13 June 2009

[media-sumut] Fw: [R@ntau-Net] Re: SBY Berbudi dan Neo Lib



Apakah memang separah ini angka-angka real kita...? Adakah yg punya data lebih meyakinkan lagi...? thanks


----- Forwarded Message ----
From: Romi Pernando <elang_black@yahoo.com>
To: RantauNet@googlegroups.com
Sent: Sunday, June 14, 2009 4:22:43 AM
Subject: [R@ntau-Net] Re: SBY Berbudi dan Neo Lib

Da Ronald

Klo ambo memang ndak berharap dengan Budiono do da, malahan akan terjadi krisis berikutnya terhadap indonesia. Krisis di Amerika Serikat seharusnya menjadi pelajaran bagi elit ekonom kita untuk membuat kebijakan ekonomi indonesia. bahwa negara yang katanya superpower juga kelabakan dalam masalah krisis di negerinya, hal ini di sebabkan oleh RE-Asuransi kredit perumahan yang semuanya mengharapkan keuntungan dari % bunga semata dari komisi, rabat, potongan, yeald dan sebagainya. Pendapatan instan semua..

Ambo masih takana katiko Budiono di Tanyo soal program ekonomi kerakyatan oleh host. jawabannya apa? Jawaban lebih kurang seperti ini : "bahwa setiap kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat itulah ekonomi kerakyatan". tanpa merinci program yang akan dilakukan untuk itu. hmm jawaban yang menggelikan,,

============>
Posisi menko yang pernah beliau duduki lebih dari cukup untuk membuat kebijakan strategis pro rakyat jika ingin,napa harus menunggu jadi wakil presiden dahulu?
+++
Dari track record kebijakannya selama menjadi mentri perekonomian dan keuangan kita bisa melihat bahwa kebanyakan kebijakannya pro pada pasar. Seperti :
1--------Pada 1997-1998, dikucurkan BLBI sebesar Rp 400 triliun (untuk bank swasta Rp 144,8 triliun & bank pemerintah Rp 267 triliun). Dan ini melibatkan Boediono secara mendalam.
2.-------Di era BJ Habibie, Boediono (Kepala Bappenas) menyetujui Dana Rekap Perbankan Rp 600 triliyun. Akibatnya rakyat Indonesia harus menanggung Rp 80 triliun setiap tahun di APBN hingga tahun 2032.
3--------Di Tahun 2001-2004, Boediono (Menkeu), mengeluarkan kebijakan Privatisasi & Divestasi. Akibatnya 13 BUMN, yang merupakan aset strategis, dijual dan obligor BLBI diberi status 'Release & Discharge' (Dibebaskan dari sspek hukum).
4-------Hingga saat ini Boediono masih menjabat sebagai IMF Board of Governors. Atas pesanan Bank Dunia, di era Menteri Keuangan Boediono, dikeluarkan UU Keuangan Negara No 17/2003. Undang-undang tersebut memberikan kewenangan luar biasa kepada Menteri Keuangan dan mengurangi peranan "perencanaan", sesuai model ekonomi Neoliberal. Untung kemudian Kwik Kian Gie sedikit mengoreksinya lewat UU No 25/2004
5-------Di era Boediono menjabat Menko Ekuin,yang kemudian digantikan Sri Mulyani, utang pemerintah sudah mencapai level tertinggi, yakni 149,67 miliar dolar AS per Desember 2008. Meski begitu, tipe kebijakan pengelolaan utang dari SBY-Boediono tidak menunjukkan keberpihakan untuk lepas dari cengkeraman utang.

toh udah jelas bukti neolibnya.
=========>
70% masyarakat indonesia yang terdiri dari pns ditenangkan dengan kenaikan gaji tapi tidak punya pilihan dalam membelanjakan uangnya karena semua serba mahal.
+++++++++

Kenaikan gaji adalah hal yang wajar di terima oleh para PNS, karena nilai uang yang semakin rendah atau nilai barang yang semakin tinggi. Sehingga untuk membeli barang yang sama pada tahun 1998 dengan 2008 akan berbeda. Nilai rupiahnya akan lebih besar pada tahun 2008.
Namun hal ini sebagian PNS tidak menyadari, dan merasa berterima kasih karena kenaikan gaji tersebut, padahal itu hanya kebaikan kamuflase doang akibat salah urus dalam bidang perekonomian dan ada sebagian (pejabat negara)  yang malah menggunakan kesempatan itu untuk tebar pesona memperkuat pencitraan dan rakyat di ninabobokan dengan materi semu.
=======================>
Namun perlu juga dipahami,pola ekonomi barat sudah mengakar diindonesia,merubah bukan juga hal yang mudah tapi memang sudah harus dimulai kalau tidak kita akan jadi negara kaya dalam keterpasungan ekonomi.

Kata Rizal Ramli kalau mau pasti bisa
+++++++

Walaupun sedah mengakar tetapi kita harus berusaha mencobanyanya.
Dimana lagi letak kedaulatan bangsa ini ketika setiap kebijakan ekonominya di dikte oleh orang asing.
Dimana lagi kemerdekaan bangsa ini ketika satu persatu pulau kita di Ambil Malaysia.
Trus apa yang di banggakan oleh bangsa Indonesia untuk di lanjutkan dengan pengalaman seperti ini.

klo ada niat dan usaha untuk mengubahnya maka itu akan terwujud,,

Romi
Jakarta


--- On Wed, 6/10/09, Anzori <anzori@yahoo.com> wrote:

From: Anzori <anzori@yahoo.com>
Subject: [R@ntau-Net] SBY Berbudi dan Neo Lib
To: RantauNet@googlegroups.com
Date: Wednesday, June 10, 2009, 7:19 PM

Ado nan menarik dari diskusi di Metro TV tadi malam. Tim  sukses Mega dan JK mengomentari kenapa SBY mengambil jingle Indomie untuk  kampanye. Tim sukses Mega mengatakan Indomie terbuat dari terigu dan terigu 100 % impor, jadi mengambil jingle indomie mempertegas konsep neolib yang mereka anut......  lucu juga komentarnya. Tim sukses JK hanya mengatakan tidak kreatif dengan menggunakan jingle  perusahaan lain
 





__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: