30 September 2008

[media-sumut] Salam Lebaran

Meski tak berujar dalam ungkapan, namun hati bisa merasakan.
Segala ucapan dan ungkapan mungkin telah menggores perasaan.
Mohon maaf lahir dan batin
Atas segala silaf KATA dan PERBUATAN.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H
 
Salam,
Dedy Sinuhaji
Seputar Indonesia
Medan, North Sumatera
0813 7602 2687
061- 7777 4637
www.sinuhajimage.com



__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

29 September 2008

[media-sumut] Re: [mediacare] Perdamaian Aceh TERANCAM !!!

 
----- Original Message -----
From: dian vitra
Sent: Monday, September 29, 2008 9:43 PM
Subject: [mediacare] Perdamaian Aceh TERANCAM !!!

Ketua Partai Aceh Wilayah Aceh Timur Teungku Sanusi ditangkap oleh kalangan intel dan TNI dari Koramil Peureulak Aceh Timur pada Senin (29/9) pukul 00.45 WIB. Penangkapan secara kasar ini dipimpin oleh Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Kav Bambang Sugiharto, karena anggota Partai Aceh itu  dituduh menculik salah seorang anggota Koramil Peureulak Kota kabupaten Aceh Timur.


Informasi yang The Globe Journal terima dari salah seorang pengurus Partai Aceh yang ditangkap, Ruslan, beberapa pengurus Partai Aceh yang ditangkap antara lain, Teungku Sanusi, Teungku Ridwan Abu Bakar, Teungku Ruslan dan seorang lagi belum diketahui namanya. "Teungku Sanusi ditangkap di rumahnya sendiri di Krueng Intang Aceh Timur, hal yang sama juga terjadi terhadap tiga pengurus Partai Aceh lainnya," ujar Ruslan.


Menurut Ruslan, saat penangkapan Teungku Sanusi, TNI bertindak sewenang-wenang dengan cara melakukan kekerasan terhadap keluarga dan menghancurkan isi rumah. "Setelah kami ditangkap langsung dibawa ke markas koramil Peureulak dan kami kembali menerima perlakuan kasar dan menerima pukulan dari mereka," sebut Ruslan.


Ruslan menyebutkan, aksi yang dilakukan oleh TNI tersebut terkesan ingin merusak perdamaian, karena menyiksa orang tanpa alasan yang jelas. "Jika memang anggota mereka diculik kenapa tidak dibicarakan baik-baik agar bisa dicari bersama-sama keberadaan korban penculikan tersebut, jangan langsung main tangkap dan memukul orang seperti jaman konflik dulu," tambahnya.

Ruslan menambahkan, aksi penculikan tersebut tidak ada kaitannya dengan Partai Aceh atau KPA, "Penculikan tersebut merupakan aksi kriminal dan serahkan kepada aparat kepolisian untuk menyelesaikannya, apalagi informasi yang kami dapat penculik juga meminta uang tebusan Rp. 20 juta," sambung Ruslan.


The Globe Journal yang meminta klarifiksi kepada Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda Mayor Jenderal Soenarko pada pukul 04.00 WIB melalui pesan singkat, hingga kini belum mendapat respon. Informasi yang dilacak oleh  The Globe Journal, puluhan anggota KPA dan masyarakat berkumpul di markas koramil yang menuntut empat tokoh Aceh Timur ini dibebaskan.


Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] [andi lubis] SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H


From: andi lubis <andilubiss@gmail.com>
Date: 2008/9/26
Subject: [andi lubis] SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H




Segenap jajaran staf Andi Lubis Photo Management mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin


regard,

andil lubis photo management
www.andilubisphotos.blogspot.com

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Re: [media-sumut] Fw: [EO-network] EO Medan Action! 2008

thx berat ya mas radit, udah bantu di-forward-in...

sukses terus utk bizzcomm nya..hehe


salam hangat,
ferry budiman
anakmedan production
0813 7053 8855


> ----- Original Message -----
> From: production@anakmedan.com
> To: EO-network@yahoogroups.com
> Cc: event-organizer-medan@yahoogroups.com
> Sent: Monday, September 29, 2008 7:36 PM
> Subject: [EO-network] EO Medan Action! 2008
>
>
> Dear insan event Indonesia,
>
> Forum EO Medan, event-organizer-medan@yahoogroups.com, menggelar event
> spesial... EO Medan Action! 2008 (A Collaboration Team In Organizer
> Network) pada Rabu, 29 Okt 2008 di Tiara Convention Centre Medan.
>
> Acara terbagi 2 (dua) sesi:
>
> SEMINAR EVENT ORGANIZER
> "Bagi-bagi ilmu, Cara cerdas Menggelar Event"
> Mau tau proses persiapan, eksekusi dan menggaet client event pameran,
> music show, below the line/activation, wedding, dan event off-air radio?
> Jangan sampai ketinggalan, ikuti seminar kreatif ini!
>
> EO MEDAN GATHERING
> Ajang temu akrab EO Medan
> "Di panggung, di lapangan, di mana saja, kita tetap saudara!"
> Event pertama di kota Medan yang mengumpulkan para insan event (EO,
> supplier, talent, venue provider, client).. Ada gala dinner, talk show
> dengan birokrat (pemko,kepolisian), doorprize, hiburan musik/dance.
>
> Jangan sampai ketinggalan, ayo gabung di aksi ini...
> BUAT EVENT, KOK COBA-COBA?!!!
>
> Salam hangat,
> Forum EO Medan
>
>

------------------------------------

media sumutYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-sumut-digest@yahoogroups.com
mailto:media-sumut-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-sumut-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[media-sumut] Fw: [EO-network] EO Medan Action! 2008

 
----- Original Message -----
Sent: Monday, September 29, 2008 7:36 PM
Subject: [EO-network] EO Medan Action! 2008

Dear insan event Indonesia,

Forum EO Medan, event-organizer-medan@yahoogroups.com, menggelar event
spesial... EO Medan Action! 2008 (A Collaboration Team In Organizer
Network) pada Rabu, 29 Okt 2008 di Tiara Convention Centre Medan.

Acara terbagi 2 (dua) sesi:

SEMINAR EVENT ORGANIZER
"Bagi-bagi ilmu, Cara cerdas Menggelar Event"
Mau tau proses persiapan, eksekusi dan menggaet client event pameran,
music show, below the line/activation, wedding, dan event off-air radio?
Jangan sampai ketinggalan, ikuti seminar kreatif ini!

EO MEDAN GATHERING
Ajang temu akrab EO Medan
"Di panggung, di lapangan, di mana saja, kita tetap saudara!"
Event pertama di kota Medan yang mengumpulkan para insan event (EO,
supplier, talent, venue provider, client).. Ada gala dinner, talk show
dengan birokrat (pemko,kepolisian), doorprize, hiburan musik/dance.

Jangan sampai ketinggalan, ayo gabung di aksi ini...
BUAT EVENT, KOK COBA-COBA?!!!

Salam hangat,
Forum EO Medan

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

24 September 2008

[media-sumut] Fw: Bapak "culik" anak?

ada yang minta tolong disebarluaskan. mohon izin ya!
 
Darma Lubis
Freelance Journalist
Live in Medan City - North Sumatra


----- Forwarded Message ----
From: Puthut <puthut@acils.or.id>
To: serikat-pekerja-pers@yahoogroups.com; advokasi_anggaran@yahoogroups.com; ip-ugm@yahoogroups.com
Cc: Aji <ajianto2000@yahoo.com>
Sent: Wednesday, September 24, 2008 4:36:50 PM
Subject: Bapak "culik" anak?

Kepada kawan-kawan Jurnalis dan LSM pembela hak Anak dan Perempuan, informasi terlampir mungkin memerlukan perhatian dan bantuan anda.
 
Silakan diteruskan ke jaringan anda masing-masing.
 
 

Kronologi Pengambilan Paksa

Bastian Chandra Panjaitan (7 tahun) oleh Philips Panjaitan

 

25 September 2008

Pukul 10.30 WIB

Mobil antar jemput sampai di rumah di Jl. Inkaso 7 Kompleks BRI Cipete, Jaksel, untuk mengantar pulang Bastian. Sebastian ditemani Imah, pengasuhnya. Sehabis turun dari mobil, muncul Philips Panjaitan, pegawai PT Indosat,  dengan ditemani seorang supir. Mobil itu diparkir di depan pos satpam karena satpam menutup portal. Philips mengajak pergi Bastian dengan berlari menuju rumah. Imah bertanya apakah sudah berkoordinasi dengan Ibu Fifien, ibu kandung Bastian. Philips adalah ayah kandung Bastian. Dijawab Philips bahwa ibu Fifien sudah tahu. Namun sewaktu Imah mau menelepon Ibu Fifien untuk memberitahu, malah diancam ditembak pistol oleh supir. Ternyata pengambilan itu diluar pengetahuan ibu Fifien. Imah bersikeras tidak mau ikut di depan portal satpam. Satpam menutup portal sehingga mobil tidak bisa keluar. Di dalam mobil sudah disiapkan tiket ke Medan untuk dua orang dengan Lion Air jam 14.00. Diperkirakan mereka akan pergi ke orangtua Philips, seorang guru besar di Universitas Negeri Medan.

 

Philips membawa lari Bastian dengan sepeda motor yang sudah disiapkan dan dikendarai oleh Benhard  Panjaitan, adik kandung Philips.

 

Keterangan:

-         Philips dan Fifien adalah suami istri yang bercerai. Fifien memenangkan perkara itu di Pengadilan Negeri Tangerang dengan hak asuh kedua anak bulan Agustus 2008.

-         Bastian adalah anak kedua. Anak pertama, Josshua Frederick, juga sudah diambil paksa oleh bapaknya bulan Agustus lalu.

-         Keterangan lebih lanjut silakan hubungi Fifien 08161907777 atau 08889875785


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Minta bantuan informasi media


Teman-teman, saya butuh informasi mengenai media dan contact person number yang bisa dihubungi. Kebetulan, kantor saya, KELOLA sedang mendukung pementasan Sri Purnama Syam untuk pentas keliling di Taman Budaya Bengkulu, Taman Budaya Padang dan Taman Budaya Pekanbaru.

Kami senang sekali seandainya teman-teman berkenan untuk membantu. Kemudian jika ada teman-teman media sekalian di 3 daerah tersebut ingin hadir, bisa juga kontak kami melalui info@kelola.or.id.

Salam, Retno

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

23 September 2008

[media-sumut] Seminar dan Pameran Peranan Tjong A Fie dalam Pembangunan di Sumatera

Seminar dan Pameran Peranan Tjong A Fie dalam Pembangunan di Sumatera


Medan, 3 s/d 8 November 2008


1. Dasar Pemikiran

Bagi sebagian orang Nama Tjong A Fie barangkali tidak tidak menjadi asing lagi. Jejak Tjong A Fie sekarang masih bisa lihat pada rumah Tjong A Fie di Jalan Kesawan (A. Yani Medan) dan satu jalan yang terletak di kota Tebing Tinggi menggunakan nama Tjong A Fie. Namun apa dan siapa Tjong A Fie, banyak generasi muda sekarang ini yang tidak mengetahui sosok yang satu ini.  Tidak hanya sebagai seorang yang dermawan tetapi juga sebagai tokoh multikultural karena bisa merangkul dan bekerjasama dengan berbagai etnis yang ada di Medan. Nama Tjong A Fie tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Kota Medan khususnya dan Sumatera umumnya. Malah ia memainkan peranan yang besar sekali sejak akhir  abad ke-19. Tjong A Fie adalah multi milioner Cina yang pertama di Sumatera.

Tjong A Fie bersama abangnya Tjong Yong Hian, lahir sebagai putera pedangan kecil di desa Moy Hian di Kanton, Cina. Setelah ayahnya meninggal dunia, kedua bersaudara ini merantau ke Deli yang mulai terkenal sebagai het Dollar land (tanah emas impian) dan dalam Berjuta-Juta Dari Deli, Emil W Aulia menyebutkan bahwa Deli juga dikenal sebagai tanah yang menghasilkan "pohon berdaun emas" dengan tembakaunya yang saat itu menjadi komoditi ekspor nomor satu di dunia yakni tembakau Deli.

Saat Tjong A Fie berumur 18 tahun dan hanya berbekal uang 10 dollar perak dia mendarat di Labuhan pada tahun 1875. Dia dan abangnya tahu di atas tanah emas impian, orang tidak akan berhasil tanpa kerja keras. Uang tidak akan tumbuh pada pohon yang siap untuk dipetik, pohon-pohon itu harus diolah terlebih dahulu. Pada saat itu mereka menetap di ibukota Labuhan Deli dan membuka kedai dengan nama Ban Yun Tjong.

Bakat dagang Tjong A Fie begitu besar dan pintar melihat peluang pasar berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan kuli-kuli Cina dan penduduk yang baru datang ke tanah Deli, sehingga dalam waktu sekejap saja ia sudah menjadi kaya raya. Hal ini ditambah lagi karena hubungannya yang baik dengan Sultan Deli dan pembesar tuan-tuan kebon Belanda di daerah tersebut. Jiwa politiknya diasah disini. Karena dinilai kaya raya dan punya hubungan baik dengan Sultan Deli, pemerintah Belanda menganugrahinya pangkat Letnan tercatat pada tanggal 4 September 1885. Ini merupakan jabatan bergengsi bagi orang-orang Cina di Tanah Deli. Tak lama kemudian Tjong A Fie ditunjuk sebagai kepala orang-orang Cina Tanah Deli. Karena kejeliannya melihat peluang bisnis, maka pada tahun 1886 Tjong A Fie kemudian memindahkan pusat imperium bisnisnya ke Medan. Kala itu, Medan hanyalah sebuah kampung kecil yang berada diantara Sungai Deli dan Sungai Babura.

Queny Chang dalam Memories of a Nonya mengatakan bahwa "Tjong A Fie merupakan orang Cina pertama yang memiliki daerah karet dan yang mempekerjakan orang kulit putih". Tjong A Fie tercatat pernah mempekerjakan orang kulit putih yang bernama Kamerlingh Onnes dari keluarga terhormat dan terkenal di Holland namun karena suatu keadaan dia dikirim ke Hindia Timur menjadi petani yang akhirnya tidak mempunyai pekerjaan. Tjong A Fie dengan baik hati mempekerjakannya sebagai penasehat keluarga.  Usahanya saat itu sudah berkembang merambah ke perkebunan karet, kelapa dan teh.

Peranan Tjong A Fie sendiri dalam pembangunan kota Medan bisa dibilang sangat besar. Pertama-tama ia mendirikan tepekong di Klingenstraat sekarang di Jalan Jenderal Sudirman dekat sungai Babura, daerah kampung Kling, selain itu ia juga mendirikan tepekong yang ada di Pulau Brayan. Pada saat itu perkuburan Cina belum ada, sehingga ketika kereta api Belawan – Medan dibangun para pekerja sering menemukan tengkorak orang Cina pada saat mencangkul. Karena itu dialah orang yang pertama mendirikan perkuburan umum Cina di Pulau Berayan.

Ketika Sultan Makmun Alrasyid Deli bermaksud mendirikan Masjid Raya Medan, maka Tjong A Fie menyumbang 1/3 biayanya. Bahkan mesjid di Petisah merupakan sumbangan Tjong A Fie sepenuhnya, juga beberapa masjid di Sipirok dan di Sumatera Barat. Ia juga adalah pendiri pertama "Deli Bank" di Medan dan Maskapai Perkebunan "Si Bulan" serta menjadi presiden pertama Kamar Dagang Tionghoa di Sumatera dengan nama Tiong Hoa Tjung Sang Hui. Pada tahun 1902 dan 1912 berturut-turut ia mendapat anugrah bintang dari pemerintah Hindia Belanda. Pada tanggal 10 Maret 1906 ia diangkat menjadi anggota Afdeelingstraad dan menjadi anggota Cultuurraad Sumatera Timur. Pada tahun itu juga ia diangkat menjadi Major bangsa Cina, jabatan tertinggi untuk bangsa Cina di Medan.

Dalam Sejarah Medan Tempoe Doeloe yang di tulis oleh Tengku Luckman Sinar mengatakan bahwa "kepada Kotapraja Medan  pernah dihadiahkannya sebuah jam besar yang sampai sekarang ada di kantor Walikota Medan. Ia juga menghadiahkan bangunan untuk Persatuan Sekolah Industri yang pertama di Medan tahun 1911". Ini memperlihatkan betapa besar peranan Tjong A Fie dalam pembangunan diberbagai sektor kehidupan politik, ekonomi, pendidikan, dan spiritual tidak hanya di kota Medan bahkan di Sumatera.

Untuk itu Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (PUSSIS) Universitas Negeri Medan bekerjasama dengan The Tjong A Fie Memorial Institut akan menyelenggarakan Seminar dan Pameran PERANAN TJONG A FIE DALAM PEMBANGUNAN DI SUMATERA.

 

2. Maksud dan Tujuan

  1. Memberikan pengetahuan tentang peranan Tjong A Fie dalam pembangunan di Sumatera.
  2. Memperlihatkan kepada masyarakat umum sumbangan Tjong A Fie terhadap  dalam sejarah di Sumatera khususnya Kota Medan.
  3. Memperkenalkan Tjong A Fie sebagai tokoh multikultural di Indonesia khususnya di Medan.



3. Waktu dan Tempat

 

            Hari / Tanggal            : Senin-Sabtu, 03-08 November 2008

            Waktu                         : 09.00 WIB s/d Selesai

            Tempat                       : Di Ruang Sidang A Biro Rektor Universitas Negeri

 Medan (Seminar 3 November 2008) dan Rumah Tjong A

  Fie Mansion (Pameran 3 s/d 8 November 2008)

 

4. Informasi dan Pendaftaran


   
Jl. Willem Iskander Pasar V, Kotak Pos No.1589 Medan 20211
    Telp 061-77800690 CP. 081396029769 (Fahrizal)
    Email: pussis4unimed@gmail.com
    Weblog: www.ipie3.wordpress.com

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

22 September 2008

[media-sumut] Re: [mediacare] PERNYATAAN FUI ttg RUU PORNOGRAFI

 
----- Original Message -----
From: Sally Sety
Sent: Monday, September 22, 2008 8:41 PM
Subject: [mediacare] PERNYATAAN FUI ttg RUU PORNOGRAFI

PERNYATAAN
FORUM UMAT ISLAM TENTANG
RUU PORNOGRAFI



Seperti telah diberitakan, pada 23 September mendatang, rencananya DPR akan membahas kembali RUU Pornografi dan akan mengesahkannya menjadi undang-undang pada pertenghahan bulan Oktober mendatang.

RUU-P yang aslinya adalah RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU-APP) ini memang sudah lama dinantikan (lebih dari 10 tahun sejak dirancang pada tahun 1997). Harapannya, dengan terbitnya UU ini, pornografi yang sudah terlanjur demikian marak di negeri ini bisa dihilangkan. Bahkan pro kontra untuk itu telah berlangsung marak sejak tahun 2006 hingga hari ini. Perlu dicatat bahwa Forum Umat Islam (FUI) yang merupakan forum silaturrahmi dan kerjasama para pimpinan ormas dan orpol Islam pada tanggal 21 Mei 2006 di bawah payung Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam kepanitiaan Tim pengawal RUU-APP telah mengadakan aksi longmarch dari Bunderan HI ke DPR di Senayan yang diikuti oleh lebih dari satu juta orang dan melibatkan lebih dari 80 organisasi Islam baik pria maupun wanita. Turunnya massa terbesar dalam percaturan aksi massa di negeri ini adalah karena concern umat ini pada penjagaan akhlak bangsa ini agar tidak hancur akibat maraknya pornografi dan pornoaksi yang semakin menggila. Dan hingga hari ini seluruh ormas-ormas Islam dengan berbagai laskarnya siap mengawal segenap upaya untuk mencegah dan memberantas ponografi dan pornoaksi yang merusak akhlak bangsa ini walaupun nyawa taruhannya.

Oleh karena itu, bila RUU-Pornografi ini disahkan menjadi undang-undang maka Forum Umat Islam (FUI) menuntut:

  1. Agar dilakukan format ulang terhadap RUU-Pornografi sehingga yang disahkan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang betul-betul efektif dalam mencegah dan memberantas pornografi maupun pornoaksi sehingga terjaga kesucian dan kesehatan moral masyarakat.

  2. Agar substansi UU Anti Pornografi dan Pornoaksi dalam poin 1 tersebut merujuk kepada ketentuan syariat Islam yang merupakan peraturan Allah SWT, Pencipta Manusia, yang aturannya memang bersifat universal untuk seluruh umat manusia (rahmatan lil alamin) di manapun berada dan sampai kapanpun selama mereka adalah makhluk Allah SWT.

  3. Agar ditetapkan kekecualian di dalam UU Anti Pornografi dan Pornoaksi diberlakukan kepada kelompok masyarakat tertentu sesuai dengan peraturan ritual dari agama dan kepercayaannya itu.

Demikian tuntutan Forum Umat Islam (FUI) semoga dengan disahkannya Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi tercipta situasi dan kondisi masyarakat Indonesia yang kondusif bagi terwujudnya masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT sebagai kunci bagi turunnya keberkahan hidup sebagaimana firman Allah SWT:

\Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A'raf 96).

Jakarta, 22 Ramadhan 1429H/22 September 2008

FORUM UMAT ISLAM

Sekretaris Jenderal Ketua

Muhammad Al Khaththath Mashadi

FORUM UMAT ISLAM: DAFTAR SELURUH ANGGOTA FUI

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

21 September 2008

[media-sumut] Mantan wartawan Kontan alih profesi jadi detektif swasta

From: Winuranto Adhi <winuranto@gmail. com>
Subject: [ajisaja] Mantan Aktivis yang Tekuni Bisnis Detektif Swasta (Ulin)
Date: Tuesday, September 16, 2008, 1:12 AM

Jawa Pos, Minggu, 14 Sept 2008,
Mantan Aktivis yang Tekuni Bisnis Detektif Swasta

Punya Klien Ibu-Ibu sampai Kandidat Pilkada

Sekelompok mantan aktivis merintis jasa penyelidik swasta dan
manajemen risiko yang belum banyak digeluti di Indonesia. Ladang
garapnya sangat variatif. Mulai merekam jejak calon pejabat, rival
politik, calon investor, hingga mencari bukti perselingkuhan.

RIDLWAN HABIB, Jakarta

MALAM belum larut benar. Dari perangkat sound system sebuah kafe di
kompleks pertokoan Sarinah, Jakarta Pusat, mengalun lagu Apologize
milik OneRepublik. Beberapa wanita muda asyik bercanda di dekat bar
yang bercorak futuristik. Seorang lelaki berkacamata duduk di sudut
dekat pintu. Dua unit telepon genggam tergeletak di meja. Dia memesan
es teh dan kopi sekaligus.

"Kamu mau minum apa?" ujarnya ramah saat Jawa Pos datang. Nama
lengkapnya Ulin Niam Yusron. Namun, oleh para karibnya, dia sering
dipanggil Ulin. Perawakannya sedang, tak terlalu kekar tak terlalu
kurus. Rambutnya dicukur nyaris gundul.

Malam itu alumnus Fakultas Pertanian Universitas Negeri Sebelas Maret,
Solo, itu sedang "bekerja". Maklum, meski punya kantor, Ulin bukan
orang kantoran. Waktu kerjanya tak pasti seperti pegawai pada umunya.
Dia berprofesi sebagai penyelidik swasta. "Sekarang ini kami sedang
menangani order kredit macet sebuah bank dan menelusuri rekam jejak
calon pejabat badan pemerintah," katanya.

Sebuah badan pemerintah, kata Ulin, hendak merekrut pegawai baru
setingkat eselon II. "Mereka ingin kami meneliti calon-calonnya,
apakah ada cacat jabatan di posisi sebelumnya. Termasuk apakah ada
indikasi korupsi atau ada masalah rumah tangga," kata Ulin.

Untuk penanganan kredit macet, klien Ulin adalah sebuah bank
pemerintah. Ada debitor yang gagal melunasi utang. Alasannya,
aset-aset perusahaan tidak cukup untuk membayar. "Karena itu, kami
diminta untuk menelusuri aset, istilahnya asset tracing. Kami mencari
data yang bisa menjadi dasar yang kuat bagi pihak bank untuk menagih,"
katanya.

Bisnis tersebut baru digeluti Ulin setahun. Sebelumnya, aktivis yang
pernah memimpin demonstrasi besar-besaran di Solo pada 20 Mei 1998 itu
bekerja sebagai jurnalis. Dia tujuh tahun menjadi redaktur sebuah
media ekonomi bisnis. Ulin juga sempat menjadi ketua Aliansi Jurnalis
Independen Jakarta pada 2004-2006.

"Awalnya saat aku ketemu dengan Alex (Edwin Alexander) dan Moti (Haris
Rusly Moti). Kami berpikir bersama-sama mendirikan bisnis yang belum
banyak pemainnya di Indonesia," katanya.

Haris Rusly Moti juga punya background aktivis. Alumnus UGM itu bahkan
sempat menjadi pengurus Partai Rakyat Demokratik (PRD) di awal-awal
reformasi. Sebelum bersama Ulin mengelola bisnis, Haris sudah menjadi
konsultan independen banyak tokoh politik, pejabat negara, dan
pengusaha.

Edwin Alexander juga seorang aktivis LSM. Dia pernah memimpin Lembaga
Pemajuan Budaya yang di periode akhir Orde Baru menjadi incaran intel
pemerintah. Alex punya pengalaman di bidang business intelligence
karena pernah bekerja di Consolidated Service International dan
mengikuti pendidikan competitive intelligence di Kuala Lumpur,
Malaysia.

Bertiga mereka lalu mendirikan Aviyasa Consulting. "Nama itu dari
Begawan Abiyoso. Filosofinya, dia itu menjadi konsultan Pandawa, tapi
juga dekat dengan Kurawa. Jadi, tak hanya melayani orang baik, dengan
orang jahat juga akrab," kata Ulin, lalu tertawa.

Di Indonesia, perusahaan yang khusus melayani jasa tersebut masih
sedikit. Bahkan, kata Ulin, bisa dihitung dengan jari tangan.
"Rata-rata perusahaan asing yang berbasis di Singapura dan Hongkong.
Backing mereka eks-CIA (Dinas Rahasia Amerika) atau eks tentara
Singapura," katanya.

Sebelum berbendera Aviyasa, secara individual mereka sering dimintai
bantuan oleh perusahaan asing serupa itu. "Akhirnya kami pikir,
mengapa tidak mendirikan sendiri. Daripada hanya menangani
outsourcing, biaya bisa kita potong. Lebih murah," katanya.

Pelan, tapi pasti, Aviyasa menggeliat. Kantornya yang berada di
kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, sekilas mirip bangunan biasa.
Mereka punya 15 staf tetap. "Tapi, yang diketahui publik cukup kami
bertiga saja," katanya. Di Aviyasa, Ulin menjabat direktur urusan
relation management, Haris sebagai direktur utama, dan Alex sebagai
direktur riset dan operasional.

Mereka menangani berbagai kasus. "Order pertamaku mengecek alamat di
Bandung. Aku dibayar USD 90, ongkos habis Rp 180 ribu. Jadi, untung
cuma sekitar Rp 600 ribuan. Tapi, itu pelaris," katanya.

Aviyasa mematok bayaran dalam kurs dolar. Harganya sangat bergantung
kepada beban kerja, tingkat kesulitan, dan risiko yang harus diambil.
"Ada yang cuma USD 150, 400, 4.000, bahkan ada yang USD 10.000. Ya
bergantung besar kecilnya lingkup pekerjaan," katanya.

Jika kasusnya cukup sulit, Ulin akan menurunkan beberapa tim. Satu tim
bisa dua sampai empat orang. "Kami punya orang-orang yang disebut
akses di seluruh Indonesia. Mereka ini yang membantu kerja. Jika tak
mampu, baru kirim orang dengan tambahan biaya dibebankan ke klien,"
katanya.

Sebagian besar akses itu adalah teman-teman mereka saat menjadi
aktivis dan wartawan dulu. "Kami tak melibatkan tentara dan bukan
polisi," tambahnya.

Untuk menangani order due diligence (uji tuntas), biasanya ditangani
tiga orang. "Due diligence itu, misalnya, ada orang yang mau bekerja
sama dalam bisnis. Mereka butuh tahu calon partner-nya seperti apa,
afiliasi politiknya ke mana, dan uangnya akan aman atau tidak,"
katanya.

Persaingan bisnis yang makin ketat di Indonesia membuat Aviyasa laris.
"Kami pernah diminta untuk menangani kasus persaingan perusahaan
farmasi dan air mineral. Dua bisnis ini keras dan main kayu," katanya
sambil mengadu dua kepalan tangan.

Dia mencontohkan, petugas quality control sebuah perusahaan air minum
yang gajinya hanya Rp 3 juta. Padahal, tanggung jawabnya besar. "Kalau
ada kompetitor yang bayar dia Rp 15 juta untuk menaruh mikroba atau
lumut, dampaknya bagi perusahaan itu sangat besar," katanya.

Dalam kasus semacam itu, tugas Aviyasa biasanya menelisik apakah ada
orang dalam yang sudah "dibeli" pihak lain. Siapa yang menungganggi
dan menggerakkan. "Penyelesaiannya terserah klien," ujarnya.

Selain itu, mereka bergerak di bidang intellectual property rights
(perlindungan hak cipta). Misalnya, saat menyelidiki penggunaan merek
ban tanpa izin. "Kami menyamar sebagai pembeli dalam jumlah besar,"
tuturnya.

Mereka juga pernah membantu pemerintah sebuah daerah yang kaya hutan
untuk memetakan cukong-cukong kayu. "Karena urusannya dengan mafia,
tampilan kami juga harus seperti mereka. Pokoknya mimikri. Kadang
macak kere seperti pemungut sampah, tapi juga harus bisa tampil
perlente," katanya.

Jasa mereka juga sering digunakan istri-istri pejabat. Untuk klien
golongan itu, rata-rata misinya sama. Diminta untuk membuktikan sang
suami berselingkuh. "Mereka bilang, 'tolongin, Mas', tapi uangnya tak
seberapa. Ya, kami anggap untuk job ini kerja sosial saja," katanya.
Keuntungan order dari komunitas ini adalah promosi gratis dari mulut
ke mulut. "Kalau duitnya, kecil sekali," tambahnya.

Yang repot, kata Ulin, permintaannya sering macam-macam. Bahkan, ada
yang minta membuktikan perselingkuhan sampai video mesumnya. "Ini kami
tolak. Bukan karena tidak bisa. Mampu saja, tapi ada biaya yang besar
untuk mengarahkan target ke kamar yang sudah kami setting. Ada juga
risiko hukumnya kalau sampai ketahuan," kata calon ayah yang sedang
menanti kelahiran anak pertamanya itu.

Padahal, untuk membuktikan adanya affair intim atau perselingkuhan,
sebenarnya tidak harus sampai video. "Dilihat saja dari check in
mereka. Apakah bergandengan tangan masuk hotel, atau justru
sendiri-sendiri dan diam-diam. Dilihat dari makan malamnya, pandangan
matanya. Itu kami buktikan dengan dokumentasi foto," tuturnya.

Untuk sebuah operasi, Aviyasa tak butuh alat-alat canggih. "Kami punya
kamera-kamera kecil, tapi hanya untuk misi tertentu. Yang penting,
kata orang Jawa, solah bawane (tindak tanduknya)," katanya.

Ulin bercerita, pernah saat mencoba memotret target dalam sebuah
private party lampu (blits) kamera handphone lupa dimatikan.
"Tiba-tiba, klap. Semua kaget, tapi kami juga pura-pura nggak tahu.
Kami juga ikut tengak-tengok, " katanya, lalu terkekeh.

Bisnis tersebut memang menuntut kerahasiaan tinggi. Termasuk
kerahasiaan pemesan order. "Mereka tak boleh memberi tahu data
didapatkan dari kami. Itu tercantum dalam kontrak kerja. Kami juga tak
mau menjadi saksi di pengadilan dalam kasus yang beperkara hukum,"
ujarnya.

Menurut Ulin, dalam beberapa bulan terakhir, order yang masuk sering
datang dari komunitas politik. Misalnya, disuruh mengecek kekuatan dan
kekayaan lawan dalam pilkada. "Tapi, kami agak selektif menerima order
seperti ini. Soalnya uangnya seret. Giliran selesai nggak dibayar.
Kayak order spanduk, sudah disablon gak bisa ditagih. Apalagi, banyak
yang order teman kami sendiri. Jadi, agak sungkan," katanya.

Sebuah job maksimal dikerjakan dalam waktu 14 hari kerja, minus Sabtu
Minggu dan hari libur nasional. "Prinsip kami, data kami sajikan tepat
waktu. Apa adanya, akurat, dan tidak bisa dipoles, harus berdasar
fakta lapangan," katanya.

Pernah gagal? Ulin mengangguk. "Kami diminta untuk membuntuti orang,
tapi setelah berhari-hari ternyata tidak ada nakalnya, judi enggak,
selingkuh enggak, ya udah kami sampaikan apa adanya," katanya.

Bisnis seperti itu, kata Ulin, parameter keberhasilannya susah diukur.
Sebab, tingkat kesulitan satu kasus dengan kasus yang lain berbeda.
"Misalnya, kamu bisa wawancara langsung Menhan, tapi apa bisa
wawancara Menkeu. Jadi meskipun kita sukses di satu kasus, belum tentu
bisa sukses di problem yang lain," ucapnya.

Tapi, satu hal yang sangat dijaga Aviyasa. Jangan pernah membocorkan
data klien. Apalagi, kepada pihak pesaing. "Kami ini jualan skill.
Bukan mafia atau broker," katanya. (el)

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Mari Kita Hentikan Tangisan Ibu Dewi Tunjung

Minggu lalu, saya jalan-jalan ke Pasar Johar (Semarang). Rencananya, aku hendak membeli batik untuk ibuku di kampung halaman. Ketika tiba di sana aku terkejut sekali. Yang kujumpai malah batik "made in China".

Masuknya batik buatan Cina yang membanjiri Jakarta bukanlah berita baru. Tetapi kenyataan masuknya batik Cina ke sentra penjualan batik lokal baru saya ketahui saat itu. Air mata saya menetes hari itu. Jika batik Cina sudah sampai ke Pasar Johor, lalu bagaimana dengan pasar-pasar lain. Bagaimana dengan nasib pengrajin kecil?

"Produk tekstil Cina ini berusaha meniru budaya tradisional asli Indonesia," kata Ketua Paguyuban Pencinta Batik Indonesia Bokor Kencono, Diah Wijaya Dewi. Dampak membanjirnya batik asal China ini sudah dirasakan pengusaha batik yang biasa memasukkan produknya ke pasar tradisional. "Salah satu pengusaha batik cap asal Pekalongan sudah ditolak produknya untuk masuk ke Pasar Johar karena para pedagang sudah memasok batik asal China ini," ujar wanita yang kerap dipanggil Dewi Tunjung ini.

Suhartini, penjual batik di Pasar Johar mengakui, mendatangkan batik Cina sejak Febuari dan langsung menyetop penjualan batik asal Pekalongan dan Solo. "Soalnya bahannya lebih bagus, lebih murah, lebih laku dan ketika dicuci tidak luntur" katanya.

Potret di atas adalah salah satu gambaran permasalahan perlindungan budaya di tanah air. Cerita ini menambah daftar budaya indonesia yang diklaim oleh negara lain, seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, Kerajinan Perak Bali dan lain sebagainya. Saya sadar bahwa diam tidak akan memberikan penyelesaian. Kita harus bangkit dan melakukan sesuatu.

Kemarin saya mendengar tentang upaya perjuangan yang dilakukan IACI <www.budaya-indonesia.org>. Saya tertarik dengan ide gerakan tersebut. Beberapa kali saya melakukan korespondensi via email ke IACI. Saya merekomendasikan kepada teman-teman untuk mendukung perjuangan tersebut. Secara garis besar, ada tiga bentuk partisipasi yang dapat kita lakukan.

Pertama, mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum. Kepada rekan-rekan setanah air yang memiliki kepedulian (baik bantuian ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap menggubungi IACI di email: <office@budaya-indonesia.org>

Kedua, mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia. Perlindungan hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja secara optimal. Jadi, jika temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau video tentang budaya Indonesia, mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN DIGITAL BUDAYA INDONESIA, dengan alamat <www.budaya-indonesia.org>. Jika Anda memiliki kesulitan untuk mengupload data, silahkan menggubungi IACI di email: <office@budaya-indonesia.org>

Ketiga, melakukan kampanye secara online. Saya memohon bantuan rekan-rekan untuk mendukung perjuangan ini di dunia maya. Misalnya dengan menyebarkan pesan ini ke email ke teman, mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki. Mari kita selamatkan budaya Indonesia mulai dari komputer kita sendiri.

- Ayu Nata Pradnyawati

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Jadwal 9th Indonesian Dance Festival 2008 (Don't Miss It !!)

----------------------------(Mohon Berkenan Memforward)-------------------------------------

Schedulle of The 9th Indonesian Dance Festival 2008 (October 27th-31th 2008)

"The Next Generation : Appreciating Diversity"

 

 

Choreography Workshop (Education & Training)

October 14th - 26th  2008 / P4TK Seni Budaya, Yogyakarta

 

Main Performances

28th Oct / Tuesday / Graha Bhakti Budaya (GBB)  TIM

8.00 - 10.00 PM

Opening Ceremony   

Retno Sulistyorini                                                  (Solo / Indonesia )

Garin Nugroho, M Miroto & Eko Suprianto      ( Indonesia )

 

29th Oct / Wednesday / Teater Luwes IKJ

8.00 - 10.30 PM

MK                                                                            ( Italy )  

Natsuko Tezuka                                                      ( Japan )

Megumi Kamimura                                                 ( Japan )                                   

Yukio Suzuki                                                            ( Japan)

                                                                                   

 

30th Oct / Thursday / Teater Kecil TIM

8.00 - 10.30 PM

Rachael Lincoln & Leslie Seiters                       ( USA )

Jerome Bel &  Pichet Klunchun                         ( France  - Thailand )

 

31th Oct / Friday / Graha Bhakti Budaya (GBB)  TIM

8.00 - 10.30 PM

Dek Geh                                                                  (Singaraja-Bali / Indonesia )

NI Kadek Yulia                                                      (Solo  / Indonesia )

Hartati                                                                     ( Jakarta / Indonesia )

Ery Mefri  -  Cynthia Lee                                      ( Padang / Indonesia - Taiwan / USA )

Closing Ceremony

 

Dance Installation

28th - 29th Oct /  Galeri Cipta 3  TIM

4.00 - 6.00 PM

KYTV (Kill Your TV)                            ( Singapore )

 

 

Discussion   & Lecture Demonstration / Lobby GBB TIM

October 29th - 31st, 2008

Lecture Demonstration by Min Tanaka              ( Japan )

Discussion of Dance Issues :

Dance Critic & Sharing Experiences

 

Master Classes / FSP - IKJ

October 28th - 31st , 2008

Jacko Siompo                                                           ( Indonesia )

Pichet Klunchun                                                      ( Thailand )

Cynthia Lee                                                              (Taiwan/USA)

Rachael Lincoln                                                       ( USA )

 

 

Emerging Choreographers / Teater Kecil TIM

October 27th, 2008 / 3.30 - 5.30 PM

 

 

 

 

Sekretariat The 9th IDF 2008

Fakultas Seni Pertunjukan_IKJ

Jln. Cikini Raya no. 73

Jakarta Pusat.

Tel/Fax: 021-319 03 916

Email: idf08@yahoo.comi

            info@indonesiandancefestival.com

Web: www.indonesiandancefestival.com


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___