18 May 2009

[media-sumut] Fw: BOEDIONO, Ekonomi Pasar dan Paham Neoliberalisme



----- Forwarded Message ----
From: Ronal Chandra <ronal_chandra@yahoo.com>
To: RantauNet@googlegroups.com
Sent: Monday, May 18, 2009 1:15:37 PM
Subject: [R@ntau-Net] Boediono, Ekonomi Pasar dan Paham Neoliberalisme



Dalam kaidah ekonomi Neo Liberalisme menginginkan berkurang nya atau tidak ada lagi intervensi pemerintah dalam ekonomi suatu negara. Neo Liberalisme menyerahkan mekanisme ekonomi kepada Mekanisme pasar dan pasar bebas adalah tujuannya.

Privatisasi dan menyerahkan kebijakan ekonomi pada pasar dalah ciri khas dari paham ini. Paham Neo Liberalisme yang sekarang sedang sakit dan hampir mencapai kehancurannya dianut oleh negara negara pasar bebas dunia.

Bagi negara berkembang Paham Neoliberalisme membuat setiap negara kehilangan jati diri nya, intervensi asing terhadap negara sangat dominan karena kepentingan pasar adalah segala gala nya.

Boediono saat menjadi menteri keuangan jaman megawati, dalam sebuah dialog dengan petani tebu yang minta diproteksi pernah menjawab seperti ini "Kalau dengan menanam tebu kurang menguntungkan maka tanamlah komiditas yang menguntungkan". Jadi seorang petani tebu yang tidak sekolah pun sudah harus mengikuti mekanisme pasar.

Boediono lah yang menyusun draf penyelesaian krisis 98 dengan mengundang lembaga donor seperti IMF, Bank Dunia dan ADB. Yang akhirnya ekonomi indonesia babak belur dan terjualnya BUMN Produktif dibangsa ini.

Boediono mungkin berhasil membayar seluruh hutang indonesia pada IMF dengan membuat hutang baru di dalam negri dan luar negri sehingga rasio hutang dalam negri indonesia trus bertambah secara tidak rasional.

Bagi Paham Neo Liberalisme Hutang parameter sebuah negara akuntable dan bankable.

Saat harga BBM melambung tinggi, maka mekanisme pasarnya adalah "Menghapus subsidi dan membiarkan harga BBM mengikuti harga spot international" Sehingga daya beli masyarakat yang yang rendah ini dipaksa kan untuk membeli.

Saat krisis 98 dan Global terjadi maka mekanisme pasarnya adalah "Pemerintah wajib memberikan jaminan bahwa seluruh simpanan nasabah dijamin oleh pemerintah". hal ini untuk menjamin bahwa orang orang kaya tidak berbondong bondong ke bank untuk menarik dana nya. Kembali segelintir orang kaya di untungkan oleh pemerintah yang mengambil pajak dari rakyat miskinnya.

Saat hasil bumi indonesia yang kaya ini perlu di olah dengan baik, maka mekanisme pasarnya adalah "Undang asing yang lebih mampu untuk mengelola dengan baik dan biarkan lokal trus menjadi pembantu di negri sendiri" Sehingga tidak aneh dari hampir 900rb barel produksi minyak kita per hari yang mampu diproduksi oleh pertamina tidak sampai 200rb barel perhari. Bagaimana kemandirian bangsa ini bisa terjadi ?

Bagi saya Ekonomi Pasar cuma bagus mungkin bagi negara negara maju atau bagus dianut bagi perusahaan perusahaan  lokal dan international dalam upayanya merebut pasar. Tapi bagi negara berkembang seperti indonesia ini ekonomi pasar / neo liberalisme seperti membuat masyarakat indonesia mati secara perlahan.

Sehingga ketika Boediono berkata dalam pidato sebagai cawapres "Bahwa ekonomi pasar tetap perlu ada peran pemerintah melakukan fungsi kontrol" koq rasa rasanya berbeda dengan apa yang sudah beliau lakukan dan pahami selama ini.

Kita perlu pemimpin yang punya integritas dan pemimpin yang mampu membangun kemamdirian bangsa untuk lebih baik karena kita memang punya kemampuan itu.

Karena Nationalisme dan Kemandirian suatu bangsa adalah harga mati demi terciptanya masyarakat indonesia yang mandiri.

Salam Hormat
Ronal Chandra (30)
Waktu nya membangun ekonomi kerakyatan.


     

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: rantaunet-unsubscribe@googlegroups.com
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---




__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: