02 November 2008

[media-sumut] Rencana Penutupan JAM GADANG, Bukittinggi...

FYI aja. Rasanya kita sepaham dg Kepala Dinas Pariwisata ini. Jam Gadang Bukittinggi sekarang bukan hanya milik Bukittinggi, tetapi sudah jadi aset Nasional.
 
Silahkan nikmati karya foto terkait berita ini yg berjudul "Welcome 2008" atau melalui link berikut:
 
 
 
 
Rencana Penutupan Jam Gadang Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata

 
PadangKini.com | Sabtu, 1/11/2008, 9:09 WIB

 
BUKITTINGGI--Kepala Dinas Pariwisata Bukittingi Nasrul Fitra yakin rencana Wali Kota Bukittinggi Djufri menutup lokasi Jam Gadang saat malam pergantian tahun baru 2008 tidak akan mempengaruhi kunjungan wisatawan.

"Kita optimis kunjungan wisatawan akan tetap banyak seperti biasa, bahkan mungkin saja lebih banyak karena orang penasaran dengan ditutupnya Jam Gadang, bukankah sesuatu yang aneh itu yang kadang dicari orang," kata Nasrul Fitra, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, kemarin.

Menurut Nasrul, setiap liburan tahun baru, Kota Bukittinggi akan dipadati wisatawan domestik dan mancanegara. Umumnya ribuan orang melewatkan malam pergantian tahun di seputaran Jam Gadang yang berada di pusat kota.

Lalu, bagaimana kalau jam gadang ditutup seperti yang direncanakan Wali Kota Djufri?

"Tidak masalah, sekali lagi menurut saya daya tarik wisata itu kan kalau ada yang indah, yang aneh, yang luar biasa atau yang tidak lazim," kata Nasrul.

Namun Nasrul belum mengetahui secara pasti apakah penutupan areal Jam Gadang jadi atau tidak karena belum ada keputusan yang pasti dari wali kota. "Semua kan baru wacana, apakah jadi atau tidak, belum ada kepastian sebab kita termasuk Pak Wali Kota sedang sibuk dengan acara Pedati 2008," kata Nasrul.

Rencana penutupan Jam Gadang pada pergantian malam tahun baru dilontarkan Wali Kota Bukittinggi saat perayaan Valentine Day Februari 2008. Saat itu Pemko Bukittinggi melarang muda-mudi merayakan Hari Kasih Sayang itu karena dianggap bukan budaya Indonesia.

Penutupan Jam Gadang menurut Djufri ketika itu, akan dilakukan selama 13 jam pada malam pergantian tahun untuk menghindari maksiat. Selain itu untuk menekan angka kecelakaan karena ramainya warga.

Selain itu, nasrul juga menyatakan keoptimisannya bahwa krisis ekonomi global juga tidak akan terlalu berdampak terhadap kunjungan wisatawan di akhir tahun.

Menurutnya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bukittinggi didominasi wisatawan dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. "Bagi orang Malaysia, Bukittinggi itu sudah seperti kampung kedua mereka," kata Nasrul. (oca)

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: