23 September 2008

[media-sumut] Seminar dan Pameran Peranan Tjong A Fie dalam Pembangunan di Sumatera

Seminar dan Pameran Peranan Tjong A Fie dalam Pembangunan di Sumatera


Medan, 3 s/d 8 November 2008


1. Dasar Pemikiran

Bagi sebagian orang Nama Tjong A Fie barangkali tidak tidak menjadi asing lagi. Jejak Tjong A Fie sekarang masih bisa lihat pada rumah Tjong A Fie di Jalan Kesawan (A. Yani Medan) dan satu jalan yang terletak di kota Tebing Tinggi menggunakan nama Tjong A Fie. Namun apa dan siapa Tjong A Fie, banyak generasi muda sekarang ini yang tidak mengetahui sosok yang satu ini.  Tidak hanya sebagai seorang yang dermawan tetapi juga sebagai tokoh multikultural karena bisa merangkul dan bekerjasama dengan berbagai etnis yang ada di Medan. Nama Tjong A Fie tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Kota Medan khususnya dan Sumatera umumnya. Malah ia memainkan peranan yang besar sekali sejak akhir  abad ke-19. Tjong A Fie adalah multi milioner Cina yang pertama di Sumatera.

Tjong A Fie bersama abangnya Tjong Yong Hian, lahir sebagai putera pedangan kecil di desa Moy Hian di Kanton, Cina. Setelah ayahnya meninggal dunia, kedua bersaudara ini merantau ke Deli yang mulai terkenal sebagai het Dollar land (tanah emas impian) dan dalam Berjuta-Juta Dari Deli, Emil W Aulia menyebutkan bahwa Deli juga dikenal sebagai tanah yang menghasilkan "pohon berdaun emas" dengan tembakaunya yang saat itu menjadi komoditi ekspor nomor satu di dunia yakni tembakau Deli.

Saat Tjong A Fie berumur 18 tahun dan hanya berbekal uang 10 dollar perak dia mendarat di Labuhan pada tahun 1875. Dia dan abangnya tahu di atas tanah emas impian, orang tidak akan berhasil tanpa kerja keras. Uang tidak akan tumbuh pada pohon yang siap untuk dipetik, pohon-pohon itu harus diolah terlebih dahulu. Pada saat itu mereka menetap di ibukota Labuhan Deli dan membuka kedai dengan nama Ban Yun Tjong.

Bakat dagang Tjong A Fie begitu besar dan pintar melihat peluang pasar berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan kuli-kuli Cina dan penduduk yang baru datang ke tanah Deli, sehingga dalam waktu sekejap saja ia sudah menjadi kaya raya. Hal ini ditambah lagi karena hubungannya yang baik dengan Sultan Deli dan pembesar tuan-tuan kebon Belanda di daerah tersebut. Jiwa politiknya diasah disini. Karena dinilai kaya raya dan punya hubungan baik dengan Sultan Deli, pemerintah Belanda menganugrahinya pangkat Letnan tercatat pada tanggal 4 September 1885. Ini merupakan jabatan bergengsi bagi orang-orang Cina di Tanah Deli. Tak lama kemudian Tjong A Fie ditunjuk sebagai kepala orang-orang Cina Tanah Deli. Karena kejeliannya melihat peluang bisnis, maka pada tahun 1886 Tjong A Fie kemudian memindahkan pusat imperium bisnisnya ke Medan. Kala itu, Medan hanyalah sebuah kampung kecil yang berada diantara Sungai Deli dan Sungai Babura.

Queny Chang dalam Memories of a Nonya mengatakan bahwa "Tjong A Fie merupakan orang Cina pertama yang memiliki daerah karet dan yang mempekerjakan orang kulit putih". Tjong A Fie tercatat pernah mempekerjakan orang kulit putih yang bernama Kamerlingh Onnes dari keluarga terhormat dan terkenal di Holland namun karena suatu keadaan dia dikirim ke Hindia Timur menjadi petani yang akhirnya tidak mempunyai pekerjaan. Tjong A Fie dengan baik hati mempekerjakannya sebagai penasehat keluarga.  Usahanya saat itu sudah berkembang merambah ke perkebunan karet, kelapa dan teh.

Peranan Tjong A Fie sendiri dalam pembangunan kota Medan bisa dibilang sangat besar. Pertama-tama ia mendirikan tepekong di Klingenstraat sekarang di Jalan Jenderal Sudirman dekat sungai Babura, daerah kampung Kling, selain itu ia juga mendirikan tepekong yang ada di Pulau Brayan. Pada saat itu perkuburan Cina belum ada, sehingga ketika kereta api Belawan – Medan dibangun para pekerja sering menemukan tengkorak orang Cina pada saat mencangkul. Karena itu dialah orang yang pertama mendirikan perkuburan umum Cina di Pulau Berayan.

Ketika Sultan Makmun Alrasyid Deli bermaksud mendirikan Masjid Raya Medan, maka Tjong A Fie menyumbang 1/3 biayanya. Bahkan mesjid di Petisah merupakan sumbangan Tjong A Fie sepenuhnya, juga beberapa masjid di Sipirok dan di Sumatera Barat. Ia juga adalah pendiri pertama "Deli Bank" di Medan dan Maskapai Perkebunan "Si Bulan" serta menjadi presiden pertama Kamar Dagang Tionghoa di Sumatera dengan nama Tiong Hoa Tjung Sang Hui. Pada tahun 1902 dan 1912 berturut-turut ia mendapat anugrah bintang dari pemerintah Hindia Belanda. Pada tanggal 10 Maret 1906 ia diangkat menjadi anggota Afdeelingstraad dan menjadi anggota Cultuurraad Sumatera Timur. Pada tahun itu juga ia diangkat menjadi Major bangsa Cina, jabatan tertinggi untuk bangsa Cina di Medan.

Dalam Sejarah Medan Tempoe Doeloe yang di tulis oleh Tengku Luckman Sinar mengatakan bahwa "kepada Kotapraja Medan  pernah dihadiahkannya sebuah jam besar yang sampai sekarang ada di kantor Walikota Medan. Ia juga menghadiahkan bangunan untuk Persatuan Sekolah Industri yang pertama di Medan tahun 1911". Ini memperlihatkan betapa besar peranan Tjong A Fie dalam pembangunan diberbagai sektor kehidupan politik, ekonomi, pendidikan, dan spiritual tidak hanya di kota Medan bahkan di Sumatera.

Untuk itu Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (PUSSIS) Universitas Negeri Medan bekerjasama dengan The Tjong A Fie Memorial Institut akan menyelenggarakan Seminar dan Pameran PERANAN TJONG A FIE DALAM PEMBANGUNAN DI SUMATERA.

 

2. Maksud dan Tujuan

  1. Memberikan pengetahuan tentang peranan Tjong A Fie dalam pembangunan di Sumatera.
  2. Memperlihatkan kepada masyarakat umum sumbangan Tjong A Fie terhadap  dalam sejarah di Sumatera khususnya Kota Medan.
  3. Memperkenalkan Tjong A Fie sebagai tokoh multikultural di Indonesia khususnya di Medan.



3. Waktu dan Tempat

 

            Hari / Tanggal            : Senin-Sabtu, 03-08 November 2008

            Waktu                         : 09.00 WIB s/d Selesai

            Tempat                       : Di Ruang Sidang A Biro Rektor Universitas Negeri

 Medan (Seminar 3 November 2008) dan Rumah Tjong A

  Fie Mansion (Pameran 3 s/d 8 November 2008)

 

4. Informasi dan Pendaftaran


   
Jl. Willem Iskander Pasar V, Kotak Pos No.1589 Medan 20211
    Telp 061-77800690 CP. 081396029769 (Fahrizal)
    Email: pussis4unimed@gmail.com
    Weblog: www.ipie3.wordpress.com

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: