30 August 2009

[media-sumut] Hasil Lomba Foto SADAR WISATA, Depbudpar



Ass ww

Alhamdulillah, Sumbar kebagian lagi sbg salah satu pemenangnya. Semoga Pariwisata Sumbar semakin dilihat dan "ditangani" lebih serius. Walaupun mungkin sulit diukur, tapi jelas ada hasilnya "sorak sorak suok kida" dengan fotografi ini. Setidaknya ada kontribusinya thd peningkatan jumlah wisatawan masuk ke Sumbar saat ini. Dg dukungan berbagai pihak, mestinya akan jauh lebih besar lagi hasilnya...

Silahkan dilihat melalui menu Forum - General - Appreciation atau link berikut:

http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard&Itemid=78&func=view&catid=5&id=1943#1943

Skl lagi, selamat buat Een Fadli: 0813 6349 5497. Sebelumnya Een Fadli meraih Juara III Lomba Foto Internasional Garuda 2009. Namanya terpampang dihalaman depan situs ini:
http://www.garudacompetition.com/.

Siapa menyusul...? Terima kasih.

Wassalam,
Nofrins
www.west-sumatra.com
"sebuah foto bisa bicara lebih kuat dari ribuan kata-kata"

NB:
Selain teknik pengambilan foto Pacu Jawi yg diulas Arbain Rambey
di Harian KOMPAS 11 Ags 2009 lalu, ada teknik lain yg juga dahsyat
dampaknya: "SEMBURAN JET LUMPUR" yg dihasilkan dg pengambilan
dg kecepatan rendah. Silahkan liat bbrp di:
www.cimpago.west-sumatra.com



__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

29 August 2009

[media-sumut] FREE DOWNLOAD: Peta Sketsa SUMATERA dg Informasi Jarak Km - Edisi Mudik Lebaran 2009



Dear All,

Mohon maaf sblmnya, bagi yang memerlukan, tanpa harus jadi member atau login, silahkan download bebas dari Situs Fotografi Pariwisata www.west-sumatra.com, menu Stuffs - Download - Maps atau bisa klik langsung link berikut:


Silahkan diteruskan ke milis-milis lain jika dirasa perlu...

Terima kasih untuk segala usaha tak kenal lelah dari Ir. H. Mulyadi yang telah membuat dan selalu memperbaharui Peta Sketsa dg Informasi Jarak ini. Luar biasaa...!

Salam,
Nofrins Napilus
"setiap hari ada foto baru"

NB:
Karya2 foto Sekretaris MENRISTEK pehobby fotografi,
Prof.DR.Ir. Benyamin Lakitan MSc., yg asli dr SumSel ini, 
bisa dilihat di Gallery beliau: www.blakitan.west-sumatra.com




__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

27 August 2009

[media-sumut] Tanam Pohon: salah satu langkah lindungi anak cucu



Bulan ini saya telah menanam 2 buah pohon
dipinggir sungai ditepi jalan yang sering saya lewati kalau berangkat kantor
karena meski saya naik mobil tidak terasa panas, tapi saya bisa merasakan betapa panas orang yang lewat situ jika jalan kaki atau naik sepeda motor
karena dulu saya juga pernah mengalami seperti itu

dalam 2 bulan ini sudah ada sekitar 8 pohon yang saya tanam disekitar itu..
saya sadar rumah saya kecil dan halaman hampir tidak ada..
maka selain didepan rumah saya yang telah saya tanami pohon agar rindang dan bisa buat orang berteduh jika lewat..
maka saya juga menanami tempat2 umum yg memungkinkan untuk ditanami pohon
seperti dipinggir jalan kompleks perumahan saya
selain teduh tentunya semoga menambah manfaat untuk menyelamatkan anak cucu
agar di masa depan minimal kita bisa mewariskan udara yang masih sehat..
semoga manfaat...

saya sadar himbauan dari saya yang bodoh ini beberapa waktu yang lalu yakni bagaimana kita bisa menanam 1 pohon tiap orang dalam satu bulan.. mungkin oleh mereka yang pintar dianggap sia2,

Tapi saya hanya berpikir.. bahwa sungguh kejam dan sungguh egois kita ini..jika kita mewariskan pada anak cucu kita udara yang buruk...
masa anak cucu kita besok jika keluar rumah harus menenteng tabung oksigen agar dapat bernafas???
dan seperti air minum yang mungkin 20 tahun yang lalu tidak pernah terbayang bahwa kita harus membeli air dalam kemasan untuk minum... tapi saat ini hal itu kita anggap wajar..

apa mungkin 20 tahun lagi sudah dianggap hal yang wajar bahwa untuk bernafas saja nantinya kita harus membeli tabung oksigen dan atau selalu melakukan isi ulang pada tandon oksigen yang harus tersedia didalam rumah..

Untuk itu... marilah kita dengan kemampuan sebisanya.. masing2 diri kita sebagai generasi yang tidak lari dari tanggungjawab terhadap anak cucu kita..
selamatkan oksigen dan udara bumi...
dengan kesadaran bahwa tiap orang... minimal diri kita... atau kalau bisa ajak keluarga dan tetangga kita.. menanam pohon.. cukup satu pohon tiap orang dalam 1 bulan...
karena masih banyak lahan yang bisa ditanami pohon...
misal ditepi jalan...
misal prara pecinta alam dan pramuka yang berkemah, di alam tempat mereka berkemah
ditepi sungai ... dsb

salam



start: 0000-00-00 end: 0000-00-00

__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

26 August 2009

[media-sumut] PUTRI HIJAU jadi Cover TIM



Pertunjukan PUTRI HIJAU terpilih menjadi cover buku kalender acara Taman Ismail Marzuki (TIM) edisi September - Oktober 2009. PUTRI HIJAU telah menyisihkan berbagai acara kesenian yang digelar di Taman Ismail Marzuki selama bulan September - Oktober 2009. Kepastian ini diterima Teater Aron saat penerbitan buku kalender acara TIM tadi siang.

"Terpilihnya PUTRI HIJAU sebagai cover buku kalender acara TIM , karena pertunjukan dianggap berkelas yang mewakili tiga suku besar yaitu Karo, Melayu, dan Aceh," kata Daddy salah seorang kordinator TIM. "Selain itu TIM mempunyai pertimbangan sendiri di dewan redaksi sebelum memutuskan pertunjukan mana yang paling layak untuk dijadikan cover buku kalender acara."

Buku kalender acara Taman Ismail Marzuki setiap bulannya dicetak 100.000 ekslempar dan disebarkan di berbagai tempat. Penyebaran ini tidak hanya di seputaran TIM dan geleri serta komunitas kesenian. Tapi juga kampus-kampus seputaran Jakarta. Berikut pula kedutaan besar negara sahabat dan juga pusat-pusat kebudayaan asing seperti Erasmus Huis, Goethe Institut, Istituto Italiano di Cultura, Centre Culturel Francais (CCF), British Council, Japan Foundation. Sekolah-sekolah International seperti Jakarta International School (JIS), Gandhi School, dll.  

Buku acara ini ditulis dengan dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Pertunjukan PUTRI HIJAU dimuat di halaman tengah (centerfold) pada halaman 5 dan 6. Mulai besok buku kalender acara ini sudah disebarkan di berbagai tempat tersebut diatas.

"Harga tiket Teater Aron sama dengan harga tiket Teater Koma. Ada apa dengan sebetulnya dengan kelompok ini?" kata seorang pelukis top saat membaca buku kalender acara itu tadi siang. Teater Koma besutan sutradara top N. Riantiarno ini adalah kelompok teater paling produktif di Indonesia dengan jumlah penonton terbesar.

Teater Aron dan PUTRI HIJAU kini menjadi bahan perbincangan di kalangan seniman di Taman Ismail Marzuki. Belum lagi mereka menunggu momen dimana aktor senior Jose Rizal Manua kembali naik panggung setelah 5 tahun non aktif sebagai aktor.

Beberapa seniman senior dan wartawan mulai singgah di home base latihan Teater Aron di Sanggar Baru Taman Ismail Marzuki. Mereka ingin menyaksikan dari dekat proses latihan teater arahan sutradara Joey Bangun ini.

"Yang menarik adalah pertunjukan ini kini mendapat pengakuan dari sebuah komunitas kesenian terbesar di Indonesia. Konon seorang mengatakan pada saya, PUTRI HIJAU akan menjadi pertunjukan terbesar di Jakarta Oktober nanti. Dan komunitas Teater Aron akan mengukir sejarah menjadi komunitas seni yang mendapat pengakuan di negeri ini," kata Joey Bangun saat di wawancara seorang wartawan tadi sore di sebuah cafe di TIM.

"Sebetulnya yang telah diberikan menjadi beban bagi saya. Sebuah tanggung jawab maha besar kini saya emban. Namun saya yakin saya akan lolos dari ujian ini," kata Joey Bangun penuh kepastian.

"Dibalik saya ada suku Karo. Saya hadir karena Karo. Saya berkarya karena spirit Karo. Kecintaan saya pada suku yang telah memberikan nilai kearifan lokal itu yang membuat saya terbeban lagi untuk memberikan terbaik sebagai eksistensi suku saya di negeri ini."

"Saya sadar untuk pertama kali selama 41 tahun Taman Ismail Marzuki berdiri, baru pertama kali suku Karo mendapat pengakuan seni dan budayanya. Suku Karo pernah tampil di panggung itu tahun lalu dengan pertunjukan Pawang Ternalem. Tahun ini PUTRI HIJAU!"

"Panggung Graha Bhakti Budaya itu telah bermain seniman-seniman besar seperti W.S Rendra, Putu wijaya, Teguh Karya, N. Riantiarno, Arifin C. Noer, Butet Kertharadjasa, Sardono W. Kusumo, dan kini.... saya akan menjadi bagian dari mereka."

Tadi sore sebuah komunitas Aceh terbesar di Jakarta telah menghubungi pihak Teater Aron untuk pemesanan tiket pertunjukan. Mereka memastikan 100 orang Aceh sejabodetabek akan menonton pertunjukan ini. Ini membuktikan PUTRI HIJAU sudah menarik perhatian berbagai kalangan.

"Yang aku lakukan kini adalah menengadah ke atas dan tersenyum syukur. Terima kasih Tuhan, Engkau telah mewujudkan segala impian ini. Semuanya kudedikasikan kepadaMu yang senantiasa memberikan berkat tak putus-putusnya pada anakMu ini. Aku mencintaiMu..." ucap Joey Bangun tersenyum haru.


---> Untuk melihat buku acara TIM silahkan klik : www.teateraron.org   klik pada gambar untuk memperbesar.



 
Teater ARON

Jln. Swadaya V No. 38 Cempaka Baru

Jakarta Pusat 10650

Telp : +62 21 4288 1932

Email : arontainment@yahoo.com

Website : www.teateraron.org

Mailing List  : http://groups.yahoo.com/group/teater-aron/





Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!

__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

25 August 2009

[media-sumut] Pelajaran Dari Klaim Tari Pendet oleh Malaysia : Kita Butuh Langkah Nyata

Malaysia kembali mengklaim kekayaan budaya Indonesia. Untuk tarian saja, ini adalah kasus yang keempat, setelah "Tari Piring" dari Sumatera Barat, "Tari Reog Ponorogo" dari Jawa Timur dan "Tari Kuda Lumping" yang juga dari Jawa Timur. "Tari Pendet" dari Bali diklaim dengan dijadikan iklan pariwisata Malaysia.

Namun amat disayangkan ditengah situasi ini sejumlah aparat pemerintah saling menyalahkan atau sibuk membela diri, tetapi tidak ada yang melakukan langkah nyata.

Pihak DPR menyerang pemerintah dengan argumentasi "tidak mendaftarkan HAKI" dan "tidak melakukan inventarisasi data budaya Indonesia". Anggota Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra bahkan bereaksi berlebihan dengan meminta pemerintah mengambil sikap tegas meminta Duta Besar Malaysia pulang kampung ke negaranya terkait klaim Malaysia atas tari Pendet.

Sementara itu, pihak eksekutif sibuk melakukan pembelaan diri. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengecam keras tindakan Malaysia dan mengirimkan surat teguran keras serta memanggil Dubes Malaysia untuk RI. Sementara itu, Departemen Luar Negeri (Deplu) sibuk menjadi juru bicara Malaysia dengan mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu ini.

Apakah kegerahan masyarakat terhadap isu ini berlebihan? Tentu saja tidak. Kisah Tari Pendet hanyalah kelanjutan dari kisah-kisah sebelumnya. Sudah banyak kekayaan budaya indonesia yang dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh negara lain, seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, dan lain sebagainya. Pertanyaan yang lebih relevan adalah "apa yang harus kita lakukan agar hal ini tidak lagi terjadi".

Yang kita butuhkan sekarang bukanlah sikap saling menyalahkan atau sekedar pembelaan diri, tetapi langkah nyata.

Di satu sisi saya begitu kecewa dengan upaya pemerintah. Namun di sisi lain, saya terkesan dengan upaya sejumlah anak muda yang terus berupaya untuk mencegah hal ini untuk terus terjadi. Mereka (Indonesian Archipelago Culture Initiatives atau IACI) telah melakukan sesuatu. Teman-teman dapat melihat upaya mereka di situs http://budaya-indonesia.org/ . Mereka melakukan proses pendataan budaya indonesia dalam situs tersebut. Selain itu, mereka juga mengupayakan langkah perlindungan hukum atas kekayaan budaya Indonesia.

Saya pribadi sangat apresiatif dengan langkah nyata tersebut. Selain itu, saya menghimbau kepada rekan-rekan sekalian untuk membantu perjuangan anak muda ini agar kisah Batik, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, dan lain sebagainya tidak kembali terulang.

Setidaknya ada 2 bantuan yang dapat kita berikan untuk perjuangan tersebut:

1. mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum. Kepada rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang memiliki kepedulian (baik bantuian ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap menggubungi IACI di email: office@budaya-indonesia.org

2. Mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia. Perlindungan hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja secara optimal. Jadi, jika temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau video tentang budaya Indonesia, mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN DIGITAL BUDAYA INDONESIA, dengan alamat http://budaya-indonesia.org/ Jika Anda memiliki kesulitan untuk mengupload data, silahkan menggubungi IACI di email: office@budaya-indonesia.org

Sekarang bukanlah saatnya untuk saling menyalahkan atau sekedar pembelaan diri, tetapi melakukan sesuatu yang nyata.

- Lucky Setiawan
nb: Mohon bantuanya untuk menyebarkan pesan ini ke email ke teman, mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki. Mari kita dukung upaya pelestarian budaya Indonesia secara online.


------------------------------------

media sumutYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-sumut-digest@yahoogroups.com
mailto:media-sumut-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-sumut-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

24 August 2009

[media-sumut] Fw: [DevJobsIndo] Bantuan Buku Untuk Perpustakaan





--- On Mon, 24/8/09, W. Budianto Web <ind_greenland@yahoo.com> wrote:

From: W. Budianto Web <ind_greenland@yahoo.com>
Subject: [DevJobsIndo] Bantuan Buku Untuk Perpustakaan
To: DevJobsIndo@yahoogroups.com
Date: Monday, 24 August, 2009, 3:52 PM

 
Dear MOderator

Kami sebuah lembaga swadaya masyarakat di Kab Kepulauan Mentawai sangat mengharapkan dukungan dari teman teman atau berbagai pihak yang mau menyumbangkan buku buku untuk perpustakaan bagi masyarakat Kab Kepulauan Mentawai yang akan dikelola oleh SATLINMAS. Mohon juga disebarkan kepada rekan rekan yang lainnya baik private maupun media terimakasih

salam
W Budianto
Tuapejat KM.2 Program Siaga Bencana
Kab Kepulauan Mentawai
081363261179

New Email names for you!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/

[Non-text portions of this message have been removed]



New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

19 August 2009

[media-sumut] Selamat Jalan Wartawan Pejuang

Selamat Jalan Wartawan Pejuang

*Bonnie Triyana*

# Sejarawan-cum-wartawan. Sahabat muda Joesoef Isak. Bersama Max Lane
menyunting buku /Liber Amicorum: Persembahan buat 80 Tahun Joesoef Isak/

Awal 1978, dalam status tahanan kota, Joesoef menerima sepucuk surat
dari Markas Kopkamtib untuk meminta kesediaannya diwawancarai oleh empat
wartawan Amerika Serikat. Tapi, berhari-hari ditunggu, empat wartawan
itu tak kunjung datang. Joesoef penasaran. Ia nekat menyambangi Kedutaan
Besar AS untuk menanyakan kesahihan surat tersebut.

Ternyata surat salah info. Fred Cofey, Direktur USIS, mengatakan orang
yang ingin bertemu bukanlah wartawan melainkan Patricia Derien, Deputy
Secretary of State for Human Right sekaligus utusan pribadi Presiden
Jimmy Carter. Pada Sabtu, hari H pertemuan (Joesoef lupa tanggalnya),
Joesoef diminta menunggu Derien di kantor USIS. Pada saat yang sama
Derien, didampingi Duta Besar AS Edward Masters, sedang bertemu dengan
Presiden Soeharto di Istana Merdeka. Pulang dari Istana, Derien langsung
menjumpai Joesoef. "You tell me everything! There is nothing to hide. In
fact I know all what happened here...," ujar Derien kepada Joesoef. Ia
meminta Derien membantu upaya pembebasan tahanan politik di Pulau Buru
dan beberapa tempat lain di Indonesia.

Beberapa bulan setelah pertemuan itu, pemerintah Soeharto pun
memulangkan para tahanan politik (tapol) secara bertahap hingga akhir
1979. Sastrawan Pramoedya Ananta Toer dan wartawan Hasjim Rachman--kelak
bersama Joesoef mendirikan penerbit Hasta Mitra--adalah tapol terakhir
yang dibebaskan dari Pulau Buru. Trio pendiri Hasta Mitra itu kini telah
berpulang semua. Joesoef Isak wafat pada Sabtu (15 Agustus) pekan lalu
menyusul dua karibnya, Hasjim Rachman (wafat 1999) dan Pramoedya Ananta
Toer (wafat 2006).

Mantan pemimpin redaksi koran /Merdeka/ dan pernah jadi Sekretaris
Jenderal Persatuan Wartawan Asia-Afrika itu wafat tepat sebulan setelah
hari ulang tahunnya yang ke-81. Tahun lalu para sahabatnya
menyelenggarakan pesta ulang tahun Joesoef yang ke-80 di Teater Kecil,
Taman Ismail Marzuki. Ratusan undangan, dari aktivis, penulis, wartawan,
pengusaha, sampai mahasiswa, menghadiri hajatan tersebut. Joesoef pun
kelihatan cerah semringah. Namun, beberapa minggu setelah acara, kondisi
kesehatannya menurun. Keluarganya membawa dia ke Singapura untuk
memeriksakan kesehatannya.

Empat bulan sebelum wafat, ia mengatakan kepada saya bahwa kondisinya
mulai membaik setelah menjalani pengobatan alternatif. "Aku berobat ke
sinse di Gunung Sahari, Bung. Dia cuma tekan jempolku saja. Tokcer!
Sekarang aku bisa tidur nyenyak dan sesak napas agak mendingan,"
katanya. Obat mujarab lain baginya adalah kerja dan diskusi. Ia seakan
lupa akan sakitnya kalau sudah duduk di depan komputer dan tetap
melakukan pekerjaannya sebagai editor dan penulis. "Aku ini sehat kalau
banyak pekerjaan dan berdiskusi, Bung," katanya sambil terkekeh. Pada
usia berkepala delapan, ia masih sanggup menyunting naskah sekaligus
menulis kata pengantar untuk beberapa buku terbitan Hasta Mitra.

Lelaki kelahiran Kampung Ketapang, Jakarta Pusat, 15 Juli 1928, itu
adalah editor karya-karya maestro sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Ada
cerita menarik di balik penerbitan buku /Nyanyi Sunyi Seorang Bisu/
karya Pram. Awalnya Joesoef ragu menerbitkan naskah itu. "Jangankan yang
beginian, novel yang fiktif saja dibredel Orba," kata Joesoef. Hasjim
Rahman, yang biasanya selalu bilang "aku tidak takut pada Jaksa Agung",
kali itu pun ikutan /ngeper/ untuk menerbitkannya.

Joesoef tak kehilangan akal. Melalui sejarawan Henk Maier, buku itu
diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda dan diterbitkan di Belanda dengan
judul /Lied van Een Stomme/. Setelah terbit di sana, naskah baru terbit
dalam bahasa Indonesia dengan judul /Nyanyi Sunyi Seorang Bisu/. Tapi,
baru sepuluh hari terbit, Jaksa Agung langsung membredelnya. "Itu rekor
pembredelan tercepat. Biasanya sebulan," kenang Joesoef.

Buku terakhir yang sempat disuntingnya sebelum wafat adalah /Memoar Ang
Yan Goan/, pemimpin redaksi koran /Sin Po/. Ia juga menulis kata
pengantar buat buku itu. Sama seperti Joesoef, Yan Goan terkena imbas
pergolakan politik 1965 dan terpaksa menetap di Kanada bersama anaknya.
Joesoef ditahan di penjara Salemba selama sepuluh tahun (1967-1977) atas
tuduhan terlibat dalam peristiwa 1965. Sampai ia keluar dari penjara,
tuduhan tersebut tak pernah bisa dibuktikan, apalagi Joesoef belum
pernah disidangkan.

Kariernya sebagai wartawan bermula di /Berita Indonesia/, surat kabar
/republikein/ pertama yang didirikan oleh beberapa tokoh pers nasional,
antara lain S. Tahsin. Pada 1949, B.M. Diah membeli /Berita Indonesia/
dan menggabungkannya dengan koran /Merdeka/ yang berdiri pada 1 Oktober
1945. Otomatis ia pun jadi wartawan /Merdeka/ dan merintis karier di
sana sampai posisi pemimpin redaksi. Berhenti dari /Merdeka/, Joesoef
terpilih sebagai Sekjen Persatuan Wartawan Asia-Afrika.

Joesoef Isak terkenal sebagai sosok wartawan yang teguh memegang prinsip
kemerdekaan berpendapat. Ia punya banyak kawan diskusi, mulai wartawan,
aktivis, sampai pensiunan jenderal pun datang ke rumahnya untuk
berdiskusi. Joesoef bersahabat dengan siapa saja, tak peduli apa
ideologinya. Semasa hidupnya, ia berkawan dengan Soebadio Sastrosatomo
dan Adam Malik, dua tokoh bangsa yang punya keyakinan politik berbeda
dengan Joesoef.

Semasa hidupnya, ia selalu mewanti-wanti agar anak-anak muda tidak
melanjutkan konflik masa lalu. "Buat apa merelevankan konflik masa lalu?
Untuk membangun Indonesia, kita harus terus menatap ke depan. Jadikan
sejarah sebagai pelajaran," kata dia. Menurut dia, baik Soekarno, Hatta,
Sjahrir, maupun Tan Malaka sama-sama memiliki tujuan memajukan kehidupan
rakyat Indonesia walaupun mereka melakukan dengan jalannya
sendiri-sendiri. "Generasi muda harus melanjutkan kerja-kerja mereka,
buang keburukannya, ambil sisi positifnya," pesan dia.

Atas jasa-jasanya di dalam memperjuangkan kebebasan berpendapat, ia
dianugerahi beberapa penghargaan internasional, antara lain Jeri Laber
Award (2004) dari International Freedom to Publish Committee, Amerika
Serikat. Lantas pada 2005 Joesoef, bersama Goenawan Mohamad, menerima
Wertheim Award dari Belanda, dan pada 2006 mendapat penghargaan
"Chevalier dans l'Ordre des Arts et des Lettres" dari pemerintah Prancis.

Tiga pekan lalu, kami masih berjumpa di Komunitas Utan Kayu dalam
diskusi dan peluncuran buku karya Soemarsono, /Revolusi Agustus/,
terbitan Hasta Mitra. Pertemuan berlanjut ketika saya menyambanginya dua
hari kemudian untuk membicarakan penerbitan buku /Banten Seabad Setelah
Multatuli/ karya Ir Djoko Sri Moeljono, di mana saya menulis kata
pengantarnya. Buku ini molor terbit sampai dua tahun dan kami berencana
mencetaknya pada September mendatang. Menurut rencana, saya harus
menemuinya lagi setelah 17 Agustus untuk mendiskusikan rencana teknis
percetakan buku itu.

Rencana tinggal rencana. Sabtu (15 Agustus) dinihari pukul 01:30, saya
ditelepon oleh Desantara, putra bungsu Joesoef Isak, mengabarkan bahwa
ayahnya telah tiada. Saya kaget, tak percaya Pak Ucup pergi begitu
mendadak, terlebih sehari sebelumnya ia masih sempat datang ke redaksi
majalah /Tempo/ untuk diwawancarai. Kerja belum selesai, belum apa-apa.
Tapi Pak Ucup sudah punya arti bagi bangsa Indonesia. Ia telah berjuang,
sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Selamat jalan, Bung Joesoef Isak! *

http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/08/19/Opini/krn.20090819.174210.id.html
http://media-klaten.blogspot.com/
http://seizetheday-cloth.blogspot.com/


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

------------------------------------

media sumutYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-sumut/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-sumut-digest@yahoogroups.com
mailto:media-sumut-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-sumut-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

17 August 2009

[media-sumut] Fw: Press Release dan Undangan Liputan Aksi Solidaritas Nasional Peduli Tapanuli Tengah [1 Attachment]

[Attachment(s) from mediacare included below]

 
Please add my Facebook:
Radityo Indonesia
Mediacare Indonesia
----- Original Message -----
Sent: Monday, August 17, 2009 6:57 AM
Subject: Press Release dan Undangan Liputan Aksi Solidaritas Nasional Peduli Tapanuli Tengah

Undangan Liputan Aksi Solidaritas Bersama, Solidaritas Nasional Peduli Tapanuli Tengah pada Selasa, 18/8/09, aksi digelar di Bunderan HI Jakarta pukul 10.30 Wib sampai selesai

Press Release
" Rakyat Belum Merdeka"                                                           
Solidaritas Nasional Peduli Tap. Tengah

Permasalahan tanah yang begitu banyak hampir meliputi seluruh wilayah Tapanuli Tengah antara lain di Kecamatan Manduamas, Sirandorung, Andam Dewi seluas 6000 ha tanah yang terdiri dari transmigran (umum/TSM,pengungsi konflik aceh tahun 1979, non-transmigran), Kecamatan Sosorgadong, Sorkam Barat penyerobotan dilakukan PT Nauli Sawit/oknum pejabat Pemkab seluas 100-an ha, kehadiran PT Nauli Sawit 2/PT TAS di Kecamatan Kolang, ganti rugi pembukaan jalan Rampah sampai ke Labuhan Angin Kecamatan Tapian Nauli tidak jelas, di Kecamatan Pinang Sori terdapat di desa Sitardas lorong Aek Lobu 210 ha, Desa Simarlelan 600 ha diserobot PT CPA, ditambah pelebaran/perpanjangan proyek bandara udara Pinangsori, 41 kk yang tergabung dalam kelompok tani Aek Sirara tidak mendapat ganti rugi yang layak.

Semangat Perjuangan Kami tidak akan pernah padam, tuntutan rakyat akan haknya terus akan berlanjut. Sejak tahun 2004 perjuangan itu telah berjalan hingga kini, permasalahan tanah yang melibatkan oknum Pejabat Pemkab, investor-investor yang melakukan investasi karena ajakan bupati telah begitu luas. Tanah rakyat berpindah ketangan investor, dengan dalih untuk mensejahtrakan rakyat kenyataannya tidak. Anak-anak kurang gizi, banyak yang putus sekolah, suami atau orang tua dari anak dan istri dipenjara karena memperjuangkan haknya.

Forum Pembela Tanah Rakyat dibentuk untuk menyatukan kekuatan, aksi sudah berkali-kali, dilokasi perusahaan, DPR Kab, DPR Prov, kantor Gubsu, Polda Sumut, DPR RI, Istana Negara sudah dilaksanakan, namun tidak pernah kunjung selesai, rakyat malah korban, sudah tanah diserobot dipenjara pula.

Perjuangan-perjuangan/Aksi yang sudah dilakukan al. Puluhan kali aksi dilokasi perusahaan sejak 2004-2006, Demontrasi di depan kantor DPRD Kab. Tapteng tanggal 31/3/2008, Demontrasi menginap didepan kantor bupati, hari I tanggal 29/5/2008, hari II tanggal 30/5/2008, bupati tidak mau menjumpai/dialog dengan rakyatnya. Aksi didepan DPRD SU, Kantor Gubsu sudah berulang-ulang, bahkan saat aksi di depan kantor Gubernur Sumut tanggal 29 Agustus 2008 koordinator FPTR ditikam, padahal sebelumnya rumahnya sudah dibakar di Barus 22/6/2008. Aksi damai di Istana Negara 22 Januari 2009 sehingga Komisi 4 DPR RI turun ke Tapteng, mereka berjanji akan menuntaskan masalah, namun kenyataannya nol, malahan keluar berita kunjungan dsalah media tulis mengunjungi kelangkaan pupuk. Aneh memang, para anggota DPR RI tersebut bahkan meneteskan air mata saat melihat langsung korban penyerobotan tanah, acting nya lumayan bagus.

Banyaknya tindakan-tindakan kekerasan disinyalir terkait dengan masalah tanah antara lain, Pembunuhan Partahian Simanungkali (20/12/2005) karena tidak bersedia menjual tanahnya, Penempatan Sat-Pol PP dan Pengacungan senjata, Pembakaran padi warga, Pembakaran Rumah, Penikaman Aktivis, Mutasi swenang-swenang para PNS yang tidak mendukung peyerobotan tanah. Ada apa dengan para pejabat kita, tidakkah punya hati nurani lagi, mana janji-janji keberpihakan kepada rakyat, apa semua sudah jadi Mr OMDO (omong doing).

Kami yang tergabung didalam Solidaritas Nasional Peduli Tap. Tengah; KontraS, PMKRI, FMN, AGRA, Pergerakan Indonesia (PI), FPTR kembali turun kejalan, menyatukan suara
MENUNTUT

1.    Kembalikan Tanah Rakyat
2.    Tangkap Bupati Tap.Tengah Drs. Tuani Lumban Tobing
3.    Bebaskan 10 orang warga yang memperjuangkan pengembalian tanahnya yang diserobot, karena tidak terbukti bersalah.
4.    Usut sampai tuntas segala tindak pidana criminal yang terjadi akibat sengketa tanah di Kabupaten Tap. Tengah.


Edy Simatupang
Koordinator                                                      


Attachment(s) from mediacare

1 of 1 File(s)


__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Re: [media-sumut] Fw: Press Release dan Undangan Liputan Aksi Solidaritas Nasional Peduli Tapanuli Tengah



Bertemu dgn siapa di HI, kita ketem di lokasi. saya di jakarta

Pada 18 Agustus 2009 12:04, mediacare <mediacare@cbn.net.id> menulis:
 
[Attachment(s) from mediacare included below]

 
Please add my Facebook:
Radityo Indonesia
Mediacare Indonesia
----- Original Message -----
Sent: Monday, August 17, 2009 6:57 AM
Subject: Press Release dan Undangan Liputan Aksi Solidaritas Nasional Peduli Tapanuli Tengah

Undangan Liputan Aksi Solidaritas Bersama, Solidaritas Nasional Peduli Tapanuli Tengah pada Selasa, 18/8/09, aksi digelar di Bunderan HI Jakarta pukul 10.30 Wib sampai selesai

Press Release
" Rakyat Belum Merdeka"                                                           
Solidaritas Nasional Peduli Tap. Tengah

Permasalahan tanah yang begitu banyak hampir meliputi seluruh wilayah Tapanuli Tengah antara lain di Kecamatan Manduamas, Sirandorung, Andam Dewi seluas 6000 ha tanah yang terdiri dari transmigran (umum/TSM,pengungsi konflik aceh tahun 1979, non-transmigran), Kecamatan Sosorgadong, Sorkam Barat penyerobotan dilakukan PT Nauli Sawit/oknum pejabat Pemkab seluas 100-an ha, kehadiran PT Nauli Sawit 2/PT TAS di Kecamatan Kolang, ganti rugi pembukaan jalan Rampah sampai ke Labuhan Angin Kecamatan Tapian Nauli tidak jelas, di Kecamatan Pinang Sori terdapat di desa Sitardas lorong Aek Lobu 210 ha, Desa Simarlelan 600 ha diserobot PT CPA, ditambah pelebaran/perpanjangan proyek bandara udara Pinangsori, 41 kk yang tergabung dalam kelompok tani Aek Sirara tidak mendapat ganti rugi yang layak.

Semangat Perjuangan Kami tidak akan pernah padam, tuntutan rakyat akan haknya terus akan berlanjut. Sejak tahun 2004 perjuangan itu telah berjalan hingga kini, permasalahan tanah yang melibatkan oknum Pejabat Pemkab, investor-investor yang melakukan investasi karena ajakan bupati telah begitu luas. Tanah rakyat berpindah ketangan investor, dengan dalih untuk mensejahtrakan rakyat kenyataannya tidak. Anak-anak kurang gizi, banyak yang putus sekolah, suami atau orang tua dari anak dan istri dipenjara karena memperjuangkan haknya.

Forum Pembela Tanah Rakyat dibentuk untuk menyatukan kekuatan, aksi sudah berkali-kali, dilokasi perusahaan, DPR Kab, DPR Prov, kantor Gubsu, Polda Sumut, DPR RI, Istana Negara sudah dilaksanakan, namun tidak pernah kunjung selesai, rakyat malah korban, sudah tanah diserobot dipenjara pula.

Perjuangan-perjuangan/Aksi yang sudah dilakukan al. Puluhan kali aksi dilokasi perusahaan sejak 2004-2006, Demontrasi di depan kantor DPRD Kab. Tapteng tanggal 31/3/2008, Demontrasi menginap didepan kantor bupati, hari I tanggal 29/5/2008, hari II tanggal 30/5/2008, bupati tidak mau menjumpai/dialog dengan rakyatnya. Aksi didepan DPRD SU, Kantor Gubsu sudah berulang-ulang, bahkan saat aksi di depan kantor Gubernur Sumut tanggal 29 Agustus 2008 koordinator FPTR ditikam, padahal sebelumnya rumahnya sudah dibakar di Barus 22/6/2008. Aksi damai di Istana Negara 22 Januari 2009 sehingga Komisi 4 DPR RI turun ke Tapteng, mereka berjanji akan menuntaskan masalah, namun kenyataannya nol, malahan keluar berita kunjungan dsalah media tulis mengunjungi kelangkaan pupuk. Aneh memang, para anggota DPR RI tersebut bahkan meneteskan air mata saat melihat langsung korban penyerobotan tanah, acting nya lumayan bagus.

Banyaknya tindakan-tindakan kekerasan disinyalir terkait dengan masalah tanah antara lain, Pembunuhan Partahian Simanungkali (20/12/2005) karena tidak bersedia menjual tanahnya, Penempatan Sat-Pol PP dan Pengacungan senjata, Pembakaran padi warga, Pembakaran Rumah, Penikaman Aktivis, Mutasi swenang-swenang para PNS yang tidak mendukung peyerobotan tanah. Ada apa dengan para pejabat kita, tidakkah punya hati nurani lagi, mana janji-janji keberpihakan kepada rakyat, apa semua sudah jadi Mr OMDO (omong doing).

Kami yang tergabung didalam Solidaritas Nasional Peduli Tap. Tengah; KontraS, PMKRI, FMN, AGRA, Pergerakan Indonesia (PI), FPTR kembali turun kejalan, menyatukan suara
MENUNTUT

1.    Kembalikan Tanah Rakyat
2.    Tangkap Bupati Tap.Tengah Drs. Tuani Lumban Tobing
3.    Bebaskan 10 orang warga yang memperjuangkan pengembalian tanahnya yang diserobot, karena tidak terbukti bersalah.
4.    Usut sampai tuntas segala tindak pidana criminal yang terjadi akibat sengketa tanah di Kabupaten Tap. Tengah.


Edy Simatupang
Koordinator                                                      




--
Terima Kasih. Tuhan Memberkati Kita Semua


__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___