki waktu dan energi untuk menjalankan bisnisnya sendiri, Kapan pun ada sesuatu yang tak saya mengerti, saya tahu bisa dapat jawabannya dari Ibu, karena beliau punya pengetahuan yang luas mengenai apapun. Salah satu memori bersama Ibu yang takkan terlupakan dan menjadi inspirasi saya sampai sekarang adalah saat kita bekerja berbulan-bulan bersama untuk membuat suatu art exhibition di tahun 2005. Saat itu terasa sekali kita berdua mempunyai ikatan yang kuat.

________________________________________________________________

Lembar Data (Fact Sheet)

Nama Program

“Natur-E Women’s Moment”

________________________________________________________________

Jadwal Program

Peluncuran perdana acara “Natur-E Women’s Moment” telah digelar di Jakarta pada hari Rabu, 27 Februari 2008 lalu. Sedangkan road show akan berlangsung selama 3 hari (Jumat s/d Minggu) di masing-masing kota pilihan, mulai Februari hingga Juni 2008.

Berikut jadwal pelaksanaan “Natur-E Women’s Moment” di masing-masing kota:

  • Jakarta: Mal Ciputra - 27 Februari hingga 2 Maret 2008
  • Medan: Plaza Medan Fair – 4 April hingga 6 April 2008
  • Surabaya: Tunjungan Plaza (TP) 3 - 2 Mei hingga 4 Mei 2008
  • Makassar: Mal Panakukang - 30 Mei hingga 1 Juni 2008.

________________________________________________________________


Aktivitas di Anjungan “Natur-E Women’s Moment”


Natur Edify – Konsultasi kulit wajah

Para pengunjung bisa berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan kulit wajahnya secara gratis. Ditangani oleh pakar kesehatan kulit (dermatologist), para pengunjung dapat mendiskusikan tentang kesehatan kulit wajahnya.

Natur Education - Skin Assesment

Sajian informasi mengenai vitamin E melalui layar sentuh interaktif yang menarik. Selain bisa menggali data tentang vitamin E, juga tersedia tips merawat kulit sehat dan aneka permainan (looks and lifestyle games).


Natur Edibles - Bar

Di sudut anjungan, tersedia bar yang nyaman dan cozy. Sambil menunggu giliran terapi, para pengunjung dapat bersantai sejenak di Bar Natur-E. Tersedia aneka pilihan jus buah segar dan snack yang menyehatkan, serta TV Plasma yang menyajikan tayangan tentang vitamin E dan TVC Natur-E.

Natur Expression - Photo Booth

Untuk setiap pembelian minimal 1 pak Natur-E, para pengunjung dapat berfoto ria gratis sebanyak 2 (dua) lembar di kotak foto Natur Expression. Satu hasil foto akan dilampirkan pada formulir aplikasi untuk mengikuti ajang kompetisi Natur-E Women’s Moment, satu foto lainnya bisa dibawa pulang. Para pengunjung dapat bergaya dengan berbagai macam aksesoris yang telah disediakan.

Natur Enchant – Treatment *

Untuk setiap pembelian 2 pak Natur-E, para pengunjung mendapat perawatan gratis secara menyeluruh, berupa:

- Totok Wajah: Terapi totok wajah selama kurang lebih 10 menit.

- Hand Massage: Pijat tangan selama kurang lebih 10 menit.

- Foot Spa: Spa kaki dengan alat pijat elektrik selama kurang lebih 10 menit.


* semua perawatan akan menggunakan Natur-E


Natur Enjoy - Entertainment

Di anjungan tersaji hiburan berupa pertunjukan musik jazz. Juga pada jam-jam tertentu digelar demo perawatan yang alami, meliputi tata rias wajah (make up) dan dandanan rambut (hair style).

________________________________________________________________


Kompetisi “Natur-E Women’s Moment Camp” di Bali


Inspirasimu akan membawamu berlibur ke Bali...

Setiap wanita pasti mempunyai sosok yang menjadi inspirasi dalam hidupnya. Inilah saatnya mereka tahu betapa mereka begitu berarti dan menjadi inspirasimu!

* Ungkapkan cerita Women's Moment melalui tulisan tentang sosok inspirasimu dan pengalamanmu bersamanya

* Ceritakan juga pengalaman hidup sehatmu dengan Natur-E

25 wanita yang beruntung dan sosok inspirasinya, akan liburan ke Bali selama 4 hari 3 malam bersama Nadya Hutagalung.

Dapatkan inspirasi saat Natur-E Women's Moment mengunjungi kotamu!


Syarat dan ketentuan:

- Wanita Indonesia, berusia 20 – 45 tahun

- Menominasi sosok inspirasi, yaitu wanita yang dikenal oleh pengirim.

- Sertakan data lengkap (nama, alamat lengkap, fotokopi KTP, no telp/HP)

- Sertakan foto bersama sosok inspirasi

- Kirimkan ke PO BOX 3478 JKP 10034 atau melalui email:

Natur-e@darya-varia.com

- Hadiah tidak dapat diuangkan

- Karya pemenang akan menjadi milik Natur-E yang dapat digunakan untuk segala kepentingan tanpa pemberitahuan sebelumnya

- Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

- Batas pengiriman selambat-lambatnya 31 Mei 2008 (cap pos).

Atau diserahkan langsung ke meja pendaftaran di anjungan Natur-E.pada saat roadshow berlangsung

Para calon peserta kompetisi juga diminta untuk menjawab pertanyaan berikut ini:

1. Ungkapkan cerita Women’s Moment kamu melalui tulisan yang menceritakan pengalaman bersama sosok inspirasimu, beserta alasannya.

2. Ceritakan pengalaman hidup sehatmu dengan Natur-E.

________________________________________________________________


Ringkasan Agenda “Natur-E Women’s Moment Camp” di Bali

Berikut ringkasan agenda acara Natur-E Womens’ Moment Camp yang akan berlangsung di Pulau Dewata selama 4 hari 3 malam pada 26 -29 Juni 2008:

Dengan tema Women’s Moment, sebanyak 25 peserta dari berbagai kota yang lolos seleksi bersama sosok inspirator yang menjadi pilihannya akan diajak berlibur ke Bali, terbang bersama Garuda Indonesia, menginap di Hard Rock Hotel Bali dan mengikuti berbagai kegiatan menarik, diantaranya yoga, sight seeing, talent workshop, learning traditional heritage, spa & shopping, serta gala dinner bersama Brand Ambassador Natur-E Nadya Hutagalung.

________________________________________________________________

Membelah Aceh?

Jumat, 28 Maret 2008 | 00:38 WIB


Teuku Kemal Fasya

Wacana pemekaran provinsi Aceh Leuseur Antara dan Aceh Barat Selatan mengemuka lagi.

Ditandai keberangkatan ratusan kepala desa wilayah Aceh Leuseur Antara (ALA) untuk tour de politique ke Jakarta, gagasan ini menyita perhatian nasional. DPR membuat rancangan inisiatif pemekaran ALA dan Aceh Barat Selatan (Abas).

Megawati merestui ide pemekaran ini asal bermanfaat dan tidak menimbulkan konflik baru. Presiden SBY masih menunggu dan menerima aneka masukan. Gubernur Irwandi Yusuf terang-terangan menolak gagasan pemekaran dan menganggap hanya ulah segelintir provokator yang tidak ingin Aceh damai (Serambi Indonesia, 24/3).

Konstitusi "versus" kepentingan politis

UU No 32/2004 memang dimungkinkan pemekaran provinsi atau kabupaten/kota. Dalam implementasinya, wacana pemekaran harus dihitung cermat dengan melihat aspek filosofis (mempercepat pembangunan, tuntutan keadilan, dan kesejahteraan, ekspresi demokrasi), yuridis (berdasar pengesahan undang-undang, ada rekomendasi dari provinsi induk melalui surat persetujuan gubernur dan DPRD I) dan aspek sosio-demografis (ada potensi ekonomi, sosial-budaya, luas wilayah, rasio penduduk).

Secara riil pemerintah memahami pemekaran tidak selalu kondusif. Maka, sejak tahun 2008 dinyatakan tidak ada lagi pemekaran provinsi dan kabupaten/kota. Keberadaan PP No 78/2007 menjadi alibi yuridis menghambat pemekaran provinsi dan kabupaten. Kini saatnya mengevaluasi hasil pemekaran. Jika tak layak dan menunjukkan defisit pembangunan serta kemerosotan sosial-ekonomi, akan digabung dengan wilayah induk (Pasal 6-7 UU No 32/2004).

Kasus pemekaran provinsi di Aceh seharusnya tak perlu bergumam-debat setelah nota kesepahaman Helsinki dan Undang- Undang Pemerintahan Aceh disahkan. Secara eksplisit disebut batas Provinsi NAD sesuai konstitusi 1 Juli 1956 (UU No 24/1956). Saat itu Provinsi Aceh berdiri dan terpisah dari Provinsi Sumatera Timur (poin 1.1.2 MoU Helsinki dan Pasal 3 UU No 11/2006). Sejarah pemisahan di antaranya dipicu pemberontakan DI/TII 1953 yang merasa perjuangan Aceh dikhianati Jakarta.

Belikat prinsip hukum dan perundang-undangan ini adalah sinyal bahwa isu pemekaran amat sensitif dan menentukan nyala- padamnya perdamaian yang berlangsung di Aceh. Pada masa konflik, pemekaran merupakan upaya mengisolasi musuh. Kini, musuh telah menjadi "saudara", tak ada alasan untuk menciptakan persoalan baru yang merongrong perdamaian, dan mengingatkan kembali akan luka yang belum sepenuhnya pulih.

Menyelamatkan Aceh

Sebenarnya diperlukan kebeningan hati dan pikiran melihat situasi politis ini. Beberapa kasus pemekaran jadi ekspresi politik oligarkis ketimbang representasi sosio-kultural. Pemekaran sering menjelma sebagai politik atas nama rakyat tertinggal dan mengeksploitasi "derita anak tiri" oleh penguasa wilayah induk.

Untuk kasus ALA-Abas, kondisi demografis dan ekonomi masyarakat tidak memungkinkan dialektika positif. Dari penduduk yang tidak sampai satu juta dan infrastruktur yang amat minim, proyek ini pasti akan mengarah pada degradasi pembangunan.

Belajar dari kasus Papua, proyek pemekaran menyebabkan berkurangnya anggaran pembangunan otonomi khusus untuk kepentingan infrastruktur dan belanja birokrasi yang mencapai lebih dari 60 persen dari total anggaran. Saat itu Presiden Megawati menyetujui pemekaran tanpa merespons arus bawah yang menolak atau menunda pemekaran. Kini, kembali muncul intrik pemekaran Papua Barat, tetapi segera diredam Jusuf Kalla sebagai proposal yang tidak proporsional dan melanggar PP No 78/2007 (karena provinsi induk belum berumur 10 tahun).

Untuk Aceh, dinding kemuliaan kian berkilau jika anggaran otonomi khusus (Rp 8,02 triliun untuk APBD 2008) dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan dan kenyamanan rakyat melalui percepatan pembangunan kabupaten tertinggal dibandingkan menambah pembiayaan birokrasi dan infrastruktur. SBY tentu akan memprioritaskan rekonstruksi demokrasi dan perbaikan pascatsunami Aceh dibandingkan menyetujui proposal pemekaran. Sikap abstain pemerintah hingga hari ini menunjuk ke arah sana.

Secara antropologis, inti Aceh terletak tanah Gayo, dengan kesenian, adat, dan qanun yang menular ke pesisir. Almarhumah Ibu Tien Soeharto pernah terpana oleh atraksi "tarian tangan seribu" yang tak lain adalah Saman, warisan budaya Gayo dan Alas.

Memekarkan provinsi ALA dan Abas sama dengan membelah inti Aceh, yang akan terhuyung tanpa kompas kebudayaan dan akar kesejarahan.

Teuku Kemal Fasya Ketua Komunitas Peradaban Aceh


http://www.kompas.co.id/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.03.2800381812&channel=2&mn=158&idx=158


27 March 2008

Re: [media-sumut] Internet=Dunia Pengecut!, Pembaca Blog=Orang Bodoh!

halah... kayak gak kenal ahmad dani... manusia yang merasa dirinya adalah absolut yang paling benar diantara kebenaran, satu strip di bawah nabi.... yang lain adalah salah.

Roy Romero
(freelance web / grapic designer with high creativity but low cost)
BERONTAK ZINE
http://www.berontakzine.com/
+6281362110666


======

Djodi Ismanto <adindagolid@yahoo.com> wrote:



Note: forwarded message attached.

Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
To: milist_USAHID@yahoogroups.com
From: Rusiyana Haudy Putrie <yanahaudy@yahoo.com>
Date: Sun, 23 Mar 2008 20:27:31 -0700 (PDT)
Subject: [milist_USAHID] Nanggepin >< Internet=Dunia Pengecut!, Pembaca Blog=Orang Bodoh!

Lucu juga ya!
Di era cyber ini dimana hampir semua fasilitas publik udah serba online, ternyata masih ada yang bilang internet adalah dunia pengecut. Sekolah aja ada kok yang belajar dari internet dan ijazahnya diakui (homeschooling). Apalagi temen saya ada yg ketemu jodoh dari internet dan sekarang mereka udah empat tahun nikah.

Lagian juga para hacker dan cracker yg berhasil ngejebol sistem FBI dan Gedung Putih di USA sono ada di Jogja. Mknya Indonesia sempet jd blacklist utk perdagangan online. Itu ngebuktiin mereka pinter donk! (meski usil krn nge-hack dan nge-crack). Gmn perasaan mereka ya kalo dibilang internet adalah utk orang bodoh dan kurang kerjaan.

Regards,
Yana





Djodi Ismanto <adindagolid@yahoo.com> wrote:


Note: forwarded message attached.

Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
To: kuningan-asri@yahoogroups.com
From: "awan" <awan965@yahoo.com>
Date: Fri, 21 Mar 2008 02:48:22 -0000
Subject: >< Kuningan ASRI >< Internet=Dunia Pengecut!, Pembaca Blog=Orang Bodoh!

Internet=Dunia Pengecut!, Pembaca Blog=Orang Bodoh!


Jumat pagi saya mencoba jalan-jalan menelusuri "You Tube" dan saya terjebak macet di http://youtube.com/watch?v=iogp12mm-Io yang isinya pernyataan Ahmad Dani tentang pembaca/pengguna blog (internet) adalah 1. pengecut (internet adalah dunia pengecut), 2. orang bodoh (dunianya orang bodoh), 3. orang kurang kerjaan (dunianya orang kurang kerjaan).

 Selengkapnya ada di http://awan965.wordpress.com/2008/03/21/internetdunia-pengecut/


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. __._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___