13 May 2009

[media-sumut] Bls: dari koko






Dari: koko asmara <kokoasmara@yahoo.com>;
Kepada: 
rahmah hasyim <sag_female@yahoo.com>
Terkirim: Rabu, 13 Mei, 2009 23:56:14
Topik: Re: [media-sumut] PEDAGANG PASAR MERANTI MENUNTUT RELOKASI DITINJAU ULANG


Bu : rahmah.........

Tolong baca Kahlil Gibran....anakmu adalah anakmu tapi bukan milikmu....dst...dst...
Urusan LBH Medan jgn dikaitkan dengan info kacangan seperti ini....malu ..bu...malu...



Salah seorang pendiri LBH Medan adalah seorang wartawan hebat bernama Bpk Syamsudin Manan. Anak bungsunya yang bernama Ardian Syam (karyawan PT Telkom Divre I Sumut & seorang sarjana S2 UGM) pernah divonis BERSALAH dalam kasus KDRT yang dilakukannya kepada istrinya. Vonis dibacakan hakim PN Medan pada  Maret 2007. Silakan cek berita Sinar Indonesia Baru sekitar Februari dan Maret 2007. Bukankah memalukan jika bapaknya yang orang besar & dihormati namanya harus dinodai kelakuan pengecut anak laki2nya?
Semoga Tuhan mengampuni..

--- On Sun, 5/10/09, LBH Medan <prodeo@indo. net.id> wrote:

From: LBH Medan <prodeo@indo. net.id>
Subject: [media-sumut] PEDAGANG PASAR MERANTI MENUNTUT RELOKASI DITINJAU ULANG
To: buruh-migran@ yahoogroups. com, media-sumut@ yahoogroups. com, walhinews@yahoo. com, bantuan-hukum@ tifafoundation. org, info@ylbhi.or. id, forum-pembaca- kompas@yahoogrou ps.com
Cc: milistifa@tifafound ation.org, kaslinnaibaho_ 2008@yahoo. co.id, irham.analisa@ gmail.com, ramadhan_syahrul@ ymail.com, mamboscience@ yahoo.com, fahmiaza@gmail. com, hotma_sarasih@ yahoo.com, zal_dnp06@yahoo. co.id, zulfianafina@ yahoo.com, ferdinan_wsp@ yahoo.com, mediacare@yahoogrou ps.com
Date: Sunday, May 10, 2009, 8:42 PM

PEDAGANG PASAR MERANTI MEDAN MENUNTUT RELOKASI DITINJAU ULANG
 
Medan. Senin, (11/5) pagi ratusan pedagang pasar jalan meranti medan didampingi staf kantor LBH Medan dan Hasyim, SE, calon anggota legislatif DPRD Medan 2009-2014 dari PDIP menuntut kepada walikota kota medan, cq. pd pasar untuk meninjau ulang rencana relokasi pasar ke lokasi yang baru di jalan m.idris/jalan khandaq karena rencana dinas pasar terlalu terburu-buru. pada awalnya para pedagang setuju akan relokasi ke jalan m.idris namun, setelah mereka survey ke lokasi dinas pasar hanya menyediakan tempat (meja) selebar 1 x ,5 meter yang dirasakan pedagang ada keterpaksaan dan kurang sesuai kondisinya. Dengan luas seperti inilah mereka terpaksa menolak apalagi rencana dinas pasar pada tanggal 14 mei 2009 nanti, relokasi harus sudah dilaksanakan. Untuk itu mereka secara beramai-ramai menuju kantor walikota medan dan kantor dprd kota medan meminta agar relokasi pedagang pasar jalan meranti untuk ditunda selama waktu 3 tahun, dan kalau tuntutan ini tidak dipenuhi setidak-tidaknya ditunda dulu selama 1 tahun. Berikut pernyataan sikap pedagang pasar jalan meranti medan :
 
 
PERNYATAAN SIKAP
Tentang Relokasi Pedagang Pasar Meranti
 
 
Secara faktual warga yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Meranti (P3M) telah berjualan di pasar Meranti Medan sejak tiga generasi, bahkan dalam perjalanannya sejak generasi pertama hingga sekarang pedagang Pasar Meranti tidak pernah lupa membayar pajak dan retribusi (tanpa karcis tanda terima) untuk negara dan daerah sebagai pedagang Pasar Meranti yang baik dan taat terhadap hukum.
 
Akan tetapi secara sepihak Pemerintahan Kota medan melalui Perusahaan Daerah Pasar Kota Medan telah mengeluarkan sebuah pengumuman Nomor : 511.3/0839/PDPKM/ 2009 untuk memindahkan pedagang Pasar Meranti ke Pasar Khandak, padahal pemindahan tersebut tidak didasari atas itikad yang baik sehingga berdampak kepada kehilangan mata pencaharian pedagang Pasar Meranti yang selama ini berjalan dengan baik.
 
Pemindahan pedagang Pasar Meranti tersebut dapat diduga salah satu bentuk Penggusuran Paksa Yang Terselubung, dimana secara sistematis PD Pasar Kota Medan menggunakan pola lama dengan memaksakan kehendak agar pedangan Pasar Meranti melaksanakan kebijakan tersebut tanpa memikirkan hak-hak pedagang Pasar Meranti yang telah dijamin oleh UU dalam melaksanakan pekerjaan dan hidup yang layak.
 
Hal ini dapat dibuktikan jika terjadinya relokasi tersebut maka secara faktual akan terjadi adaptasi dan sosialisasi yang baru padahal untuk melaksanakan hal tersebut akan memakan waktu yang sangat lama sehingga secara hukum pedagang Pasar Meranti akan kehilangan Hak Ekonomi Sosial dan Budayanya (Ekosob).
 
Apalagi penjaminan atas Hak EKOSOB pedagang Pasar Meranti ini telah diratifikasi oleh negara Indonesia dengan terbitnya UU No.11 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional Hak Ekonomi Sosial dan Budaya sehingga secara hukum pemerintahan Kota Medan  wajib melaksanakan instrumen Internasional tersebut. Untuk menghindari terjadinya pelanggaran hukum yang berkelanjutan dengan ini patut secara hukum kami menyampaikan sikap sebagai berikut :
 
1. Menolak seluruh kebijakan PD Pasar Kota Medan yang merencanakan relokasi terhadap pedagang Pasar Meranti ke Pasar Khandak 
    karena dapat menghilangkan mata pencaharian dan memiskinkan pedagang Pasar Meranti secara struktural.
2. Meminta Walikota Medan untuk segera menghentikan kehendak sepihak PD Pasar Kota Medan dalam kebijakannya merelokasi
    pedagang Pasar Meranti karena tidak didasari atas itikad yang tidak baik.
3. Memohon kepada Ketua DPRD Kota Medan memerintahkan PD Pasar Kota Medan untuk menarik kembali kebijakan yang jelas-jelas
    telah  melanggar hak konstitusional pedagang Pasar Meranti terutama tentang hak EKOSOB.
 
Demikian disampaikan dan terima kasih.
 
Medan, 11 Mei 2009
Hormat kami,
 
1. Persatuan Pedagang Pasar Meranti (P3M)
2. Lembaga Bantuan Hukum Medan
 



Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa mendapatkan semuanya.

__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: