22 October 2008

[media-sumut] Fenomena Perkawinan Usia Dini di Nias Difilmkan



--- Pada Rab, 22/10/08, SFdFilms Forum Sineas Medan <sfdfilms@yahoo.com> menulis:
Dari: SFdFilms Forum Sineas Medan <sfdfilms@yahoo.com>
Topik:
Kepada: lubiscom@yahoo.com
Cc: "sofie In-Docs" <sofie@in-docs.com>, babibutafilm@gmail.com, staffakindo@gmail.com, makassarapasaja@yahoo.com, danar_tri@yahoo.co.id, dejavucommunity@yahoo.com, redaksi@filmalternatif.org, ffm_yogya@yahoo.co.id, filmmakerpelajar@yahoo.com, fourcolours2001@yahoo.com, galerivideo@yahoo.com, importalmail@yahoo.com, kepadajkfb@gmail.com, kineruku@yahoo.com, kronikfilmedia@yahoo.com, corporate_art_whore@yahoo.com, Lunch_management@yahoo.co.id, fourth_matekstosi@yahoo.co.id, matakaca06@yahoo.co.id, milikitavideolearning@yahoo.com, monochronic_vision@yahoo.co.id, supir_rei@yahoo.com, moviegladpictures@yahoo.com, redaksi@ruangfilm.com, ruangfilm@gmail.com, sangkanparan2002@yahoo.com, bessy4beatgeneration@yahoo.com, onnykres@yahoo.com, kontak@surabayascene.cjb.net, gambargerakstudio@yahoo.co.id, putra@thekebayoranconsulting.com, info@themarshall.org, info@the-restart.com, kotaksurat@konfiden.or.id, miranti.hirschmann@yahoo.com
Tanggal: Rabu, 22 Oktober, 2008, 9:04 PM

PressRelles:

 

Fenomena Perkawinan Usia Dini di Nias Difilmkan:

*Diputar di Lapangan Merdeka Gunung Sitoli

 

Kisah perkawinan usia dini di Kabupaten Nias bukan merupakan hal baru yang kita dengar. Berdasarkan penelitian Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), sepanjang 2005 – 2007 tercatat 109 kasus kekerasan terhadap perempuan, dengan dominasi kasus perkawinan usia dini.

            Karenanya, PKPA bekerjasama dengan Sineas Film Documentary (SFD) dan didukung Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, membuat film bergenre dokudrama yang mengangkat fenomena kentalnya perkawinan dini di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Nias.

Film berjudul "Perempuan Nias Meretas Jalan Kesetaraan" dan berdurasi 35 menit ini akan ditayangkan di Lapangan Merdeka Gunung Sitoli, Sabtu malam (25/10), setelah sebelumnya ditayangkan di Kecamatan Lahewa pada Selasa (21/10) dan di Desa Sawo, Rabu (23/10).

            "Film ini merupakan kisah nyata yang berangkat dari hasil penelitian PKPA atas kekerasan terhadap anak dan perempuan, terutama tentang perkawinan di usia dini. Film ini adalah sebuah kampanye betapa kekerasan terhadap perempuan tidak seharusnya terjadi lagi," kata Direktur PKPA Medan, Ahmad Sofyan, kepada wartawan, Rabu (22/10).

            Film dokudrama ini diproduksi untuk tidak dikomersilkan. Film ini diproduksi sebagai media kampanye PKPA menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan terutama menolak pernikahan di usia dini.

            Film berkisah tentang Yanti, anak perempuan Nias berusia 15 tahun yang cantik, energik dan cerdas, yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMA favorit dengan beasiswa yang ia peroleh karena prestasinya. Namun, keinginannya tersebut terkendala karena tiba-tiba ia mendengar bahwa dirinya akan segera dinikahkan dengan keluarga terpandang di desa mereka. Bahkan, jujuran (uang pinangan) sudah dipersiapkan. Tak ingin adiknya mengalami pernikahan dini yang bakal menyeretnya dalam penderitaan sebagaimana yang dialaminya, Mira sang kakak mencoba berbagai cara untuk menggagalkan rencana yang sudah disusun sang ayah meski harus mendapat berbagai perlakuan kasar dan kekerasan.

            "Kisah Yanti tentu merupakan fakta yang semestinya tidak boleh terjadi lagi di saat dunia menjunjung tinggi derajat perempuan. Tapi, di beberapa daerah di Indonesia , fakta-fakta ini masih dapat diendus dengan begitu mudah. Di Nias, kawin paksa yang lebih identik dengan kekerasan terhadap perempuan lebih cenderung dilatarbelakangi penafsiran adat dan agama yang bias gender," ujar Producer Film Perempuan Nias Meretas Jalan Kesetaraan, Misran Lubis

            Di mata sutradara dokudrama ini , Onny Kresnawan yang juga Direktur SFD, ada fenomena sosial yang terjadi di Nias sehingga menggerakkan SFD dengan PKPA untuk membuat film dokudrama, dimana 50 persen di antaranya merupakan fakta dan 50 persen lainnya merupakan bumbu-bumbu dari sinematografi.

            Penggarapan fim ini memakan waktu 13 hari (10 shooting di lapangan dan 3 hari audisi pemain). Pemain-pemain sendiri berasal dari daerah yang dalam penelitian PKPA termasuk daerah dengan angka tertinggi dalam kasus kekerasan terhadap perempuan, di antaranya di Desa Sawo, Kecamatan Tuhemberua, Kab. Nias.

            Meski bukan aktor dan aktris, namun dengan semangat yang cukup tinggi, sejumlah pemain yang direkrut dengan tokoh utama Vini S Zega sebagai Yanti dan Noveria Zega sebagai Mira serta dibantu beberapa warga setempat serta personil PKPA, dapat menghasilkan sebuah  film non komersil yang layak tonton.

            Saat draft editing film 75 persen dikerjakan SFD, dan kemudian dilakukan evaluasi yang melibatkan beberapa tokoh masyarakat, pihak kepolisian dan stakeholder di Gunung Sitoli mendapat respon positif. "Ternyata, di luar dugaan film ini diakui mereka sebagai karya besar Ono Niha,  bahwa film ini merupakan karya anak Nias yang cukup membanggakan. Dan mereka meminta agar film ini diputar secara umum," ujar Onny.

            Film ini juga menjadi pemicu bagi SFD untuk memproduksi film-film dokudrama sejenis bersama anak-anak di tingkat II se-Sumatetra Utara dengan thema "Suara Anak Bawah Langit". "Film ini akan berkonsep tentang kisah anak-anak di beberapa daerah, dengan persoalan mereka  masing-masing dan didaerah masing-masing. Misalnya di Labuhan Batu, kita bisa membuat dokudrama tentang pekerja anak di perkebunan. Di Langkat, bisa diangkat kehidupan anak-anak di jermal," jelas Onny yang tahun lalu karya Film Dokumenternya "Pantang di Jaring Halus" dan "BADAI" merai anugrah film terbaik di J-Festival Jawa Timur dan Juara III di Jakarta.

             "Saya optimis masyarakat Nias akan tumpah ke Lapangan Merdeka Gunung Sitoli  karena film ini berbau edukasi sekaligus menggambarkan keindahan fanorama alam dan kebudayaan di Nias. Saya optimis ini akan disambut baik masyarakat Nias," tutur Onny***

 

Ditulis Oleh

Fahriz Tanjung

 



Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!


Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. __._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: