31 January 2009

[media-sumut] Dua eksekutor Adelin Lis tewas


WASPADA ONLINE

PANYABUNGAN - Mobil Suzuki APV BK 1816 JI yang membawa rombongan pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan mengalami kecelakaan di kilometer 20-21 Dusun Kunkun, Desa Sunduton Tigo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), malam ini, mengakibatkan dua tewas dan tiga luka-luka. Kejadian naas itu terjadi ketika sepulangnya rombongan dari melihat aset Mujur Timber Group di Sikarakara, Kecamatan Natal untuk kepentingan eksekusi.

Berbagai keterangan berhasil dikumpulkan di Kota Panyabungan. Peristiwa kecelakaan itu menewaskan dua penumpangnya yakni satu sopir dan satu lagi pejabat kejaksaan dan tiga orang sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Natal.

Kasat Lantas Polres Madina AKP Hendri Matondang, SH mengatakan mobil yang ditumpangi rombongan kejaksaan itu menabrak lubang, sehingga ban sebelah kanan pecah, akibatnya mobil jatuh ke parit besar sedalam dua meter.

"Ketika itu di sana sedang hujan, namun pandangan bebas dan jalan lurus, akan tetapi naas mobil terperosok ke parit di titik Dusun Kunkun  Natal - Tabuyung berjarak sekira 98 kilo meter dari Panyabungan, ibukota Kabupaten Mandailing Natal," kata AKP Hendri Matondang.

Korban yang tewas di tempat kejadian perkara (TKP) yakni Wahyu (sopir honorer), Satria Tambunan (Kasubag BIN Kejaksaan Negeri Medan). "Korban yang luka - luka Andi sagala (pegawai Kejaksaan Negeri Medan) Kasipudum Kejari Medan Harly Siregar dan Miswardin (Pegawai Kejaksaan Natal)," kata Hendri.

"Untuk mendapatkan data akurat, personel kita sedang menuju TKP.. Memang benar ada kecelakaan di Desa Kunkun Kecamatan Natal, dan dua meninggal dunia serta tiga lainnya luka-luka," kata Hendri Matondang.

Kepala Kejaksaan Negeri Panyabungan, Danang Purwoko, SH ketika dihubungi membenarkan kejadian kecelakaan tersebut.

 "Rombongan yang mengalami kecelakaan tim eksekusi Kejaksaan Negeri Medan yang melaksanakan tugas ke Pantai Barat Madina untuk mengeksekusi lahan Adlin Lis (Mujur Timber Group)," katanya Danang.

Kata dia lagi, mobil mengalami kecelakaan setelah melaksanakan eksekusi. "Kedua korban yang meninggal dunia kini sedang dalam perjalanan dari Natal ke gedung Kejaksaan Negeri Panyabungan dan untuk selanjutnya diberangkatkan menuju Medan untuk diserahkan kepada pihak keluarganya," ujarnya.

Sementara keterangan dari Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum)/Humas Kejatisu Edi Irsan Kurniawan Tarigan, SH, M.Hum kepada Waspada membenarkan, rombongan tim inventarisir aset Adelin Lis mengalami kecelakaan yang menyebabkan dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka.

Menurutnya, kejadian kecelakaan itu, saat tim inventarisir yang dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Medan Harli Siregar, SH, MH, akan berangkat meninjau lokasi aset Adelin Lis yang akan dieksekusi sesuai keputusan Mahkamah Agung.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Medan Andi Y Herlan, SH menyebutkan, rombongan dari Kejari Medan berjumlah empat orang yaitu Kasi Pidsus Harli Siregar,  Kasubagbin Satya Tambunan, SH, M.Hum, Staf Pidsus Wahyu, SH dan Dian Nada Sagala serta satu orang pegawai Kejari Madina Miswardin, SH.

Rombongan dari Medan, berangkat menuju Madina pada Kamis (29/1), dan malam ini, saat hendak meninjau lokasi sekira pukul 11:00 mobil yang ditumpangi rombongan mengalami kecelakaan, mobil terperosok ke dalam parit sedalam 2 meter setelah menabrak lubang di jalan.
 
 
 
 
 
salam
Abdul Rohim



__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

28 January 2009

[media-sumut] Undangan Perayaan HUT APSAS KE-4 plus ZIARAH PRAMOEDYA ANANTA TOER dan CHAIRIL ANWAR

Undangan Perayaan HUT APSAS KE-4
plus ZIARAH PRAMOEDYA ANANTA TOER dan CHAIRIL ANWAR



Undangan Perayaan HUT APSAS KE-4
Apresiasi-Sastra@yahoogroups. com

Apa yang bakal terjadi jika para sastrawan internet seharian berkumpul
di Taman Ismail Marzuki (TIM)? Tentu anda tidak membayangkan mereka
hanya akan chating, browsing, posting, atau ngendon di balik monitor
pc/ laptop, karena ini pasti salah besar.
Sebab mereka juga manusia nyata yang punya ekspresi yang enak didengar
dan ditonton, tak sekadar enak dibaca.

Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun milis Apresiasi-Sastra ke-4
tahun 2009 ini, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara, kaum pecinta sastra
untuk hadir dan menikmati sajian warga milis Apsas nanti pada:

Hari: Sabtu, 31 Januari 2009
Waktu: pukul 09.00-18.00 WIB
Tempat:
Pusat Dokumentasi HB Jassin
Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya
Jakarta Pusat

Acaranya banyak banget, antara lain:

1. Bincang Sastra bertema " Sastra Internet dan masa depan Sastra"
bersama para pembicara dahsyat, Saut Situmorang, Nuruddin 'pabrik_t'
Asyhadie dan Enda Nasution (Bapak Blogger Indonesia)

2. Diskusi buku " Lorong dunia II" karya Sigit Susanto

3. Pementasan teater pintu 301 pimpinan Bung Kelinci yang akan
diangkat dari novel Lanang karya Yonathan Raharjo pemenang sayembara
novel DKJ 2006 dan Monolog yang diangkat dari Puisi Otobiografi, dan
cerpen karya Akmal Nasery Basral

4. Dialog bersama pemenang novel DKJ tahun 2008, diajeng Anindita

5. Dan masih banyak lagi pementasan-pementasan lainnya, seperti baca
puisi, monolog, musik

6. Dan yang paling seru adalah akan banyak dorprize bagi hadirin.

Semua acara akan dikemas dengan suasana santai dan ringan.

Esok harinya,

Hari: Minggu, 1 Februari 2009
Waktu: Pukul 10.00 WIB
Tempat: Pemakaman Karet Jakarta Pusat

Acara: Ziarah Kubur ke makam mata kanan sastra Indonesia, Chairil
Anwar dan Pramoedya Ananta Toer, mata kiri sastra Indonesia.

Nah, jangan menyesal karena tak bisa datang. Catat, ingat, dan
berangkat. Pastikan anda akan menikmati acara perayaan HUT APSAS KE-4
di akhir pekan dan akhir bulan pertama ini.

Sampai jumpa di TIM Cikini Jakarta Pusat.

Bagi Apsasian yang ingin mengisi acara, mau baca puisi, atau monolog
cerpen, atau sekadar narsis lainnya, bisa menghubungi Nina Yuliana
(no. hp nya 08129042890) dan kang Budisetiawan di no. hp.
(08158030529), mereka berdua bagian Sie Acara.

salam,
panitia



Eit... setelah seharian ngumpul-2 dan ngobrol-2 sampe pegel, jangan
pulang kampung dulu...
Masih ada acara wisata ziarah esok harinya, Minggu, 1 Februari 2009

TEKNISNYA;

PUKUL 10.00-10.30

duduk manis di bawah pohon sawo,
mendengarkan seekor puisi berkicau
di ranting-rantingnya yang tua,
membiarkan bulan mungil jatuh
dan memantul-mantul di atas kepalamu yang kenyal,
meredakan gemuruh tubuhmu yang riuh dan fana. (jokpin)

di pintu depan Pekuburan KARET BIVAK  sambil menunggu yang lain.
(bagi yang belum tahu, hari sabtu bikin janjian dengan teman-2 yang sudah tahu)

Pukul 10.30 kita serentak menuju

 Nisan Chairil Anwar

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu di atas debu
Dan duka maha tuan tak bertahta.

yang diisi dengan acara:

   * Sambutan atas nama moderator dan panitia
   * Pembacaan riwayat hidup dan jasa-jasanya
   * Pembacaan doa

Dilanjutkan ke makam Pramoedya
dengan acara yang sama juga...

   * Pembacaan riwayat hidup dan jasa-jasanya
   * Pembacaan doa


Salam

Panitia

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Undangan Perayaan HUT APSAS KE-4 dan ZIARAH PRAMOEDYA ANANTA TOER dan CHAIRIL ANWAR

Undangan Perayaan HUT APSAS KE-4
dan ZIARAH PRAMOEDYA ANANTA TOER dan CHAIRIL ANWAR



Undangan Perayaan HUT APSAS KE-4
Apresiasi-Sastra@yahoogroups. com

Apa yang bakal terjadi jika para sastrawan internet seharian berkumpul
di Taman Ismail Marzuki (TIM)? Tentu anda tidak membayangkan mereka
hanya akan chating, browsing, posting, atau ngendon di balik monitor
pc/ laptop, karena ini pasti salah besar.
Sebab mereka juga manusia nyata yang punya ekspresi yang enak didengar
dan ditonton, tak sekadar enak dibaca.

Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun milis Apresiasi-Sastra ke-4
tahun 2009 ini, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara, kaum pecinta sastra
untuk hadir dan menikmati sajian warga milis Apsas nanti pada:

Hari: Sabtu, 31 Januari 2009
Waktu: pukul 09.00-18.00 WIB
Tempat:
Pusat Dokumentasi HB Jassin
Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya
Jakarta Pusat

Acaranya banyak banget, antara lain:

1. Bincang Sastra bertema " Sastra Internet dan masa depan Sastra"
bersama para pembicara dahsyat, Saut Situmorang, Nuruddin 'pabrik_t'
Asyhadie dan Enda Nasution (Bapak Blogger Indonesia)

2. Diskusi buku " Lorong dunia II" karya Sigit Susanto

3. Pementasan teater pintu 301 pimpinan Bung Kelinci yang akan
diangkat dari novel Lanang karya Yonathan Raharjo pemenang sayembara
novel DKJ 2006 dan Monolog yang diangkat dari Puisi Otobiografi, dan
cerpen karya Akmal Nasery Basral

4. Dialog bersama pemenang novel DKJ tahun 2008, diajeng Anindita

5. Dan masih banyak lagi pementasan-pementasan lainnya, seperti baca
puisi, monolog, musik

6. Dan yang paling seru adalah akan banyak dorprize bagi hadirin.

Semua acara akan dikemas dengan suasana santai dan ringan.

Esok harinya,

Hari: Minggu, 1 Februari 2009
Waktu: Pukul 10.00 WIB
Tempat: Pemakaman Karet Jakarta Pusat

Acara: Ziarah Kubur ke makam mata kanan sastra Indonesia, Chairil
Anwar dan Pramoedya Ananta Toer, mata kiri sastra Indonesia.

Nah, jangan menyesal karena tak bisa datang. Catat, ingat, dan
berangkat. Pastikan anda akan menikmati acara perayaan HUT APSAS KE-4
di akhir pekan dan akhir bulan pertama ini.

Sampai jumpa di TIM Cikini Jakarta Pusat.

Bagi Apsasian yang ingin mengisi acara, mau baca puisi, atau monolog
cerpen, atau sekadar narsis lainnya, bisa menghubungi Nina Yuliana
(no. hp nya 08129042890) dan kang Budisetiawan di no. hp.
(08158030529), mereka berdua bagian Sie Acara.

salam,
panitia



Eit... setelah seharian ngumpul-2 dan ngobrol-2 sampe pegel, jangan
pulang kampung dulu...
Masih ada acara wisata ziarah esok harinya, Minggu, 1 Februari 2009

TEKNISNYA;

PUKUL 10.00-10.30

duduk manis di bawah pohon sawo,
mendengarkan seekor puisi berkicau
di ranting-rantingnya yang tua,
membiarkan bulan mungil jatuh
dan memantul-mantul di atas kepalamu yang kenyal,
meredakan gemuruh tubuhmu yang riuh dan fana. (jokpin)

di pintu depan Pekuburan KARET BIVAK  sambil menunggu yang lain.
(bagi yang belum tahu, hari sabtu bikin janjian dengan teman-2 yang sudah tahu)

Pukul 10.30 kita serentak menuju

 Nisan Chairil Anwar

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu di atas debu
Dan duka maha tuan tak bertahta.

yang diisi dengan acara:

   * Sambutan atas nama moderator dan panitia
   * Pembacaan riwayat hidup dan jasa-jasanya
   * Pembacaan doa

Dilanjutkan ke makam Pramoedya
dengan acara yang sama juga...

   * Pembacaan riwayat hidup dan jasa-jasanya
   * Pembacaan doa


Salam

Panitia

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Koran Maya Pimpin Revolusi Media di Malaysia


SENYUM lebar menghiasi wajah Raja Petra Kamaruddin saat meninggalkan Pengadilan Tinggi Shah Alam, 7 November 2008 lalu. Maklum, beberapa saat sebelumnya, pengadilan membebaskan Raja dari segala tuduhan. Pria bertubuh gempal itu sempat menghabiskan waktu dua bulan di penjara Kemunting di Negara Bagian Perak lantaran dianggap terlalu keras mengkritik pemerintah Malaysia melalui blog Malaysia Today.
Di Malaysia, blog serta surat kabar internet memang menjadi sarana bagi mereka yang tidak puas dengan pemerintah. Lewat wahana tersebut, mereka bebas menyalurkan suara tanpa harus menjalani serangkaian proses sensor. Tak mengherankan apabila perdebatan maya mengenai politik Malaysia kini begitu membeludak.
Namun, tren berbicara politik di dunia maya tidak muncul dalam sehari. Apalagi di negara yang persnya jarang bersikap kritis. Peletak batu pertama atas tren tersebut adalah Malaysiakini. Koran maya itu beserta berbagai blog politik di Malaysia bahkan dipandang berperan menum buhkan suara oposisi.
"Dunia blog Malaysia memang tengah tumbuh pesat dan sukses membuka pintu kemerdekaan bagi pers Malaysia," kata Shawn Crispin, perwakilan Committee to Protect Journalists di Asia Tenggara kepada AFP.
"Malaysiakini merupakan pionir fenomena berita online dan menjadi contoh bagi para blogger berita dan politik di Malaysia," imbuhnya.
Sejak Malaysiakini muncul sekitar 10 tahun lalu, laman itu telah merangsang pemunculan berbagai blog serta perdebatan online mengenai topik-topik yang sebelumnya tabu dibicarakan, seperti kelompok oposisi, ras, dan agama..
"Internet sebenarnya merupakan pilihan terakhir kami. Pasalnya, kala itu sangat sedikit orang yang bisa mengakses internet. Namun, kami tidak memiliki pilihan lain mengingat kami tidak bisa mendapatkan izin penerbitan," kenang salah satu pendiri Malaysiakini, Steven Gan.
"Kami menjalankan Malaysiakini layaknya menjalankan sebuah surat kabar.. Kami membedakan diri dengan situs politik lainnya dengan menampilkan berita secara kredibel dan profesional," lanjutnya.
Perjuangan Gan dan kawan-kawan tidak sia-sia. Jumlah pengunjung situs mereka kini mencapai 500 ribu per hari. Koran maya itu juga menjadi sumber kebangkitan kelompok oposisi pimpinan Anwar Ibrahim.
Hal itu membuat Barisan Nasional, koalisi yang memimpin Malaysia terkaget-kaget. Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi pun akhirnya mengakui kesalahannya mengabaikan dunia maya. "Kami menyangka surat kabar, majalah, dan televisi adalah yang terpenting dalam berkampanye. Namun, nyatanya kaum muda lebih sering membaca SMS dan blog," pungkasnya. (Basuki Eka Purnama/I-4)
 

 
 
 
 
salam
Abdul Rohim



__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

27 January 2009

[media-sumut] Fatwa Merokok MUI Dinilai Menyedihkan

Fatwa Merokok MUI Dinilai Menyedihkan

Padangpanjang, CyberNews. Wakil Ketua Dewan Fatwa Matla'ul Anwar Pusat, Teuku Zulkarnain menilai sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tidak berani mengeluarkan fatwa merokok hukumnya haram, satu sikap yang menyedihkan. Sehingga, keputusan forum ijtima MUI itu diyakini pelaksanaannya tidak akan optimal.

"Padahal kalangan ulama dunia dalam konferensi umat Islam sedunia di Brunei Darussalam telah memutuskan merokok itu haram. Malaysia sudah sejak lama memutuskan haram," katanya di sela sidang pleno Forum Ijtima Ulama Komisi III Fatwa MUI se-Indonesia III di Padangpanjang, Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (25/1).

Ia menyatakan, Singapura yang hanya 11 persen penduduknya memeluk agama Islam, juga telah mengeluarkan fatwa merokok itu haram. Karena itu, ia meminta pemerintah mencari jalan keluar bagi orang-orang yang saat ini masih menggantungkan hidupnya dari rokok.

"Sepuluh tahun lagi, pemerintah akan menghadapi kenyataan seluruh dunia membenci rokok, dan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi," katanya.

Sidang pleno menyepakati mengeluarkan fatwa merokok hukumnya dilarang antara makruh dan haram. Khususnya diharamkan bagi anak-anak, wanita hamil, ulama MUI, dan di tempat-tempat umum.

Bagi Nahdlatul Ulama (NU), sejak dulu merokok masih tergolong makruh. "Kalau dari dulu di NU hukumnya makruh, tidak sampai haram. Karena itu, berdasarkan tingkat bahayanya yang relatif, jadi tidak sampai haram," ujar Ketua Umum Pengurus Besar NU, Hasyim Muzadi.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi menyambut baik fatwa haram merokok untuk anak-anak dan ibu hamil yang disepakati Forum Ijtima MUI se-Indonesia III di Padangpanjang, Sumbar.

Gabungan Pengusaha Rokok Indonesia (Gapri) menilai fatwa MUI mengharamkan merokok bagi anak-anak dan ibu hamil tak berpengaruh terhadap industri rokok di Tanah Air.

Fatwa haram golput

Sementara itu, Fatwa MUI yang mengharamkan golput selama masih ada calon yang bagus, dinilai sebagai hal yang dipaksakan. "Yang baik menurut MUI itu tentunya berbeda dengan apa yang baik menurut pemilih," ujar peneliti CETRO, Hadar N. Gumay.

Hadar pun mempertanyakan tokoh yang layak dipilih menurut versi MUI. Menurutnya, soal memilih atau tidak memilih itu berdasarkan kesadaran, bukan paksaan. "Apa benar MUI sudah melakukan penelitian mendalam pada calon-calon itu. Atau hanya selintas?" ungkapnya. Menurut Hadar, MUI lebih tepat mengeluarkan imbauan daripada fatwa soal golput.
(GM, Ant /smcn)
 
 
 
 
 
salam
Abdul Rohim



__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Undangan Perayaan HUT APSAS KE-4

Undangan Perayaan HUT APSAS KE-4
Apresiasi-Sastra@yahoogroups. com

Apa yang bakal terjadi jika para sastrawan internet seharian berkumpul di Taman Ismail Marzuki (TIM)? Tentu anda tidak membayangkan mereka hanya akan chating, browsing, posting, atau ngendon di balik monitor pc/ laptop, karena ini pasti salah besar.
Sebab mereka juga manusia nyata yang punya ekspresi yang enak didengar dan ditonton, tak sekadar enak dibaca.

Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun milis Apresiasi-Sastra ke-4 tahun 2009 ini, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara, kaum pecinta sastra untuk hadir dan menikmati sajian warga milis Apsas nanti pada:
 
Hari: Sabtu, 31 Januari 2009
Waktu: pukul 09.00-18.00 WIB
Tempat:
Pusat Dokumentasi HB Jassin
Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya
Jakarta Pusat

Acaranya banyak banget, antara lain:

1. Bincang Sastra bertema " Sastra Internet dan masa depan Sastra" bersama para pembicara dahsyat, Saut Situmorang, Nuruddin 'pabrik_t' Asyhadie dan Enda Nasution (Bapak Blogger Indonesia)

2. Diskusi buku " Lorong dunia II" karya Sigit Susanto

3. Pementasan teater pintu 301 pimpinan Bung Kelinci yang akan diangkat dari novel Lanang karya Yonathan Raharjo pemenang sayembara novel DKJ 2006 dan Monolog yang diangkat dari Puisi Otobiografi, dan cerpen karya Akmal Nasery Basral

4. Dialog bersama pemenang novel DKJ tahun 2008, diajeng Anindita

5. Dan masih banyak lagi pementasan-pementasan lainnya, seperti baca puisi, monolog, musik

6. Dan yang paling seru adalah akan banyak dorprize bagi hadirin.

Semua acara akan dikemas dengan suasana santai dan ringan.

Esok harinya,

Hari: Minggu, 1 Februari 2009
Waktu: Pukul 10.00 WIB
Tempat: Pemakaman Karet Jakarta Pusat

Acara: Ziarah Kubur ke makam mata kanan sastra Indonesia, Chairil Anwar dan Pramoedya Ananta Toer, mata kiri sastra Indonesia.

Nah, jangan menyesal karena tak bisa datang. Catat, ingat, dan berangkat. Pastikan anda akan menikmati acara perayaan HUT APSAS KE-4 di akhir pekan dan akhir bulan pertama ini.

Sampai jumpa di TIM Cikini Jakarta Pusat.

Bagi Apsasian yang ingin mengisi acara, mau baca puisi, atau monolog cerpen, atau sekadar narsis lainnya, bisa menghubungi Nina Yuliana (no. hp nya 08129042890) dan kang Budisetiawan di no. hp. (08158030529), mereka berdua bagian Sie Acara.

salam,
panitia

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-sumut] Undangan Perayaan HUT APSAS KE-4

Undangan Perayaan HUT APSAS KE-4
Apresiasi-Sastra@yahoogroups. com

Apa yang bakal terjadi jika para sastrawan internet seharian berkumpul di Taman Ismail Marzuki (TIM)? Tentu anda tidak membayangkan mereka hanya akan chating, browsing, posting, atau ngendon di balik monitor pc/ laptop, karena ini pasti salah besar.
Sebab mereka juga manusia nyata yang punya ekspresi yang enak didengar dan ditonton, tak sekadar enak dibaca.

Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun milis Apresiasi-Sastra ke-4 tahun 2009 ini, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara, kaum pecinta sastra untuk hadir dan menikmati sajian warga milis Apsas nanti pada:
 
Hari: Sabtu, 31 Januari 2009
Waktu: pukul 09.00-18.00 WIB
Tempat:
Pusat Dokumentasi HB Jassin
Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya
Jakarta Pusat

Acaranya banyak banget, antara lain:

1. Bincang Sastra bertema " Sastra Internet dan masa depan Sastra" bersama para pembicara dahsyat, Saut Situmorang, Nuruddin 'pabrik_t' Asyhadie dan Enda Nasution (Bapak Blogger Indonesia)

2. Diskusi buku " Lorong dunia II" karya Sigit Susanto

3. Pementasan teater pintu 301 pimpinan Bung Kelinci yang akan diangkat dari novel Lanang karya Yonathan Raharjo pemenang sayembara novel DKJ 2006 dan Monolog yang diangkat dari Puisi Otobiografi, dan cerpen karya Akmal Nasery Basral

4. Dialog bersama pemenang novel DKJ tahun 2008, diajeng Anindita

5. Dan masih banyak lagi pementasan-pementasan lainnya, seperti baca puisi, monolog, musik

6. Dan yang paling seru adalah akan banyak dorprize bagi hadirin.

Semua acara akan dikemas dengan suasana santai dan ringan.

Esok harinya,

Hari: Minggu, 1 Februari 2009
Waktu: Pukul 10.00 WIB
Tempat: Pemakaman Karet Jakarta Pusat

Acara: Ziarah Kubur ke makam mata kanan sastra Indonesia, Chairil Anwar dan Pramoedya Ananta Toer, mata kiri sastra Indonesia.

Nah, jangan menyesal karena tak bisa datang. Catat, ingat, dan berangkat. Pastikan anda akan menikmati acara perayaan HUT APSAS KE-4 di akhir pekan dan akhir bulan pertama ini.

Sampai jumpa di TIM Cikini Jakarta Pusat.

Bagi Apsasian yang ingin mengisi acara, mau baca puisi, atau monolog cerpen, atau sekadar narsis lainnya, bisa menghubungi Nina Yuliana (no. hp nya 08129042890) dan kang Budisetiawan di no. hp. (08158030529), mereka berdua bagian Sie Acara.

salam,
panitia

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

26 January 2009

[media-sumut] Riset Fiktif Cermin Demoralisasi Kampus

Riset Fiktif Cermin Demoralisasi Kampus
Seorang guru besar salah satu perguruan tinggi negeri ternama diduga terlibat proyek fiktif senilai Rp 4,4 miliar. Di tengah penyusunan RPP UU Guru dan Dosen yang rencananya menaikkan gaji dan tunjangan guru besar rata-rata Rp 13 juta per bulan, kalau benar perilaku guru besar tersebut, hal itu sungguh memalukan.

Selama ini, di kalangan mahasiswa dan masyarakat -termasuk orang tua mahasiswa- memang muncul banyak rasan-rasan tentang apa yang disebut sebagai "intelektual tukang" dan "intelektual proyek". Untuk itu, ke depan perlu dipertegas aturan main tentang posisi dan tradisi "tukang" para intelektual kampus tersebut. Apalagi, kasus riset fiktif atau riset asal-asalan telah menjadi kebiasaan para dosen.

Zaenal Muttaqien, Jl Singosari Timur III/23, Semarang

http://jawapos.com/
 
 
 
 
salam
Abdul Rohim



__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

22 January 2009

[media-sumut] Insentif Media vs Kemerdekaan Pers


Krisis finansial yang tengah berlangsung saat ini tampaknya akan semakin mengular ke mana-mana. Jika serangan krisis yang dipicu kasus kredit perumahan murah AS awalnya hanya menohok sektor finansial, kini menampar pula industri manufaktur.

Automotif,misalnya. Dikabarkan, Mitsubishi di Jepang, sebagai contoh,akan merumahkan 1.600 karyawannya pada akhir Januari ini, menyusul pemutusan hubungan kerja ribuan karyawan lain pada akhir November lalu.

Di Indonesia, cerita PHK yang akan berbuah derita bagi para buruh pun semakin panjang daftar antreannya. Dalam banyak diskusi dengan sejumlah kawan di berbagai daerah, saya sempat bertanya, apakah eskalasi dan dampak krisis finansial kali ini akan lebih parah ketimbang krisis moneter 1998?

Sebagian kawan saya menjawab ya. Krisis kali ini adalah "silent crisis",sebuah krisis yang awalnya hanya dialami kaum the haves(pemain bisnis keuangan),tapi melilit pula masyarakat awam. Ada satu pendapat dari seorang kawan yang mengatakan krisis finansial global kali ini menegaskan runtuhnya sistem kapitalisme dan segala turunannya. Ekonomi pasar murni rupanya bisa kolaps juga ketika berhadapan dengan kerakusan para pemainnya sendiri.

Ujung-ujungnya, negara (state) juga yang akhirnya harus turun tangan "menyelamatkan" buah ketamakan para kapitalis.Padahal, sebelumnya kapitalisme mengandaikan negasi atas intervensi negara.

Tak syak,kaum kapitalis pun kompak meneriakkan kepada negara agar menolong (iklim) bisnis mereka.Jadilah negara harus ikut campur tangan. Inisiatifdanprakarsanegaradima sa krisis belakangan juga jadi fenomena menarik di sini.Kamar Dagang dan Industri (Kadin), jelas-jelas sudah meneriakkan perlunya insentif bagi para pengusaha di masa krisis.

Mulai dari kelonggaran pembayaran pajak untuk waktu tertentu (tax holiday), penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN), hingga penurunan suku bunga kredit. Jika ini benar-benar diimplementasikan, para pengusaha yakin akan mampu menolong mereka dari terkaman dampak krisis yang lebih parah.

Pelaku dan pengendali

Lalu bagaimana dengan para penerbit pers, apakah mereka juga membutuhkan insentif di masa krisis ini? Bukankah pers sebuah entitas yang unik,sehingga memiliki regulasi khusus (sebagian berpandangan lex specialis),yang berbeda dengan ranah industri lain? Pers atau media adalah pelaku pasar sekaligus pengontrol sosial.

Pasal 3 Undang-Undang No 40/1999 tentang Pers tegas menyebut, pers memiliki fungsi informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.Pers juga merupakan lembaga ekonomi.Kepadanya melekat fungsi-fungsi pemasaran (produk), namun juga memberikan pengawasan sekaligus terhadap kebijakan pemerintah yang tengah berjalan.

Pers bisa mengulas kasus-kasus korupsi yang dilakukan pejabat pemerintah, sembari menjualnya dalam lembaran-lembaran editorial kepada pasar (pembaca). Dagangan utama pers adalah idealisme— meminjam pendapat Jakob Oetama, salah satu begawan pers Indonesia.

Tanpa idealisme pers tidak akan laku dibaca orang. Justru dengan menyuarakan gagasan-gagasan idealis inilah pers bisa mengingatkan suatu anomali yang tengah berkembang di negeri ini.Termasuk mengingatkan kepada publik bahwa kita tengah mengalami krisis. Masalahnya, bagaimana jika media cetak kini juga terimbas krisis?

Perlukah ia memperoleh insentif sebagaimana diteriakkan para pengusaha di Kadin? Jika perlu,apa bentuk insentif yang pantas dan relevan? Jamak dipahami,komponen terbesar dari bisnis di media cetak adalah biaya pembelian kertas koran dan cetak. Rata-rata penerbit media cetak di Indonesia menghabiskan antara 60–70% duit mereka untuk belanja kertas dan mencetak koran.

Menurut catatan Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) pusat, per Juni 2008 terdapat 1.008 penerbit media cetak di seluruh Indonesia, dengan total oplah 19 juta eksemplar. Koran harian menyumbang oplah terbanyak, 7,49 juta eksemplar dari 290 penerbit.Jika setiap kilogram kertas koran menghasilkan 12 eksemplar dengan ketebalan lebih kurang 12 halaman,maka tiap hari diperkirakan kebutuhan kertas koran mencapai 624.167 kg atau 624 ton.

Tiap bulan menjadi 18.720 ton,dan tiap tahun mencapai 224.640 ton. Saat ini harga kertas koran di pasaran domestik untuk kelas A berkisar Rp 9.500/kg, termasuk PPN 10%.Maka setiap tahun uang yang beredar untuk pembelian kertas koran bagi konsumsi surat kabar harian saja sudah mencapai Rp2,134 triliun..

Nilai uang ini akan semakin membengkak manakala harga kertas koran terus membubung mengikuti fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.Kapitalisasi angka yang cukup besar bagi sebuah industri di dalam negeri,hanya untuk pembelian bahan baku saja.

Insentif yang elegan

Repotnya,industri surat kabar begitu rentan dengan persoalan kertas koran ini. Sedikit saja dolar AS berkembang, harga kertas pun akan terkerek. Tingginya harga kertas koran diakibatkan oleh bahan baku kertas,pulp maupun kertas bekas (old paper),yang harus diimpor.

Inilah yang menyebabkan pabrikan kertas di dalam negeri menjadi sulit mengontrol harga kertas sampai pada tingkat "paling ekonomis" bagi konsumen (penerbit koran). Pantaslah kalau para penerbit koran kini ikut menjerit. Sekurangnya akibat harga kertas kian melangit,sementara potensi pendapatan iklan akan merosot karena banyak pengiklan kini mulai mengerem dana promosi mereka akibat krisis finansial global.

Sungguhpun begitu,meski mulai dicekam dampak krisis global, para penerbit surat kabar belum juga kunjung berteriak seperti halnya para pengusaha di Kadin.Apa yang sesungguhnya terjadi? Apa mereka tidak membutuhkan insentif bagi industri media cetak agar tidak digerus dampak krisis global?

Saya kira ada dua penjelasan untuk hal ini.Pertama,ketika penerbit surat kabar mulai menjerit dan meminta insentif kepada pemerintah,ada kesan media menjadi tidak independen lagi. Ada kecemasan di dalamnya,pemerintah akan meminta imbalan yang berujung pada upaya mengebiri kemerdekaan pers.Logika saya mengatakan, kecemasan itu masih pantas diumbar, lantaran tidak ada jaminan bahwa sebuah rezim pemerintahan akan terus mempertahankan iklim kemerdekaan pers,tanpa media ikut mengawasi,mengawal, dan terus mempertahankan kemerdekaan pers itu.

Kedua, penerbit surat kabar masih terus menunggu eskalasi krisis ini bagi eksistensi kehidupan mereka. Jika sektor industri lain melakukan PHK akibat tidak mampu lagi mempertahankan biaya produksi yang terus meningkat, sementara pendapatan terus tersendat,pilihan bagi penerbit surat kabar,paling tidak,adalah mengerem ekspansi halaman.

Jika perlu–untuk sementara—mengurangi halaman dan oplah.. Seandainya pada akhirnya dibutuhkan insentif bagi industri surat kabar tanpa mengebiri independensi media,dalam hemat saya hal itu harus dilakukan secara elegan dengan penjelasan yang sangat adekuat. Dan sebenarnya ada peluang ke arah sana.Seperti melalui pembebasan PPN pembelian kertas dan penjualan koran, yang diatur lewat perubahan atas UU PPN yang kini sedang digodok di DPR.

Namun,karena ini masa krisis,perlu langkah darurat yang bisa diulurkan pemerintah kepada industri pers. Sembari menunggu selesainya UU PPN baru yang memberi payung regulasi pembebasan PPN kertas dan penjualan koran, seyogianya pemerintah bisa menerbitkan semacam keputusan presiden atau peraturan menteri keuangan, yang menegaskan PPN atas pembelian kertas dan pembelian koran ditanggung negara.

Di sinilah pentingnya pemerintah memahami dan menempatkan kertas–bahan baku suratkabar—sebagai barang strategis, yang setara nilainya dengan barangbarang strategis lain, sebagaimana diatur dalam regulasi terkait PPN. Ini juga jelas selaras dengan iklim ekonomi kreatif yang ditekankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam berbagai kesempatan, yang menempatkan penerbitan (media cetak) sebagai salah satu sektor gelombang ekonomi kreatif.

Saya kira dalam konteks ini insentif pembebasan PPN kertas dan penjualan koran tidak akan mencederai rasa keadilan masyarakat,yang juga membutuhkan bentuk-bentuk insentif tambahan guna mampu bertahan menghadapi situasi ekonomi yang kurang nyaman akibat krisis atau mengingkari hakikat kemerdekaan pers itu sendiri.(*)

Asmono Wikan
Direktur Eksekutif Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat  
 

 
 
 
 
salam
Abdul Rohim

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

21 January 2009

[media-sumut] Koran Katolik Malaysia Tantang Pemerintah


Koran Katolik Malaysia Tantang Pemerintah

KUALA LUMPUR – Sebuah koran mingguan Katolik di Malaysia telah melanggar larangan pemerintah menggunakan kata "Allah" sebagai terjemahan dari "God" dalam tulisan-tulisannya.
Pemimpin redaksi surat kabar The Herald, Pastor Lawrence Andrew, mengatakan medianya tetap menggunakan kata "Allah" hingga pengadilan membuat putusan soal kasus itu bulan depan. "Menurut kami, batasan penggunaan kata 'Allah' tidak dapat diterima ketika kita menggunakan itu sebagai terjemahan 'God' selama berabad-abad di Malaysia," katanya kepada kantor berita AFP.
Rezim Barisan Nasional yang berkuasa menegaskan hanya kalangan muslim yang berhak memakai kata "Allah". Mereka mengancam akan membredel The Herald jika terus membangkang. Namun, pihak kementerian dalam negeri melunak setelah media itu membawa kasus tersebut ke pengadilan.
Pemerintah pada bulan lalu mengeluarkan larangan terhadap surat kabar The Herald berbahasa Melayu sampai pengadilan mengeluarkan putusan. Batasan itu ditetapkan sebagai syarat koran itu tetap bisa terbit dalam bahasa Inggris, Cina, dan Tamil.
Andrew menegaskan, kata "Allah" itu mereka pakai dengan alasan sejarah. "Munshi Abdullah, bapak literatur modern Malaysia, menerjemahkan Injil ke bahasa Melayu pada 1852 dan ia menerjemahkan 'God' sebagai 'Allah'," ujarnya.
Herald, yang dipublikasikan di kalangan 850 ribu penganut Katolik di Malaysia, kehilangan izin penerbitannya tahun lalu. Masalah agama memang sangat sensitif di Malaysia. Pihak Hindu pada 2007 pernah berdemonstrasi karena menganggap pemerintah memperlakukan mereka berbeda dengan etnis Melayu yang mayoritas.
Kekecewaan kaum minoritas itulah yang membuat perolehan suara koalisi Barisan Nasional merosot pada pemilihan parlemen 8 Maret tahun lalu. AFP/Faisal Assegaf
 
 
 
 
 
salam
Abdul Rohim

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

19 January 2009

[media-sumut] Kerukunan sembilan etnis Sumut diseminarkan di Bandung

Kerukunan sembilan etnis Sumut diseminarkan di Bandung    
WASPADA ONLINE

MEDAN - Eksistensi sembilan etnis suku bangsa yang menjadi warga asli Provinsi Sumatera Utara yang sejak dulu dapat hidup rukun dan damai antarsesamanya akan diseminarkan di Bandung.

Seminar akan digelar sehari penuh di Kampus Universitas Maranatha, Bandung pada 28 Maret 2008, ujar panitia pelaksana seminar yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Martabe Jawa Barat, St K Robert Siregar, usai bertemu Gubernur Sumut H. Syamsul Arifin di Medan, Selasa (13/1).

Menurut dia, selain seminar sehari, di tempat yang sama pihaknya juga akan menggelar malam pertemuan silaturrahmi antara masyarakat dari sembilan etnis di Sumut tersebut.

"Acara silaturrahmi akan dihadiri sedikitnya 1.200 orang yang mewakili sembilan etnis di Sumut yang tersebar di Bandung," katanya.

Gubernur Sumut sendiri, menurut Robert, memberi tanggapan positif atas rencana pelaksanaan seminar dan silaturahmi tersebut.

"Pada prinsipnya gubernur atas nama masyarakat Sumut menyambut positif acara tersebut, karena hal ini bisa menjadi cikal bakal untuk terus tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan di daerah ini yang merupakan miniatur Indonesia," katanya.
 
 
 
 
salam
Abdul Rohim

__._,_.___

media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

17 January 2009

[media-sumut] Blog, Lintas Media


 

blog
Lintas Media

Wicaksono
  • WARTAWAN TEMPO
    MEDIA jejaring sosial bermekaran bak jamur di musim hujan. Dewasa ini ada lebih dari 30 media sosial yang populer di ranah Internet, seperti Facebook, MySpace, LinkedIn, Tumblr, Blogger, Bebo, Friendster, Plaxo, hi5, Plurk, Jaiku, Twitter, Flickr, YouTube, dan Imeem. Masing-masing memiliki layanan berbeda, dengan segala kelebihan dan kekurangan.
    Mat Bloger, yang aktif di hampir semua jenis layanan itu, ternyata lama-kelamaan merasa pusing sendiri. Bayangkan, selain memiliki blog di Wordpress dan Blogspot, ia rajin mengunggah foto koleksinya di Flickr, memperbaiki statusnya di Facebook, serta berbagi kabar dengan teman-temannya lewat Plurk dan Twitter. Ia merasa waktunya habis untuk merawat semua media sosial miliknya.
    "Apa rahasia sampean bisa aktif di semua media jejaring sosial, Mas? Saya lihat sampean sudah seperti Dewa Wisnu, yang tangannya empat, dan bisa melakukan banyak pekerjaan sekaligus, ya, mengirim posting baru di Wordpress, berbagi kabar di Plurk, memperbarui status di Facebook. Kok bisa?" tanya Mat Bloger.
    "Pakai otak, Mat," jawab saya singkat.
    "La iya, mosok pakai lem tikus sih, Mas?" kata Mat Bloger sewot karena merasa saya ledek.
    Saya ngakak. "Sebetulnya tak ada rahasia, Mat. Saya bisa multitasking karena ada layanan lintas media atawa multiplatform service. Layanan ini sedang jadi tren di kalangan blogger."
    "Waduh, apa itu, Mas?"
    "Layanan lintas media itu adalah satu jenis layanan pengiriman posting atau pembaruan status ke semua media jejaring sosial secara seketika hanya dengan sekali klik."
    "Halah, hebat amat. Saya kok baru dengar layanan itu. Baru, ya? Siapa saja yang menyediakan layanan canggih itu, Mas?"
    "Banyak, Mat. Misalnya ada Ping.fm (http://ping.fm), HelloTxt (http://hellotxt.com), dan Tagalus MultiTweet (http://twitter.tagal.us/client). Mereka ini sebetulnya bukan layanan yang baru-baru amat. HelloTxt, misalnya, dibuat di Italia pada 2007, tapi kemudian dibeli oleh perusahaan mobile entertainment Rocket Mobile, yang bermarkas di Los Gatos, California, Amerika. Layanan-layanan itu terwujud berkat teknologi yang disebut API (application program interface). Gampangnya, ini program yang memungkinkan pelbagai media sosial itu bercakap-cakap satu sama lain.
    Layanan lintas media dibuat untuk membantu orang-orang yang memiliki banyak media jejaring sosial. Ya, seperti sampean ini, yang aktif di mana-mana, mengisi Plurk, Jaiku, Facebook, Flickr, Wordpress, dan hi5. Sampean kan kerap kerepotan dan tak punya cukup waktu merawat semua koleksi sampean itu. Nah, layanan lintas media adalah teman yang tepat mengatasi masalah itu. Dengan layanan ini, sampean hanya perlu membuat satu posting baru, lalu secara otomatis pesan itu akan dipancarkan ke semua media jejaring sosial secara serentak dan seketika. Anggota komunitas atau jaringan sosial sampean juga langsung tahu bahwa sampean telah mengirim posting baru atau memperbarui status.
    Hebatnya, pengiriman posting bisa dilakukan lewat situs web, e-mail, maupun pesan pendek (SMS). Sampean bahkan dapat mengirim posting dalam pelbagai bentuk, baik teks, foto, audio, maupun video, dari telepon seluler. Caranya gampang kok. Sampean hanya perlu mendaftar agar dapat memanfaatkan layanan gratis itu. Setelah mendapatkan username dan password , sampean tinggal mengatur ke layanan mana saja posting sampean juga akan muncul."
    "Wah, asyik juga, ya. Saya juga mau mencoba ah, Mas."
  •  
     
     
     
    salam
    Abdul Rohim

    __._,_.___

    media sumut



    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___