31 July 2008

[media-sumut] Mengapa aku selingkuh - Fw: [pantau-komunitas] Lomba Menulis soal Seksualitas dan Narkoba

 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, July 31, 2008 3:24 PM
Subject: [pantau-komunitas] Lomba Menulis soal Seksualitas dan Narkoba

LET'S CARE & SHARE

KISAH (Kontes Inspirasi dan Harapan) adalah lomba menulis tahunan yang diselenggarakan oleh ESENSI, divisi dari Erlangga Group. Lomba tahun 2008 ini mengangkat kisah sejati dengan tema:  

·        Perjuangan Hidup Seorang PSK

·        Aku Seorang Homoseks

·        Aku Melawan Jeratan Narkoba

·        Aku dan Mengapa Aku Selingkuh

Melalui KISAH, ESENSI ingin menggugah hati semua orang untuk berbagi kisah yang memberi inspirasi dan semangat hidup bagi pembacanya.

Syarat dan Ketentuan

  1. Peserta adalah warga negara Indonesia, laki-laki maupun perempuan berusia minimal 18 tahun.  
  1. Tulisan bisa berisi kisah hidup pribadi, keluarga, atau orang lain yang memiliki nilai inspiratif  
  1. Cerita ditulis dalam format narasi, baik dalam sudut pandang orang pertama (aku) atau orang ketiga.  
  1. Kisah yang diceritakan adalah kisah nyata, bukan rekaan, terjemahan, saduran, atau jiplakan. 
  1. Karya yang dikirimkan harus orisinal, belum pernah dipublikasikan, baik di media elektronik maupun cetak, dan belum pernah diikutsertakan dalam sayembara lain.  
  1. Naskah diketik dengan komputer sepanjang 10  - 30 halaman A4, jenis huruf Times New Roman 11, dan spasi 1,5.  
  1. Naskah dikirimkan dalam bentuk print out dan file (dalam CD). Sertakan biodata singkat penulis dan narasumber  jika menceritakan tentang orang lain), alamat lengkap, nomor telepon,dan foto kopi KTP. Tuliskan KISAH di sebelah kiri atas amplop. Kirimkan naskah ke:

Panitia KISAH

Divisi ESENSI, Penerbit Erlangga

Jl. Haji Baping Raya No. 100

Ciracas, Pasar Rebo, Jakarta Timur, 13740

Atau via e-mail ke:

kisah@erlangga.net

  Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 naskah.

  1. Naskah yang masuk sepenuhnya menjadi milik panitia.
  2. Naskah paling lambat diterima pada tanggal 31 Agustus 2008.
  3. Keputusan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat, dan tidak diadakan surat- menyurat.

 Juri

Dewi Lestari (Penulis dan pemerhati masalah sosial)

Eunike Sri Tyas Suci, Ph.D. (Wakil dari Esensi)

 Hadiah

  1. Pemenang 1 memperoleh uang sebesar Rp5.000.000,- + sertifikat dan paket menarik dari sponsor
  2. Pemenang 2 memperoleh uang sebesar Rp3.000.000,- + sertifikat dan paket menarik dari sponsor
  3. Pemenang 3 memperoleh uang sebesar Rp2.000.000,- + sertifikat dan paket menarik dari sponsor

10 karya terbaik akan diterbitkan dalam bentuk buku oleh ESENSI (Erlangga Group)


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

30 July 2008

[media-sumut] Re: [mediacare] Pengumuman pemenang: Beasiswa peliputan kebijakan pengendalian tembakau

----- Original Message -----
From: "AJIJAK" <ajijak@cbn.net.id>
To: <ajisaja@yahoogroups.com>; <jurnalis_jakarta@yahoogroups.com.au>;
<pengurus_ajijak@yahoogroups.com>; "jurnalisme"
<jurnalisme@yahoogroups.com>; <pantau-komunitas@yahoogroups.com>;
<mediacare@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, July 30, 2008 7:27 PM
Subject: [mediacare] Pengumuman pemenang: Beasiswa peliputan kebijakan
pengendalian tembakau


> Pada hari Jumat tanggal 25 Juli 2008, Tim Seleksi Beasiswa Peliputan
> Kebijakan Pengendalian Tembakau yang terdiri dari:
> 1. Farid Gaban (Pena Indonesia);
> 2. Mardiyah Chamim (wartawan senior);
> 3. Wahyu Komang Dyatmika (AJI Jakarta); dan
> 4. Margiyono (AJI Jakarta),
>
> telah mengadakan rapat dan memutuskan 10
> pemenang beasiswa, yang nama, media, dan tema liputannya terlampir dalam
> pengumuman ini.
>
> Pertimbangan yang dijadikan untuk memutuskan pemberian beasiswa adalah:
> 1. Kesesuaian dengan tema yang ditawarkan panitia, yaitu:
> a.Menyingkap agresivitas promosi industri rokok melalui olahraga, budaya,
> amal.
> b.Mengungkap praktek CSR dan dilema etika industri rokok.
> c.Mengungkap mitos-mitos ekonomi industri rokok.
> d.Mengungkap lobi-lobi industri rokok di kalangan akademisi dan politisi
> nasional dan daerah.
> e.Menguji efektivitas kebijakan larangan merokok di berbagai daerah di
> Indonesia dikaitkan dengan peraturan daerah.
> f.Mengungkap agresivitas industri rokok mengincar perokok pemula di
> kalangan
> anak-anak.
> 2. Kedalaman tema yang diajukan;
> 3. Inovasi tema; dan
> 4. Representasi daerah.
>
> Panitia juga memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih yang
> sebesar-besarnya kepada rekan-rekan jurnalis yang telah mengajukan
> proposal
> liputan. Kepada rekan-rekan yang dalam kesempatan ini tidak terdaftar
> sebagai penerima beasiswa, kami harap bisa mendapatkan beasiswa di lain
> kesempatan.
>
> Pengumuman ini bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat. Terima kasih
> atas partisipasinya dalam program ini.
>
> Jakarta, 29 Juli 2008
>
>
> Jajang Jamaludin
> Ketua AJI Jakarta
>
>
> Daftar Pemenang Fellowship Pengendalian Tembakau AJI Jakarta - Pena
> Indonesia
>
> 1. Rudy Hartono (Harian Surya - Surabaya)
> Judul: Berapa banyak sumbangan politik industri rokok untuk politisi di
> Indonesia dan Jawa Timur khususnya?
>
> 2. Hartatik (Suara Merdeka - Semarang)
> Judul: Bagaimana tata niaga tembakau di Wonosobo-Temanggung tidak berpihak
> pada petani dan hanya menguntungkan industri rokok?
>
> 3. Truly Okto Hasudungan Purba (Sumut Pos - Medan)
> Judul: Bagaimana industri rokok mempengaruhi pelajar di Medan?
>
> 4. Istiqomatul Hayati (Koran Tempo - Jakarta)
> Judul: Kemana saja dana CSR industri rokok mengalir?
>
> 5. Bibin Bintariadi (Koran Tempo - Malang)
> Judul: Bagaimana kemudahan berbisnis tembakau di Jember ternyata merugikan
> rakyat miskin?
>
> 6. Riky Ferdianto (Koran Tempo - Jakarta)
> Judul: Mengapa DPR tidak juga meratifikasi Konvensi WHO untuk pengendalian
> tembakau?
>
> 7. Hari Nugroho (VHRmedia.com - Jakarta)
> Judul: Berapa banyak belanja iklan dan bagaimana peta belanja iklan pabrik
> rokok secara nasional?
>
> 8. Ahmad Fitri (Riau Pos - Pekanbaru)
> Judul: Bagaimana pelajar di Pekanbaru tertarik merokok?
>
> 9. Aditya Heru Wardhana (VHRmedia.com - Jakarta)
> Judul: Bagaimana kondisi buruh pabrik rokok kecil di Malang?
>
> 10. Martha Andival (Modus Aceh - Banda Aceh)
> Judul: Bagaimana hubungan kriminalitas dan kebiasaan merokok di kalangan
> remaja Aceh?
>
>
> ------------------------------------
>
> Mailing list:
> http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
>
> Blog:
> http://mediacare.blogspot.com
>
> http://www.mediacare.biz
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>


------------------------------------

media sumutYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-sumut-digest@yahoogroups.com
mailto:media-sumut-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-sumut-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

29 July 2008

[media-sumut] Margiono Terpilih Jadi Ketua Umum PWI Pusat

Rakyat Merdeka, Rabu, 30 Juli 2008, 00:49:00
Margiono Terpilih Jadi Ketua Umum PWI Pusat

KABAR baik datang dari Aceh, tadi malam.
Margiono, pemimpin koran kami, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat. Direktur Utama Rakyat Mer­deka Group itu akan mengganti­kan Tarman Azzam yang sudah ber­akhir masa tugasnya.

Margiono memperoleh dukungan mayoritas di Kongres ke-22 PWI di Aceh yang diikuti 34 propinsi itu. Ung­gul ketika voting dengan keme­nangan mutlak yaitu 58 dari 95 suara yang diperebutkan. Sedangkan calon lainnya, Wina Armada memperoleh 13 suara, Parni Hadi 13 suara, dan Dhi­­man Abror 11 suara.

Munculnya Margiono sebagai ca­lon, cukup mengejutkan. Maklum, sejak jauh-jauh hari, kandidat hanya berputar di lima nama yaitu Parni Ha­di (Ketua LPP RRI), Wina Armada (Sek­jen PWI Pusat), Dhimam Abror (Pimred Harian Surya) dan Kamsul Ha­san (Ketua PWI DKI Jakarta). Na­ma Margiono, baru muncul di hari ke­dua kongres, namun rupanya cukup mengesankan peserta. Figur dia dike­nal sangat sederhana, santun dan ti­dak banyak bicara. Direktur Jawa Pos itu juga dianggap mewakili tokoh muda PWI.

Dalam penjaringan calon, ada tujuh nama yang muncul. Selain lima di atas, juga ada Muchyan (Ketua PWI Sumut) dan Alwi Hamu (Dirut
Fajar Group). Perolehan suara penjaringan sudah menunjukkan tanda-tanda ke­menangan Margiono. Karena dia mem­­­­peroleh 19 suara dukungan, se­mentara Wina Armada 13 suara, Parni Hadi 12 suara, Muhyan 11 suara, Dhi­man Abror 9 suara, Kamsul 6 suara dan Alwi Hamu 1 suara.

Selanjutnya, dari tujuh calon terja­ring, lima menyatakan bersedia dica­lonkan sebagai ketua umum, sedang­kan dua mengundurkan diri, yaitu Kamsul Hasan dan Alwi Hamu. Much­­yan juga menyatakan mundur dari penca­lonan setelah menyam­pai­kan misi dan visinya.

Margiono menyatakan siap mem­bawa dan menumbuhkan PWI sesuai kekuatan yang dimiliki. Mar­gio­no memberi judul pidatonya Five Giants of PWI atau Lima Raksasa Di Tubuh PWI. Yang dimaksud adalah PWI besar, jauh, tinggi, kuat dan new brand. Besar ketokohannya, besar jaringannya dan besar organisasinya. Tinggi cita-citanya dan tinggi pencapaiannya. Kuat soli­ditasnya dan kuat bargaining powernya. Serta PWI harus hadir dengan brand baru yang menjadikan organisasi besar ini maju berkembang dengan otak penggerak yang pintar.

Ada dua program penting yang akan dilakukannya, yaitu pembelaan warta­wan dan layanan serba cepat. Media massa, kata Margiono, berperan mem­perjuangkan kesejahteraan wartawan­nya. Dan, PWI harus bertugas mem­perjuangkan idealisme profesinya.

Pelayanan serba cepat sangat dibu­tuh­kan di era serba komputerisasi dan hi-tech ini. Apalagi organisasi PWI ter­sebar di seluruh daerah, sehingga harus responsif dan tanggap dengan persoalan pusat dan kewilayahan. Menurut Mar­giono, di dalam PWI, tak boleh ada dae­rah yang merasa su­perior dan inferior. Juga tidak ada penerbitan yang superior dan inferior. Semuanya harus memiliki cara pandang yang sama tentang pro­fesionalitas pe­kerjaannya. nan
 
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Siaran Media: Panasonic Indonesia menggelar Kid Witness News 2008

Siaran Media
 
Untuk disiarkan segera
 

Panasonic Indonesia menggelar Kid Witness News 2008

Ajang kreatif bagi anak-anak Indonesia dalam kompetisi pembuatan video bertema Lingkungan Hidup
 
 
 
Jakarta, 29 Juli 2008 – Panasonic Gobel Indonesia kembali menyelenggarakan lomba tayangan video tingkat anak-anak bertajuk Kid Witness News (KWN) Indonesia 2008. KWN merupakan ajang kompetisi pembuatan video singkat untuk pelajar usia 10-15 tahun se-Indonesia, bertemakan Lingkungan Hidup. Di Indonesia, KWN pertama kali diselenggarakan pada 2004, dan tahun ini adalah kompetisi yang ke-5 kalinya.
 
"Tujuan utama kami menggelar event ini adalah untuk menstimulasi kreativitas di kalangan para siswa dan memunculkan kemampuan berkomunikasi di antara mereka. Selain itu, ajang ini ditujukan untuk menciptakan kerja sama tim di antara para siswa dalam mengerjakan tugas di lapangan dan aktivitas lain terkait dengan pembuatan film tersebut," tutur Siswanto Karyogoeno, Direktur HRD Panasonic Indonesia. "Oleh karena itu kami berupaya menyediakan wadah untuk mengasah sisi pendidikan anak lewat program yang menarik ini. Kami yakin KWN dapat menstimulasi daya inovasi, pemahaman, kreativitas dan analisa para pesertanya," lanjut Siswanto.
 
Di tahun yang kelima ini, KWN Indonesia mendapat restu dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Indonesia, serta mendapat dukungan penuh dari para mitra yaitu Institut Kesenian Jakarta (Fakultas Film & Televisi), Trans 7, Female Radio, PT. Padang Digital Indonesia, Hope Worldwide Indonesia, WWF dan PT. Senjaya Bersama Utama. " Harapan kami dengan kerja bareng bersama para mitra yang berdedikasi dan berkompeten ini, kami bisa terus meningkatkan kualitas KWN Indonesia, setara dengan negara-negara maju lain," tutur Susy Darmayanti, Corporate Communication Manager PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI).
 
Seperti tahun lalu, tema tahun ini adalah Lingkungan Hidup. Harapan dari panitia KWN Indonesia 2008, para peserta bisa menampilkan karya yang lebih kental dari sisi lokalitas dan punya nuansa positif dari isu lingkungan hidup di Indonesia.  Untuk itu panitia sepakat memilih subtema bertajuk "Lihat sekitarmu dan ceritakan pada Dunia". Menurut Subagjo Budisantoso, pengajar IKJ sekaligus salah satu juri KWN Indonesia 2008, Indonesia kaya akan berbagai aktivitas pelestarian lingkungan hidup yang sangat positif di seluruh yang bisa kita perlihatkan kepada dunia. "Lewat KWN ini, kami yakin anak-anak Indonesia bisa menyajikan karya mereka untuk mendukung pelestarian lingkungan," papar Subagjo.
 

KWN Indonesia 2008
 
 
Persyaratan untuk mengikuti KWN 2008, satu kelompok peserta terdiri dari 2-10 siswa dan didampingi seorang guru pembimbing. Pada tahap awal seluruh peserta dari seluruh kota di Indonesia akan dikompetisikan untuk membuat storyline/naskah/jalan cerita yang kemudian oleh tim juri dari seluruh partner akan disaring (screening) menjadi 10 storyline terbaik dan kemudian mereka akan mendapatkan training dan pelatihan pembuatan video dari PGI dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Pelatihan IKJ diberikan bertujuan bukan sekadar memberikan kemampuan para finalis untuk memberikan sentuhan estetis pada setiap karyanya akan tetapi harapannya adalah agar mereka bisa melahirkan karya monumental dan menjadi kebanggaan bangsa.
 
Tahapan berikutnya, bagi peserta yang lolos 10 besar, Panasonic memberikan hadiah berupa masing-masing 1 unit Panasonic Ecam NV GS330 dan menyediakan berbagai perangkat produksi lengkap seperti , yakni (1) Panasonic AVC HD Camera HMC 72 + Tripod; (2) Panasonic SD Card; (3)Panasonic Microphone (+ KWN Cube); (4) KWN Shirt/Vest, Badge, Clipboard and Pen. Selain itu, Panitia juga memperlengkapi peserta dengan DVD + Buku Panduan bagi Siswa dan Guru.
 
Aspek penjurian video terdiri dari 5 bidang, yakni (1) Aspek penulisan meliputi kreativitas, originalitas, dan kandungan lokal; (2) Aspek Videografi meliputi kualitas gambar, fokus objek, tata cahaya dan warna; (3) Aspek Suara meliputi kejelasan suara, kemampuan narasi, efek suara dan musik; (4) Aspek Editing meliputi harmonisasi dalam penggabungan klip-klip, efek visual, dan tampilan terjemahan dalam bahasa Inggris; (5) Aspek komprehensif meliputi kejelasan dan akurasi tema.

Susunan Dewan Juri KWN tahun ini di antaranya Subagjo Budisantoso (IKJ), Brigitta Isworo Laksmi (wartawan senior) dan para juri dari seluruh partner yaitu dari KLH, Trans 7, Female Radio, PT Padang Digital Indonesia, Hope Worldwide Indonesia, WWF dan PT Senjaya Bersama Utama.

Karya peserta kompetisi KWN dalam format video berdurasi maksimal 5 menit dengan berbagai alternatif konten, antara lain film dokumenter, reportase, drama, animasi kartun, dan materi kreatif lainnya. Seluruh pengambilan gambar menggunakan Panasonic Camera dan hasil video direkam dalam DVD Panasonic. Transkrip ucapan bahasa Indonesia dan diterjemahkan dalam teks berbahasa Inggris.
 
Catatan dari KWN 2007 yang lalu
 
Juara KWN Indonesia 2007 lalu adalah pelajar dari Jubilee School–Jakarta Utara, dengan karya berjudul "Bakau". Tim ini terdiri dari  Adeline Tiffanie Suwana, Sean TP Kusmuljadi dan Monica Celine Sutiono, pembimbing Aidil Farhan dan kepala sekolah Shantyaswari Prihandini. Karya ini berhasil masuk lima besar (Top 5) KWN Global 2008, untuk bersaing dengan 4 negara lainnya: Inggris,  Amerika Serikat, Polandia, dan Hongkong, plus negara tuan rumah, Jepang.  Di KWN Global 2008 yang berlangsung di Tokyo, Jepang pada 19 Juni 2008 lalu, Jubilee School berhasil meraih 2 Awards: Ecology Award dan Web Award  (website vote). Web awards sendiri merupakan salah satu kategori yang sangat menarik karena dipilih langsung oleh pengakses web KWN.
 
"Mereka berhasil membuka sebuah wacana di dunia internasional bahwa anak Indonesia memiliki kreativitas tinggi dalam menghasilkan video bermutu. Tidak ada rasa gentar dari putra-putri kita dalam menghadapi peserta dari lima negara lain, malah sebaliknya mereka mampu meraih dua penghargaan sekaligus. Terpilihnya tim Indonesia sebagai juara kategori membuktikan bahwa mereka mampu menerjemahkan konsep mereka di dalam alur cerita yang menarik bagi khalayak ramai," jelas Susy Darmayanti. Tak lupa ia berharap semoga pemenang dari Indonesia kelak dapat mencetak prestasi di ajang KWN Global, seperti yang telah ditorehkan oleh pemenang KWN Indonesia tahun-tahun sebelumnya.
 
 
Sekilas tentang KWN
 
Penyelenggaraan KWN dimulai pada tahun 1989 oleh Panasonic Amerika Serikat. Kemudian menyebar ke negara lain di Eropa, Asia dan Jepang. Hingga saat ini, tidak kurang dari 10.000 pelajar dari 626 sekolah di 24 negara telah berpartisipasi dalam program tahunan tersebut. Di Indonesia, KWN pertama kali diselenggarakan pada 2004. KWN dirancang sebagai program untuk meningkatkan kreatifitas dan kerjasama para siswa. Dengan bimbingan para gurunya, dari KWN ini diharapkan para siswa bisa meningkatkan kepekaan mereka terhadap lingkungan dan tempat tinggal mereka.

Untuk keterangan lengkap KWN Global, silakan klik ke
 
 
dan KWN Indonesia ke
 
 
 
Sekilas tentang Kelompok Panasonic di Indonesia
 
Sejarah kelompok Panasonic di Indonesia dimulai saat ditandatangani kerjasama teknik antara PT Transistor Radio Manufacturing yang didirikan oleh Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel (Alm.) dengan Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. Japan di tahun 1960, dan diikuti dengan didirikannya PT National Gobel (saat ini bernama PT Panasonic Manufacturing Indonesia) pada tahun 1970.
 
Saat ini telah berdiri 16 perusahaan dengan total investasi US$ 426 Juta, dan mempekerjakan sekitar 22.281 karyawan. Total penjualan yang berhasil dibukukan di tahun 2006 mencapai US$ 1,52 milyar dimana 84% di antaranya adalah ekspor.

Sekilas tentang PT. Panasonic Gobel Indonesia

PT. Panasonic Gobel Indonesia adalah perusahaan pemasaran, penjualan dan service untuk seluruh produk elektronik Panasonic, dari audio visual, televisi, home appliances, air conditioner, digital still camera, digital video camera, health & beauty care, battery dan lampu. Semua produk Panasonic tersedia di dealer-dealer resmi kami di seluruh Indonesia.
 
 
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Susy Darmayanti
Corporate Communication – PT. Panasonic Gobel Indonesia
Jl. Dewi Sartika 14 (Cawang II), Jakarta 13630
Phone : +62-21-8090108 ext.2601
Fax : +62-21-80883504
e-mail :
susy.darmayanti@id.panasonic.com
 
 
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Fw: [mediacare] Lomba Penulisan untuk Jurnalis : KONSERVASI ORANGUTAN DAN HABITATNYA

----- Original Message -----
From: "AJI Jakarta" <ajijak@cbn.net.id>
To: <ajisaja@yahoogroups.com>; <jurnalis_jakarta@yahoogroups.com>;
<mediacare@yahoogroups.com>; <mediacare@yahoogroups.com>;
<milis@tifafoundation.org>; <pengurus_ajijak@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, July 29, 2008 12:06 PM
Subject: [mediacare] Lomba Penulisan untuk Jurnalis : KONSERVASI ORANGUTAN
DAN HABITATNYA


> Lomba Penulisan untuk Wartawan
> "KONSERVASI ORANGUTAN DAN HABITATNYA"
>
>
> Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, ProMedia dan Orangutan
> Conservation Services Program (OCSP) mengadakan Lomba Jurnalistik dengan
> Tema Konsevasi Orangutan dan Habitatnya.
>
> SYARAT
> 1. Jurnalis media cetak dan online yang terbit di Indonesia (dilengkapi
> dengan fotokopi kartu pers dan melampirkan surat pengantar dari pemimpin
> redaksi medianya)
>
> 2. Karya jurnalistik yang diikutsertakan adalah karya yang pernah
> dipublikasikan antara Juli 2008 sampai akhir 15 Oktober 2008.
>
> DEADLINE
> Karya jurnalistik diterima panitia paling lambat 18 Oktober 2008. (CAP
> POS)
>
> PENGUMUMAN PEMENANG
> 5 Nopember 2008
>
>
> TEMA
> "KONSERVASI ORANGUTAN DAN HABITATNYA"
>
> Sub TEMA
> 1.Pentingnya konservasi orangutan bagi Indonesia
> 2.Alih fungsi habitat orangutan sebagai ancaman terhadap populasi
> orangutan.
> 3.Perburuan dan perdagangan orangutan.
> 4.Illegal loging sebagai ancaman terhadap orangutan dan habitatnya
> 5.Formulasi dan implementasi regulasi tentang konservasi orangutan
> dan habitatnya..
>
> DEWAN JURI
> Dwi Setyo Irawanto (Jurnalis Senior), Dr. Sri Suci Atmoko (Asosiasi
> Pemerhati dan Peneliti Primata Indonesia/APAPI), dan Jamartin Sihite
> (OCSP).
>
> HADIAH
> Hadiah I : Rp. 10.000.000
> Hadiah II : Rp. 7.500.000
> Hadiah III : Rp. 5.000.000
> Hadiah IV : Rp 5.000.000 (Untuk Kategori pengirim berita terbanyak
> dan kontekstual)
>
>
> Kirimkan karya jurnalistik ke
> SEKRETARIAT AJI JAKARTA
> Jl. Prof. Dr Soepomo No. 1A,
> Menteng Dalam, Jakarta Selatan
> Telp/fax 021-83702660
> Email : ajijak@cbn.net.id
>
> Atau hubungi panitia
> 1. Hari Nugroho, 08161854142, harinugr@yahoo.com
> 2. Shanti Fitria, 08123354877, shanty_fitria@yahoo.com
>
> ======================
> Sekretariat AJI JAKARTA
> Jl. Prof. Dr. Soepomo No 1 A
> Kompl. BIER, Menteng Dalam
> Jakarta Selatan 12870
> Telp/fax. +62-21-83702660
> Website : www.aji-jakarta.org
> ======================
>
> ------------------------------------
>
> Mailing list:
> http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
>
> Blog:
> http://mediacare.blogspot.com
>
> http://www.mediacare.biz
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

------------------------------------

media sumutYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-sumut-digest@yahoogroups.com
mailto:media-sumut-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-sumut-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

27 July 2008

[media-sumut] Salurkan bakat putra-putri Anda di Kid Witness News 2008

Miliser yang budiman,
 
Apakah putra-putri Anda punya ide segudang? Apakah ia mampu menuangkan ide-ide yang terlintas di benaknya dalam bentuk rangkaian tulisan? Apakah Anda berharap putra-putri Anda kelak menjadi pendekar lingkungan hidup?
 
 
Ikuti ajang Kid Witness News 2008 persembahan dari Panasonic Gobel Indonesia
 
Silakan klik:
 
 
 
Apabila putra-putri Anda lolos "10 Besar", punya peluang untuk mengikuti pelatihan dari Panasonic & Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Tahap berikutnya, pemenang utama berhak mengikuti kontes regional dan global di Tokyo, Jepang.
 
 
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Jembatan Jawa-Sumatera Tahan Gempa

Refleksi: Tahan gempa mungkin iya, tapi karena lokasinya berdekatan dengan Gunung Krakatau, bisa saja akan terkena dampak hujan batu dan pasir.
 
 
 
 
Minggu, 27 Juli 2008|18:26:55WIB
 
Jembatan Jawa-Sumatera Tahan Gempa
Sampai Guncangan 9 Skala Richter

JAKARTA - Langkah preventif menjadi perhatian serius pemerintah sebelum merealisasikan rencana pembangunan Jembatan Jawa-Sumatera. Kali ini, proyek yang digawangi investor asing, Persatuan Emirat Arab (PEA), itu diharapkan bisa mendesain konstruksi jembatan tahan gempa berskala tinggi.

''Sesuai studi yang dilakukan Prof Dr Wiratman Wangsadinata, dengan bahan ringan namun kuat dan didukung teknologi pembuatan jembatan generasi ketiga, Jembatan Jawa-Sumatera akan mampu bertahan jika terjadi gempa dengan kekuatan 9 skala richter," jelas Dubes RI untuk PEA M. Wahid Supriyadi dalam keterangan resminya kemarin (26/7).

Perbaikan kualitas infrastruktur itu, lanjutnya, tidak lain karena lokasi jembatan berada di kawasan rawan gempa. Sebelumnya, atas permintaan Kantor Pusat Informasi Wakil Perdana Menteri Persatuan Emirat Arab (PEA), Wahid memberikan presentasi tentang proyek jembatan yang menghubungkan Jawa dan Sumatera dengan judul The Java-Sumatera Super Bridge di gedung Pusat Informasi Wakil PM PEA pada 21 Juli 2008.

Presentasi tersebut dihadiri kalangan diplomat, para peneliti senior, pengusaha, akademisi, media massa, dan masyarakat setempat. Dubes juga menjelaskan alasan-alasan di balik ide pembangunan jembatan itu. ''Jembatan itu bisa meningkatkan sektor ekonomi, sosial, dan budaya," jelasnya.

''Perkembangan terakhir proyek jembatan tersebut sudah dalam tahap pre-feasibility study. Rencana feasibility study akan dilakukan dengan memperhitungkan aspek teknologi, finansial, dan sosial budaya," ungkapnya.

Selain menyinggung peran signifikan investor, Wahid juga menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek jembatan tersebut membutuhkan waktu panjang. Meski ide itu sudah lama muncul, proyek raksasa dengan investasi sangat besar tersebut memerlukan studi khusus sebelum realisasi.

''Hasil studi Prof Dr Wiratman memancing pemerintah lebih serius mengerjakan proyek tersebut. Sebab, keuntungan proyek itu berjangka panjang. Peraturan presiden pun segera dikeluarkan," lanjutnya.

Selain jembatan, kata Wahid, KBRI sedang mencari informasi tentang proyek-proyek pertanian yang dapat ditawarkan kepada calon investor, khususnya dari PEA. ''Indonesia memiliki potensi besar dan mengharapkan kerja sama yang saling menguntungkan," ujarnya.

Pembangunan jembatan yang melintasi selat terpadat di Indonesia itu sudah diteken tahun lalu antara Pemda Lampung, Pemda Banten, dan konsorsium yang akan membiayainya.

Memorandum of Agreement (MoA) rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) diteken di Kapal Tunas Wisesa 03 yang berlayar di perairan tempat bakal jembatan itu berdiri, 3 Oktober 2007. Konsorsium itu terdiri atas Pemprov Banten, Pemprov Lampung, Wiratman & Associates, dan Artha Graha Network. (iw/i
 
 
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

26 July 2008

[media-sumut] Berwisata ke Balikpapan

Berwisata ke Balikpapan

Suara Pembaruan, 20 Juli 2008

Foto-foto:sp/S Nuke ErnawatiPantai di Kota Balikpapan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Balikpapan. Kota di wilayah Kalimantan Timur itu sedari dulu sudah populer. Menyebut Balikpapan, selalu menghubungkannya dengan minyak. Banyak yang menjuluki kota itu kota minyak, karena di situ terdapat kilang-kilang minyak Pertamina, belum lagi eksplorasi minyak di perairannya yang semakin menegaskan predikatnya.

Kadang orang mengira, Kota Balikpapan adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Padahal, ibu kota Kalimantan Timur adalah Samarinda. Namun, mobilitas orang ke dan dari Balikpapan melalui Bandara Sepinggan, konon lebih banyak ketimbang mobilitas ke dan dari ibu kota provinsi itu.

Aktivitas bisnis di kota itu, kabarnya memang lebih banyak. Bila Anda suatu ketika berkesempatan bertandang ke Kota Balikpapan, jangan gundah dulu jika hanya bisa menikmati kota itu di sela-sela urusan bisnis atau pekerjaan yang ditugaskan kepada Anda. Kota itu masih bisa dinikmati sebagai kota wisata. Wisata dalam hal ini tentunya adalah membeli barang-barang khas sebagai suvenir dan juga wisata jajanan.

Apa yang bisa dieksplorasi di kota itu?

Coba kita mulai dari Bandara Sepinggan. Begitu mendarat di bandara itu, Anda masih diberi suasana Jakarta dengan adanya gerai Roti Boy di situ. Bolehlah sejenak menggigit roti aroma mocca dengan isian butter yang gurih manis itu dengan ditemani secangkir kopi atau teh panas agar penat di perjalanan udara sirna.

Selanjutnya, nikmati perjalanan darat Anda dengan menebarkan pandangan ke seluruh penjuru kota. Jalanan Kota Balikpapan berbukit-bukit dan Anda pasti akan terkesan dengan kebersihannya. Hampir tidak ada sampah bertebaran. Semuanya serbabersih, tak hanya jalan akses bandara, tetapi juga di setiap penjuru kota. Memang layak kota ini 13 kali mendapat Adipura karena kebersihannya itu.

Taman Monumen.

 

 

 

 

 

 

 

Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan, menjual barang kerajinan Kalimantan Timur.

 

 

 

 

Sensasi Kepiting

Masih punya sisa waktu? Ingin mencicip menu khas ala Kalimantan Timur? Pasti pengelola hotel tempat Anda menginap atau warga Kota Balikpapan yang Anda tanya, akan menyarankan untuk mencicip kepiting dan menu makanan laut lainnya.

Restoran yang menyajikan hidangan laut (seafood) memang mendominasi kota itu. Sebut saja Jalan Marsma Iswahyudi. Di jalan itu antara lain bisa dijumpai Rumah Makan Kepiting Dandito dan Kepiting Kenari. Semuanya mengunggulkan menu kepiting dan udang dengan bumbu racikan khas masing- masing.

Rumah Makan Dandito misalnya, selain menyediakan saus tiram dan lada hitam untuk mengadon kepitingnya, juga mengunggulkan saus spesial Dandito yang rasanya sangat lezat. Bila menyukai saus tiram, tapi bosan dengan rasa dominan tiram yang kadang bikin eneg, saus Dandito itu menjadi alternatif. "Saus Dandito ini hasil uji coba saya di dapur dengan mencampur bumbu-bumbu seperti jahe, bawang, dan sebagainya," kata Rudi Setiawan, pemilik rumah makan tersebut kepada SP baru- baru ini.

Sementara itu, bila menjajal menu kepiting di Rumah Makan Kepiting Kenari, Anda akan dihadapkan pada pilihan saus asam manis dan lada hitam. Bagi penyukai rasa manis, menu kepiting asam manis adalah pilihan tepat. Kepiting berukuran besar yang memang menjadi andalan rumah makan itu, dibelah menjadi beberapa bagian dan dimasak dalam genangan kuah asam manis yang kental. Menyantapnya dengan mencocolkan potongan kepiting pada sambal yang juga rasanya manis, tetapi menggigit lidah karena pedas cabai merahnya yang berpadu dengan cuka yang kuat. Bila semula merasa saus asam manis itu kemanisan, Anda akan susah berhenti menyantap kepiting dalam menu itu, akibat sensasi sambalnya.

Bagaimana dengan menu kepiting lada hitamnya? Di Rumah Makan Dandito, saus lada hitam ini disajikan kental dengan rasa dominan manis gurih dengan tingkat kepedasan lada hitam yang pas, yang menggenangi setiap potongan kepiting. Menyantap kepitingnya, Anda tak akan berhenti menyendok saus lada hitamnya yang kental, dan membubuhkannya pada daging kepiting. Apalagi bila memesan kepiting betina, telur kepiting yang gurih padat berwarna oranye, bercampur dengan saus kental lada hitam itu, pasti membuat Anda lupa kandungan kolesterol kepiting yang tinggi! Tentang kolesterol ini, Rudi menyarankan untuk meminum air kelapa muda sebagai penetralisir.

Bagaimana dengan menu yang sama di Rumah Makan Kepiting Kenari? Menu kepiting lada hitam di rumah makan itu sangat berasa pedas lada hitam. Potongan kepiting pun, setiap cangkangnya dipenuhi bintik-bintik lada hitam yang ditumbuk kasar. Dengan kuah minimalis yang encer, menu kepiting lada hitam itu hanya diolah dengan irisan bawang bombay. Sensasi rasa pedas lada, bikin Anda, sekali lagi, susah berhenti mencari daging kepiting di sela cangkang kerasnya.

Kenikmatan menyantap kepiting itu, berefek sama ketika memesan udang galah dalam racikan bumbu yang sama. Di kedua rumah makan tersebut, udangnya juga sulit diacuhkan. Semuanya dira-cik dengan bumbu yang tepat oleh koki yang cerdas memuaskan konsumennya.

Mantau

Menyerah dengan efek kepiting dan udang yang mungkin menyebabkan ambang batas kolesterol Anda memberikan sinyal lampu merah? Ingin mencari menu khas lainnya di hari berikutnya? Cobalah mencicip soto banjar. Soto banjar ini aslinya memang masakan khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang bila ditempuh dari Kota Balikpapan melalui jalan darat memakan waktu sekitar enam hingga tujuh jam perjalanan.

Soto banjar ini sajiannya seperti soto ayam biasa, dengan soun, sedikit taoge, suwiran ayam, dan pelengkap berupa perkedel kentang dan emping goreng. Tetapi, bumbunya yang kuning bening, membuat rasa soto berbeda. Di samping bumbu soto ayam pada umumnya yang terdiri dari kunyit, bawang, merica, dan kemiri, soto banjar juga dibubuhi adas dan kayu manis. Porsi kayu manis yang sedikit, dan bertempur dengan adas, membuat soto banjar jauh dari wangi kayu manis. Setiap suap hangatnya bikin Anda tidak akan berhenti menyantap hingga soto tandas dari mangkoknya.

Makanan khas lain di kota itu adalah mantau. Mantau adalah bakpao padat. Anda pasti pernah menjumpai mantau kemasan di toko swalayan, di bagian frozen food. Di Kota Balikpapan, mantau menjadi menu utama yang disantap dengan aneka menu masakan ala Tionghoa. Bisa disantap dengan daging sapi atau ayam bumbu kungpao, atau bumbu merica.

Ada dua pilihan mantau yang bisa dinikmati, kukus atau goreng. Satu mantau berukuran diameter 10 cm, dihargai Rp 2.500 untuk penyajian kukus yang berwarna putih dan Rp 3.000 untuk penyajian goreng. Pastikan Anda memesan mantau goreng.

Jangan takut dengan minyak yang dipakai untuk menggoreng. Kendati digenangkan dalam minyak, mantau goreng tidak berminyak. Tampilannya berwarna cokelat sawo matang, dengan permukaan kering mengkilat. Ini karena mantau diolah padat. Saking padatnya adonan, tidak memberi kesempatan minyak goreng menelusup dan menggenangi mantau sehingga membuatnya basah berminyak.

Penjual mantau kesohor di Kota Balikpapan bisa ditemui di Restoran Suky di ruko baru Balikpapan dan Depot Simpang 4 Jalan Pandansari. Mantau-mantau itu bahkan disantap dengan daging menjangan yang dibumbu kungpao dan ditaburi kacang mede, dikenal dengan sebutan masak mede. Sepertinya, penjual tidak mengetahui bahwa berdasarkan lampiran PP No 7/1999 tanggal 27 Januari 1999, hewan menjangan termasuk fauna yang dilindungi.

Kepiting lada hitam.

Soto banjar.

Mantau.

 

 

 

 

 

 

 

Oleh-oleh

Puas mencicip dan perut sudah tak bisa menerima asupan lagi, kini saatnya berburu suvenir dan penganan kering. Di seantero Kota Balikpapan banyak yang menjual amplang kuku macan. Amplang adalah camilan yang terbuat dari ikan, bentuknya seperti kerupuk ikan ala Palembang dengan rasa yang nyaris sama, gurih ikan. Dibentuk kecil-kecil gemuk seperti kuku macan, kerupuk ikan ini disebut amplang kuku macan.

Amplang bisa diperoleh di setiap toko kue. Beberapa toko mengemasnya lengkap dengan tulisan "oleh-oleh khas Balikpapan". Bila ingin membawa oleh-oleh berupa makanan, menu kepiting tersebut di atas juga bisa dibawa. Dua rumah makan tersebut mengemas kepiting dalam bungkus plastik bening yang tebal, untuk kemudian dimasukkan ke dalam kardus-kardus kecil yang ditutup rapat sehingga tidak berbau.

Suvenir apalagi yang bisa ditenteng dari Kota Balikpapan? Cobalah ke Pasar Inpres Kebun Sayur. Beli sayur? Sekilas namanya memang berkonotasi seperti itu, tetapi Pasar Kebun Sayur ini justru menjajakan aneka barang dan hiasan kerajinan khas Kalimantan Timur.

Di pasar itu Anda bisa membeli segala macam jenis kain batik dari batik bintik Kaltim hingga sasirai, sarung Samarinda, aneka batu untuk cincin, hiasan dinding, gelang, lukisan dan sebagainya. Tampilannya nyaris seperti Pasar Sukawati di Tabanan dan Pasar Kumbasari di Denpasar Bali yang isinya kerajinan. Bila terobsesi dengan nama Kebun Sayur dan bersikeras membeli sayur, ya tak mengapa, tinggal berjalan ke pasar di sebelahnya yang memang menjual sayur- mayur.

Bila senja mulai menjelang, cobalah menikmati pemandangan matahari terbenam di kota itu. Anda bisa menuju salah satu bukit dekat kawasan Pertamina, untuk melihat pemandangan Kota Balikpapan. Jika penjaga portal kawasan itu berbaik hati, di malam hari Anda bisa menikmati terangnya instalasi minyak di kawasan milik Pertamina itu. Kalaupun kesempatan itu tidak datang, di siang hari Anda bisa melihat gedung-gedung kuno peninggalan Belanda yang dijadikan kantor milik Pertamina.

Apalagi yang bisa dinikmati dari kota itu? Sebagai kota yang memiliki pantai, pantai di Kota Balikpapan bisa dinikmati tanpa terganggu pemandangan tanker minyak yang sedang berlabuh.

Pantai yang umum didatangi masyarakat adalah Pantai Lamaru dan Pantai Manggar. Pasir putihnya yang tebal, asyik ditapaki hingga ombak menghapus jejak-jejak kaki. Selain dua pantai tersebut, Pantai Monumen yang terletak di depan Taman Monumen, juga menjadi tempat masyarakat berkumpul dan sekadar lari pagi atau sore.

Tidak hanya itu, pantai lain yang tidak bernama, seperti pantai di depan Hotel Le Grandeur, juga sering disambangi penduduk setempat. Entah untuk bermain layangan, bola, ataupun menjaring ikan. Karena lokasinya yang dekat Bandara Sepinggan, di pantai itu pula, pemandangan take off dan landing pesawat bisa dinikmati. Nyaris seperti Pantai Jimbaran Bali.

Pantai itu juga menawarkan tumpukan pasir tebal dan yang pasti bersih, tak ada sampah. Jadi, sudah tidak ragu lagi bukan menikmati Kota Balikpapan di sela-sela menunaikan tugas? [SP/S Nuke Ernawati]

 

 

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Presiden Batal Buka Kongres PWI di Aceh

 
----- Original Message -----
From: Sunny
To: pantau
Sent: Monday, July 28, 2008 5:18 AM
Subject: [pantau-komunitas] Presiden Batal Buka Kongres PWI di Aceh

 

Presiden Batal Buka Kongres PWI di Aceh
Sabtu, 26 Jul 2008 | 16:35 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono batal membuka Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Aceh pada 28-29 Juli.

Ketua PWI Aceh, M Dahlan TH, mengatakan pembatalan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa kepada Ketua Panitia Pusat Kongres PWI, Asrul Kamal Rokan. Alasannya, Presiden harus menghadiri acara Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Bali.

"Presiden baru bisa datang pada tanggal 1 Agustus. Namun, kongres tetap akan dilangsungkan sesuai jadwal semula. Pembukaan akan digantikan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf," kata Dahlan, di Banda Aceh.

Dahlan mengatakan, meskipun Presiden mengutus beberapa menterinya untuk hadir dalam kesempatan tersebut, namun pihaknya memilih pembukaan kongres dilakukan Gubernur Aceh. "Segala persiapan kongres telah benar-benar matang, tidak ada perubahan jadwal. Kita harapkan Kongres PWI di Aceh tetap sukses, meski tidak dibuka oleh Presiden," ujarnya.

Dari jadwal sebelumnya, setelah membuka kongres PWI yang digelar di Academic Activity Centre (ACC) Dayan Dawood Unsyiah, Presiden juga akan meresmikan sejumlah proyek rekonstruksi yang dikerjakan Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh–Nias dan negara donor.

Proyek itu antara lain Politeknik Banda Aceh bantuan Cevron, Peresmian Pelabuhan Ulee Lheue, dan peresmian Gedung Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana yang dibangun oleh BRR.

Adi Warsidi

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Acara Hari Anak Indonesia, Darmawangsa Square The Citywalk, 27 Juli 2008

UNDANGAN

 

Ardhanari Production, Darmawangsa Square dan The Occasion

Mengundang anda hadir pada acara

Memperingati Hari Anak Nasional 2008

"Aku Anak Indonesia, Kreatif, Mandiri, Semangat dan Bahagia"

 

Minggu, 27 Juli 2008

Pk. 13.00 – selesai

Darmawangsa Square the Citywalk

 

Acara:

Pertunjukkan gamelan (SLB-C Wimar Asih)

Pertunjukkan musik daur ulang (SD Ricci Bintaro)

Pembacaan Puisi   (Maarsja)

Pertunjukkan Piano Tunggal (Edlyn Alifa Ardifari)

Paduan Suara Anak (PSA Sirnagalih)

Pergelaran Tari Tradisional (Griya Listya Budaya

 

Saksikan Kreatifitas 20 pelukis anak juga di Darmawangsa Square

 

Jangan lewatkan, penampilan anak-anak Indonesia yang Luar Biasa!!

Dengan Cinta dan Menerima mereka apa adanya, mereka hebat berkarya!

 

Konfirmasi dan Informasi:

Alin 0818819944/081317969944

Uci 08129745473

 

 

 


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Acara Hari Anak Indonesia, Darmawangsa Square The Citywalk, 27 Juli 2008

UNDANGAN

 

Ardhanari Production, Darmawangsa Square dan The Occasion

Mengundang anda hadir pada acara

Memperingati Hari Anak Nasional 2008

"Aku Anak Indonesia, Kreatif, Mandiri, Semangat dan Bahagia"

 

Minggu, 27 Juli 2008

Pk. 13.00 – selesai

Darmawangsa Square the Citywalk

 

Acara:

Pertunjukkan gamelan (SLB-C Wimar Asih)

Pertunjukkan musik daur ulang (SD Ricci Bintaro)

Pembacaan Puisi   (Maarsja)

Pertunjukkan Piano Tunggal (Edlyn Alifa Ardifari)

Paduan Suara Anak (PSA Sirnagalih)

Pergelaran Tari Tradisional (Griya Listya Budaya

 

Saksikan Kreatifitas 20 pelukis anak juga di Darmawangsa Square

 

Jangan lewatkan, penampilan anak-anak Indonesia yang Luar Biasa!!

Dengan Cinta dan Menerima mereka apa adanya, mereka hebat berkarya!

 

Konfirmasi dan Informasi:

Alin 0818819944/081317969944

Uci 08129745473

 

 

 


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

25 July 2008

[media-sumut] I have added you to my friends network today!

I created this cool friends network and added you to my friends network. Hit-up now:
http://earlmeget.zoomshare.com/files/girlfriend.htm


------------------------------------

media sumutYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-sumut-digest@yahoogroups.com
mailto:media-sumut-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-sumut-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

24 July 2008

Re: [media-sumut] Para pemenang Mochtar Lubis Award

Selamat kepada pemenang. Mana jurnalis di Sumatra

budi hutasuhut
081379230111

 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com __._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

22 July 2008

[media-sumut] Para pemenang Mochtar Lubis Award

Penghargaan untuk Tingkatkan Kualitas Jurnalistik


Jakarta, Kompas - Para pemenang dan penerima Mochtar Lubis Award yang
dimotori Lembaga Studi Pers dan Pembangunan atau LSPP diumumkan, Jumat
(18/7) malam. Dengan pemberian penghargaan tersebut, kualitas jurnalistik
dari segi profesionalitas, etika, serta keberanian membela kebenaran dan
keadilan diharapkan semakin meningkat, seperti yang telah diteladankan
wartawan tangguh Mochtar Lubis.

Mochtar Lubis merupakan pemimpin dan pendiri Indonesia Raya yang terbit
tahun 1949 hingga 1958 kemudian dibredel. Mochtar dipenjara selama 10 tahun.

Indonesia Raya terbit kembali pada tahun 1968 hingga 1974 sampai kemudian
ditutup selama-lamanya. Mochtar Lubis merupakan tonggak dan legenda hidup
pejuang kebebasan pers. Mochtar juga dikenal sebagai sastrawan dan pernah
menjadi Pemimpin Redaksi Horison.

Pemenang Fellowship Investigasi diberikan kepada Bambang Muryanto (The
Jakarta Post), Masjidi (MQ Radio) dan Gigin W Utomo (majalah Swasembada
Yogyakarta) dengan proposal investigasi "Korupsi Dana Rekonstruksi
Pascagempa Bumi di Yogyakarta 27 Mei 2006".

Pemenang Kategori Feature adalah Ahmad Arif, Luki Aulia, dan Aryo Wisanggeni
Gentong (harian Kompas) dengan karya "Meno Kaya Tidur di Selokan".

Kategori Investigasi dimenangi Muhlis Suhaeri (harian Borneo Tribune,
Pontianak) dengan karya "The Lost Generation".

Untuk kategori In-Depth TV Reporting terdapat dua pemenang, yakni Darussalam
Burnahan dan kawan-kawan (ANTV) dengan karya Mengeruk Laba dari Bangkai Sapi
serta Endah Saptorini dan kawan-kawan dari Astro Awani dengan karya Pintu
Harapan untuk si Miskin.

Kategori Publik Service dimenangi Asrori S Karni (Gatra) dengan karya
"Politik Pendidikan Penebus Dosa". Kategori Foto Jurnalistik dimenangi Arie
Basuki (Koran Tempo) dengan karya "Dag Dig Dug di Bukit Segambut".

Para pemenang masing-masing mendapatkan hadiah uang Rp 50 juta, sementara
untuk Kategori Fellowship Rp 40 juta.

Direktur Program Mochtar Lubis Award, sekaligus Direktur Eksekutif LSPP
Jakarta, Ignatius Haryanto, dalam sambutannya mengatakan, acara itu diadakan
guna memperpanjang semangat jurnalistik dan memberikan penghargaan tertinggi
kepada para jurnalis terbaik. "Dengan penghargaan ini, kami ingin merangsang
hadirnya karya jurnalistik berkualitas," ujarnya. (INE)

Kompas, Sabtu, 19 Juli 2008 | 03:00 WIB
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___