24 December 2008

[media-sumut] Nasib malang seorang wartawan kontrak

Saya ucapkan terima kasih kepada Allah sebagai dzat segala
Maha segala Maha yang telah melimpahkan rahmat dan barokah kepada segala ciptaannya di segala penjuru jagad raya. Saya ucapkan sholawat dan salam kepada junjungan Nabi Muhammad SWA. Dan saya berterima kasih kepada rekan-rekan HMI Hukum Unibraw yang telah membantu saya.

Saya terjun, belajar dan bekerja di dunia jurnalistis Media Online yang bernama www.inilah.com itu atas informasi mantan ketua HMI Komisariat Hukum Unibraw . Atas saya saran itulah saya bekerja di media tersebut. Dan saya mengakui dunia jurnalistis memang jaringan pengopinian yang sangat dasyat.

Saya menulis di forum yang terhormat ini BUKAN sebuah meminta perhatian ataupun cari muka, akan tetapi saya menulis di forum yang terhormat ini untuk MENGKLARIFIKASI dan MEMULIHKAN citra nama baik saya dan harga diri saya sendiri, khususnya di jaringan HMI Komisariat Hukum Unibraw. Karena di jaringan HMI inilah saya bisa tumbuh dan berkembang. Dan
tulisan ini bukan bermaksud untuk menyudutkan atau menjelekkan- jelekkan nama tertentu.

Saya keluar dari media online tersebut dengan beberapa alasan karena saya merasa di dholimi dan di injak-injak harga diri saya. Dan saya tidak mengharapkan kejadian tersebut. Saya menulis di forum ini atas saran dari beberapa rekan dan kolega saya. alangkah lebih baiknya saya menyampaikan Kronologisnya :

Pertama, Bulan Ramadhan Tanggal 11 September 2008.

Seusai liputan dari acara Wapres di JCC (Jakarta Convention
Center) Jakarta, kemudian saya digeser ke Mabes Polri, dan saat itu saya
tiba di Mabes Polri pada pukul 11.50 WIB dan saya telat untuk "DOOR STOP PERS" terkait meninggalnya alm. Sophan Sophian dengan Kadiv Humas mabes Polri Irjend Pol Abu Bakar Nataprawira di gedung Mabes Polri Sebelah barat. Akhirnya Saya berhasil menemui Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira dan saya sudah menyodorkan MP3 untuk wawancara. Akan tetapi beliau menjawab "Maaf dek, saya lagi ada rapat jam 12.00 WIB, adek kloning berita aja ke teman-teman lainnya,".

Pada saat itu yang ada di lapangan, saat itu hanya ada wartawan dari TEMPO
dan SINDO. Saya menanyakan kepada teman dari TEMPO ternyata
tidak punya rekaman wawancara dengan Abu Bakar maka teman TEMPO
mengarahkan ke temen dari SINDO. Saat rekan dari SINDO di confirm ternyata juga
bilang tidak ada rekaman, dan yang ada cuma catatan saja berdasarkan
pendengarannya pada saat door stop pers.

Saya bilang Kantor (inilah.com) meminta quote Abu Bakar tentang kematian alm. Sophan Sophian dan keterangan pemeriksaan terhadap
Roesmanhadi" .
 
Lalu rekan SINDO memberikan kloningan berita dari catatan tersebut mengatakan "Kalau Sophan Sophian itu motornya terkena lubang dan
terjatuh dengan posisi jongkok dan kemudian Roesmanhadi sengaja menabrak alm. Sophan Sophian". Dan saya sudah memastikan ke teman SINDO "apa benar pak Abu ngomong gini!!"
 
Dan teman SINDO mengatakan "Benar Sul".

Dari itu diangkat jadi berita dan naik 12.50 Wib. Sekitar
13.40 Wib, Saya mendapat telepon dari seorang redakturdan mengatakan
"Gimana caranya bisa menolong kamu Sul"!!!.

Karena saya mendapatkan feel tidak enak kemudian saya
langsung mengontak kadiv humas mabes polri irjend pol Abu Bakar Nataprawira, "Pak Abu, saya Samsul Hidayat dari inilah.com mau bertemu dengan bapak kapan dan dimana??".
Kemudian pak Abu mengatakan "Okay saya tunggu di kantor jam 15.00".

Kemudian ketika saya akan memasuki ruangan beliau, saya
ditemui oleh ajudan Kadiv Humas. Yang mengatakan kepada saya "Ada apa dek dan bertemu dengan siapa".
 
Dan saya sendiri "Saya Samsul Hidayat dan sudah sudah janjian untuk bertemu dengan beliau,". Dan ajudan tersebut dengan muka kecut dan raut wajah yang sinis menatap saya dengan tajam. Dan dalam batin saya sendiri pasti terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan. Dan kemudian ajudan tersebut
mempersilakan untuk masuk ke ruangan pak Abu Bakar.

Setelah itu saya dipersilakan masuk ke ruangan oleh Pak Abu Bakar bilang
"Kamu yg namanya Samsul Hidayat, apa2an kamu koq buat quote salah," dengan nada marah dan jengkel.

Pada saat setelah saya dipersilahkan duduk di meja kerjanya dan pada Saat itu saya melihat di meja kerjanyanya ada alat bukti berupa tulisan Samsul Hidayat dan surat dari BARESKRIM Mabes Polri dengan nama Samsul Hidayat dengan tuduhan pasal yang dikenakan dan juga tanda tangan
Kabagreskrim Bamabgn Hendaso Danuri. Pada sudut kanan atas terdapat
tulisan paraf dan mengetahui Kadiv Humas Mabes Polri Abu Bakar Nataprawira dengan ballpoint parker yang akan memparaf surat tersebut.

Abu pun saat itu minta diceritakan kejadian termasuk tentang ia yang meminta dilakukan cloning. Setelah mendengar cerita itu, Abu langsung menelpon Asred dan Pimred SINDO untuk mengklarifikasi berita. Ia menegaskan, yang benar adalah "Roesmanhadi tidak sengaja menabrak Alm Sophan Sophian."

Setelah itu, Abu berpesan agar Saya tidak mengulangi kesalahan itu. dan saya secara pribadi meminta maaf kepada kadiv Humas Mabes Polri Irjend Pol Abu Bakar Nataprawira dan seluruh jajaran Mabes Polri terhadap kesalahan pemberitaan.

Pada jam 16.00-1700, saya ke masjid Mabes Polri berdoa dan memikirkan
surat BARESKRIM tersebut dan saya mengambil keputusan sudah siap untuk di PHK akibat kesalahan pemberitaan tersebut. Dan tanggal 13 September 2008, saya hanya mendapatkan SP-1 (Surat Peringatan Pertama) dari
inilah.com, karena dianggap sudah mencemarkan nama inilah.com.

Kedua, Suatu hari (tanggal lupa). Saya liputan di Tipikor, pukul 08.30 Wib.Saya menelpon Humas KPK, Johan Budi mengenai jadwal
pemeriksaan KPK hari itu. Johan bilang ""maaf dek, saya lagi berada di
Komosi III DPR ada RDP, jadi saya masih belum ke KPK". Pada saat yang sama ada sidangnya AZA dan HY. Setelah sidang AZA dan HY kantor meminta Saya ke KPK.

Setibanya di KPK Saya langusng mendapat komplain dari wartawan senior. Mereka bilang "Apa2an ini Samsul, loe dapat wawancara dari Johan darimana nih?" Ternyata ada berita naik terkait pemeriksaan BR dan yang terlibat dengan BR. Saya mengatakan pada rekan2 wartawan senior KPK. "Saya tidak pernah tidak pernah membuat berita itu dan mengatakan saat itu berada di Tipikor.

Karena merasa kebobolan berita, wartawan senior komplain ke Johan dan Johan bilang berita itu tidak benar. Kemudian Johan telp saya dan
memarahi saya dan mengatakan akan melakukan SOMASI. Saya mengatakan pada Johan, "Bang tadi saya konfirmasi ke abang untuk meminta jadwal pemeriksaan KPK saja dan tidak lebih menanyakan hal yang lainnya". Johan balik bertanya "siapa yg buat berita itu". Saya mengatakan, "Yang menulis itu
Shinta Sinaga dengan memakai namaku dan mengquote Johan". Akhirnya Saya konfirm ke Shinta Sinaga dan bertanya kenapa memakai nama Saya. Shinta menjawab "Tenang aja sul, selamat datang di dunia pers yang kejam".

Ketiga, Pasca kejadaian itu, inilah.com mengaku tidak puas di desk politik, hukum dan sosial dengan kinerja Saya dan akhirnya dipindah ke ekonomi.
Memang di desk ekonomi itu adalah hal yang baru bagi saya.
Dan saya juga butuh belajar isu ekonomi. Hari ketiga bertugas di Ekonomi,
ada liputan di Depkeu ada rapat korrdinasi antar menteri. Ada menteri ESDM
Purnomo Sugiantoro, Kepala Bappenas Paskha Suzetta dan Menkeu Sri
Mulyani dan Anggito Abimanyu. Setelah semua statement dicatat, Saya
melakukan riset untuk melengkapi data karena tidak mengetahui isi isu
ekonomi makro. Setelah itu baru berita dinaikkan. Tiba2 kantor bilang "Loe gak pantas di ekonomi".

Ke-empat, Tanggal 26 September 2008,

Menjelang libur lebaran saya mendapat libur empat hari dan
diberitahu bahwa gaji saya dipotong Rp. 500.000 dengan alasan saya tidak
memiliki track record di journalist. Padahal, setelah satu bulan di inilah.com, saya mendapatkan kontrak 1 tahun dengan perincian gaji pokok Rp.1.500.000 dan uang harian serta pulsa Rp 750.000.

Ke-lima, Tanggal 10 Oktober 2008,

Saya mendapat info akan ada evaluasi kontrak. Saat itu ia masih tenang mengingat kontraknya berdurasi 1 tahun (April 2008 - April 2009). Dan didalam isi kontrak kerja tersebut tidak mengatakan ada evalusi kontrak.

Ke-enam Tanggal 11 Oktober 2008

Karena saya mempunyai feel yang tidak enak dan tidak bisa nyenyak karena ada ganjalan yang menggangu di pikiran dan saya sholat malam untuk meminta petunjuk kepada yang Maha Kuasa untuk diberikan jalan yang terbaik dan kemudahan.

Ke-enam, Tanggal 12 Oktober 2008

Di hari Senin yang cerah, tidak ada mendung dan tidak ada hujan, setelah saya memenuhi order dari semua redaktur, Setelah itu
tiba-tiba Shinta bilang kepada saya "15 Oktober 2008 itu hari terakhirku
kerja" dengan alasan tidak ada kecocokan".

Meski demikian dengan bantuan seorang redaktur lainnya, tanggal 15 Oktober 2008 ada kesepakatan bahwa saya selama dua minggu (20-31
Oktober 2008) mendapat tugas 6 isu berita yang berbeda dan wilayah dan
disanggupi saya dan berita itu tidak boleh dimuat. Namun pada Sabtu 18 Oktober 2008 kantor menelphone Saya dan memintanya mengembalikan ID Pers dan Kartu Nama.

Saya berpikiran "Saya masih mempunyai harga diri, dan saya masih punya harga diri, dan saya merasa didholimi". dan setelah keluar dari inilah.com dan saya hanya mendapatkan uang Rp. 1 juta saja.

Ke-Tujuh, Tanggal 14 November 2008

Saya mendapatkan kesempatan tes di media online terbesar di Indonesia.  Kemudian. saya mendapatkan info dari rekan kerja (mohon
maaf saya tidak bisa mengatakannya) di media online tersebut bahwasannya saya sudah keterima kerja diperparah lagi saya mendapatkan info dari rekan saya yang bekerja di media online tersebut yang mengatakan ada orang inilah.com yang "memotong" di media online tersebut dan dia tidak berani menyebutkan namanya.

Ke-Delapan, Tanggal 29 November 2008 setelah keluar dari inilah.com,
saya mendapat pantulan acara dari Humas PP Muhammadiyah Edy
Kuscahyono tentang adanya Milad Muhammidyah di PP Muhammadiyah.
Pantulan acara tersebut itu pun saya forward ke inilah.com. dan Tanggal 30 November 2008, Saya mendapat telphone dari Edy Kuscahyono tentang adanya kesalahan quote di berita inilah.com. Edy Kuscahyono dan bilang akan mensomasi saya dan untuk mengconfirm lebih lanjut ke pak Bactiar Effendi. Saya mengatakan ke pak bachtiar Effendi bahwasannya saya sudah tidak bekerja di inilah.com dan yang membuat berita itu bukan saya.

Demikianlah beberapa goresan tinta yang saya bisa utarakan di surat ini. Oleh karena itu teman-teman saya berpamitan kepada seluruh
rekan-rekan sejawat HMI Komisariat Hukum Unibraw atau kolega-kolega
saya dari dunia jurnalistis khususnya di inilah.com. dan saya sampaikan
terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap rekan, teman sejawat dan kolega
kami yang telah membantu saya.

NB : Kontrak kerja Saya hilang.

Regards,

Samsul Hidayat

 

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: