20 June 2009

[media-sumut] Siaran Media: Komik Wayang "Mahabharata" karya almarhum Teguh Santosa diluncurkan [1 Attachment]

[Attachment(s) from mediacare included below]

Siaran Media: Komik Wayang "Mahabharata" karya almarhum Teguh Santosa diluncurkan
 
Teguh Santosa mengisahkan kembali Kisah Mahabharata dalam tutur kata lugas dan gambar yang rinci, menarik untuk disimak bagi segala kalangan pembaca.

 
Jakarta, 19 Juni 2009 – Pada hari ini di CityWalk Sudirman Jakarta berlangsung peluncuran komik wayang "Mahabharata" karya almarhum Teguh Santosa. Acara bernuansa seni budaya hasil kolaborasi Sari Rasa Group dan Penerbit PLUZ+ ini menandai babak baru dalam reinkarnasi komik pewayangan khas Indonesia. 

"Kami dengan suka cita menyambut penerbitan ulang komik pewayangan Mahabharata, Bharata Yudha, dan Pandawa Seda karya almarhum Teguh Santosa yang diterbitkan oleh PLUZ+. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kuliner tradisional Indonesia, kami memiliki kebanggaan dan apresiasi atas budaya Tanah Air dan berusaha mendukung usaha pelestariannya," tutur Benny Hadisurjo, Presiden Direktur Sari Rasa Group.

 
Menurut Benny, Mahabharata, Bharata Yudha, dan Pandawa Seda adalah kisah kuno berasal dari India dan telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia secara turun-temurun. Dari generasi ke generasi cerita yang sarat dengan ajaran moral tersebut, terus diadaptasi hingga akhirnya menjelma menjadi sebuah epos yang menyatu dengan budaya Tanah Air kita. Banyak cara menuturkan kembali kisah tersebut. "Teguh Santosa memilih untuk mengisahkan kembali dalam tutur kata lugas dan gambar yang detail dan menarik bagi segala kalangan pembaca. Hasilnya adalah sebuah mahakarya dari seorang maestro komik kontemporer Indonesia yang patut dilestarikan dan dipopulerkan kembali," jelas Benny.
 
Pihaknya mewujudkan dukungan bagi komik pewayangan karya Teguh Santosa ini melalui penerbitan "Riwayat Pandawa", sebuah edisi khusus yang menyatukan kisah Mahabharata, Bharata Yudha, dan Pandawa Seda dalam satu buku. "Penerbitan buku ini juga kami persembahkan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan para pelanggan dan mitra usaha yang telah menyertai perjalanan usaha kami sejak 1974. Semoga langkah kami ini dapat turut membantu pelestarian kekayaan seni dan tradisi Indonesia yang begitu mempesona," pungkas Benny.

Penerbit PLUZ+ kali ini mengangkat satu tema cerita dari dunia pewayangan, salah satu budaya yang sangat kental khususnya di pulau Jawa ini secara turun temurun bahkan sebelum komik-komik jago silat dan superhero bermunculan bak jamur di musim hujan. Cerita bertemakan dunia pewayangan ini sudah lebih dahulu terbit sekitar tahun 1955. Kala itu kita mengenal nama R.A. Kosasih, Ardisoma, Oerip dan Nagiok Lan sebagai seniman gambar yang lebih banyak membuat komik bertemakan wayang.  Karya-karya mereka sampai sekarang masih dapat kita temui meski sangat jarang tersedia  di toko-toko buku.
 
Seiring dengan pesatnya dunia perkomikan di Nusantara, dengan beragam cerita dan tokoh sentral dalam setiap komik yang terbit kala itu, tidak menyurutkan Teguh Santosa untuk membuat kembali dalam bentuk komik sebuat cerita yang sangat melegenda dari kisah pewayangan yaitu Kisah Mahabharata. Cerita asli dari tanah India ini pertama kali dijadikan komik oleh R.A. Kosasih sekitar tahun 50an.
 
Teguh Santosa, lahir di Malang (Jawa Timur) pada 1 Februari 1942, adalah salah satu komikus handal di zamannya dan sudah tidak asing lagi buat penggemar komik Indonesia. Banyak karya komik yang lahir dari tangannya diantaranya: Sandhora, Tambusa, Karmapala dan puluhan judul komik lainnya.  Teguh Santosa wafat pada 25 Oktober 2000. Atas seizin dari ahli waris almarhum Teguh Santosa, PLUZ+ menerbitkan kembali komik Mahabarata ini yang pernah dimuat secara berkala sebagai sisipan di majalah anak-anak Ananda di tahun 85an.
 
"Kami berharap agar komik ini dapat tersebar luas ke tangan pembacanya, menyampaikan pesan positif yang terkandung dalam untaian ceritanya," ucap Gienardy Santoso selaku pengelola penerbitan PLUZ+.  Kali ini PLUZ+ menelurkan 2 versi buku untuk komik Mahabarata ini, yang pertama dirilis adalah dalam bentuk hardcover (edisi koleksi) dan tentunya beberapa bulan ke depan akan disiapkan dalam bentuk edisi softcover yang harganya tentu lebih ekonomis dan terjangkau oleh seluruh pembacanya.
 
Menurut rencana, pada November 2009 mendatang, PLUZ+ kembali akan menerbitkan secara bersamaan komik kisah pewayangan sudah tidak asing lagi, yaitu "Ramayana" diangkat dari komik karya sang maestro R.A. Kosasih (pertama kali dibuat tahun 1955 oleh Penerbitnya Melodie di Bandung) dan "Wayang Purwa",  diangkat dari komik karya sang legendaris Ardisoma (pertama kali dibuat tahun 1955 oleh Penerbit Melodie).  Penerbit PLUZ+ telah mendapat kepercayaan dan kesepahaman dengan penerbit 'Melodie' beserta komikusnya maupun ahli waris komikusnya hingga diizinkan untuk menerbitkan kembali komik-komik tersebut. "Kami mengucapkan terimakasih atas perhatian berbagai pihak atas peran aktifnya demi kemajuan komik bermutu karya anak bangsa," ucap Gienardy.

Sekilas tentang komik wayang Mahabharata
 
Mahabharata adalah sebuah wiracarita yang tak akan lekang oleh zaman.  Karya agung yang mengisahkan sebuah tragedi keluarga yang  berujung pada sebuah perang besar di padang Kurusetra, yang menghadapkan dua kubu: Pandawa dan Kurawa. Dua keluarga ini menjadi sentral cerita dengan tali-temali kisah yang begitu kompleks.
 
Kebesaran kisah dari India yang menyeberang ke Tanah Air ini, tidak hanya terletak pada perang besar itu. Namun, ia menyimpan begitu beragam karakter tokoh, sangat kayanya konflik, dan lengkap pula dengan pergolakan batin tokoh-tokohnya.
 
Riwayat ceritanya juga begitu panjang. Mulai dari para leluhur Pandawa sampai anak keturunan mereka. Mulai masa Prabu Santanu sampai Parikesit si penerus tahta. Mulai dari lahir sampai meninggalnya Pandawa dan juga Kurawa. 
 
Babakan cerita yang dalam komik terbagi dalam Mahabharata, Bharata Yudha, Pandawa Seda, ini memuat beragam karakter tokoh yang mewakili karakter manusia di  mayapada. Tidak mengherankan bila orang menyebut cerita ini menjadi semacam cermin kehidupan manusia.
 
Cerita bermetamorfosa dalam bermacam ekspresi seni, mulai dari wayang (baik orang maupun kulit), koreografi, sampai komik. Nah, lewat medium komik wayang, mulai dari RA Kosasih sampai Teguh Santosa, Kisah Mahabharata yang sudah menjadi bagian budaya negeri ini,  menjadi lebih dekat lagi dengan masyarakat. Komik ini juga sangat mungkin tidak akan pupus oleh masa. Inilah komik biografi nyaris lengkap dari kisah besar: Pandawa dan Kurawa. 
 
Kisah pewayangan yang mengajarkan budi pekerti termasuk seni tradisi warisan leluhur yang mulai terpinggirkan. Padahal wayang adalah bagian dari kemajemukan Indonesia yang perlu kita rawat dan kita lestarikan.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:
Radityo Djadjoeri
Mobile: 0817-9802250
E-mail: radityo.djadjoeri@indosat.blackberry.com
 

Attachment(s) from mediacare

1 of 1 File(s)


__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: