29 July 2008

[media-sumut] Margiono Terpilih Jadi Ketua Umum PWI Pusat

Rakyat Merdeka, Rabu, 30 Juli 2008, 00:49:00
Margiono Terpilih Jadi Ketua Umum PWI Pusat

KABAR baik datang dari Aceh, tadi malam.
Margiono, pemimpin koran kami, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat. Direktur Utama Rakyat Mer­deka Group itu akan mengganti­kan Tarman Azzam yang sudah ber­akhir masa tugasnya.

Margiono memperoleh dukungan mayoritas di Kongres ke-22 PWI di Aceh yang diikuti 34 propinsi itu. Ung­gul ketika voting dengan keme­nangan mutlak yaitu 58 dari 95 suara yang diperebutkan. Sedangkan calon lainnya, Wina Armada memperoleh 13 suara, Parni Hadi 13 suara, dan Dhi­­man Abror 11 suara.

Munculnya Margiono sebagai ca­lon, cukup mengejutkan. Maklum, sejak jauh-jauh hari, kandidat hanya berputar di lima nama yaitu Parni Ha­di (Ketua LPP RRI), Wina Armada (Sek­jen PWI Pusat), Dhimam Abror (Pimred Harian Surya) dan Kamsul Ha­san (Ketua PWI DKI Jakarta). Na­ma Margiono, baru muncul di hari ke­dua kongres, namun rupanya cukup mengesankan peserta. Figur dia dike­nal sangat sederhana, santun dan ti­dak banyak bicara. Direktur Jawa Pos itu juga dianggap mewakili tokoh muda PWI.

Dalam penjaringan calon, ada tujuh nama yang muncul. Selain lima di atas, juga ada Muchyan (Ketua PWI Sumut) dan Alwi Hamu (Dirut
Fajar Group). Perolehan suara penjaringan sudah menunjukkan tanda-tanda ke­menangan Margiono. Karena dia mem­­­­peroleh 19 suara dukungan, se­mentara Wina Armada 13 suara, Parni Hadi 12 suara, Muhyan 11 suara, Dhi­man Abror 9 suara, Kamsul 6 suara dan Alwi Hamu 1 suara.

Selanjutnya, dari tujuh calon terja­ring, lima menyatakan bersedia dica­lonkan sebagai ketua umum, sedang­kan dua mengundurkan diri, yaitu Kamsul Hasan dan Alwi Hamu. Much­­yan juga menyatakan mundur dari penca­lonan setelah menyam­pai­kan misi dan visinya.

Margiono menyatakan siap mem­bawa dan menumbuhkan PWI sesuai kekuatan yang dimiliki. Mar­gio­no memberi judul pidatonya Five Giants of PWI atau Lima Raksasa Di Tubuh PWI. Yang dimaksud adalah PWI besar, jauh, tinggi, kuat dan new brand. Besar ketokohannya, besar jaringannya dan besar organisasinya. Tinggi cita-citanya dan tinggi pencapaiannya. Kuat soli­ditasnya dan kuat bargaining powernya. Serta PWI harus hadir dengan brand baru yang menjadikan organisasi besar ini maju berkembang dengan otak penggerak yang pintar.

Ada dua program penting yang akan dilakukannya, yaitu pembelaan warta­wan dan layanan serba cepat. Media massa, kata Margiono, berperan mem­perjuangkan kesejahteraan wartawan­nya. Dan, PWI harus bertugas mem­perjuangkan idealisme profesinya.

Pelayanan serba cepat sangat dibu­tuh­kan di era serba komputerisasi dan hi-tech ini. Apalagi organisasi PWI ter­sebar di seluruh daerah, sehingga harus responsif dan tanggap dengan persoalan pusat dan kewilayahan. Menurut Mar­giono, di dalam PWI, tak boleh ada dae­rah yang merasa su­perior dan inferior. Juga tidak ada penerbitan yang superior dan inferior. Semuanya harus memiliki cara pandang yang sama tentang pro­fesionalitas pe­kerjaannya. nan
 
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: