23 May 2009

[media-sumut] Release Pertunjukan Teater



Kepada rekan-rekan media ....

 

Sehubungan digelarnya pertunjukan Anak-Anak Badai, kisah kekerasan terhadap perempuan oleh Teater Siklus Ind Art, kami mohon dukungan teman-teman untuk menyebarluaskan informasi ini kepada publik secara luas. Atas bantuan yang diberikan teman-teman media, saya ucapkan terima kasih.

 

Salam hormat kami,

Darma Lubis dan Hafizataadi

Siklus Ind Art Management

 

Press Release - Teater Siklus Ind Art Medan

 

"Anak-Anak Badai"

Kisah Kekerasan Terhadap Perempuan di Perkebunan

 

Medan - Apa jadinya bila perempuan tak dilindungi? Apa jadinya bila kekerasan pada perempuan menjadi perilaku yang terus dibudayakan? Mungkin, surga tak akan lagi berada di bawah telapak kaki ibu.

            Bahkan badai akan menjadi sahabat sejati dalam hidup. "Ini memang kisah tragedi negeri kita. Badai di sini bukan sekedar tragedy alam, tapi juga kemanusiaan. Dan kita cukup kenyang dengan itu," tutur Qory Islami, sutradara muda yang menjadi lokomotif pagelaran berjudul Anak-Anak Badai yang diusung Teater Siklus Ind Art kali ini, Sabtu (23/5).

            Menurut Qory yang kini tengah menyelesaikan pasca sarjana di Universitas Negeri Medan ini, Badai dalam naskah karya Muhammad Yunus adalah symbol  korban kekerasan. Ketika negara gagal membangun dan memelihara kesejahteraan, dampak yang ditimbulkannya adalah konflik di tingkat lingkungan sosial dan keluarga semakin mengancam. Bahkan sampai berujung kematian.

            Badai, ujar Qory, bukanlah sekedar kisah fiktif yang absurd. Tapi Badai adalah cukilan realitas kekerasan pada perempuan di masyarakat perkebunan. Di mana berbagai akses pembangunan dan kesempatan ekonomi cenderung terbatas. Biasanya, di kesempatan seperti ini, penguasa akan menjadi pemenang. Sedang mereka yang lemah akan menjadi korban.

"Tontonan ini akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat Indonesia tentang pentingnya peranan perempuan. Baik dalam keluarga, lingkungan sosial maupun negara," begitu aku pemeran Badai, Nova Sasmira.

Nova menilai perempuan belum mendapat ruang kesempatan yang sama dengan lelaki. Pembedaan atas berbagai kesempatan dan akses masih belum adil bagi perempuan. Bukan karena tidak ada, tapi lebih karena tak diberi kesempatan.

"Bagi kita yang tinggal di kota, peran perempuan memang sudah mulai diberikan ruang. Kesadaran atas sikap menghargai perempuan sudah mulai muncul. Tapi bagi mereka  yang jauh dari akses informasi, terisolir dari berbagai kesempatan untuk berkembang. Sehingga banyak yang menjadi korban, misalnya mereka yang tinggal di perkebunan seperti Badai dalam cerita ini," tambah Nova.

Anak-Anak Badai adalah karya pemenang pada lomba karya naskah teater se-Indonesia pada beberapa tahun lalu. Karya naskah seniman dari Sumatera Selatan ini direncanakan akan digelar selama 3 hari, yakni pada 26, 28 dan 30 Mei 2009 di Sanggar Tari Taman Budaya Sumatera Utara, Jl Perintis Kemerdekaan No 33 Medan.

"Untuk pertunjukan kali ini, kami hanya menggelar 150 kursi," kata Pimpinan Produksi Teater Siklus Ind Art, Hafiztaadi. Bahkan, katanya lagi, Siklus Ind Art juga menawarkan 3 jenis undangan senilai Rp 15 ribu, Rp 25 ribu dan Rp 50 ribu setiap kali pertunjukan digelar.

Tak hanya itu, ternyata pertunjukan Teater Siklus Ind Art kali ini juga cukup diantusiasi para penonton tetap teater yang telah berdiri sejak tahun 1992 ini. Hingga kini, kata Hafiztaadi, undangan yang terjual sudah mencapai 60%. Bahkan untuk undangan Rp 15 ribu telah habis. "Kini yang tersisa hanya undangan Rp 25 ribu dan Rp 50 ribu," ujar Hafiztaadi lagi. (rel)

 

Foto : Suasana Latihan/Dok.Siklus

  1. Badai
  2. Badai dan Pakde
  3. Ambar

 

Contact Person :

Hafiztaadi                   - 0812 6079 7929

Darma Lubis              - 0811 614 014


 
Darma Lubis
Freelance Journalist
Live in Medan City - North Sumatra



__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: