24 September 2008

[media-sumut] Fw: Bapak "culik" anak?

ada yang minta tolong disebarluaskan. mohon izin ya!
 
Darma Lubis
Freelance Journalist
Live in Medan City - North Sumatra


----- Forwarded Message ----
From: Puthut <puthut@acils.or.id>
To: serikat-pekerja-pers@yahoogroups.com; advokasi_anggaran@yahoogroups.com; ip-ugm@yahoogroups.com
Cc: Aji <ajianto2000@yahoo.com>
Sent: Wednesday, September 24, 2008 4:36:50 PM
Subject: Bapak "culik" anak?

Kepada kawan-kawan Jurnalis dan LSM pembela hak Anak dan Perempuan, informasi terlampir mungkin memerlukan perhatian dan bantuan anda.
 
Silakan diteruskan ke jaringan anda masing-masing.
 
 

Kronologi Pengambilan Paksa

Bastian Chandra Panjaitan (7 tahun) oleh Philips Panjaitan

 

25 September 2008

Pukul 10.30 WIB

Mobil antar jemput sampai di rumah di Jl. Inkaso 7 Kompleks BRI Cipete, Jaksel, untuk mengantar pulang Bastian. Sebastian ditemani Imah, pengasuhnya. Sehabis turun dari mobil, muncul Philips Panjaitan, pegawai PT Indosat,  dengan ditemani seorang supir. Mobil itu diparkir di depan pos satpam karena satpam menutup portal. Philips mengajak pergi Bastian dengan berlari menuju rumah. Imah bertanya apakah sudah berkoordinasi dengan Ibu Fifien, ibu kandung Bastian. Philips adalah ayah kandung Bastian. Dijawab Philips bahwa ibu Fifien sudah tahu. Namun sewaktu Imah mau menelepon Ibu Fifien untuk memberitahu, malah diancam ditembak pistol oleh supir. Ternyata pengambilan itu diluar pengetahuan ibu Fifien. Imah bersikeras tidak mau ikut di depan portal satpam. Satpam menutup portal sehingga mobil tidak bisa keluar. Di dalam mobil sudah disiapkan tiket ke Medan untuk dua orang dengan Lion Air jam 14.00. Diperkirakan mereka akan pergi ke orangtua Philips, seorang guru besar di Universitas Negeri Medan.

 

Philips membawa lari Bastian dengan sepeda motor yang sudah disiapkan dan dikendarai oleh Benhard  Panjaitan, adik kandung Philips.

 

Keterangan:

-         Philips dan Fifien adalah suami istri yang bercerai. Fifien memenangkan perkara itu di Pengadilan Negeri Tangerang dengan hak asuh kedua anak bulan Agustus 2008.

-         Bastian adalah anak kedua. Anak pertama, Josshua Frederick, juga sudah diambil paksa oleh bapaknya bulan Agustus lalu.

-         Keterangan lebih lanjut silakan hubungi Fifien 08161907777 atau 08889875785


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

3 comments:

yusak sandra said...

Saya kurang yakin nich ada bapak yang mau nyulik anaknya. Kalau saya pribadi sebagai pendeta,menanggapi berita ini, yakin ada yang belum diceritakan dari awal. Misalnya kenapa bapaknya mau menculik anaknya? emang anaknya dimana selama ini? apa bapaknya gak tau ada keputusan dari PT? Saudari Fifien, mohon berdoa kepada Tuhan (jangan ke Allah lain...!!!!), agar diberikan petunjuk untuk masalah rumah tangga anda ini. Saran saya, segera anda cari nasehat dan saran dari pihak gereja untuk mencari solusi ini, karena ini juga menyangkut nasib anak anda. Saya tidak membela siapapun disini, yang perlu diwaspadai adalah pihak ke 3, baik keluarga (ortu sekalipun, saudara laki/perempuan), teman atau siapapun itu, seperti dalam kitab Injil saya (Alkitab), bahwa didunia ini ada selalu srigala berbulu domba, yang berpura2 menolong, padahal menjerumuskan. Saya akan tetap mendoalan saudari dan bapak Philips agar diberikan petunjuk dari Allah Bapa yang disurga, memberikan mujizatnya, kedamaian dari surgawi. Anda percaya akan ada mujizat?
Untuk Ms. Puthut dan pihak2 lain mungkinnya, mohon di cooling down masalah ini, jangan terulang lagi bantuan anda menyebabkan rumah tangga orang lain hancur,saya kenal anda luar dalam, tolong dalama nama YESUS KRISTUS... jangan ulangi lagi kesalahan yang dulu. Sebagai orang beragama, anda seharusnya sebagai juru damai dalam kemelut rumah tangga saudari anda (Ibu Fifien) bukan malah membawanya ke jurang. Seperti Yesus Kristus telah mendamaikan dan menyelamatkan manusia dari dosa. Jangan sesat, karena Yesus Kristus, Allah Bapa,akan melihat semua ini dari surga. Tuhan berkati. Amin

Weny said...

Shalom mbak Fifien..Salam dalam nama Yesus Kristus, Allah Bapa yang Kudus, Maha Mulia.
Sebelumnya, saya perkenalkan diri saya, Wenny, aktivis LSM wanita dan anak,saat ini tinggal di USA.Saya sapa bapak pendeta Yusak Sandra, beliau adalah pribadi yang sangat berjasa menyelamatkan mahligai perkawinan saya dari kehancuran.
Shalom pak Yusak, apa kabarnya? Apa sudah pulang ke Indonesia? Kabar terakhir saya dengar bapak tugas penginjil di Israel ya? Tuhan berkati bapak dan keluarga selalu.
Mbak fifien yang terkasih dalam nama Yesus Kristus...
Benar kata bapak pendeta, sebaiknya mbak merenung,berdoa dan minta bantuan pihak gereja.Yakinlah, hanya pihak gereja yang masih punya motivasi murni sebagai perantara Allah Bapa menyelamatkan umatNya, termasuk RT mbak Fifien.
2 tahun yang lalu,saya punya kasus yang hampir sama dengan mbak Fifien alami saat ini. Hasilnya, cuma penyesalan, anak saya Yeremia (3 thn) tewas kecelakaan, dan suami saya cacat seumur hidup (lumpuh) sampai saat ini akibat kejadian tersebut. Kalau mengingat kejadian itu, hati saya hancur remuk menyesali kebodohan yang saya lakukan. Kalau tidak ditolong oleh bapak pendeta Yusak, saya mungkin sudah nekat bunuh diri. Puji Tuhan, ternyata Allah itu sangat baik, hati saya dipulihkan Nya, RT saya kembali seperti semula. Dari banyak kasus yang saya tangani, pada umumnya kasus yang dialami oleh saya dulu dan mbak Fifien saat ini, disebabkan oleh 3 hal.
1. Komunikasi dengan suami yang macet.
2. Pihak keluarga, terutama ortu dan saudara sendiri yang terlalu banyak terlibat/mencampuri urusan RT.
3. Pihak ke 3 yang mencari kesempatan, dengan berpura2 memberikan solusi dan pertolongan (seperti kata pak Yusak.. Srigala berbulu domba), padahal punya maksud tertentu dengan menciptakan kondisi yang lebih buruk terhadap RT yang bersangkutan.
Dari kronologis yang saya baca,musibah saya hampir terjadi pada mbak Fifien. coba bayangkan kalau terjadi kecelakan, mislanya anak mbak, Bastian, tanpa sengaja mengalami kecelakaan saat itu. Apakah mbak Fifien tidak dikejar2 rasa bersalah? Yakinlah mbak Fifien, dari kejadian itu, ada petunjuk dari Allah Bapa, bahwa Dia masih sayang dan kasih pada mbak, bapak Philips, dan anak2 mbak. Dia masih berikan kesempatan untuk mbak dan bapak philips bertobat dan berubah..yakinlah...mujizat itu selalu ada (saya kutip kalimat bapak Pdt Yusak Sandra)
Perlu kita renungkan dan resapi sebagai wanita/istri dan umat Tuhan, sehebat apapun kita, sekaya apapun kita, baik dalam segi materi, pekerjaan dll, kita harus ingat bahwa wanita (istri) itu adalah partner/teman sejati dari lelaki(suami). Jangan pernah kita ingkari, bahwa seorang wanita itu memang diciptakan oleh Tuhan untuk tunduk dan dilindungi oleh suaminya. Itu yang harus kita camkan mbak Fifien dalam hidup ini. Saling menghargai, dan menghormati. Kalau saya pribadi,setelah kejadian bodoh yang sudah saya alami,kalau memang harus memilih, lebih baik saya pisah dari saudara saya bahkan ortu saya sekalipun,daripada suami dan anak2 saya hilang.Saat menulis comment ini, perasaan saya terkoyak perih, teringat anak saya Yeremia di surga, semoga ananda tenang di pangkuan Yesus Kristus,Allah Bapa, maafkan bunda yang bodoh ini.Mungkin sdh takdir, saya tanpa sengaja membaca berita ini, tekad saya cuma 1, jangan pernah ada lagi dr kaum saya mengalami musibah seperti saya dulu.Saya ada saran untuk mbak Fifien, silahkan hubungi bapak pendeta Andreas, Hp.0811163151,untuk konseling dan didoakan.Beliau adalah pekerja konseling perkawinan dan RT gereja BETHANI, mudah2an beliau bisa membantu carikan solusi untuk masalah perkawinan dan RT mbak Fifien.
Untuk Mr. Puthut cs,jika anda mengaku aktivis wanita dan anak2, saya ragu terhadap niat baik anda menolong rumah tangga mbak Fifien. Saya bisa lihat dari alamat2 mail yang anda forwardkan berita tersebut, menunjukkan anda sebenarnya punya kepentingan tertentu dalam masalah ini. Sebagai sesama aktivis HAM saya kecewa dengan cara anda menangani kasus ini. Ciri2 dan cara rejim lama di Indonesia ini (kalau cari makan, jangan seperti itu boss..!!).Anda menari diatas penderitaan kaum wanita...Kalau anda mau sukses dan berhasil serta dikenal di Indonesia, terutama di surga nantinya, sebaiknya anda tinggalkan konsep2 yang anda jalankan selama ini.Anda orang beragama kan Mr. Puthut? Bagaimana jika RT anda yang mengalami hal ini? Atau anda rela istri dan anak2anda mengalami hal yang sama dengan mbak Fifien dan anak2nya?
Untuk rekan2 jurnalis dan aktivis HAM perempuan dan anak, di seluruh Indonsia, dan dunia,mohon dimonitor sepak terjang beliau ini beserta anggota2nya,untuk menjaga kemurnian perjuangan kita menolong sesama manusia yang tertindas HAM nya.
untuk mbak Fifien, saran saya, segera tinggalkan kelompok Puthut, hubungi bapak pendeta Andreas dan Gereja, semakin cepat, semakin bagus dan selesai masalah RT mbak.
Semoga Yesus Kristus, Tuhan kita yang ajaib selalu melindungi mbak, suami (bapak Philips) dan juga anak2 mbak.Amin.GBU.

tjokro benny said...

mbak fifien yang masih yesus kasihi camkanlah kata-kata dari bapak yusak sandra sebelum terlambat tidak ada hasilnya kalau menyesal ya,mbak fifien
god bless you