07 March 2009

[media-sumut] Profile Panda Nababan_Caleg DPR RI PDI Perjuangan Sumut_Dapil Sumut 1 Nomor urut 1

Menentang Kemiskinan

untuk Mencapai

Indonesia Sentosa

Berjuang, berjuang, berjuang. Itulah kata-kata yang dapat menggambarkan sosok Panda Nababan. Seakan, sepanjang hidupnya, ia tak mengenal kata jera dalam perjuangan. Padahal, ketika negeri ini dipimpin oleh Soeharto, Panda Nababan dua kali masuk penjara, tanpa pernah diadili, masing-masing sekitar satu tahun. Ia dipenjara di Rumah Tahanan Militer Budi Utomo, Jakarta. Gara-garanya, Panda Nababan adalah seorang pendukung Soekarno dan ia menjadi Ketua Departemen Organisasi Gerakan Mahasiswa Bung Karno, ketika menjadi mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta.

Toh, Panda Nababan tak pernah kapok memperjuangkan kebenaran, membela kaum tertindas, dan menyuarakan kepentingan rakyat banyak. Lepas dari penjara, ia menjadi wartawan. Dan, selama 30 tahun menjadi wartawan, Panda Nababan tetap berani mengungkapkan berbagai kebobrokan pemerintah yang merugikan rakyat, seperti kasus korupsi, manipulasi, dan nepotisme. Panda pun "diganjal" kiri-kanan, depan-belakang, atas-bawah, oleh rezim Orde Baru. Namanya juga selama bertahun-tahun dilarang muncul sebagai wartawan atau sebagai pengasuh media massa, meski Panda ikut mendirikan media itu.

Sebagai wartawan, banyak kasus besar telah Panda ungkap, antara lain kasus kekejian Orde Baru di Losarang, Jawa Barat, menjelang Pem

ilu 1971 dan kebobrokan aparat pemerintah di Pelabuhan Tanjungpriok dan Bandara Halim Perdanakusuma. Untuk pemberitaan soal Bandara Halim Perdanakusuma itu, ia malah memperoleh penghargaan Adinegoro pada tahun 1976.

Panda Nababan juga pernah memberitakan kasus Kepala Dolog Kalimantan Timur yang melakukan korupsi. Begitu pula dengan kasus korupsi besar-besaran di tubuh Polri; skandal Pluit yang merugikan negara dengan nilai yang sangat besar pada masanya; kasus penggusuran tanah di Kalibata, Jakarta; pembajakan pesawat Woyla di Bangkok, dan; Tragedi Kapal Tampomas II yang menelan banyak korban.

Tekadnya untuk menyuarakan kebenaran dan membela kepentingan rakyat kemudian ia salurkan lewat partai politik. Pada tahun 1993, Panda Nababan memilih berdiri di belakang Megawati Soekarnoputri, yang sedang dizalimi oleh penguasa Orde Baru. Panda Nababan menjadi Ketua Tim Sukses Megawati Soekarnoputri untuk menjadi Ketua Umum PDI dalam kongres luar biasa di Surabaya. Megawati secara de facto terpilih menjadi ketua umum. Namun, Soeharto sang presiden tak setuju dan kemudian menjadikan Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI. Megawati dipaksa turun, sampai akhirnya kemudian terjadilah Peristiwa Sabtu Kelabu 27 Juli 1996.

Ketika angin reformasi berembus, Panda Nababan tetap berada satu barisan dengan Megawati Soekarnoputri, di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Panda Nababan ingin terlibat aktif dalam mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: menciptakan masyarakat adil dan makmur; menentang kemiskinan untuk mencapai Indonesia sentosa. Dan, ketika PDI Perjuangan menjadi partai dengan suara terbanyak pada Pemilu 1999, Panda Nababan dipercaya untuk menjadi wakil rakyat di DPR RI.

Selama tahun 1999 sampai dengan 2004, Panda Nababan masuk dalam Komisi II DPR RI, bidang hukum dan dalam negeri. Dan, banyak hal telah ia lakukan untuk memperjuangkan dan membela kepentingan rakyat banyak. Karena itulah, pada Pemilu 2004, rakyat kembali memberi kepercayaan kepada Panda Nababan untuk memperjuangkan aspirasi mereka di DPR RI. Untuk masa bakti 2004 sampai dengan 2009, ia duduk sebagai anggota Komisi III DPR RI, bidang hukum.

Dalam pemilihan umum 2009 sekarang ini, Panda Nababan tetap ingin menyuarakan kepentingan rakyat banyak, terutama masyarakat Sumatra Utara di Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi. Karena itulah, Panda Nababan kembali mencalonkan diri untuk menjadi wakil rakyat. "Rakyat harus terus dibela dan kebenaran harus selalu diperjuangkan," ujar Panda. Itulah panggilan hidupnya. ***



__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: