22 November 2008

[media-sumut] Re: [mediacare] Fwd: [ajisaja] AJI Banda Aceh Dirikan Sekolah Jurnalistik

 
----- Original Message -----
From: Item
Sent: Saturday, November 22, 2008 6:23 PM
Subject: [mediacare] Fwd: [ajisaja] AJI Banda Aceh Dirikan Sekolah Jurnalistik

Sekadar info.

Di tengah kritik terhadap AJI yang dianggap terlalu membela pers dan jurnalis, inilah salah satu kontribusi AJI memperbaiki "kerusakan" profesi jurnalistik kita. Dimulai dari negeri Serambi Mekkah, semoga bisa dibangun sekolah jurnalistik lain memanjang di seluruh negeri hingga Papua.

Dari yang kecil dan tidak sempurna, menuju kebaikan yang luas. Mohon doa teman2 agar teman2 AJI Banda Aceh bisa menjalankan kegiatannya dengan lancar.

Saleum,
Item


From: radzie@acehkita.com
Date: 2008/11/22
Subject: [ajisaja] AJI Banda Aceh Dirikan Sekolah Jurnalistik
To: Ajisaja <ajisaja@yahoogroups.com>, acehkita@yahoogroups.com, jurnalis-aceh@googlegroups.com

Salam,

Teman-teman yang baik, berikut saya teruskan siaran berita AJI Kota Banda
Aceh yang mendirikan sekolah jurnalistik di Aceh.

Salam,
Radzie

Siaran Berita
Dapat Disiarkan Segera

AJI Banda Aceh Dirikan Sekolah Jurnalistik

BANDA ACEH, 22 November 2008 – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota
Banda Aceh mendirikan sekolah jurnalistik pertama di Aceh yang dinamakan
Muharram Journalism College (MJC). Muharram College membuka tiga kelas,
yaitu media cetak, radio, dan televisi. Sebanyak 60 mahasiswa telah
dinyatakan lulus untuk mengikuti ketiga program pendidikan itu.

Muharram College diresmikan, Sabtu (22/11), oleh Debra Bucher, perwakilan
Development and Peace (D&P), sebuah organisasi non-pemerintah asal Kanada
yang terlibat dalam memulihkan kembali Aceh pascatsunami, bersama Hj Nur
Asiah, ibunda (alm) Muharram M. Nur, mantan ketua AJI Banda Aceh periode
2002-2004.

Rektor Muharram College Maimun Saleh mengatakan, sekolah ini lahir sebagai
bentuk kepedulian AJI Kota Banda Aceh terhadap peningkatan mutu jurnalis di
Aceh. Apalagi, selama tiga tahun terakhir ini AJI berkonsentrasi dalam
pengembangan kapasitas jurnalis dan pekerja pers kampus.

"Sekolah ini hanyalah upaya untuk mensentralkan dan mengintensifkan
metode pembelajaran. Peserta tak hanya dibahani dengan teori, tapi juga
akan dimaksimalkan dengan praktik lapangan," kata Maimun Saleh yang juga
Sekretaris AJI.

Muharram College membuka tiga jurusan, yaitu Jurnalisme Cetak, Jurnalisme
Radio, dan Jurnalisme Televisi. Bagi mahasiswa kelas cetak, Muharram
College menyediakan fasilitas laboratorium. Di sini mereka bisa belajar
bagaimana menulis dan mengolah berita, dan bagaimana mengelola newsroom.
Sementara untuk kelas radio dan televisi, Muharram College menyediakan
fasilitas studio.

"Jadi, setelah mereka memperoleh teori dari ruang belajar, mereka bisa
langsung praktik bagaimana sesungguhnya news gathering dan mengelola media.
Ini adalah upaya regenerasi yang dilakukan AJI," ujar wartawan Majalah
ACEHKINI itu.

Ketua AJI Kota Banda Aceh Muhammad Hamzah mengatakan, Muharram College
bertujuan untuk mendidik jurnalis muda yang professional dan
bertanggungjawab. Sehingga berita-berita yang disajikan oleh media massa
kepada publik menjadi semakin berkualitas. Apalagi selama ini dirasakan
adanya kesulitan regenerasi, terutama di level penulis dan redaktur.

Dia menambahkan, Muharram College terbuka bagi siapa saja. Sebanyak 60
mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seleksi terdiri atas mahasiswa di
berbagai perguruan tinggi, pegiat pers kampus, dan jurnalis pemula. "Kita
berharap setelah mereka belajar selama enam bulan di sini, bisa menyajikan
informasi yang benar, akurat, dan jujur kepada publik," kata Muhammad
Hamzah.

Muharram College berasal dari nama mantan Ketua AJI Banda Aceh yang menjadi
korban dalam musibah tsunami akhir 2004 silam, yaitu Muharram M. Nur. Yang
bersangkutan, usai gempa menggoyang Aceh pada 26 Desember 2004 berusaha
mengabadikan penjara Kajhu yang hancur. Tak berapa lama usai gempa, tsunami
menerjang Aceh dan merenggut jiwa ratusan ribu warga. Muharram salah satu
dari 27 jurnalis yang menjadi korban ganasnya gelombang gergasi di pagi
Ahad itu.

Semasa hidupnya, Muharram yang bekerja untuk Tabloid Kontras, dikenal
sebagai jurnalis handal, profesional, berani, dan bertanggungjawab. "Hari
ini, Aliansi Jurnalis Independen mengabadikan nama beliau menjadi nama
kampus, guna meneruskan perjuangannya dalam menggapai cita-cita untuk
mencetak para jurnalis bermutu dan profesional," ujar Hamzah.

Sementara itu, Koordinator Tsunami Response Development and Peace Debra
Bucher, menekankan pentingnya peran jurnalis saat Aceh masih dalam masa
transisi ini. Menurutnya, media memainkan peran besar dalam menjaga
perdamaian yang berkelanjutan, penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia,
dan persamaan gender di Aceh.

"Media akan memberikan kekuatan yang besar untuk membentuk cara kita
berpikir dan masalah yang kita pikirkan. Untuk alasan ini, media mempunya
peran penting bagi Aceh masa kini," kata Debra.

Karena itu, kata Debra, saat AJI Banda Aceh menyatakan rencana pembentukan
sekolah untuk mengkader jurnalis bermutu di Aceh, D&P langsung menyatakan
kesetujuannya. "Sekolah ini akan memberikan kepada wartawan dan mahasiswa
untuk memperkuat pengertian mereka dan kapasitasnya dalam mendukung
perdamaian abadi, pengormatan terhadap HAM, dan persamaan gender. AJI
percaya bahwa ketiga hal itu memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai
potensi yang mereka miliki," ujarnya.

Debra menambahkan, banyak jurnalis di Aceh yang tidak memiliki akses untuk
pendidikan secara formal dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalitas
jurnalistiknya. Kesulitan akses ini berimplikasi pada mutu jurnalis dan
kesulitan regenerasi. "Ini mengakibatkan perdamaian abadi, penghormatan
terhadap HAM, dan persamaan gender seolah-olah terlupakan oleh media di
Aceh," kata dia.

Anggota Dewan Pers Bekti Nugroh0 dalam sambutannya mengatakan, AJI Banda
Aceh telah mendahului Dewan Pers dalam mendirikan sekolah jurnalistik.
"Sebenarnya, Dewan Pers sejak setahun lalu berencana mendirikan sekolah
jurnalistik, namun terkendala dengan dana. Tapi AJI Banda Aceh telah
mendahuluinya," kata Bekti. Dia berharap, sekolah ini bisa meningkatkan
kapasitas dan profesionalisme jurnalis di Aceh. ***

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:
Maimun Saleh
Sekretaris AJI Kota Banda Aceh
081265609977

--
ACEHKITA
Jl Angsa No 23 Batoh, Lueng Bata
Banda Aceh, 23000

Mobile:
+6281511344094
+6281973905999

Email:
radzie@acehkita.com
radzie1@yahoo.com


__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: