14 July 2008

[media-sumut] Siaran Pers: Strategi Unilever menguak potensi pasar snack Sumatra

Siaran Pers

Strategi Unilever menguak potensi pasar snack Sumatra

 
Jangan anggap enteng bisnis makanan ringan di Indonesia. Pasar snack (makanan ringan) di Indonesia cukup kompetitif, terus tumbuh dan bertambah baik dari segi volume maupun value. Tiap tahunnya, ada ratusan merek baru memasuki pasar. Nielsen Retail Audit 2007 menyebutkan pertumbuhan volume di pasar makanan ringan berkisar 27% dan pertumbuhan value sebesar 34%.  Pertumbuhan ini terjadi baik di pasar tradisional maupun pasar swalayan (modern trade), dimana pasar tradisional di daerah urban tumbuh sebesar 33 % secara volume dan 40% secara value di tahun 2007. Di tengah persaingan pasar makanan ringan yang demikian kompetitif, Taro, produk camilan unggulan PT Unilever Indonesia Tbk menunjukkan konsistensinya sebagai pemimpin pasar yang dapat terus tumbuh dan berkembang double digit di tahun 2007 baik dari sisi volume maupun value.
 
Okty Damayanti selaku Direktur Divisi Makanan PT Unilever Indonesia, Tbk menyatakan, kondisi pasar makanan ringan yang demikian menjanjikan membuat Taro ingin memperkuat posisi bisnisnya dengan mencoba menguak potensi pasar Sumatera. "Dalam rangka mencapai misi ini Taro menerapkan sinergi dengan mengawinkan strategi komunikasi pemasaran terpadu sekaligus melakukan efisiensi rantai produksi dan distribusi dengan mengoperasikan pabrik baru di Sumatera", tutur Okty disela-sela pembukaan pabrik Taro di Medan pada 9 Juli 2008 lalu. Strategi ini merupakan kejelian Taro sebagai upaya mendekatkan diri kepada konsumen. Pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Medan (KIM) ini khusus dialokasikan untuk memproduksi Taro. Sebelumnya, untuk memenuhi kebutuhan pasar Sumatra, seluruhnya dipasok dari Jakarta.
 
Medan adalah kota ketiga terbesar di Indonesia, di samping sebagai pintu utama jalur perdagangan di Sumatra. "Itulah alasan kami memilih kota Medan yang lokasinya amat strategis, selain untuk efisiensi biaya produksi dan juga kami melihat potensi pasar di Pulau Sumatra yang belum tergarap dengan baik." tukas Okty Damayanti. "Hadirnya pabrik Taro di Medan ini kami harapkan dapat kian memperkuat penetrasi di jaringan pasar tradisional dan pasar moderen, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi dua pabrik kami yang berlokasi di Gunung Putri, Bogor dan Surabaya," jelas Okty.
 
Okty menambahkan, Sumatera memberikan kontribusi yang cukup signifikan untuk Taro dan memiliki potensi pasar yang tinggi.  Penetrasi pasar Sumatra menjadi salah satu mesin pemicu pertumbuhan (engine growth) untuk Taro di tahun ini. Sebagai langkah awal, pabrik Taro di Medan ini akan melayani area Sumatra Barat, Sumatra Utara, Riau dan Aceh.
 
Brand Manager Taro Amalia Sarah Santi memaparkan, seperti dijelaskan diawal hadirnya pusat produksi Taro di Medan, juga kian memudahkan Taro untuk menjalankan aktivitas komunikasi pemasaran terpadu (integrated marketing communication) di wilayah Sumatra. "Brand activation Taro yang tadinya difokuskan di pulau Jawa akan diperluas ke wilayah Sumatera," tutur Sarah.
Apalagi dengan diluncurkannya strategi pemasaran Taro terbaru yakni kunci Golden Net yang aktivitas below the line dan above the line-nya sudah bisa dilihat di televisi dan ditemui di beberapa modern trade di Pulau Jawa. Selain itu, dari sisi kualitas Taro juga selalu mengutamakan pemakaian bahan baku berkualitas dengan proses pengolahan yang higienis serta kemasan allumunium foil yang bermutu tinggi, dengan tujuan utama agar aman dikonsumsi masyarakat. Kemasan alumunium foil tersebut tahan terhadap panas matahari dan kedap udara, dengan tujuan untuk menjaga kerenyahan serta kualitas produk.
 
Dalam pengoperasian pabrik di Medan, Unilever menggandeng Aditama GrahaMas, anak perusahaan Grup Kamadjaja. Eric Kamadjaja, Direktur Aditama GrahaMas, selaku mitra usaha Unilever mengatakan, "Kami bangga telah dipercaya Unilever untuk mengelola pabrik Taro di Medan. Unilever adalah salah satu mitra usaha kami yang terbesar, dan jalinan kerjasama Grup Kamadjaja dengan Unilever sudah berlangsung lebih dari 30 tahun lamanya."  Kamadjaja yang berkantor pusat di Surabaya juga memberikan jasa logistik end to end yang menyediakan layanan mulai transportasi, pergudangan (warehousing) hingga pengemasan (packaging). Sebelumnya, pada Agustus 2007 lalu, Kamadjaja mengoperasikan pusat distribusi untuk Unilever di Pekanbaru, Riau.
 

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:
 
BizzComm!
Radityo Djadjoeri
Consultant
Tel: (021) 790 2806
Fax: (021) 790 2806
E-mail:
mediacare@cbn.net.id
Mobile: 0817-9802250
 
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: