27 November 2008

[media-sumut] Beauty IRES



--- On Thu, 11/27/08, Eva Eva <may.eva@cni.co.id> wrote:
From: Eva Eva <may.eva@cni.co.id>
Subject: Mohon Bantuan
To: "Djodi Ismanto" <adindagolid@yahoo.com>
Date: Thursday, November 27, 2008, 6:50 PM

Dear, Pak Djodi
 
Semoga dalam keadaan sehat selalu dalam menjalankan aktifitasnya.
 
Berhubung karena Bapak di Medan,maka dengan ini saya bermaksud minta bantuan Pak Djodi untuk menyebarkan ke rekan-rekan mengenai acara yang akan kami adakan yaitu :
 
Beauty Class yaitu kelas keterampilan untuk merias dalam 1 hari.
 
Produknya seperti terlampir.
 
Terima kasih sebelumnya ya Pak ( ini khusus untuk yang di Medan )
 
Bila tertarik dapat menghubungi
 
Eva
061 - 91120618
061 - 8465289 Ex. 1103
 
 
 

[media-sumut] Re: [media-jakarta] RADIO 102, 6 GO FM MEDAN & STAR INDONESIA PRESENT MEDAN FAIR 2008

> IKUTI DAN SAKSIKANLAH MEDAN FAIR 2008
> Tgl 5 s/d 21 Desember 2008
>
> @ Tapian Daya PEKAN RAYA SUMATERA UTARA Medan
>
>
> Diramaikan artis-artis ibukota setiap malamnya:
> 08 Des 08 ST 12
> 10 Des 08 NAFF
> 11 Des 08 RINI IDOL
> 16 Des 08 IHSAN IDOL
> 17 Des 08 THE TITANS
> 19 Des 08 THE ROCK
> (Ikuti jumpa artis di Studio Mini Radio 102,6 GO FM di Palladium Plaza
> Medan - waktu Tentative)
>
> Juga dihadirkan hiburan untuk keluarga anda :
> Mini Circus, Happy zone, Adventure zone, Nuansa Alam Gaib, dan masih
> banyak lagi...
>
> Semarak Lomba Medan Fair 2008
> 05 Des '08 Lomba Karaoke Dangdut (Penyisihan)
> 06 Des '08 Lomba Modern Dance (Penyisihan) & Lomba Busana Daerah
> TK
> 07 Des '08 Lomba Karaoke Mandarin (Penyisihan) & Lomba Mewarnai TK
> 08 Des '08 Lomba Karaoke Pop
> 09 Des '08 Final Karaoke Dangdut Dan Modern Dance
> 10 Des '08 Final Pop dan Mandarin
> 11 - 12 Des '08 Festival band Pelajar (Penyisihan)
> 13 Des '08 Festival Band Umum (Penyisihan)& Pentas Seni TK
> 14 Des '08 Festival Band Umum (Penyisihan)& Pentas Seni TK
> 15 Des '08 Final Band Pelajar
> 16 Des '08 Final Band Umum
> 17 Des '08 Pemilihan Jaka & Dara Medan Fair(Penyisihan)
> 18 Des '08 Final Jaka & Dara Medan Fair
> 19 Des '08 Accoustic Festival (Penyisihan)
> 20 Des '08 Accoustic Final
> 21 Des '08 Hiburan oleh para Finalis Band
>
> Didukung Oleh
> Gudang Garam Surya Slim - Perubahan itu perlu/ Bank BUKOPIN/ HONDA / FREN
> / HAPPY / AXIS / SINYOKU / ROYAL PERINTIS HOTEL //
>
>
>

------------------------------------

media sumutYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-sumut-digest@yahoogroups.com
mailto:media-sumut-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-sumut-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[media-sumut] Re: Siapa Mengkhianati Sisingamangaraja XII (Majalah TAPIAN Edisi November)

>
>
>
>
> Maaf sekedar informasi sekaligus promosi
>
>
>
> Salam TAPIAN
>
>
>
> Bagi masyarakat Batak,
> Sisingamangaraja XII adalah heroisme sekaligus spiritualisme. Mereka
> bangga
> mengenang Baginda Raja yang bisa bertahan sampai 30 tahun dalam memerangi
> sang
> penjajah bermata putih, sibottar mata.
> Belanda! Raja yang bersumpah lebih baik mati daripada menerima kata damai
> dan
> tawaran menjadi sultan, asalkan dia berpangku tangan melihat tanah dan
> kaumnya ditindas. Dia adalah juga seorang malim, orang suci, yang menjadi
> penghubung hati orang-orang Batak dengan sang maha pencipta mereka, Debata
> Mulajadi Na Bolon.
>
> Sisingamangaraja XII diangkat pemerintah sebagai pahlawan
> nasional. Tetapi, bukan semata-mata karena itu TAPIAN dalam edisi
> (kepahlawanan) November ini menyajikan tulisan agak panjang mengenai tokoh
> legendaris dari Bakkara itu. Yang layak diingat adalah bahwa dia tak pelak
> lagi
> merupakan pejuang yang telah memberikan sumbangan yang tak diragukan lagi
> dalam
> perlawanan terhadap penjajah Belanda. Sementara predikat yang sama mungkin
> saja
> telah jatuh kepada seseorang yang justeru telah melancarkan invasi
> terhadap
> etnis lain, dan dengan demikian memberikan kemudahan kepada Belanda untuk
> menguasai Nusantara. Artikel dengan judul "Warisan Raja Namaruhum,
> Namarhatua" kami berharap agar beberapa warisan-warisan dari
> Sisingamangaraja XII dapat terus dirawat. Warisan yang tidak hanya
> berbentuk
> fisik melainkan berbentuk warisan hukum dan gerakan spiritualitas
> Parmalim.
> Tulisan utama Sisingamangaraja XII di edisi November ini tidak hanya
> menceritakan
> proses perjuangannya melawan kolonial, tapi juga dibalik semua itu ada
> petemanan yang indah antara etnis Batak dan Aceh yang sangat dikhawatirkan
> oleh
> Belanda, migrasi (selama ini sering dinyatakan lari) Sisingamangaraja XII
> ke
> Dairi, termasuk juga pengkhianatan terhadap raja ini. Beruntung kami
> berhasil menyajikan wawancara dengan salah seorang
> cucu kandung dari Sisingamangaraja XII yang masih ada, Raja Napatar
> Sinambela. Sehingga tulisan yang semuanya berada pada artikel Sudut
> Pandang, sengaja kami beri tema besar di Edisi ini "Siapa Mengkhianati
> Sisingamangaraja XII ?"
>
> Undang-undang anti pornografi telah disahkan. Meskipun
> demikian saat menjelang pengesahannya banyak kontroversi. Terakhir muncul
> di
> beberapa daerah, yang menyatakan menantang pengesahannya. Dirubrik
> Serbaneka,
> ada uraian tentang asal-usul kata pornografi, dan bahwa yang memaksakan
> disahkannya rancangan undang-undang itu hanyalah gairah yang tak tertahan
> pada
> sekelompok kecil orang. Sejarawan Hilmar Farid memaparkan dengan tulisan
> "RUU Porno : Hasrat Besar Kelompok Kecil"
>
> Keuletan dan keteguhan dalam memberikan makna bagi
> kehidupan seseorang bisa menjadi ilham atau malahan pendorong bagi orang
> lain.
> Silakan menikmati perjalanan karier sutradara film Edward Pesta Sirait
> dalam rubrik Sosok. Sementara dalam rubrik Dari Rantau kami sajikan kisah
> sukses Raja Utara Simanulang, yang mengadu nasib sebagai tukang tambal
> ban, namun berhasil menyekolahkan
> anaknya sampai perguruan tinggi. Dan dengan bermodal angin, dia bersama
> istrinya sudah pernah menginjakkan kaki di Yerusalem.
>
> Para pembaca yang terhormat, kalau sudah membaca kisah si
> tukang tambal ban yang bernama Raja itu, terimalah permintaan maaf dari
> kami,
> karena kisah sukses itu semestinya sudah dimuat dalam TAPIAN edisi
> kemarin. Sekali
> lagi maaf.
>
> Tak sedikit
> keluh-kesah mengapa Tanah Batak tetap tertinggal dalam kemiskinan. Di
> rubrik
> Kritik ada uraian tentang koperasi agribisnis sebagai basis ekonomi
> rakyat.
> Tulisan itu ditutup dengan saran jika gerakan koperasi itu dipraktekkan
> dengan
> berpegang pada semboyan marsipature
> hutana be, maka dalam tempo 5-10 tahun pedesaan di Tanah Batak akan maju
> dan kemiskinan akan teratasi.
>
> Dari sebuah ayat
> Al Quran dapat dipahami bahwa tidak ada perbedaan antara manusia yang
> sehat dan
> sakit, termasuk mereka yang kena HIV/AIDS. Yang membedakan manusia
> hanyalah prestasi takwa. Belum tentu
> penderita HIV/AIDS lebih rendah kualitas takwanya dari yang bukan
> penderita.
> Demikian pula sebaliknya. Begitulah ungkapan seorang penulis yang Islami
> di
> rubrik Spiritualitas dalam memandang bagaimana para penderita penyakit
> yang
> mematikan itu harus diperlakukan secara manusiawi. Karena Islam, katanya,
> adalah agama yang memuliakan manusia. Begitulah intisari tulisan yang
> disampaikan oleh Siti Musdah Mulia, muslimah pertama yang menulis
> buku anti poligami, dengan tulisan yang berjudul "Mewaspadai HIV/ AIDS
> Perspektif Islam".
>
> Tak
> bosan-bosannya Om Galung tampil di rubrik Catur, dengan studi permainan
> akhir yang mencerahkan. Dan ada lagi sejumlah tulisan yang sayang kalau
> ditinggalkan. Termasuk pesona Danau Toba di rubrik Wisata dan tentang
> penyakit
> gatal-gatal yang kembali menyerang penduduk dan diduga karena limbah
> pabrik
> bubur kertas yang terletak tak jauh dari Porsea.
>
>
>
> Majalah TAPIAN,
>
> Kami berangkat dari
> budaya batak menuju budaya untuk kemanusiaan.
>
> Dengan semangat
> keberagaman dan toleransi antar setiap etnis
>
>
> Dalam terus merawat "Bhinneka Tunggal Ika"
>
>
>
>
>
> Salam Hormat
>
>
>
> Chris Poerba
>
> Wartawan dan Penggiat
>
> Majalah TAPIAN
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ------------------------------------
>
> Kalau anda mau berhenti dari keanggotaan dalam milis ini, silahkan kirim
> surat kosong ke alamat berikut ini:
> pluralitas-icrp-unsubscribe@yahoogroups.com
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

------------------------------------

media sumutYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-sumut-digest@yahoogroups.com
mailto:media-sumut-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-sumut-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

26 November 2008

[media-sumut] GoldenBox 2nd | Jogja Gallery, Yogyakarta | 5-12 Desember 2008



UNDANGAN PAMERAN SENI VISUAL

 GOLDENBOX 2nd

Tentang GoldenBox: merupakan pameran konsinyasi/titip jual di Jogja Gallery [JG], yang berganti tiap 4 bulan sekali. Program GoldenBox kali ini menginjak kali kedua [Agustus-November 2008] dan akan diperpanjang hingga Maret 2009. GoldenBox berikutnya, yakni GoldenBox #3 terbuka bagi perupa siapa saja, aliran apa saja dan darimana saja. Silakan mengirim aplikasi ke Jogja Gallery untuk diseleksi. Kami tunggu karya-karya terbaik Anda.

 

Pameran GoldenBox #2 akan dibuka oleh

NASIRUN

(Seniman)

 

Jumat, 5 Desember 2008

Pukul 19.00 WIB

di Jogja Gallery [JG]

Jalan Pekapalan No 7, Alun-alun Utara Yogyakarta

Pameran berlangsung hingga 12 Desember 2008

Galeri buka setiap Selasa-Minggu, pukul. 09.00 – 21.00 WIB

 

Seniman:

Andi Ramdani, Annisa Ridho Sageti, Ardy Puji  Wahono, Arie Dyanto, Bambang "Toko" Witjaksono, Bambang Pujiono, Bayu Aria Widhi Kristanto, Benyamin Dermawan, Budi Asih, Camelia Mitasari Hasibuan, Dedy Sufriadi, Denny "Snod" Susanto, Dhidhik Danardhono, Dwi Surya Purnama Putra, Dyan Anggraini Hutomo, Eko Didyk "Codit" Sukowati, Fredy Chandra, Gede Krishna Widiathama, Hana Aulia Kusumawati, Hariadi Nugroho, Herpianto Hendra, I Made Arya Palguna, Kasih Hartono, Kristianus, Kuat, Lashita Situmorang, Lucia Hartini, Muhammad  Idris, Masriel, Mawarsih, Mikael Markus, Muji Harjo, Musa Matius, Muhammad  Fadhlil Abdi, Mohammad Rofikin, Mahendra Satria Wibawa, Marjan, Oetje Alamsyah Lubis, Pandu Mahendra, Pega Lina, Prilasiana, Puji Rahayu, Ramadhani Kurniawan, Ronald Apriyan, Singgih Andhi Prasetya, Sumbul Pranowo, Sujiwo Tejo, Toto Nugroho, Umi Mi'u, Vani H.R., W.M. Hendrix, Yudianto, Yurnalis a.k.a BES

 

Info lainnya!!!

Dapatkan katalog post-event pameran seni visual 'SELF PORTRAIT: Famous Living Artists of Indonesia' dengan harga khusus, hanya pada malam pembukaan GoldenBox #2.


 

Info dan kontak selanjutnya, silakan hubungi :

 Jogja Gallery [JG]

Jalan Pekapalan No 7, Alun-alun Utara, Yogyakarta 55000 Indonesia

Phone +62 274 419999, 412021 Phone/Fax +62 274 412023

Phone/SMS +62 274 7161188, 0888 696 7227

email jogjagallery@yahoo.co.id / info@jogja-gallery.com

http://jogja-gallery.com


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Ada Apa Dengan Billy Kompas?

Salam Kemerdekaan Pers,

Kemarin malam saya dapat informasi ada teman kita jurnalis Kompas Bily bermasalah dengan pihak kepolisian. Saat ini Billy tengah diperiksa secara intensif di Polsekta Medan Baru. Adakah teman2 yang tahu persis kronologis kejadiannya? Apakah Billy mendapat perlakuan tidak menyenangkan dan diperiksa oleh  pihak kepolisian pada saat menjalankan tugas jurnalistik atau yang berkaitan dengan pemberitaannya? Jika benar, tentu sangat ironis dimana saat kita tengah menyemangati UUD Pers No.40 Thn 1999 dan TOLAK KRIMINALISASI PERS!

Mohon kepada kawan2 yang bisa bantu sharing informasinya dan terimakasih

Salam
Onny Kresnawan
Koord. Div Advokasi AJI Medan


Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! __._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

24 November 2008

[media-sumut] Pemutaran film dengan tema World Documentary (Film-film HAM) @ Kineforum

Ketemu Lagi, Ini Kali Lebih Dekat!

Pada akhir bulan, kineforum bekerjasama dengan CCF dan Komnas Perempuan memperingati 60 tahun disahkannya Deklarasi Hak Asasi Manusia oleh Parlemen Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 10 Desember 1948 dan Bulan Film Dokumenter Prancis yang ke-9. Kita akan menyaksikan para pembuat film membicarakan persoalan HAM dari perspektif Eropa – Asia – Afrika – Amerika, perspektif perempuan – lelaki, perspektif anak – dewasa. Peringatan ini juga bersamaan dengan Kampanye 16 Hari Komnas Perempuan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

Sinopsis  

WORLD DOCUMENTARY

Le Cas Pinochet (2001) 110 menit, Sutradara : Patricio Guzman (teks inggris) UNTUK 15 tahun keatas

Pada tahun 1998, jenderal Pinochet berangkat ke Inggris untuk bersenang-senang. Ia tinggal disana selama lebih dari 500 hari dan ditangkap atas perintah hakim asal Spanyol Balthasar Garzon untuk menjadi tahanan rumah. Patricio Guzman yang berasal dari Chili, pergi ke Paris pada waktu itu dan langsung melahirkan proyek dokumenter mengenai satu-satunya peristiwa unik dalam sejarah : seorang diktator yang ditakuti oleh hakim mancanegara setelah 25 tahun berkuasa.

Patricio Guzman membuat film yang sangat dalam : diawali dengan tanah kering di Chili sebagai usaha untuk menemukan kembali tapak-tapak yang hilang dari regim yang masih saja tidak mengakuinya. Kita juga diajak untuk menggali kenangan dari mereka yang menjadi saksi penyiksaan berat di penjara. Kita menggali untuk dapat memahami alasan-alasan terdalam yang dapat kita simpulkan dari peristiwa tersebut.

 

Le Cercle des noyés (2007) 75 menit, Sutradara : Pierre-Yves Vandeweerd (teks inggris) UNTUK 15 tahun keatas

"Lingkaran dari mereka yang terbenam" adalah nama yang diberikan kepada para tahanan politik hitam di Mauritania yang dikurung mulai tahun 1986 di daerah bekas koloni Oualata. Ba Fara adalah salah satu dari mereka. Bersama-sama ia menulis satu dari banyak halaman gelap dari sejarah kontemporer Mauritania. Cerita ini, dalam bahasa masyarakat, memberikan intensitas dan nilai dari film ini. Seperti Abdellatif Laabi, narator membangkitkan kehidupan para pekerja paksa bersama kawan-kawannya yang malang. Tidak ada sedikit pun rasa malu yang mereka simpan. Kerja paksa, siksaan, kelaparan dan penyakit yang menimpa mereka yang terasing selama bertahun-tahun yang lalu.



De guerre lasses (2003) 98 menit, Sutradara : Laurent Bécue-Renard (versi prancis teks inggris)

Do Srebrenica, sekitar 7000 pria menghilang pada tanggal 12 Juli 1995 dan menjadi korban kekejaman militer. Istri, ibu, saudara perempuan, tak jemu-jemunya mencari, menanyakan dalam keheningan dan penderitaan tanpa henti. Asosiasi Vive Zene dengan misi menampung wannita-wanita dari Bosnia yang mencari kembali kehidupan mereka. Selama setahun, sutradara mengikuti tugas asosiasi ini. Sebuah kesaksian mengenai rekonstruksi yang sulit dari keberadaan dan harga diri mereka.

 

Guerre et santé (1996) 52 menit, sutrdara : Michel Vuillermet (versi prancis teks inggris) UNTUK 13 tahun keatas

Dengan mengubah keluasan dan sifatnya, perang masa kini membuat masyarakat luas sebagai korban utama. Dilahirkan pada akhir abad ke-19 oleh Henri Dunant, kegiatan kemanusiaan berusaha menjawab kebiasaan buruk kematian sebagai akhibat dari pertikaian besar.. Melalui berbagai pengakuan dari dokter-dokter di medan perang, film ini menapak tilas sejarah tragis dari aksi kemanusiaan yang pada tahun 1994 menimpa Rwanda.

Invente-moi un pays (2005) 58 menit sutradara : Catalina Villar (versi prancis teks inggris) UNTUK Semua Umur

Catalina Vilar mengajak anak-anak yang belajar hidup di pengasingan di Prancis untuk membuat film mengenai mereka : sebuah film pendek fiksi dimana proses pembuatannya menjadi materi sebuah dokumenter. Mereka berumur antara 8 dan 12 tahun dan tinggal di sebuah CADA (pusat penampungan bagi para peminta suaka) di kota Melun. Mereka meninggalkan negara mereka yang dilanda perang atau dalam ketegangan yang sengit. Bersama-sama mereka menyatukan kisah seorang anak yang tinggal di negeri jauh tanpa ada pilihan lain. Anak-anak ini melakukan perjalanan panjang dan akhirnya tiba di Prancis dimana mereka harus memulai sebuah kehidupan yang baru. Kisah ini semacam kisah mereka sendiri. Sarasehan film menjadi ladang bagi anak-anak untuk mengungkapkan kenangan-kenangan yang ingin mereka tinggalkan sehingga mereka terlibat dalam segala diskusi mengenai rasisme atau agama, berbagai pengalaman mengenai Prancis...

Leçon de Biékirusse (2006) 56 menit, Sutradara : Miroslaw Dembinski (versi prancis teks inggris) UNTUK 13 tahun keatas

Tak lama setelah runtuhnya Soviet, angin kebebasan berhembus di Universitas Minsk. Namun dengan hadirnya Lukachenko pada tahun 1995, Bielorusia menjadi kelam kembali di bawah pemerintahan diktaktor. Walaupun ditekan habis-habisan, kaum muda dari negara ini mencoba bertahan terhadap pemerintah yang berkuasa. Intelek dan berbakat, para mahasiswa bergerak dan menuntut demokratisasi di Bielarusia. Mereka mengungkapkan suara mereka dengan berbagai cara, terutama dengan musik yang menjadi semacam tali pengikat. Mereka sangat yakin bahwa suatu hari nanti Bielorusia akan menjadi negara yang merdeka.

 

La lise de Carla (2006) 105 menit , Sutradara : Marcel Schüpbach (versi prancis teks inggris) UNTUK 13 tahun keatas

Di tengah-tengah sidang Mahkamah Internasional untuk ex-Yugoslavia, Carla del Ponte berusaha mendapatkan surat penahanan para penjahat perang yang masih bebas. Untuk pertama kalinya sebuah kamera masuk ke dalam ruang sidang Mahkamah Internasional dan mengikuti rutinitas kerja seorang jaksa bersama anggota-anggotanya dari Den Haag sampai New York melewati Belgrade, Zagreb, Luxemburg dan Washington. Ketika berada di Bosnia, sepuluh tahun setelah peristiwa Srebrenica, banyak perempuan menanti ditegakkannya keadilan. Mereka kembali meloloskan diri dari pembantaian dan mempertanyakan : apakah Mahkamah Internasional masih dapat dipercaya?

 

Nous, les enfants du XXe siècle (1994) 87 menit, Sutradara : Vitali Kanevski  (versi prancis teks inggris) UNTUK 13 tahun keatas

Vitali Kanevski, sutradara dari "Bouge pas, meurs et ressucite", menemui anak-anak muda Rusia di berbagai lorong dan gudang, pusat-pusat rehabilitasi dan penjara anak-anak. Ia juga merekam anak-anak jalanan di Saint Petersburg dan Moskow, para pengelana yang tidak merusak, perokok berat dan juga perampok bahkan pembunuh, untuk membuat sebuah dokumenter-vérité yang menunjukkan dunia kelam yang bengis. Kanevski mengajak penonton untuk turun ke jurang neraka dan mendalami jiwa para kriminal, besar maupun kecil. Sebuah film yang keras dan kejam yang menggambarkan sebuah potret masyarakat yang kebingungan atau menjadi korban dari kenihilan sosial, anak-anak ini tidak dapat menanggung seluruh tanggung jawab ini.

 

Le Prêt, la Poule et l'œuf (2002) 78 menit, Sutradara : Claude Mouriéras (versi prancis teks inggris) UNTUK 13 tahun keatas

"Buusaa" adalah sebuah perusahaan kecil dari Ethiopia yang diciptakan oleh mantan militan dengan tujuan memberi pinjaman uang bagi mereka yang sangat membutuhkan yang dikumpulkan menjadi peminjam solidaritas. Claude Mouriéras mengikuti Adam yang membawanya ke dalam peperangan agar wanita-wanita di desanya dapat keluar dari jerat kemiskinan dimana ia juga berusaha menjalankan operasi tersebut... Namun berhadapan dengan kesulitan pengembalian pinjaman, kegairahan para perwakilan dari "Buusaa" menurun lantaran keragu-raguan klien mereka... Masalah mempertahankan hidup sehari-hari mengajak kita untuk berpikir kembali mengenai konsep ideologis dan menunjukkan bagaimana niatan baik seseorang dapat menyakitkan menurut padangan realitas ekonomis negara-negara di Selatan.

 

Les Petits soldats (2004)  84 menit, Sutradara : François Margolin (versi prancis teks inggris) UNTUK 13 tahun keatas

Setelah 14 tahun terbenam dalam perang sipil, Liberia menjadi sebuah negara yang kosong dimana anak-anak menjadi tentara yang berkeliaran bebas. Berumur antara 9 smpai 17 tahun, laki-laki maupun perempuan. Untuk pertama kalinya mereka menceritakan bagaimana mereka hidup dan menderita. Secara rinci mereka menjelaskan peperangan dan kisah hidup, penculikan, pelucutan, pembunuhan, pemerasan, pemerkosaan... namun juga harapan kanak-kanak mereka : bertemu kembali dengan ayah dan ibu, pergi ke sekolah. François Margolin menanyai brigade anak-anak menurut nama panggilan perang mereka, mereka menganggap diri sebagai "pemberontak barbar" yang berjuang melawan pemerintahan. Dalam berbagai kelompok LSM dan MSF (Dokter lintas batas) di Monrovia, anak-anak pengungsi, ex tentara LURD, menemukan kata-kata mereka untuk mengungkapkan kekejaman dan rasa bersalah untuk semua, hasrat untuk kembali ke kehidupan normal.



S21, la machine de mort khmère rouge (2003) 105 menit, Sutradara : Rithy Panh (versi prancis teks inggris) UNTUK 13 tahun keatas

Di bawah Pol Pot dan rejim Khmer Merah, antara tahun 1974 dan 1979, lebih dari 20.000 orang ditangkap, diinterogasi, disiksa lalu dihukum di pusat rehabilitasi dan hukuman di jantung kota Phnom Penh, S21. Rithy Panh berusaha memahami bagaimana partai komunis demokratis di Kamboja mengorganisir dan melaksanakan sistem politik eliminasi mereka. Selama hampir tiga tahun, sutradara melakukan pencarian yang panjang dari tawanan yang lolos (tujuh orang selamat), dan juga mantan algojo mereka. Ia berhasil meyakinkan kedua pihak yang berlawanan itu untuk memberi kesaksian di lokasi yang sama yang diubah menjadi museum genosida. Mengkonfrontasikan algojo dengan korbannya, Rithy Panh membuat sebuah refleksi yang menakjubkan dari mekanisme pemerintahan totaliter.

 

Selves and others : un portrait d'Edward Said (2002) 52 menit, Sutrdara : Emmanuel Hamon (versi prancis teks inggris) UNTUK 13 tahun keatas

Potret dari seorang intelektual asal Palestina sebelum ia menghilang. Dalam wawancara panjang ini, Edward Said yang pernah tinggal di Amerika Serikat, kembali ke hidupnya, ke asal-muasalnya, studinya, ikatannya dengan keseharian. Terlebih ia membela konsepnya sebagai intelektual dan memastikan posisinya dalam konflik Israel-Palestina. Akankah bentuk wawancara ini tetap menjadi sederhana untuk menampilkan ungkapan yang lebih baik dari sang peneliti dan seputar sebuah foto atau sebuah kenangan sepintas akan seorang pria.



Les Survivants (2005) 116 menit, Sutradara : Patrick Rotman (versi prancis teks inggris) UNTUK 15 tahun keatas

Tahun terakhir peperangan merupakan masa yang sulit : pemusnahan orang-orang Yahudi di Hungaria dan orang Jipsi di Birkenau, evakuasi Nazi bulan Januari di kamp Polandia, barisan jenazah, penantian akhir di kamp yang sesak, wabah penyakit, chaos kiamat di minggu terakhir April 1945, datangnya tentara sekutu, pembebasan tanpa kebebasan, perjalanan pulang, penyambutan di Hotel Lutesia, penemuan kembali tempat orang-orang yang selamat, bertemu kembali dengan keluarga yan selamat. Enampuluh tahun kemudian, orang-orang yang selamat bersuara : mengungkapan yang tak terucapkan, penderitaan yang luar biasa. Mereka bercerita tentang kesulitan berbicara kembali sekembali mereka dan lebih parah lagi adalah penolakan orang lain untuk mendengar. Junlah mereka hanya beberapa ribu dan suara mereka menghilang dalam kepedihan pasca perang.

 

Terre d'asile (1995) sutradara : Axel Clévenot (versi prancis teks inggris) UNTUK 13 tahun keatas

Pengasingan dan suaka merupakan bagian dari mitos yang membangun peradaban kita. Semenjak dua abad, peraturan hak-hak suaka mengalami perubahan sesuai seperti mereka yang mengetukk pintu Eropa yang pada tahun 1951 beberapa negara mengadopsi Kesepakatan Jenewa yang menentukan status para pengungsi : terdiri dari tiga bagian, film ini menceritakan sejarah hak-hak suaka di Eropa, dari abad ke-19 sampai sekarang.

 

Un abolitionniste (2001) 55 menit, Sutradara : Joël Calmettes  (versi prancis teks inggris) UNTUK 13 tahun keatas

"Dengan bangga, saya, atas nama pemerintahan Repubik, memohon kepada Dewan Nasional untuk menghapus hukuman mati di Prancis." Pada tahun 1981, Robert Badinter, yang baru diangkat menjadi Mentri Kehakiman oleh François Mitterrand, terharu. Ia kembali dari perang salibnya melawan hukuman mati  padahal baru saja bergabung dengan kelompok anti hukuman mati. Traktat anti hukuman mati ini semenjak awal 70an dimana 63 % orang Prancis memberi pendapat mereka, Robert Badinter menjadi sebuah simbol.. Hidupnya berubah pada tahun 1972, ketika persidangan kasus Buffet dan Bontemps yang dihukum mati menghalanginya. Maka dimulailah sebuah peperangan suci yang lama melawan gerakan kembali ke hukuman kuno. Ketika persidangan kasus Patrick Henry, ia kembali mengusahakan penghapusan hukuman berat untuk kembali kepada hukuman penjara.

 

Un coupable idéal (2001) 115 menit, Sutradara : Jean-Xavier de Lestrade (versi prancis teks inggris) UNTUK 13 tahun keatas

Negara bagian Florida, AS, tanggal 7 Mei 2000. Di Jacksonville seorang turis kulit putih dibunuh dengan tembakan di kepala. Dua jam kemudian Brenton Butler, pemuda negro usia 15 tahun, ditangkap. Secara resmi diidentifikasi oleh suami korban, ia menandatangani pengakuannya. Semua orang menuduhnya dan bagi para pengamat serta media, ini hanyalah kisah sedih yang biasa dari seorang remaja yang menjadi "terdakwa ideal". Dengan mengambil pengamatan yang sama, pengacara Patrick Mac Guiness dan Ann Finnell menemukan banyak hal aneh yang menjadi hasil penyidikan polisi, terutama pemaksaan pengakuan dengan kekerasan.



Votez pour moi ! (2007) 58 menit, Sutradara : Weijun Chen (versi prancis teks inggris) UNTUK Semua Umur

Di Wuhan, China, siswa-siswa di sebuah sekolah dasar untuk pertama kalinya melakukan pemilu untuk memilih ketua kelas. Luo Lei, Xu Xiaofei dan Cheng Cheng adalah kandidatnya. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan dengan dorongan dari guru dan orang tua. Tujuan : menemukan makna demokrasi daru sebuah negara dimana pemilihan umum  selalu menerima hegemoni partai komunis China. Sebuah dokumenter yang unik yang menangkap anak-anak menemukan demokrasi yang tidak pernah ada di sekeliling mereka sebelumnya.

Informasi  lebih lengkap silakan lihat http://kineforum.wordpress.com/2008/10/30/jadual-program-november/

Kineforum

Nonton film-film dari seluruh dunia setiap harinya

www.kineforum.wordpress.com

Telp : (021) 316 27 80 / 398 99 634 (Anita –Kineforum-), 0878 777 0220 6 / 980 67 597 (Petrus –Kineforum-)


 


Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. __._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

22 November 2008

[media-sumut] Re: [mediacare] Fwd: [ajisaja] AJI Banda Aceh Dirikan Sekolah Jurnalistik

 
----- Original Message -----
From: Item
Sent: Saturday, November 22, 2008 6:23 PM
Subject: [mediacare] Fwd: [ajisaja] AJI Banda Aceh Dirikan Sekolah Jurnalistik

Sekadar info.

Di tengah kritik terhadap AJI yang dianggap terlalu membela pers dan jurnalis, inilah salah satu kontribusi AJI memperbaiki "kerusakan" profesi jurnalistik kita. Dimulai dari negeri Serambi Mekkah, semoga bisa dibangun sekolah jurnalistik lain memanjang di seluruh negeri hingga Papua.

Dari yang kecil dan tidak sempurna, menuju kebaikan yang luas. Mohon doa teman2 agar teman2 AJI Banda Aceh bisa menjalankan kegiatannya dengan lancar.

Saleum,
Item


From: radzie@acehkita.com
Date: 2008/11/22
Subject: [ajisaja] AJI Banda Aceh Dirikan Sekolah Jurnalistik
To: Ajisaja <ajisaja@yahoogroups.com>, acehkita@yahoogroups.com, jurnalis-aceh@googlegroups.com

Salam,

Teman-teman yang baik, berikut saya teruskan siaran berita AJI Kota Banda
Aceh yang mendirikan sekolah jurnalistik di Aceh.

Salam,
Radzie

Siaran Berita
Dapat Disiarkan Segera

AJI Banda Aceh Dirikan Sekolah Jurnalistik

BANDA ACEH, 22 November 2008 – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota
Banda Aceh mendirikan sekolah jurnalistik pertama di Aceh yang dinamakan
Muharram Journalism College (MJC). Muharram College membuka tiga kelas,
yaitu media cetak, radio, dan televisi. Sebanyak 60 mahasiswa telah
dinyatakan lulus untuk mengikuti ketiga program pendidikan itu.

Muharram College diresmikan, Sabtu (22/11), oleh Debra Bucher, perwakilan
Development and Peace (D&P), sebuah organisasi non-pemerintah asal Kanada
yang terlibat dalam memulihkan kembali Aceh pascatsunami, bersama Hj Nur
Asiah, ibunda (alm) Muharram M. Nur, mantan ketua AJI Banda Aceh periode
2002-2004.

Rektor Muharram College Maimun Saleh mengatakan, sekolah ini lahir sebagai
bentuk kepedulian AJI Kota Banda Aceh terhadap peningkatan mutu jurnalis di
Aceh. Apalagi, selama tiga tahun terakhir ini AJI berkonsentrasi dalam
pengembangan kapasitas jurnalis dan pekerja pers kampus.

"Sekolah ini hanyalah upaya untuk mensentralkan dan mengintensifkan
metode pembelajaran. Peserta tak hanya dibahani dengan teori, tapi juga
akan dimaksimalkan dengan praktik lapangan," kata Maimun Saleh yang juga
Sekretaris AJI.

Muharram College membuka tiga jurusan, yaitu Jurnalisme Cetak, Jurnalisme
Radio, dan Jurnalisme Televisi. Bagi mahasiswa kelas cetak, Muharram
College menyediakan fasilitas laboratorium. Di sini mereka bisa belajar
bagaimana menulis dan mengolah berita, dan bagaimana mengelola newsroom.
Sementara untuk kelas radio dan televisi, Muharram College menyediakan
fasilitas studio.

"Jadi, setelah mereka memperoleh teori dari ruang belajar, mereka bisa
langsung praktik bagaimana sesungguhnya news gathering dan mengelola media.
Ini adalah upaya regenerasi yang dilakukan AJI," ujar wartawan Majalah
ACEHKINI itu.

Ketua AJI Kota Banda Aceh Muhammad Hamzah mengatakan, Muharram College
bertujuan untuk mendidik jurnalis muda yang professional dan
bertanggungjawab. Sehingga berita-berita yang disajikan oleh media massa
kepada publik menjadi semakin berkualitas. Apalagi selama ini dirasakan
adanya kesulitan regenerasi, terutama di level penulis dan redaktur.

Dia menambahkan, Muharram College terbuka bagi siapa saja. Sebanyak 60
mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seleksi terdiri atas mahasiswa di
berbagai perguruan tinggi, pegiat pers kampus, dan jurnalis pemula. "Kita
berharap setelah mereka belajar selama enam bulan di sini, bisa menyajikan
informasi yang benar, akurat, dan jujur kepada publik," kata Muhammad
Hamzah.

Muharram College berasal dari nama mantan Ketua AJI Banda Aceh yang menjadi
korban dalam musibah tsunami akhir 2004 silam, yaitu Muharram M. Nur. Yang
bersangkutan, usai gempa menggoyang Aceh pada 26 Desember 2004 berusaha
mengabadikan penjara Kajhu yang hancur. Tak berapa lama usai gempa, tsunami
menerjang Aceh dan merenggut jiwa ratusan ribu warga. Muharram salah satu
dari 27 jurnalis yang menjadi korban ganasnya gelombang gergasi di pagi
Ahad itu.

Semasa hidupnya, Muharram yang bekerja untuk Tabloid Kontras, dikenal
sebagai jurnalis handal, profesional, berani, dan bertanggungjawab. "Hari
ini, Aliansi Jurnalis Independen mengabadikan nama beliau menjadi nama
kampus, guna meneruskan perjuangannya dalam menggapai cita-cita untuk
mencetak para jurnalis bermutu dan profesional," ujar Hamzah.

Sementara itu, Koordinator Tsunami Response Development and Peace Debra
Bucher, menekankan pentingnya peran jurnalis saat Aceh masih dalam masa
transisi ini. Menurutnya, media memainkan peran besar dalam menjaga
perdamaian yang berkelanjutan, penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia,
dan persamaan gender di Aceh.

"Media akan memberikan kekuatan yang besar untuk membentuk cara kita
berpikir dan masalah yang kita pikirkan. Untuk alasan ini, media mempunya
peran penting bagi Aceh masa kini," kata Debra.

Karena itu, kata Debra, saat AJI Banda Aceh menyatakan rencana pembentukan
sekolah untuk mengkader jurnalis bermutu di Aceh, D&P langsung menyatakan
kesetujuannya. "Sekolah ini akan memberikan kepada wartawan dan mahasiswa
untuk memperkuat pengertian mereka dan kapasitasnya dalam mendukung
perdamaian abadi, pengormatan terhadap HAM, dan persamaan gender. AJI
percaya bahwa ketiga hal itu memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai
potensi yang mereka miliki," ujarnya.

Debra menambahkan, banyak jurnalis di Aceh yang tidak memiliki akses untuk
pendidikan secara formal dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalitas
jurnalistiknya. Kesulitan akses ini berimplikasi pada mutu jurnalis dan
kesulitan regenerasi. "Ini mengakibatkan perdamaian abadi, penghormatan
terhadap HAM, dan persamaan gender seolah-olah terlupakan oleh media di
Aceh," kata dia.

Anggota Dewan Pers Bekti Nugroh0 dalam sambutannya mengatakan, AJI Banda
Aceh telah mendahului Dewan Pers dalam mendirikan sekolah jurnalistik.
"Sebenarnya, Dewan Pers sejak setahun lalu berencana mendirikan sekolah
jurnalistik, namun terkendala dengan dana. Tapi AJI Banda Aceh telah
mendahuluinya," kata Bekti. Dia berharap, sekolah ini bisa meningkatkan
kapasitas dan profesionalisme jurnalis di Aceh. ***

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:
Maimun Saleh
Sekretaris AJI Kota Banda Aceh
081265609977

--
ACEHKITA
Jl Angsa No 23 Batoh, Lueng Bata
Banda Aceh, 23000

Mobile:
+6281511344094
+6281973905999

Email:
radzie@acehkita.com
radzie1@yahoo.com


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

20 November 2008

[media-sumut] Siaran Media: "Maafkan Bapak, Aku Tidak Tahu", karya video siswa SD Islam Sabilillah Malang Meraih Juara Nasional Kid Witness News 2008

Siaran Media
 
Dapat disiarkan segera

"Maafkan Bapak, Aku Tidak Tahu", karya video siswa SD Islam Sabilillah Malang Meraih Juara Nasional Kid Witness News 2008
 
Sebuah karya video drama dan reportase bertema lingkungan hidup
 

Jakarta, 20 November 2008 - Setelah secara resmi diluncurkan di Jakarta pada 29 Juli 2008 lalu, akhirnya Kid Witness News (KWN) Indonesia 2008 memasuki tahap final. Pada hari ini (Kamis, 20/11) diumumkan para pemenang KWN, ajang kompetisi pembuatan video singkat untuk pelajar SD dan SMP se-Indonesia yang berusia 10 – 15 tahun, dimana pada tahun ini bertema tentang lingkungan hidup. Di Indonesia, KWN pertama kali diselenggarakan pada 2004, dan tahun ini adalah kompetisi yang ke-5 kalinya.
 
Memasuki babak puncak, dewan juri yang terdiri dari para pakar di bidangnya melakukan penilaian yang cukup alot guna menentukan para pemenang KWN 2008 Indonesia.  Akhirnya berhasil diputuskan, peraih Juara Nasional KWN tahun ini adalah wakil dari SD Islam Sabilillah Malang (Jawa Timur), dengan karya video drama dan reportase berjudul "Maafkan Bapak, Aku Tidak Tahu". Sebagai Juara Nasional, tim SD Islam Sabilillah Malang berhak meraih hadiah berupa piala KWN dan piagam, serta perjalanan gratis mengikuti Perayaan Kontes Regional di Sabah (Malaysia) yang akan berlangsung pada 2-5 Desember 2008 mendatang. Selain itu, mereka juga akan menjadi wakil Indonesia di Kejuaraan KWN Tingkat Global yang akan berlangsung di Tokyo (Jepang) pada Juni tahun depan.
 
Terpilih sebagai Runner Up 1  adalah video dokumenter karya siswa SMP Katolik Pax Christi Manado (Sulawesi Utara) dengan judul "Tarsius, Hewan Langka Indonesia". Selanjutnya, video dokumenter karya siswa  SMP Kristen I Harapan, Denpasar (Bali) berjudul "Penglipuran Village" meraih juara Runner Up 2. Sedangkan untuk posisi Runner Up 3 diraih oleh YPK Harapan Denpasar dengan judul "Jangan Biarkan Kami Punah". Keempat sekolah tersebut berhasil menyisihkan 500 sekolah yang mengirimkan karyanya.
 
Sebelumnya pihak Juri telah memutuskan karya yang masuk tahapan 10 besar, yaitu dari SD Jubillee School Jakarta, SMPN 5 Yogyakarta, SD High Scope Indonesia Jakarta, SMP Kristen 1 Denpasar, SD Islam Sabilillah Malang, SDN 11 Pagi Pondok Labu Jakarta, SMP Katolik Pax Christi Manado, SD Nasional KPS Balikpapan, YP Kristen Harapan Denpasar, dan  SMP St. Angela Bandung.
 
Para wakil siswa dari 10 sekolah dengan storyline terbaik tersebut pada 18-20 September 2008 lalu diundang ke Jakarta untuk mengikuti training intensif yang berlangsung selama 3 hari.  Mereka mendapatkan training dan pelatihan pembuatan video dari PGI dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Asistensi IKJ dibutuhkan untuk bisa memberikan sentuhan estetis pada setiap karya para peserta sehingga mereka bisa melahirkan karya monumental dan menjadi kebanggaan bangsa.
 
Masing-masing sekolah yang masuk "10 Besar" mendapatkan hadiah berupa camera e-cam NV-GS330 dari Panasonic. Selain itu, Panasonic juga menyediakan berbagai perlengkapan produksi bagi 10 storyline yang mereka susun, yakni Tripod, DVD-R Disc, Panasonic Microphone (+ KWN Cube), KWN Shirt/ Vest, Badge, Clipboard & Pen, serta 1 set DVD dan Buku Panduan bagi Siswa & Guru, berjudul "A Hands-on Video Education Program".
 

Dewan juri KWN 2008 adalah Henry Bastaman (Kementerian Lingkungan Hidup), Subadjio Budisantoso (Institut Kesenian Jakarta),  Lily Ham  (HOPE),  Ari Budiharto Soetjitro (PT. Padang Digital Nusantara), Verena Puspawardani (WWF), Brigitta Isworo Laksmi (wartawan senior), Titin Rosmasari (Trans7), Albar Daengparani (Senjaya Bersama Utama), Daniel Suhardiman (Panasonic Manufacturing Indonesia), Yulian Duce (Panasonic Gobel Indonesia) dan tim dari Female Radio.

 
"Tujuan utama kami menggelar Kid Witness News di Indonesia adalah untuk menstimulasi kreativitas di kalangan para siswa dan memunculkan kemampuan berkomunikasi di antara mereka. Selain itu, ajang ini ditujukan untuk menciptakan kerja sama tim di antara para siswa dalam mengerjakan tugas di lapangan dan aktivitas lain terkait dengan pembuatan film tersebut," jelas Rachmat Gobel. "Oleh karena itu kami berupaya menyediakan wadah untuk mengasah sisi pendidikan anak lewat berbagai program yang menarik, termasuk KWN. Kami yakin KWN dapat menstimulasi daya inovasi, pemahaman, kreativitas dan analisa para pesertanya," tambah Rachmat Gobel, Komisaris PT. Panasonic Gobel Indonesia (PGI).

 
Tahun ini, Panasonic Indonesia sebagai penyelenggara resmi KWN 2008 menerima hampir 500 naskah dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia. "Jumlah ini meningkat sekitar 150% dibandingkan tahun lalu, dimana jumlah peminat yang masuk hanya sekitar 200 naskah," tutur Josephine Lawu, Corporate Communication Panasonic. Namun sayang, 120 naskah yang masuk tahun ini terpaksa harus didiskualifikasi, karena gagal memenuhi syarat administrasi yang diminta oleh panitia.
Aspek penjurian video terdiri dari 5 bidang, yakni (1) Aspek penulisan meliputi kreativitas, originalitas, dan kandungan lokal; (2) Aspek Videografi meliputi kualitas gambar, fokus objek, tata cahaya dan warna; (3) Aspek Suara meliputi kejelasan suara, kemampuan narasi, efek suara dan musik; (4) Aspek Editing meliputi harmonisasi dalam penggabungan klip-klip, efek visual, dan tampilan terjemahan dalam bahasa Inggris; (5) Aspek komprehensif meliputi kejelasan dan akurasi tema.

 
Dengan training yang telah diberikan oleh masing-masing ahlinya, kami berkeyakinan bahwa Indonesia dapat meraih juara Grand Prix dalam Kejuaraan KWN Tingkat Global yang akan berlangsung di Tokyo (Jepang) pada bulan Juni tahun depan.
 
Sekilas tentang KWN
 
Dalam skala global, penyelenggaraan KWN dimulai pada medio 1988 oleh Panasonic Amerika Serikat. Secara eskalatif, event ini kemudian diselenggarakan di berbagai negara di kawasan Amerika, Eropa, dan Asia Pasifik. Hingga 2006, lebih dari 10 ribu siswa dari 500 sekolah (17 negara) telah berpartisipasi dalam program tahunan tersebut. Di Indonesia, KWN pertama kali diselenggarakan pada 2004. Jenjang kontes meliputi tingkat Nasional dan tingkat Global.
 

Silakan klik:
 
 
 
Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi:
 
Josephine Lawu
Corporate Communication
PT. Panasonic Gobel Indonesia
Jl. Dewi Sartika 14 (Cawang II)
Jakarta 13630, Indonesia
Phone: +6221 809 0108
Fax: +6221 808 82 620
E-mail:
josephin.lawu@id.panasonic.com
 
 
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Krisis Politik di Sumut Lecehkan anggota DPRD Sumut

Lucu, ada-ada saja yang terjadi di Sumatera Utara ini. Krisis listrik
yang terjadi di propinsi ini bagaikan tak pernah berakhir. Pada
awal-awal dimulainya krisis listrik ini, pihak PLN sebagai BUMN ini
berjanji krisis listrik ini akan berakhir pada bulan Oktober 2008.
Telah setahun, krisis ini terjadi.

Yang lucunya lagi, sebuah gedung kehormatan bagi wakil rakyat Sumut
ini diserang krisis PLN. Putusnya aliran listrik yang terjadi di
gedung anggota dewan ini sempat menghentikan sidang paripurna. Akan
tetapi sidang tetap dilanjutkan dalam kondisi gelap gulita.

Sidang kali ini membahas, apakah anggota dewan menyetujui perihal
perubahan anggaran belanja dan pendapatan daerah Sumut.

Apa karena buget untuk energi dan kelistrikan di perkecil, sehingga
pihak PLN marah terhadap anggota dewan dan mematikan listrik di gedung
dewan!!!

Ha.......... .ha...... ......... .......ha. ......... .....ha!! !!!!!!!


------------------------------------

media sumutYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-sumut-digest@yahoogroups.com
mailto:media-sumut-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-sumut-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

19 November 2008

[media-sumut] Hidup Ini Simple , Mister

Dear all ,

Kindly find file on attachment

Regards
Djodi Ismanto


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Jual Rumah Di Jl. Dr. Mansur, Medan

Dear Friends,

DI JUAL RUMAH COCOK UNTUK USAHA MAUPUN INVESTASI. Lokasi Strategis, Posisi di Hook, Kawasan Bisnis, Padat Penduduk, Di pingir jalan Protokol, Angkutan Umun Non Stop, Banyak dilalui Pejalan Kaki & Kendaraan Bermotor, Menghubungkan 2 jalan protokol Jl. Letjend. Jamin Ginting & Jl. Setia Budi, Dekat kawasan perumahan Elite - Kampus USU - Lembaga Pendidikan - Sekolah - Asrama Mahasiswa, Rumah Sakit, Kolam Renang - Bank - Pom Bensin, Memiliki nilai Ekonomi Tinggi.

LB/LT : 154/243 Harga : Rp 1,8 Miliar (Nego)
 
Informasi hubungi : K. Sinuraya, Jl. Dr. Mansur No. 57, Medan. Telp. (061) 8213750

Kunjungi :
http://www.griyakita.com/iklandetail.php?ikid=0811I00084




__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

17 November 2008

[media-sumut] Bakrie akan mundur dari kabinet - Re: [mediacare] Fw: Indonesia's Richest Man To Retire From Cabinet

 
----- Original Message -----
From: BDG KUSUMO
Sent: Tuesday, November 18, 2008 11:01 AM
Subject: [mediacare] Fw: Indonesia's Richest Man To Retire From Cabinet

Kiranya akan diganti oleh oligarch lain?
Salam, bdg
 
----- Original Message -----
From: B.DORPI P.
Sent: Tuesday, November 18, 2008 3:59 AM
Subject: Re.: Indonesia's Richest Man To Retire From Cabinet

 
11.17.08, 3:30 PM ET
 
Indonesia's Richest Man To Retire From Cabinet
Eric Ellis

Jakarta, Indonesia -

Aburizal Bakrie is Indonesia's richest man, one of its most feared power brokers. For years, he has profitably--­and controversially--presided as a kingmaker at the lucrative intersection of business and politics in a country often derided as among the world's most corrupt and difficult nations.

But now, with anxious bankers circling his family's mining-to-telecoms business empire, the billionaire (his net worth was estimated at $5.4 billion last December; it's much less today) has told Forbes.com he is calling an end to his ministerial career.

For the past four years Bakrie has served in the cabinet of President Susilo Bambang Yudhoyono as coordinating minister for people's welfare, administering to Indonesia's many poor. Going forward, Bakrie says, his primary focus will not be business or politics but charity.

Appointed by Yudhoyono in 2004, Bakrie says he will not be seeking a government post if the Yudhoyono administration is re-elected next April for a second five-year term.

"I am retiring from the cabinet," Bakrie told Forbes.com in a wide-ranging interview at his Jakarta office on Friday, a day before his 62nd birthday.

"I have already told [President Yudhoyono], and [Vice-President] Jusuf Kalla that I would like to serve in a charity, not in the government."

"I have already contributed five years of my time. Now, I'd like to play with my grandchildren. I'd like to be responsible for my family's charitable foundation."

The timing of Bakrie's decision comes as his family empire, Bakrie Brothers, is under daily siege from bankers and investors anxious about a massive debt burden that threatens to cripple the empire, Indonesia's largest.

Shares in the Bakrie Group's component companies have fallen as much as 90% this year as the family negotiates to sell off its prized asset: a 35% stake in Indonesia's biggest mining company, Bumi Resources, to a consortium led by private equity firm Northstar Pacific, which is backed by the Fort Worth-based investor David Bonderman's Texas Pacific Group.

Bumi's plight in the last month has gripped corporate Indonesia amid fears that its possible collapse could tip Indonesia's economy into a repeat of the turmoil that engulfed the country a decade ago during the Asian financial crisis. That nervousness has been reflected in the sharp fall of the Indonesian rupiah, down 30% against the U.S. dollar in just the last month.

Bakrie's political career has been dogged by whispers about conflicts of interest between his role as a businessman and a government minister. Bakrie adamantly denies such rumors. Indeed, at one point in the interview, he solemnly placed his hand on his heart to pledge that, contrary to his reputation in Indonesia, he has not abused his political office by undertaking business activities "at any time" in the four years he has been a cabinet minister.

Not many others view his ministerial career in Indonesia that way. Indeed, in the last month Jakarta's feisty media have been enthralled by stories of a feud between Bakrie and Indonesia's popular Finance Minister Sri Mulyani Indrawati over how to handle the Bakrie crisis, particularly over a proposal for state-owned companies to bail out the Bakries. Mulyani was even reported to have threatened to resign over the matter, a claim she has neither denied nor confirmed.

"I have never been at war with Sri Mulyani. We both are in the Cabinet, and the Cabinet is strong under the leadership of the President. He is doing a very good job. The Cabinet is unified. There are no splits in the Cabinet."

Moreover, Bakrie denies putting pressure on the Jakarta Stock Exchange to suspend recent trading in Bakrie-related companies, lest they be sold down to levels that could trigger loan defaults.

"Me? Never. Never. I am no longer a businessman. I know what [my family] is doing but I'm not a businessman at all."

"I go to the company office to pray, yes. And if in the evening my brothers would like to report, yes, we discuss, that's all."

Asked if the Bakrie Group is an example of the so-called best practices of transparency and corporate governance that Indonesia claims to covet, a combative Bakrie asked in turn "What you mean by transparency when you are talking about Goldman Sachs? When you're talking about Lehman Brothers? Citibank? General Motors? What transparency would you like to see?"

"I think we are more transparent than all the names that I mentioned! Fannie Mae, Freddie Mac, you name it! What transparency?"

"When you talk about governance, do you think a company that is bankrupt should pay the CEO hundreds of millions of dollars? Look what happened to AIG. Is that governance we would like to talk about? We are more transparent, and we have more governance."

"Life is tough at the moment for everybody."


 
 
 



No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - http://www.avg.com
Version: 8.0.175 / Virus Database: 270.9.4/1793 - Release Date: 16.11.2008 19:58
__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

16 November 2008

[media-sumut] Re: [sobat-hutan] CIFOR Library

 
----- Original Message -----
Sent: Sunday, November 16, 2008 3:24 PM
Subject: Re: [sobat-hutan] CIFOR Library

Informasi yang sangat bermanfaat.
Terima kasih.
 
regards,
Diana

--- On Sat, 11/15/08, listmanager_2 <listmanager_2@hotmail.com> wrote:
From: listmanager_2 <listmanager_2@hotmail.com>
Subject: [sobat-hutan] CIFOR Library
To: sobat-hutan@yahoogroups.com
Date: Saturday, November 15, 2008, 12:48 AM

Dear All

Bila ada yang membutuhkan informasi ilmiah kehutanan, kami dari CIFOR
library dengan senang hati membantu. Khususnya rekan2 akademisi dan
rimbawan Indonesia semua.

Silahkan kunjungi website library cifor di:
http://www.cifor. cgiar.org/ Library/

Atau silahkan ke facebook sitenya di:
http://www.facebook .com/pages/ Bogor-Indonesia/ CIFOR-Library/ 39939127180

Terima kasih.

Salam
Bagus
Librarian


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___