25 June 2009

[media-sumut] Dua Menteri Minta Gedung Bioskop Diperbanyak



Dua Menteri Minta Gedung Bioskop Diperbanyak
Tahun ini tercatat hanya 146 gedung bioskop. Sedangkan pada era 1970an
telah 480 gedung.
http://media-klaten.blogspot.com/
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
*VIVAnews - *Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri
Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, menyayangkan fenomena merosotnya
jumlah gedung bioskop di Indonesia. Tercatat hanya 146 gedung bioskop
pada tahun ini. Sedangkan pada era 1970an telah mencapai 480 gedung bioskop.
"Saya setuju jika ditambah gedung bioskop dan ditambah layar," kata Jero
dalam konferensi pers tentang Pekan Produk Kreatif Indonesia di Balai
Sidang Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.
Menurut Jero, sekarang sudah tidak terjadi lagi monopoli bioskop oleh
satu grup perusahaan. "Dulu bioskop hanya 21, sekarang terbuka untuk
yang lain," ujarnya.
Karena itu, Jero meminta kepada kepala daerah menyarankan bagi
pengembang mal baru untuk menyertakan pembangunan bioskop di dalamnya.
"Saya sudah buat surat edaran ke walikota-walikota untuk membuat bioskop
dalam mal baru karena mal merupakan pertemuan semua orang, jadi
integrated," kata dia.
Selain itu, Jero juga meminta kepada pemilik bioskop untuk tidak segera
mencabut film yang baru ditayangkan. "Saya bilang ke mereka (pemilik
bioskop) kalau tingkat okupansinya masih 30 persen agar tidak dicabut
dulu filmnya," katanya.
Senada dengan Jero, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu juga sepakat
agar gedung bioskop diperbanyak. "Saya setuju agar bioskop lebih banyak
lagi tapi segmentasi pasar harus diperbanyak," kata dia. Pembangunan
bioskop, menurut Mari, harus dikembangakna di daerah sehingga terjangkau
masyarakat luas.
"Harus ditumbuhkan pasar yang lebih luas lagi dengan konsep
terintegrasi," kata dia.
Kelirumolog Jaya Suprana menyoroti fenomena merosotnya jumlah gedung
bioskop bisa terjadi di seluruh dunia. "Jadi tidak hanya di Indonesia,
di seluruh dunia seperti itu fenomenanya, kecuali India," katanya.
Bahkan di Jerman, dia menambahkan, gedung bioskop sudah dianggap museum.
"Bukan salah Indonesia gedung bioskop berkurang. Ini fenomena terjadi
karena perubahan kebudayaan."
• VIVAnews



__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: