16 April 2009

[media-sumut] Asyik, Bisa Ubah Sendiri Perolehan Suara



6 Apr 2009 | 16:17 | Fokus Berita

Wahyu Ramadhoni
Yudi Rahmat /Primair Online

KONON, pemilu 2009 adalah pemilu yang tercanggih sepanjang sejarah Indonesia. Kecanggihan itu digembar-gemborkan karena penggunaan perangkat teknologi informasi yang diklaim oleh mitra KPU, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, sebagai sistem yang pintar. Tapi, apakah benar begitu kondisi di lapangan?

Adalah sebuah benda bernama Intelligent Character Recognition (ICR). Perangkat lunak ini gres dipakai pada pemilu tahun ini. Pemakaiannya ditetapkan dalam Peraturan KPU Nomor 02 Tahun 2009. Nota Kesepakatan antara KPU dan BPPT diteken 12 Maret 2009.

Sebuah situs teknologi informasi pemilu menyebutkan ada empat keunggulan mesin pemindai berbasis ICR ini. Pertama, mempercepat proses penghitungan suara. Kedua, memperoleh tabulasi akurat. Ketiga, memperoleh salinan dokumen elektronik yang otentik dan aman. Keempat, transparan dalam mendukung fungsi pengawasan publik.

Secara sederhana digambarkan, ICR adalah alat yang mampu mengenali tulisan tangan dan menerjemahkannya dalam kode atau simbol digital yang dapat disunting dan disimpan dalam komputer. Ada empat bagian dari alat itu: preprocessing, character segmentation, character recognition, dan post processing.

Primair Online, Kamis (16/4), mengecek 'kehebatan' alat cerdas itu.

Kantor KPUD Jakarta Pusat, siang itu, masih terlihat sibuk. Salah satu kesibukan para petugas adalah merekapitulasi suara. Bagaimana nasib alat cerdas ICR di sana?

"Nyaris tidak kita gunakan. Justru menghambat. Buang-buang waktu," kata Ketua KPUD Jakarta Pusat Hasan Alaydrus. KPUD Jakpus memasang anggaran dalam DIPA untuk ICR itu sebesar Rp 40 juta.

Di area KPUD Jakpus terdapat 1.888 TPS. Sampai saat wawancara berlangsung, baru 186 TPS yang berhasil dikirim ke pusat tabulasi nasional di Hotel Borobudur, Jakarta. Jarak kantor KPUD dengan Hotel Borobudur, 500 meter.

Ternyata, di lapangan, banyak kesalahan penulisan di formulir C-1, untuk pencatatan perolehan suara. "Ini membuat lambat. Hampir di semua TPS salah," katanya.

Ia pun mengeluhkan soal lain: kesalahan penulisan angka yang tidak sesuai standar, kualitas kertas yang tidak layak ketika tiba di KPUD, sampai gagapnya petugas TPS mencatat perolehan suara.

"Namun kesalahan yang paling banyak ditemui adalah kesalahan penulisan karakter sehingga hasil pemindai tidak sesuai dengan manualnya," katanya.

Lantaran kesal, Hasan menyebutkan sistem tabulasi dengan perangkat ICR hanya alat pemuas. "Saya tidak yakin semua data bisa selesai. Ini (ICR) bukan prioritas kita."

Hasan menengok ke belakang. Ia ingat, pada Maret 2009, diadakan pelatihan menggunakan ICR buat para petugas TPS. Saat itu, kata dia, banyak yang menganggap remeh pelatihan itu.

Alhasil, kacaulah perhitungan suara. Menurut Hasan, validitas sistem ini diragukan. Banyak ditemukan tabel partai yang tidak mendapat suara sama sekali, eh, oleh petugas TPS diberi tanda (-) atau (z).

"Ini bahaya. Oleh ICR bisa dimaknai sebagai angka hitung. Bisa jadi angka tujuh atau angka satu," katanya. Akhirnya, petugas KPUD melakukan pencocokan manual dan mengganti sendiri. Tanpa pengawasan.

Seringkali juga kertas formulir C-1 sampai ke KPUD dengan kondisi yang tidak layak. Kondisi yang tidak layak pada kertas C-1 membuat alat pemindai, salah membaca karakter angka.  "Kertas terlipat sedikit saja itu bisa dibaca ICR sebagai angka satu," katanya. Akhirnya, cara manual lagi yang dipakai.

Masalah lainnya, formulir C-1 yang terlalu tipis sehingga mudah terlipat.

Ribetnya pencatatan perolehan suara memakan waktu. Hasan bilang, untuk memindai hasil satu TPS, sampai terkirim di pusat tabulasi, membutuhkan waktu 2-10 menit.

Sampai berita ini diturunkan, data yang masuk pusat tabulasi nasional baru 9.065.097 suara, dari 48.810 TPS. (AKA)



--
Merdeka!!!

__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: