19 April 2008

[media-sumut] Menpera: Presiden Perlu Ingatkan BRR

Serambi Indonesia - Sabtu, 19 Apr 2008 | 10:50:23 WIB


19/04/2008 10:33 WIB

Menpera:
Presiden Perlu Ingatkan BRR
* Pimpinan Dewan dan Gubernur Harus Cerdas

BANDA ACEH - Menjelang  berakhirnya tugas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD/Nias
pada April 2009, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) M Yusuf Asy'ari,
mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berhak atau
harus mengingatkan Kepala Bapel BRR NAD/Nias mengenai kinerjanya
selama ini, lantaran lembaga itu berada di bawah kendali Presiden.

Menteri M Yusuf menyampaikan hal itu
kepada Serambi, usai meresmikan 170 unit rumah serta fasilitas
lainnya bantuan NGO Qatar Charity (QC), Jumat (18/4). Kompleks
perumahan di Desa Lampineung, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, itu
diberi nama Ar-Rayyan.

"Saya no coment tentang BRR. Itu yang
berhak mengomentari dan mengingatkan adalah Presiden, karena BRR
langsung di bawah kendali Presiden sesuai Perpres, bukan di bawah
Menpera," jawabnya.

Meski demikian, ia berharap BRR mampu
menyelesaikan tugas, terutama rehab rekon rumah korban tsunami,
sebelum masa kerja lembaga itu berakhir. "Jangan sampai saat masa
kerja sudah habis, BRR justru melimpahkan tugas rehab rekon rumah
korban tsunami ke Pemerintah di bawah koordinasi Menpera,"
tambahnya.

Menurutnya, kewajiban lembaga yang
dipimpin Kuntoro Mangkusubroto itu adalah menyelesaikan rehab rekon
di Aceh dan Nias. Hal itu telah diatur secara terang benderang di
dalam Perpres.

Sebelumnya, Gubernur Irwandi Yusuf
dalam sambutannya mengucapkan terimaka sih kepada pihak QC yang
telah membantu 170 rumah tipe 36, satu klinik kesehatan, musala, dua
toko, lapangan basket, serta tempat bermain anak.

"Saya, mewakili Pemerintah Aceh,
mengucapkan terima ksih yang tiada terkira kepada Qatar Charity yang
telah bersimpati dan berempati membantu rakyat Aceh korban tsunami,"
ucap Gubernur Irwandi.

Acara yang dimulai sekitar pukul 10.00
WIB itu berlangsung sekitar dua jam. Selain Menpera dan Irwandi,
acara itu dihadiri, pimpinan QC, Jamah El Al-Mohannadi serta
rombongan dari Qatar dan Maroko, Kapolda Aceh Irjen Pol Rismawan,
pejabat yang mewakili Pangdam Iskandar Muda, Deputi Ekonomi BRR,
Sayed Faisal, serta masyarakat setempat.

Usai melaksanakan shalat Jumat, dari
Pendapa Gubernur Aceh rombongan menuju Auditorium IAIN Ar-Raniry. Di
tempat ini Menpera menyerahkan beasiswa dari QC secara simbolis Rp
150 juta lebih kepada 145 mahasiswa berprestasi dan kurang mampu di
perguruan tinggi Banda Aceh dan Aceh Besar. Beasiswa itu untuk dua
semester.

Selain itu, diserahkan juga bantuan Rp
1,3 miliar untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang terdiri atas
sembilan kelompok usaha bagi warga yang kurang mampu di wilayah
Banda Aceh dan Aceh Besar.

Harus cerdas

Ketua Komisi D (Bidang pembangunan)
DPRA, Sulaiman Abda mengatakan, Pimpinan Dewan dan Gubernur Aceh,
harus cerdas dan berpikir ke depan dan jangan mau mengalah dengan
kebijakan Kepala Bapel BRR yang menetapkan dana rehab rumah 2008 Rp
2,5 juta. Jika besaran itu diterima, Pemerintah Aceh akan mendapat
masalah besar yang penyelesaiannya tidak cukup lima tahun.

"Jangankan untuk mengeluarkan dana
rehab korban tsunami, untuk perbaikan rumah duafa saja, Pemerintah
Aceh masih belum punya dana yang cukup. Untuk itu, harus ditolak
supaya jangan menjadi beban APBA ke depan," tukasnya.

Kasus pembebasan jalan Banda Aceh-
Meulaboh, menurut Sulaiman Abda, sudah cukuplah menjadi pelajaran
buruk bagi Pemerintah Aceh, karena dibebani keharusan menalangi sisa
dana ganti rugi kapling-kapling tanah yang belum dibebaskan senilai
Rp 22 miliar. Padahal, menurut Dewan Pengawas BRR, biaya pembebasan
tanah jalan Banda Aceh-Meulaboh yang biaya pembangunan fisiknya
dibantu dari USAID, tetap menjadi kewajiban Bapel BRR membayarnya.

Sisa dana perumahan BRR sampai April
2008 masih cukup banyak, yakni sekitar Rp 2,7 triliun lagi yang
belum terserap. "Karena itu, kasus dana rehab rumah BRR 2008 Rp 2,5
juta/unit yang ditetapkan Kepala Bapel BRR, perlu disampaikan kepada
Presiden, Ketua DPR RI, dan Kepala Bappenas secara lisan dan
tertulis untuk segera dikoreksi/ dibetulkan pada angka yang lebih
rasional," ujar politisi Partai Golkar itu.

 
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: