28 January 2009

[media-sumut] Koran Maya Pimpin Revolusi Media di Malaysia


SENYUM lebar menghiasi wajah Raja Petra Kamaruddin saat meninggalkan Pengadilan Tinggi Shah Alam, 7 November 2008 lalu. Maklum, beberapa saat sebelumnya, pengadilan membebaskan Raja dari segala tuduhan. Pria bertubuh gempal itu sempat menghabiskan waktu dua bulan di penjara Kemunting di Negara Bagian Perak lantaran dianggap terlalu keras mengkritik pemerintah Malaysia melalui blog Malaysia Today.
Di Malaysia, blog serta surat kabar internet memang menjadi sarana bagi mereka yang tidak puas dengan pemerintah. Lewat wahana tersebut, mereka bebas menyalurkan suara tanpa harus menjalani serangkaian proses sensor. Tak mengherankan apabila perdebatan maya mengenai politik Malaysia kini begitu membeludak.
Namun, tren berbicara politik di dunia maya tidak muncul dalam sehari. Apalagi di negara yang persnya jarang bersikap kritis. Peletak batu pertama atas tren tersebut adalah Malaysiakini. Koran maya itu beserta berbagai blog politik di Malaysia bahkan dipandang berperan menum buhkan suara oposisi.
"Dunia blog Malaysia memang tengah tumbuh pesat dan sukses membuka pintu kemerdekaan bagi pers Malaysia," kata Shawn Crispin, perwakilan Committee to Protect Journalists di Asia Tenggara kepada AFP.
"Malaysiakini merupakan pionir fenomena berita online dan menjadi contoh bagi para blogger berita dan politik di Malaysia," imbuhnya.
Sejak Malaysiakini muncul sekitar 10 tahun lalu, laman itu telah merangsang pemunculan berbagai blog serta perdebatan online mengenai topik-topik yang sebelumnya tabu dibicarakan, seperti kelompok oposisi, ras, dan agama..
"Internet sebenarnya merupakan pilihan terakhir kami. Pasalnya, kala itu sangat sedikit orang yang bisa mengakses internet. Namun, kami tidak memiliki pilihan lain mengingat kami tidak bisa mendapatkan izin penerbitan," kenang salah satu pendiri Malaysiakini, Steven Gan.
"Kami menjalankan Malaysiakini layaknya menjalankan sebuah surat kabar.. Kami membedakan diri dengan situs politik lainnya dengan menampilkan berita secara kredibel dan profesional," lanjutnya.
Perjuangan Gan dan kawan-kawan tidak sia-sia. Jumlah pengunjung situs mereka kini mencapai 500 ribu per hari. Koran maya itu juga menjadi sumber kebangkitan kelompok oposisi pimpinan Anwar Ibrahim.
Hal itu membuat Barisan Nasional, koalisi yang memimpin Malaysia terkaget-kaget. Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi pun akhirnya mengakui kesalahannya mengabaikan dunia maya. "Kami menyangka surat kabar, majalah, dan televisi adalah yang terpenting dalam berkampanye. Namun, nyatanya kaum muda lebih sering membaca SMS dan blog," pungkasnya. (Basuki Eka Purnama/I-4)
 

 
 
 
 
salam
Abdul Rohim



__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: