15 June 2009

Re: [media-sumut] 70% BLT Digunakan untuk Konsumsi Rokok



coba cek darimana modal awal prabowo yg sampe punya 1,7 T itu? apa nama perusahaannya? gimana bisa 3 th mega jadi presiden asetnya naik jadi 300 Milyar? harusnya media kritis dong!

--- On Sat, 6/6/09, MEGA-PRABOWO PRO RAKYAT SUMUT <megaprabowo.sumut@gmail.com> wrote:

From: MEGA-PRABOWO PRO RAKYAT SUMUT <megaprabowo.sumut@gmail.com>
Subject: [media-sumut] 70% BLT Digunakan untuk Konsumsi Rokok
To: mediacare@yahoogroups.com, media-intim@yahoogroups.com, media-sumut@yahoogroups.com, "Bantors Sihombing Media Indonesia" <bantors@gmail.com>, baringinginting@yahoo.com, "sun tech" <suntechgrafika@yahoo.com>, komunitaskaro@yahoogroups.com, wanita-muslimah@yahoogroups.com, EO-network@yahoogroups.com, Kumpul_Batak@yahoogroups.com
Date: Saturday, June 6, 2009, 2:54 AM

Refleksi: ketidak efektifan BLT, atau Bodohnya penerima BLT, Yang untung ya pabrik rokok lah

70% BLT Digunakan untuk Konsumsi Rokok

BLT yang diberikan ke masyarakat miskin bukan dipakai untuk mengentaskan kemiskinan.

VIVAnews - Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, 70 persen dari 19 juta penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan pemerintah dipakai untuk konsumsi rokok.


Ini artinya, BLT yang diberikan ke masyarakat miskin bukan dipakai untuk mengentaskan kemiskinan, tapi justru membantu industri rokok di Indonesia agar lebih berkembang.


Tulus mengatakan Indonesia itu seperti surganya industri rokok. Di dunia ini, hanya Indonesia dan Zimbabwe yang masih membolehkan industri rokok beriklan di televisi. Selain itu, cukai rokok di Indonesia juga terendah di dunia, selain Kamboja. "Kamboja hanya 20 persen dan Indonesia 37 persen, negara lainnya di atas 60 persen," kata dia kepada VIVAnews di sela-sela acara hari tanpa tembakau di Monas, Jakarta, Minggu 31 Mei 2009.


Menurut dia, karena faktor itu, tak heran jika konsumsi rokok sifatnya selalu dinomorduakan setelah membeli beras. Jadi sangat tidak heran jika setengah dari bantuan BLT dipakai untuk konsumsi rokok. "Besarnya sampai Rp 52 ribu, itu survei Badan Pusat Statistik tahun 2008 lalu," ujarnya.


Jadi, jangan heran jika banyak warga Indonesia yang tetap miskin. Sebab secara sistem pemerintah tidak memperhatikan nasib kesejahteraan warganya. "Kebutuhan masyarakat miskin itu pertama beras, kedua rokok, setelahnya baru pendidikan dan kesehatan," katanya.


Sehingga jangan heran jika banyak warga miskin yang bodoh-bodoh, karena secara tidak langsung memang pemerintah mendorong dengan tetap mengijinkan beriklan.


Menurut Tulus, seharusnya dalam syarat penerima BLT, ditambahkan satu poin, yaitu warga yang tidak merokok. Sehingga tidak mensubsidi industri rokok. • VIVAnews



--
Merdeka!!!
Tim Media Pemenangan Mega Prabowo Pro Rakyat Sumut



__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: