25 December 2008

[media-sumut] Geger "monopoli" tayangan Liga Inggris, pemenangnya adalah Aora TV

Hanya gara-gara tayangan Liga Inggris, terjadi kegegeran luar biasa pada industri televisi yang melibatkan sekaligus membelit beberapa institusi terkait. Kemitraan antara First Media Tbk dan Astro Malaysia jadi pecah dan masuk ke ranah hukum. Bisakah mereka didamaikan?

Siapakah yang kini diuntungkan dalam gegeran tersebut?

----------------------------------------------

Tayangan Liga Inggris mengungsi, dari Astro ke Aora



Aora patut jingkrak-jingkrak. Pasalnya, layanan tv berlangganan tersebut kini memegang hak siar Liga Inggris untuk musim 2008/2009 yang pernah tayang di kanal punya Astro. TV berbayar milik kerabat Wapres Jusuf Kalla dan Rini Soewandi tersebut kini terus melakukan ekspansi program untuk memuaskan para calon pelanggan, khususnya para penggemar sepak bola di Tanah Air.

Program terbaru tv berbayar milik PT Karya Megah yang kini diperkenalkan adalah program berlangganan selama 6 bulan. Paket ini adalah paket promosi terbaru dari Aora setelah sebelumnya memperkenalkan paket berlangganan 1 tahun. Biaya berlangganan pun kini menjadi semakin murah, yaitu hanya Rp 675 ribu selama 6 bulan. Harga ini belum termasuk biaya instalasi dan biaya deposit.

"Tujuan utama diluncurkannya paket 6 bulan ini untuk memberikan kemudahan pembayaran bagi masyarakat yang ingin berlangganan Aora. Selain itu dengan harga yang lebih murah kami juga berharap dapat menjangkau lebih banyak lagi komunitas pencinta bola di Tanah Air," ungkap Dino Martin, VP Marketing Aora.

Salah satu promosi yang juga dilakukan Aora untuk memperkenalkan paket 6 bulan ini dengan melakukan kerjasama dalam bentuk kuis melalui situs kompas.com Tayangan Liga Inggris yang semakin hari semakin seru ini, kini menjadi lebih terjangkau dengan hadirnya paket berlangganan 6 bulan dari Aora. Menurut Dino, ke depannya, Aora juga berencana untuk segera menambah channel-channel terbaru untuk semakin memperlebar pangsa pasar.


Pada saat berlangsung sidang kasus dugaan grativisasi Billy Sindoro - Mohammad Iqbal, para saksi yang pernah melaporkan PT Direct Vision karena dicap memonopoli siaran Liga Inggris, sempat gelagapan saat dicecar berbagai pertanyaan oleh tim kuasa hukum Billy Sindoro. Mereka adalah para direksi yang mewakili Indovision, Telkom Vision dan Indosat IM2.

Pengacara yang mewakili Billy Sindoro bertanya kepada mereka: "Kalau dulu Anda melaporkan Astro, kenapa sekarang tidak melaporkan Aora dan TV One ke pihak berwenang?"


Yang ditanya hanya tersenyum kecut sambil mengernyitkan dahi. Seperti kita tahu, Astro pernah menayangkan Liga Inggris yang lalu dilaporkan oleh Indovision, Telkom Vision, dan Indosat karena dicap telah memonopoli tayangan olahraga yang populer tersebut.


Klik:
www.aora.tv

 

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: