16 June 2008

[media-sumut] Film PDBK Juarai Festival Video Diary Medan

Rellis :
 
Film PDBK Juarai  Festival Video Diary  Medan
 
Film Cerita Pendek Berjudul Pesan Dari Balik Kerudung (BDBK) yang diperankan  anak-anak Simeulue, Sinabang Aceh menempati juara I di Festival Video Diary 2008 yang diselenggarakan Medan Short Movie (MSM) di Lapangan Benteng Medan (14-15/6). PDBK berhasil memikat hati dewan juri setelah menyisihkan 27 film competitor lainnya. Sedangkan juara II diraih oleh Film "Untitled" garapan kacha Production dan juara III ditempati oleh Film "Suratian" dari Kensington Film.
 
Film PDBK yang diproduksi bersama Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) dengan Soi File documentary (SFd), sempat juga di tonton  bareng oleh beberapa artis ibukota, diantaranya Tesa Kaunang dan Sendy Tumewa. Bahkan actor berwajah klimis itu sempat mengacungkan jempolnya seusai menyaksikan pemutaran Film PDBK di babak nominator.
 
"Filmnya bagus tapi sayang saya ngak tau jalan ceritanya. Terlalu bising" ujar Sandy yang juga suami Tesa itu memberi komentar kepada Sutradara film PDBK Fitri Kartika. Maklum, acara yang digelar bareng dengan Yamaha Funtastic memperingati Hari Kebangkitan Nasional tersebut penuh hinggar-binggar musik hingga membuyarkan konsentrasi penikmat film yang  sedang dikompetisikan.
 
"Ini jadi pengalaman buruk. Maka di lain waktu penyelenggaraanya akan dilakukan lebih Focus dan professional lagi. Kita akan menempatkan festival film di lokasi yang lebih khusus dan special hingga jauh dari kebisingan panggung musik dan even lainnya " terang Panitia Penyelenggara Eric MSM dan langsung diamini oleh pihak Yamaha Alfa Sporty Medan Mr Riky.
 
Lebih jauh Eric MSM menyebutkan, dari hasil kompetisi Film tersebut merupakan langkah awal untuk memacing minat dan bakat filmmaker Medan yang mulai tampak berkembang. Terbukti ada beberapa film anak Medan yang menang dalam kompetisi tingkat nasional, sayangnya malah kurang mendapat apresiasi di daerah asalnya.  Untuk itu, lanjut Eric, dengan diadakannya kompetisi ini para sineas Medan sudah  punya wadah berlaga dan  mengekpresikan karya sinemotography di daerahnya.
 
Bahkan, salah seorang Dewan Juri Suhendra sempat terkejut  saat menilai banyak film produksi anak medan yang ber-ide liar namun punya karakter kuat sebagai film social documenter.
"Kompetisi film seperti ini harus diteruskan kalo tidak ingin kehilangan  potensi  anak medan" harap Suhendra.
 
Onny Kresnawan
081375739518
www.soindonesia.org
 

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: