30 September 2009

[media-sumut] Lomba Foto



 
 

Lomba Foto Pantai Cermin Theme Park "On The Spot...!!!"

tema " Living and Having Fun in Pantai Cermin Theme Park".....

 

syarat :

1. Peserta terbuka untuk umum

2. Seluruh foto yang dilombakan adalah foto hasil pemotretan di kawasan wisata Pantai Cermin Theme Park , Sumatra Utara, Serdang Bedagai yang berlangsung pada tanggal 24 Oktober 2009.

3. Foto berwarna dengan media digital dan diperkenan pada editing minor pada warna. Penambahan dan pengurangan elemen dan foto tidak diperkenankan.

4. Foto merupakan hasil karya  asli peserta.

5. Peserta wajib melampirkan fotokopi kartu identitas (KTP/SIM) pada formulir pendaftaran.

6. Lokasi subyek foto adalah kawasan Pantai Cermin Theme Park dan Resort Hotel

7. Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp. 50.000 untuk makan siang, dan kopi serta snack.

8. Dengan melakukan pengisian formulir lomba, peserta bersedia mengikuti aturan lomba yang berlaku

9. Seluruh foto yang diikut lombakan peserta akan menjadi milik Theme Park untuk kepentingan publikasi dan sebagainya. Dengan ketentuan akan menyertakan nama dari hasil karya foto.

10. Pendaftaran lomba foto berlangsung di Jalan DI Panjaitan no. 153 Medan

dari pukul 10.00 s/d 16.00 telp :4510956; 4562893

 

 

Hadiah :

Juara 1 : Uang tunai sebesar Rp 4.000.000,-

Juara 2 : Uang tunai sebesar Rp 2.5.00.000,-

Juara 3 : Uang tunai sebesar Rp 1.500.000,-

Harapan 1 : uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,-

Harapan 2 : uang tunai sebesar Rp. 800.000,-

Harapan 3 : uang tunai sebesar Rp. 500.000,-

Hadiah Khusus Foto Favorit; Kreatif dan 2 foto Unik masing-masing   @ Rp. 250.000,-

 

 

Informasi Lebih Lanjut :

Sales & Marketing

Jl. D. I. Panjaitan No. 153 Medan

CP. Indra 08116028105; Helen 081314076971

 



__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

28 September 2009

[media-sumut] LOMBA FOTO PARIWISATA: Pacu Jawi 2009



Dear All,

Untuk detil infonya, silahkan lihat di www.PhotoWinners.com

Hadiah:
Hadiah I : Rp. 3jt + Trophy Bupati + Sertifikat + Paket HP Nexian/HT dr XL
Hadiah II: Rp. 2jt + Trophy Bupati + Sertifikat + Paket HP Nexian/HT dr XL
Hadiah III: Rp. 1jt + Trophy Bupati + Sertifikat + Paket HP Nexian/HT dr XL
Hadiah Harapan: 5 masing-masing Rp. 750rb + Sertifikat

Dewan Juri:
o Makarios Soekojo (Direktur PhotoWinners. org)
o Arbain Rambey (Senior Fotografer Kompas)
o Alfian Jamrah (Kepala Dispar Tanah Datar)

Foto yang dilombakan, hasil hunting Pacu Jawi pada 30 Sep, 10 & 17 Oktober 2009

Mohon bantuannya utk meneruskan info ini ke kolega2 atau milis2 tetangga, atau setidaknya untuk bahan informasi saja sbg bentuk lain dari promosi Pariwisata Sumbar dan
dukungan thd Visit Indonesia Years...:)

FYI aja, 27 Sep - 2 Okt ini, ada 50 org Senior Fotografer dr 5 Negara ASEAN sedang hunting foto 6 hari 5 malam di Sumbar. Termasuk hadir ke Pesta Budaya Rakyat PACU JAWI hari Rabu 30 Sep ini. Terima kasih...

Salam,
Nofrins
www.PhotoWinners. Org
www.Train.West-Sumatra.com




__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

26 September 2009

Bls: [media-sumut] HMP: MUNAS GOLKAr untuk bangsa



Ini baru gebrakan untuk control pada pemerintah yang berlangsung.....semoga sukses Munas Golkar....
dapat memilih putra bangsa yang terbaik untuk memimpin partai dan mengembalikan marwah parati Golkar di mata rakyat di puncak kepemimpinan.
Salam kemenangan.

--- Pada Kam, 24/9/09, Hutomo For Golkar <hutomoforgolkar@yahoo.com> menulis:

Dari: Hutomo For Golkar <hutomoforgolkar@yahoo.com>
Judul: [media-sumut] HMP: MUNAS GOLKAr untuk bangsa
Kepada: mediacare@yahoogroups.com, media-jakarta@yahoogroups.com, media-bali@yahoogroups.com, media-jabar@yahoogroups.com, media-jatim@yahoogroups.com, media-jateng@yahoogroups.com, media-jogja@yahoogroups.com, media-sumut@yahoogroups.com, Media_Nusantara@yahoogroups.com, alfaqirilmi@yahoo.com, tionghoa-net@yahoogroups.com, kmnu2000@yahoogroups.com, mayapadaprana@yahoogroups.com, tamansiswa2002@yahoogroups.com
Tanggal: Kamis, 24 September, 2009, 6:19 AM

 

Koran JAWA POS, 23 September 2009 Halaman 6

 

MUNAS GOLKAR UNTUK BANGSA

Oleh: HUTOMO MANDALA PUTRA[i]

 

Perjalanan bangsa telah sepakat memilih sebagai negara demokrasi, namun dalam prakteknya, demokrasi menjadi ajang menyengsarakan rakyat. Demokrasi baru slogan semata. Sementara itu, bangsa menghadapi permasalahan serius, diantaranya: Kesemrawutan Sistem Ketatanegaraan. Praktek politik kepartaian dalam sistem kenegaraan yang semrawut telah menyebabkan Partai-partai dilanda krisis kepercayaan rakyat. Hal itu disebabkan karena partai-partai gagal/ tidak mampu menampung aspirasi rakyat, gagal merespon keadaan yang mendesak, serta tidak mampu menawarkan solusi buat masa depan, yang terjadi malah praktek dagang sapi, sehingga berkembang budaya transaksional dan partai bukan lagi sebagai kendaraan transformasi (perubahan) nasib rakyat ke arah yang lebih baik. Contoh adalah pemilu yang lalu terbukti amburadul.

 

Pemilu Tanpa Logika Kedaulatan Rakyat

Di dunia ini, negara demokrasi memiliki dua (2) model yaitu sistem parlementer dan sistem presidensial. Ada juga yang campuran seperti Perancis, namun penggabungannya tetap mentaati azas logika kedaulatan rakyat yang tidak boleh didistorsi. Sementara Indonesia mencampur-adukkan keduanya, sampai alur logika pertanggung- jawab kedaulatab rakyat tidak jelas. 

Dalam sistem parlementer, program yang "dijual" dalam kampanye Pemilu adalah program partai. Program partai pemenang Pemilu otomatis dijadikan program kerja pemerintah. Karena dalam Pemilu yang dipilih rakyat adalah partai, maka partai pemenang Pemilu yang membentuk Kabinet (kecuali tidak menang mutlak yaitu 50%+1, maka kabinet yang dibentuk koalisi, agar dukungan suara di DPR menjadi mayoritas). Maka dalam sistem parlementer Ketua Partai otomatis menjadi calon Perdana Menteri. Karena mandat kedaulatan rakyat diserahkan kepada partai, maka pengurus partai berhak mencopot anggota DPR ditengah jalan bila menyimpang dari kebijakan partai.

Sebaliknya dalam sistem presidensial, program yang ditawarkan dalam kampanye adalah program sang Calon Presiden (bukan Program Partai). Program Calon Presiden terpilih otomatis dijadikan program pemerintah. Dalam Pemilu sistem presidensial rakyat langsung memilih Calon Presiden, maka yang membentuk kabinet adalah Presiden Terpilih. Karena datangnya legitimasi langsung dari rakyat, maka calon independen pun dalam sistem presidensial juga diakomodasikan.  Dalam sistem presidensial kabinet yang dibentuk adalah Kabinet Ahli (Zaken), bukan kabinet partai apalagi gabungan partai warna-warni. Wajar pula  dalam sistem presidensial dimanapun tidak dijumpai Ketua Partai dicalonkan menjadi Calon Presiden (Kecuali di Indonesia).

            Juga dalam sistem perwakilan, pada sistem parlementer dalam Pemilu rakyat memilihnya tanda gambar partai, maka status anggota DPR adalah wakil partai. Sebaliknya pada sistem presidensial, dalam Pemilu rakyat memilihnya tanda gambar Calon Anggota DPR, bukan gambar partai. Maka anggota DPR dalam sistem presidensial adalah wakil Rakyat, bukan wakil partai.  

Sedang  dari urut-urutan siklus kepemimpinan nasional, dalam  sistem parlementer Anggota DPR dipilih lebih dulu, baru membentuk pemerintahan. Dan sebaliknya dalam sistem presidensial, pemilihan Presiden dulu, baru Pemilu anggota DPR. Jadi, masing-masing model punya sejarahnya sendiri, serta punya alasan dan logika sendiri yang tidak bisa dicampuradukkan tanpa logika.

 

PARTAI CALO POLITIK SAH BERDASAR UU

            Bagaimana dengan di Indonesia? Demokrasi kita semrawut, tak terkecuali soal Pemilu. Lihat saja Pemilu Legislatif yang lalu. Apa dasar bagi rakyat untuk menjatuhkan pilihan? Bila alasannya memilih program partai, sudah tentu itu bohong, karena dalam sistem presidensial yang dijadikan program kerja pemerintah adalah program sang Calon presiden pemenang Pemilu, bukan program partai. Dalam kampanye Pemilu yang lalu, partai-partai telah mengobral janji. Bukankah itu adalah pembodohan dan  pembohongan publik namun sah secara konstitusi?

Bila alasan Pemilu Legislatif untuk memenuhi amanat UUD,  karena  diamanatkan Calon Presiden harus diajukan oleh Partai atau gabungan Partai, mari kita cermati apa yang telah terjadi pada Pileg yang lalu: Siapa sosok yang  dicalonkan oleh masing-masing Partai? Disini terjadi kebingungan. Beberapa partai lama mencantumkan sejumlah wajah capres yang diusungnya, karena tidak mau ketinggalan bag-bagi kekuasaan. Model arisan kekuasaan ini membuat rakyat jadi tambah bingung.  Ada partai yang berani menyebut nama satu orang capres, namun apakah dijamin bahwa partainya bisa melewati batas  minimal perolehan suara 20% kursi di DPR atau 25% suara sah di Pemilu? Kalau tidak mencapai 20% berarti suara rakyat yang memilih partai tersebut karena alasan capresnya menjadi hilang.

Kesimpulannya, Pemilu yang kita laksanakan tak ubahnya menempatkan Partai-partai sebagai CALO. Karena dasar rakyat memilih tidak ada. Program bukan. Capres bukan. Artinya rakyat menyerahkan suaranya, tanpa dasar, kepada partai, sebagai CALO POLITIK, untuk "dagang sapi" dalam mencari Capres. Maka, wajar dan sah secara hukum kalau partai-partai terlibat dalam "politik uang" untuk mendapatkan harga tawar yang tertinggi dari para Calon Presiden. Jadi semacam Capres dagangan saja.

  

 

Munas GOLKAR jadikan momentum perubahan

Munas Partai Golkar harus menjadi momentum untuk melaksanakan perubahan yang mendasar dan komprehensif. Salah satunya adalah memformat ulang sistem kenegaraan secara keseluruhan termasuk persoalan Pemilu. Perubahan tersebut tidaklah mungkin akan datang dari tatanan yang ada saat ini.  Untuk itu diperlukan tampilnya Kandidat Ketum Golkar yang memenuhi  5 persyaratan, yaitu: Pertama, punya Solusi untuk menghentikan keterpurukan. Kedua, punya "Platform" atau Paradigma  Baru untuk mengubah sistem kenegaraan dari otoriter menjadi demokrasi. Sistem yang menjamin kedaulatan rakyat tidak menjadi mainan dan dagang sapi. Ketiga, punya keberanian lebih, termasuk berani berbuat salah sekalipun untuk menghadirkan kebenaran karena selama ini terbelenggu sistem hukum yang ada. Keempat, punya integritas pribadi yang tinggi yang telah dibuktikan melalui proses hukum nasional maupun internasional yang berlaku. Dan Kelima, Sosok yang tidak bermasalah atau bagian masalah yang sedang dihadapi bangsa, sehingga Partai Golkar tidak terbawa dalam keruwetan masalah pribadi yang akan menghancurkan partai. Mari kita mulai dari Partai Golkar. Insya Allah akan saya wujudkan apabila saya diberi amanah dalam Munas Oktober mendatang.



[i] Hutomo Mandala Putra calon Ketum Golkar pada Munas Oktober 2009, dan sepakat membangun NEGERI MERAK (MEngutamakan RAKyat)




Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

__._,_.___


media sumut



Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

24 September 2009

[media-sumut] Fw: [mediacare] The Ottoman Military Academy in Aceh



 
Please add my Facebook:
Radityo Indonesia
Mediacare Indonesia
----- Original Message -----
From: sunny
Sent: Thursday, September 24, 2009 4:35 AM
Subject: [mediacare] The Ottoman Military Academy in Aceh

 

 
  • State Undersecretary (Shangshu Lang 尚书郎)
  • Icon
    • Group: Entry Scholar (Xiucai)
    • Posts: 615
    • Joined: 10-April 05
    • Gender:Female

    • Location:Cheras, Kuala Lumpur (Malaysia)

    • Main Interest in CHF:
      Asian History

    • Specialisation / Expertise:
      Malai Ren, Malai Yun, Malaysian History, Islamic History, Chinese Muslim History, Japanese Muslim History

    Posted 23 June 2009 - 08:11 PM

    The Ottoman Military Academy in Aceh




    Understandably much of the focus on the Ottoman Empire is on its clash with Western Europe. There is at least one aspect of Ottoman military power that reached out into wider Asia, the Ottoman Military Academy in Aceh on the northern tip of the island of Sumatra in what is now Indonesia. From what I understand this was the only Ottoman Military Academy established outside of the empire's confines. It was part of a broader military assistance program that was focused on blunting Portuguese expansion into Southeast Asia.

    There is an excellent source on the web that outlines the genesis and growth of the Ottoman-Acehnese diplomatic relationship using Turkish sources. It noted the first diplomatic contact from the Sultan of Aceh to the Ottoman Empire as occurring in 1547 but that there were no Turkish sources to expand on it. There was some debate also as to whether it was later, 1562 but that argument is unlikely to be settled unless new evidence is discovered. In addition, the well known historian of Southeast Asia, Anthony Reid, implied that the relationship may have existed since the 1520s. Both sources agreed that it was possible that the first Ottoman military assistance to Aceh was in the late 1530s when sailors from the Ottoman Fleet that had fought at Diu in India continued down to Aceh to help the Acehnese fight the Bataks and Portuguese.

    Aceh's first confirmed diplomatic approach to the Ottoman Empire was in 1566 when the Sultan of Aceh, Alaaddin Riayet Shah al-Kahhar (r 1537-71) sent a letter dated 7 January 1566 with an ambassador to the Ottoman Emperor, Sultan Suleiman the Magnificent. This letter referred to Ottoman cannoneers who had arrived safely in Aceh and appealed for more assistance. The death of Suleiman that year and a rebellion in Yeman delayed and then downscaled the assistance that the Ottomans eventually sent in 1568 or 1569, possibly more cannons and experts to make them locally in Aceh. It should be noted that the original plans by the Ottomans were substantial including at least 15 galleys carrying artisans skilled in ship building and siege warfare.

    Aceh made good use of the cannon makers and established a local foundry, turning out some very large cannons. There were two very large cannons that still existed in Aceh into the late 1800s according to a Turkish visitor. They were only taken when the Dutch occupied Aceh and this is potentially borne out by the picture below.


    Resized to 74% (was 640 x 480) - Click image to enlargePosted Image



    The fact that the Sultan of Aceh could write a letter such as mentioned above and receive the assistance that he did showed the importance of Aceh's trade, mainly pepper, with the Ottomans and also an already existing relationship of some depth. The Ottomans no doubt felt well disposed to assisting the Acehnese as that aid would make life hard for the Portuguese. Interestingly the historian Michael Charney in his book stated that the Turks were looking for allies in the Indian Ocean to prevent the Portuguese from outflanking the Ottomans.

    The Ottoman Academy

    Turning now to the military academy, there was agreement amongst the sources that such an academy existed in Aceh, although there was little detail. The academy was called Askari Bayt Al-Mugaddas (Sacred Military Academy), although according to an Indonesian sourcethe name was changed to become Askar Baitul Maqdis, since that was closer to the Acehnese pronunciation. It was not clear what subjects were taught nor how long the teaching period was. At least one student was female, Kumala Hayati, who later went on to lead the Acehnese fleet against the Portuguese in Melaka (Malacca). The attacks on Melaka, although unsuccessful are attributed to the knowledge imparted by this academy, as well as the broader Islamic network that Aceh was a part of. Reid stated that at least one attack on Melaka was assisted by the forces of four Indian Muslim sultans. The dearth of information was frustrating but the fact that this academy existed demonstrated an important role for Aceh in the strategy of the Ottoman Empire.

    Conclusion

    The academy, the cannons and the planned dispatch of the Ottoman Fleet clearly showed that Aceh was part of the Ottoman's efforts to balance Portuguese expansion. The relationship did wane later and was revitalised as Aceh faced the threat of Dutch colonialism but by that stage Turkey was the sick man of Europe and the Ottoman splendors were becoming memories. Nevertheless, it was an interesting relationship that highlighted that western colonialism was just one strand of the dynamics in Southeast Asia. It may also have helped to improve the military capabilities of the Acehnese Sultanate and hence the surrounding lands just as Western colonialism began.



    __._,_.___


    media sumut



    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-sumut] HMP: MUNAS GOLKAr untuk bangsa



    Koran JAWA POS, 23 September 2009 Halaman 6

     

    MUNAS GOLKAR UNTUK BANGSA

    Oleh: HUTOMO MANDALA PUTRA[i]

     

    Perjalanan bangsa telah sepakat memilih sebagai negara demokrasi, namun dalam prakteknya, demokrasi menjadi ajang menyengsarakan rakyat. Demokrasi baru slogan semata. Sementara itu, bangsa menghadapi permasalahan serius, diantaranya: Kesemrawutan Sistem Ketatanegaraan. Praktek politik kepartaian dalam sistem kenegaraan yang semrawut telah menyebabkan Partai-partai dilanda krisis kepercayaan rakyat. Hal itu disebabkan karena partai-partai gagal/ tidak mampu menampung aspirasi rakyat, gagal merespon keadaan yang mendesak, serta tidak mampu menawarkan solusi buat masa depan, yang terjadi malah praktek dagang sapi, sehingga berkembang budaya transaksional dan partai bukan lagi sebagai kendaraan transformasi (perubahan) nasib rakyat ke arah yang lebih baik. Contoh adalah pemilu yang lalu terbukti amburadul.

     

    Pemilu Tanpa Logika Kedaulatan Rakyat

    Di dunia ini, negara demokrasi memiliki dua (2) model yaitu sistem parlementer dan sistem presidensial. Ada juga yang campuran seperti Perancis, namun penggabungannya tetap mentaati azas logika kedaulatan rakyat yang tidak boleh didistorsi. Sementara Indonesia mencampur-adukkan keduanya, sampai alur logika pertanggung-jawab kedaulatab rakyat tidak jelas. 

    Dalam sistem parlementer, program yang "dijual" dalam kampanye Pemilu adalah program partai. Program partai pemenang Pemilu otomatis dijadikan program kerja pemerintah. Karena dalam Pemilu yang dipilih rakyat adalah partai, maka partai pemenang Pemilu yang membentuk Kabinet (kecuali tidak menang mutlak yaitu 50%+1, maka kabinet yang dibentuk koalisi, agar dukungan suara di DPR menjadi mayoritas). Maka dalam sistem parlementer Ketua Partai otomatis menjadi calon Perdana Menteri. Karena mandat kedaulatan rakyat diserahkan kepada partai, maka pengurus partai berhak mencopot anggota DPR ditengah jalan bila menyimpang dari kebijakan partai.

    Sebaliknya dalam sistem presidensial, program yang ditawarkan dalam kampanye adalah program sang Calon Presiden (bukan Program Partai). Program Calon Presiden terpilih otomatis dijadikan program pemerintah. Dalam Pemilu sistem presidensial rakyat langsung memilih Calon Presiden, maka yang membentuk kabinet adalah Presiden Terpilih. Karena datangnya legitimasi langsung dari rakyat, maka calon independen pun dalam sistem presidensial juga diakomodasikan.  Dalam sistem presidensial kabinet yang dibentuk adalah Kabinet Ahli (Zaken), bukan kabinet partai apalagi gabungan partai warna-warni. Wajar pula  dalam sistem presidensial dimanapun tidak dijumpai Ketua Partai dicalonkan menjadi Calon Presiden (Kecuali di Indonesia).

                Juga dalam sistem perwakilan, pada sistem parlementer dalam Pemilu rakyat memilihnya tanda gambar partai, maka status anggota DPR adalah wakil partai. Sebaliknya pada sistem presidensial, dalam Pemilu rakyat memilihnya tanda gambar Calon Anggota DPR, bukan gambar partai. Maka anggota DPR dalam sistem presidensial adalah wakil Rakyat, bukan wakil partai.  

    Sedang  dari urut-urutan siklus kepemimpinan nasional, dalam  sistem parlementer Anggota DPR dipilih lebih dulu, baru membentuk pemerintahan. Dan sebaliknya dalam sistem presidensial, pemilihan Presiden dulu, baru Pemilu anggota DPR. Jadi, masing-masing model punya sejarahnya sendiri, serta punya alasan dan logika sendiri yang tidak bisa dicampuradukkan tanpa logika.

     

    PARTAI CALO POLITIK SAH BERDASAR UU

                Bagaimana dengan di Indonesia? Demokrasi kita semrawut, tak terkecuali soal Pemilu. Lihat saja Pemilu Legislatif yang lalu. Apa dasar bagi rakyat untuk menjatuhkan pilihan? Bila alasannya memilih program partai, sudah tentu itu bohong, karena dalam sistem presidensial yang dijadikan program kerja pemerintah adalah program sang Calon presiden pemenang Pemilu, bukan program partai. Dalam kampanye Pemilu yang lalu, partai-partai telah mengobral janji. Bukankah itu adalah pembodohan dan  pembohongan publik namun sah secara konstitusi?

    Bila alasan Pemilu Legislatif untuk memenuhi amanat UUD,  karena  diamanatkan Calon Presiden harus diajukan oleh Partai atau gabungan Partai, mari kita cermati apa yang telah terjadi pada Pileg yang lalu: Siapa sosok yang  dicalonkan oleh masing-masing Partai? Disini terjadi kebingungan. Beberapa partai lama mencantumkan sejumlah wajah capres yang diusungnya, karena tidak mau ketinggalan bag-bagi kekuasaan. Model arisan kekuasaan ini membuat rakyat jadi tambah bingung.  Ada partai yang berani menyebut nama satu orang capres, namun apakah dijamin bahwa partainya bisa melewati batas  minimal perolehan suara 20% kursi di DPR atau 25% suara sah di Pemilu? Kalau tidak mencapai 20% berarti suara rakyat yang memilih partai tersebut karena alasan capresnya menjadi hilang.

    Kesimpulannya, Pemilu yang kita laksanakan tak ubahnya menempatkan Partai-partai sebagai CALO. Karena dasar rakyat memilih tidak ada. Program bukan. Capres bukan. Artinya rakyat menyerahkan suaranya, tanpa dasar, kepada partai, sebagai CALO POLITIK, untuk "dagang sapi" dalam mencari Capres. Maka, wajar dan sah secara hukum kalau partai-partai terlibat dalam "politik uang" untuk mendapatkan harga tawar yang tertinggi dari para Calon Presiden. Jadi semacam Capres dagangan saja.

      

     

    Munas GOLKAR jadikan momentum perubahan

    Munas Partai Golkar harus menjadi momentum untuk melaksanakan perubahan yang mendasar dan komprehensif. Salah satunya adalah memformat ulang sistem kenegaraan secara keseluruhan termasuk persoalan Pemilu. Perubahan tersebut tidaklah mungkin akan datang dari tatanan yang ada saat ini.  Untuk itu diperlukan tampilnya Kandidat Ketum Golkar yang memenuhi  5 persyaratan, yaitu: Pertama, punya Solusi untuk menghentikan keterpurukan. Kedua, punya "Platform" atau Paradigma  Baru untuk mengubah sistem kenegaraan dari otoriter menjadi demokrasi. Sistem yang menjamin kedaulatan rakyat tidak menjadi mainan dan dagang sapi. Ketiga, punya keberanian lebih, termasuk berani berbuat salah sekalipun untuk menghadirkan kebenaran karena selama ini terbelenggu sistem hukum yang ada. Keempat, punya integritas pribadi yang tinggi yang telah dibuktikan melalui proses hukum nasional maupun internasional yang berlaku. Dan Kelima, Sosok yang tidak bermasalah atau bagian masalah yang sedang dihadapi bangsa, sehingga Partai Golkar tidak terbawa dalam keruwetan masalah pribadi yang akan menghancurkan partai. Mari kita mulai dari Partai Golkar. Insya Allah akan saya wujudkan apabila saya diberi amanah dalam Munas Oktober mendatang.



    [i] Hutomo Mandala Putra calon Ketum Golkar pada Munas Oktober 2009, dan sepakat membangun NEGERI MERAK (MEngutamakan RAKyat)




    __._,_.___


    media sumut



    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    22 September 2009

    [media-sumut] Kado Lebaran Dari SBY : Noor Din End STOP !!! [1 Attachment]

    [Attachment(s) from IDHERBA.com Agen Al-Ghuroba' included below]

    Bismillah...

    Pengantar :
    Alhamdulillah kado lebaran dari Pemerintah kita benar-benar mengharukan, para wanita bercadar dari salafiyyin menjadi tenang. Cukup membawa KTP dan identitas lainnya, hari raya, mudik menjadi nyaman. Kenapa, karena kabarnya ada sweeping atas wanita bercadar yg tdk lagi seketat sebelumnya, lantaran diduga Abu Muawwidz Noor din M Top rela berpenampilan wanita.

    Lebih tenang lagi, masyarakat bisa tahu akibat menjelekkan Islam dan ngaku berjihad, ternyata sang 'mujahid ' mati di tempat najis, kamar mandi. Mau tahu latar belakang terorisme dan cara menghancurkan terorisme, akar-akarnya http://antiteroris.salafy.or.id.


    NOOR DIN END STOP
    SUKA CITA KAUM MUSLIMIN DAN KESEDIHAN KAUM TERORIS KHAWARIJ

    Sebagai seorang muslim yang masih berada diatas fitrahnya yang suci, sudah tentu merasakan kegembiraan ketika mendengarkan berita tentang tewasnya seseorang yang dikenal sebagai salah satu gembong teroris Khawarij di masa kini, yang gemar melakukan tindakan kejahatan dan menumpahkan darah manusia, tidak terlepas pula tertumpahnya darah-darah kaum muslimin. Namun berbeda halnya dengan seorang yang telah tertanam padanya benih-benih pemikiran khawarij, dia tentu akan merasa sedih dengan terbunuhnya salah satu dari tokoh mereka,yang selama ini dianggap "berjihad" dengan cara-caranya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menggelarinya dengan sebutan "mujahid" atau "mati syahid".

    Kaum Muslimin yang kami muliakan, termasuk diantara petunjuk didalam Islam yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam dan para sahabatnya adalah tidak menampakkan kesedihan dengan tewasnya tokoh-tokoh teroris khawarij. Bagaimana mungkin seseorang bersedih, sementara mereka dengan melakukan tindakan membabi buta tanpa mengikuti koridor syari'at Islam yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya dan melakukan berbagai tindakan teror yang menyebabkan ketakutan kaum muslimin yang hidup di dalam negeri mereka sendiri. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
    "Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti seorang muslim lainnya."
    (HR.Abu Dawud (5004) dari beberapa sahabat Nabi )

    Oleh karenanya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan tegas menyebut mereka kaum khawarij sebagai anjing-anjing neraka. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Khawarij adalah anjing-anjing neraka."
    (HR.Ibnu Majah:173, dari Ibnu Abi Aufa radhiallahu anhu)

    Demikian pula halnya para sahabat Nabi –semoga Allah meridhai mereka- tidak merasa sedih dengan meninggalnya tokoh-tokoh teroris khawarij, bahkan sebaliknya dengan menampakkan perasaan gembira dan bersyukur atas meninggalnya. Diriwayatkan dari Abu Ghalib berkata: Abu Umamah –radhiallahu anhu- melihat kepala-kepala (kaum khawarij) yang dipajang ditangga masjid Damaskus, lalu Abu Umamah berkata:
    "Anjing-anjing neraka, (mereka) seburuk-buruk yang terbunuh di bawah kolong langit,dan sebaik-baik yang terbunuh adalah yang mereka bunuh."
    Lalu Abu Umamah berkata: "Sekiranya aku tidak mendengar hadits ini (dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam) sekali, dua kali sampai tujuh kali, aku tidak akan memberitakannya kepada kalian."
    (HR.Tirmidzi:3000)

    Perhatikanlah hadits ini yang menunjukkan betapa seringnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam memberi peringatan kepada umatnya dari bahaya kaum khawarij ini.

    Demikian pula yang dilakukan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu,sebagaimana yang diriwayatkan oleh Zabban bin Shabirah Al-Hanafi bahwa ia berkata ketika menceritakan keikutsertaannya dalam perang Nahrawan dalam menumpas kaum Khawarij:
    "Aku termasuk yang menemukan dzu tsadyah, lalu menyampaikan berita gembira ini kepada Ali radhiallahu anhu dan aku melihatnya sujud yang menunjukkan kegembiraannya."
    (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf: 8424)

    Yang dimaksud Dzu tsadyah adalah salah seorang dari kalangan khawarij yang diberitakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Dzu tsadyah artinya yang memiliki benjolan pada bagian tangannya yang menyerupai payudara, bagian atasnya seperti puting payudara yang memiliki bulu-bulu kecil mirip kumis kucing. (Fathul Bari:12/298)

    Demikianlah sikap para ulama salaf dalam menyikapi kaum teroris khawarij.Semoga Allah memelihara kita semua dari kejahatan dan makar mereka, dan semoga Allah menyelamatkan kaum muslimin dari berbagai pemikiran dan syubhat mereka yang menyesatkan manusia dari jalan Allah Azza Wajalla. Benarlah ucapan Abul 'Aliyah rahimahullah:
    "Sesungguhnya aku merasakan dua kenikmatan yang aku tidak mengetahui manakah diantara dua kenikmatan tersebut yang terbesar: ketika Allah memberi hidayah kepadaku untuk memeluk islam, dan tidak menjadikan aku sebagai haruri (khawarij)."
    (diriwayatkan Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf:18667) (abukarimah)

    Dalam suasana hari raya di bulan Syawal ini, perkenankan kami berbagi kado-kado buat Anda sekalian, untuk menghancurkan akar-akar terorisme, klik http://antiteroris.salafy.or.id. Terima kasih.


    Sukoharjo,  23 September 2009 / 3 Syawal 1430 H

    Muhammad Fajaruddin, MZA (Pemerhati Salafi)
    Nomor Telkomsel Halo :  0811259226
    Karang Baru RT 04/RW 07, Gg Nusa Indah VII, Kel. Sanggrahan, Kec. Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah 57552 Indonesia





    Attachment(s) from IDHERBA.com Agen Al-Ghuroba'

    1 of 1 Photo(s)


    __._,_.___


    media sumut



    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-sumut] Re: [mediacare] Mendagri Kaget Hukum Rajam



     
     
    ----- Original Message -----
    From: sunny
    Sent: Monday, September 21, 2009 2:07 PM
    Subject: [mediacare] Mendagri Kaget Hukum Rajam

     

    Rfleksi : Mugkin Mendagari sering di rajang  dan oleh karena itu beliau kaget pada  hukum rajam.
     
     
     
    Mendagri Kaget Hukum Rajam
    Berlaku di NAD
    edisi: 18/Sep/2009 wib
    JAKARTA, BANGKA POS -- Menteri Dalam Negeri Mardiyanto tak menduga rapat paripurna lima masa Persidangan Paripurna IV Tahun 2009 DPR Aceh, Senin (14/9) lalu, secara bulat mengesahkan pengesahan rancangan qanun hukum jinayat atau perbuatan yang dilarang dalam hukum Islam. Apalagi, salah satu bentuk hukuman yang disahkan adalah hukuman rajam hingga meninggal dunia bagi pelaku zina yang terbukti dan sudah memiliki pasangan resmi atau menikah (pasal 24). "Kita juga tidak menyangka kalau seperti itu," kata Mendagri Mardiyanto usai mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (16/9).

    Pengesahan rancangan qanun hukum jinayat atau perbuatan yang dilarang dalam hukum Islam adalah satu dari lima putusan yang dihasilkan. Selain mengesahkan rancangan qanun hukum jinayat dan hukum acara jinayat, sidang paripurna yang dipimpin Tengku Zainal Abidin (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan) itu juga mengesahkan rancangan qanun lain, yaitu qanun penanaman modal, pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak, dan wali nanggroe.

    Mardiyanto mengaku, pembicaraan dengan Kepala Daerah Nanggroe Aceh Darussalam telah dilakukan. Dan hasilnya, baik Gubernur Irwandy Yusuf, dan Wakil Gubernur NAD Muhammad Nazar tidak memberi persetujuan. Tidak ada tanda tangan persetujuan dari Irwandy dan M Nazar.
    "Kalau tidak ada berarti ada yang cacat," jelasnya.

    Pembicaraan tidak berhenti di situ, Mardiyanto juga membahas dengan Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta. Andi Mattalatta sendiri akan mendalami klausul pasal yang mengatur qanun tersebut.

    "Prinsipnya qanun itu kalau diberlakukan harus melihat dalam tataran nasional. Bagaimana implikasinya kepada nasional karena Aceh adalah bagian dari negara kesatuan RI," paparnya.

    Dia menjelaskan, hukum positif nasional menjadi pegangan bersama, termasuk NAD. Selain itu, ketentuan hukum yang berlaku pun jangan sampai merugikan Aceh di masa mendatang.

    "Pemberlakuan yang berlebihan itu bisa merugikan. Investasi tidak mau masuk, orang mau ke Aceh jadi ngeri," sergahnya.

    Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menegaskan, Mahkamah Agung mempunyai kewenangan untuk menguji materi qanun jinayat dan acara jinayat, yang memuat ketentuan hukuman rajam. MA akan melihat apakah ketentuan itu bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi ataukah tidak.  (Persda Network/ade)



    __._,_.___


    media sumut



    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    20 September 2009

    [media-sumut] Re: [ac-i] Vicky Sianipar and Dessy-Live at Toba Dream



     
    Please add my Facebook:
    Radityo Indonesia
    Mediacare Indonesia
    ----- Original Message -----
    Sent: Wednesday, September 16, 2009 1:15 AM
    Subject: [ac-i] Vicky Sianipar and Dessy-Live at Toba Dream

     

    Waktu berjalan terus…..tak terasa …..kita semua dipisahkan oleh jarak, kegiatan serta kesibukan masing-masing. Bukan berarti hati saling menjauh. Ada kerinduan untuk bertemu kembali, bercerita, bernostalgia, bercanda segila-gilanya.

    Kerinduan itu menginspirasi kami untuk membuat acara Reuni yang unik: berkumpul sambil beramal, menyampaikan kasih untuk anak-anak cacat dan terlantar, serta dihibur dengan musik berkualitas.

    Seru kan ?!...Kapan lagi bisa ngumpul sama temen-temen lama, bisa beramal dan dapat hiburan pula!!!

    Cukup nyumbang Rp. 100,000 (dewasa) dan anak-anak Rp 25,000 (4-12th)

    Ayo gabung!!! Jangan ragu-ragu!! Ajak dong temen-temen ketemuan, jangan di Facebook aja ngobrolnya….. Kami akan mengatur meja sesuai kelompok reuni bila diperlukan.

    Semua keuntungan akan kami sumbangkan kepada 700 anak dan 500 pengasuh di Yayasan Bhakti Luhur Malang.

    Lokasi:
    TOBA DREAM
    Jl. Saharjo No. 90, Tebet
    Jakarta Selatan

    Waktu: 10 Oktober 2009/ 18.00-21.00

    Hiburan Musik:
    1. Viky Sinanipar dan Deasy performance
    2. Seven Souls
    3. Sammy Kerispatih (tentative)

    Disediakan makan malam.

    Bagi yang berminat, demi kelancaran acara, sebaiknya dipilih koordinator reuni dari masing-masing kelompok, selanjutnya koordinator terpilih yang akan berkomunikasi ke penyelenggara.

    Sumbangan sudah dapat diberikan melalui transfer ke:
    BCA rek no: 711-0526-600
    Atas nama : Emilia Sulistyo

    Bukti transfer bisa diemail ke emilia.sulistyo@gmail.com untuk mendapatkan konfirmasi penerimaan sumbangan, dengan menyertakan nama koordinator, alamat, telp/HP.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
    Evi 0816 1838708
    Emi 0811 817867
    Yuli 0816 1851205
    Elly 0812 936292



    __._,_.___


    media sumut



    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    19 September 2009

    [media-sumut] HMP: MENGAPA SAYA TERPANGGIL?



    Koran Seputar Indonesia, 16 September 2009 Hal 6

    MENGAPA SAYA TERPANGGIL?

    HUTOMO MANDALA PUTRA (*)

     

    Perjalanan bangsa telah sepakat memilih sebagai negara demokrasi, namun dalam prakteknya, demokrasi menjadi ajang yang menyengsarakan rakyat. Demokrasi baru slogan semata. Seharusnya demokrasi adalah alat mencapai kesejahteraan rakyat. Sementara itu, bangsa menghadapi permasalahan serius, diantaranya: Kesemrawutan Sistem Ketatanegaraan, Ancaman disintegrasi negara, Rekolonialisasi Ekonomi, Kesenjangan pertukaran barang dan jasa, Kelemahan jiwa wirausaha dan krisis kepercayaan diri, Kelemahan kelembagaan politik, sosial, hukum, dan kerusakan moral sebagian elit bangsa, serta ketergantungan asing, Tidak tanggap dalam menyikapi globalisasi dengan segala aspeknya.

     

    Perjalanan saya, boleh dibilang, telah mengalami segala macam suka duka kehidupan yang menempa saya untuk menemukan berbagai makna hidup dalam perjalanan itu. Pergaulan saya dengan berbagai kalangan masyarakat membuat saya tidak bisa berdiam diri apalagi dengan semua berkah karunia YME yang telah saya terima. Apa nanti jawab saya ketika menghadap yang Maha Kuasa? Disini saya ingin berbagai secuil perjalanan hidup saya.

     

    Saya ingin melihat para petani dan nelayan hidup mandiri berkecukupan, tanpa dikejar hutang dan mempunyai cukup tabungan untuk mendidik anak-anaknya. Ketika sakit haruslah mendapat pelayanan kesehatan secara gratis. Para petani dan nelayan haruslah mendapat jaminan harga penjualan hasil panen atau tangkapan yang tidak eksploitatif. Serta dalam waktu luang memiliki pekerjaan sambilan yang bisa untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

     

       Struktur dunia usaha harus ditata ulang. Apa peran pemerintah dan apa peran swasta. Selama ini belum dirumuskan secara tegas, sehingga tatanan yang terbentuk begitu liar dan semrawut, yang akhirnya melahirkan model  kapitalisme tidak bernurani bahkan brutal. Seluruh rakyat kita adalah pengusaha, entreprenuer yang tangguh. Sementara negara belum bisa menghidupi rakyatnya, para pengusaha dan enterpreneur di berbagai sektor harus bersaing dengan BUMN raksasa untuk memenangkan suatu bisnis.  Lihat saja kontraktor swasta melawan Hutama Karya (HK), PP, WIKA, dll yang modalnya besar, dari negara lagi. Ironi negara melawan rakyat dalam praktek bisnis sehari-hari semacam ini, merupakan pemandangan yang tidak pernah digugat dan dipertanyakan kembali.

     

          Pertanyaan besar dan mendasar dari bangsa ini harus kembali dibuka kepada rakyat, agar kemana negeri ini mau dibawa menjadi jelas kepada kita semua. Bukan solusi tambal-sulam, compang-camping. Sementara roda globalisasi yang tidak bisa berhenti, ia banyak mendatangkan peluang yang sangat besar bila kita bisa mensikapinya dengan bijak, namun bila sebaliknya ia  akan memporak-porandakan bangsa ini. Itu pasti.  Kita harus tegas memilih, apakah sebenarnya negara kita ini menganut paham otoriter seperti China, dimana semua hal  diurus negara dan semua rakyat adalah pegawai negara yang dijamin kesejahteraannya secara merata dan adil, yang diserahkan kepada BUMN sebagai tulang punggung perekonomian bangsa. Ataukah negara kita adalah negara liberal dimana negara hanya sebagai regulator dan protektor dan tidak ikut bermain dalam praktek bisnis secara langsung, melainkan mendukung dan melindungi kepentingan serta memasarkan produk-produk para pengusaha ke seluruh dunia. Atau seandainya memilih "quasy-liberal" maka harus jelas pembagian sektor mana yang menjadi tanggungjawab pemerintah dan sektor mana saja yang menjadi lahan usaha bagi swasta (Rakyat).

    Sektor informal yang digusur-gusur atas nama kebersihan terus menjadi pemandangan kota yang tidak akan punah. Pasar-pasar tradisional yang kumuh, becek dan berjejal dengan manusia adalah pusat putaran uang yang luar biasa besar tapi tidak pernah mendapat perhatian pemerintah yang tidak punya jiwa wirausaha. Mayoritas rakyat semacam ini sama sekali tidak pernah mendapatkan dukungan apapun, kebijakan ("policy") pun tidak ada yang mendukung mereka. Tapi toh  mereka masih tetap "survive" walaupun harus berganti-ganti profesi dari satu waktu ke waktu yang lain untuk bertahan hidup. Jiwa wirausaha dan daya juang hidup yang luar biasa selalu memberi mereka jalan keluar walau dalam kesengsaraan.

    Saya ingin melihat sektor informal (pengusaha kaki lima) yang telah terbukti menjadi penyelamat di saat krisis ekonomi, mendapat perlakuan yang terbaik, mendapat dukungan kebijakan dan fasilitas umum yang diperlukan untuk menjalankan usaha.  Kaki lima adalah contoh yang tepat dari sistem masyarakat organis ala Fritjof Capra. Belanja pagi hari langsung dimasak dan langsung dijual, sehingga "fresh" (segar), tidak perlu kulkas jadi hemat energi, ongkos ahli dan manajemen tidak dihitung jadi murah, mereka cuma numpang ikut makan dan hidup untuk kebutuhan dasar keluarga. Eksistensinya tidak tergantung kepada kebijakan ekonomi makro, jadi daya tahannya terhadap krisis terbukti.. Tidak cengeng dan tidak pernah menyusahkan, malah sering dikejar-kejar Tibum tanpa rasa kemanusiaan. Itupun masih terus bertahan.

    Saya ingin sekali melihat anak-anak kita, remaja kita bersemangat untuk belajar, bukan bosan untuk pergi ke sekolah, apalagi banyak terjadi tawuran antar sekolah,  diantaranya karena kurikulum yang sudah usang, tidak menarik dan tidak relevan dengan perubahan jaman. Sementara itu, mafia pencetakan buku dan alat-alat sekolah yang sudah mengakar dan sulit digusur sehingga sulit untuk memperbaharui kurikulum. Mafia semacam inilah yang mendikte program-program Departemen. Demikian juga di Departemen lainnya. Misalnya di Departemen Pertanian, pengadaan bibit dilakukan secara tersentral lantas dihibahkan gratis kepada Daerah-daerah, sementara itu daerah diminta untuk kepentingan-kepentingan yang berbeda. Maka, lengkaplah kesemrawutan itu.

    Kerusakan negeri ini sesungguhnya bukan pada rakyat, tetapi pada sebagian elite. Saya yakin, rakyat cerdas. Yang tidak cerdas adalah para elite yang memaksakan kehendak dengan mengatakan rakyat belum maju, berpendidikan rendah dan bodoh. Ini tidak boleh dibiarkan. Saya ingat pidato pemimpin gerakan feminis di Amerika Utara, yang seorang pelacur, dia katakan: "Sesungguhnya yang pantas disebut PELACUR itu adalah para politisi dan elit penguasa yang telah menyebabkan kami bernasib seperti ini akibat kebijakannya yang bodoh. Setidaknya kalau kami, para pelacur, komoditinya jelas, sedangkan para politisi dan elit penguasa komoditinya berupa kebohongan publik, menjual kemiskinan, dan kebijakan yang menyengsarakan rakyat, seolah tidak ada masalah dan bukan kesalahan mereka, bahkan sering menyalahkan jaman. Bangsa ini sudah memilih jalan demokrasi, maka secara konsisten harus diwujudkan bahwa pemerintah bukan penguasa, melainkan pelayan rakyat. Mari kita mulai. Saya akan mulai dari Partai Golkar bila saya diberi amanah dalam Munas nanti.

    (*) Kandidat Ketua Umum Partai Golkar dalam Munas 4-8 Oktober 2009




    __._,_.___


    media sumut



    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    18 September 2009

    [media-sumut] Re: [mediacare] Malaysia klaim Nasi Lemak dan Laksa



     
    Please add my Facebook:
    Radityo Indonesia
    Mediacare Indonesia
    ----- Original Message -----
    From: sunny
    Sent: Thursday, September 17, 2009 7:56 AM
    Subject: [mediacare] Malaysia klaim Nasi Lemak dan Laksa

     

     
    Thursday, 17 September 2009 18:18         
    Malaysia klaim Nasi Lemak dan Laksa
    Warta - Internasional
    WASPADA ONLINE

    KUALALUMPUR - Malaysia akan mengajukan klaim atas sejumlah makanan asli Malaysia yang "dibajak" oleh negara lain. Demikian kata menteri pariwisata Malaysia, Ng Yen Yen, seperti dikutip dari laman harian The Star, sore ini.

    Makanan-makanan yang disebut asli Malaysia antara lain semacam sup mie pedas yang disebut 'laksa', nasi yang dimasak dengan santan yang terkenal dengan nama 'nasi lemak', nasi ayam Hainan, dan sup herbal iga babi yang disebut 'bak kut teh'.

    "Kita tidak bisa terus menerus membiarkan negara lain membajak makanan kita. Kepiting pedas adalah makanan asli Malaysia, nasi Hainan punya Malaysia. Kita harus mengklaim bahwa itu adalah makanan kita," kata menteri perempuan tersebut.

    Ng tidak menyebutkan negara mana yang mengklaim makanan-makanan dari Malaysia yang memang populer di berbagai negara, termasuk di Indonesia dan Singapura.

    "Dalam tiga bulan ke depan, kami akan mengidentifikasi makanan-makanan tertentu agar bisa dinyatakan bahwa itu adalah milik Malaysia. Kami telah mengidentifikasi laksa, semua jenis laksa, nasi lemak, dan bak kut teh,' tambahnya.

    Ng mengatakan, kementerian pariwisata akan mengumumkan strategi untuk menempelkan merk pada makanan yang disebut asli Malaysia tersebut. "Itu nanti bagian kedua. Kami belum bisa mengungkapkannya, tetapi kami akan segera mengumumkan," lanjut Ng.

    Pernyataan Ng muncul di ketegangan hubungan Indonesia dan Malaysia. Sejumlah kelompok di Indonesia menuduh Malaysia mencuri budaya Indonesia. Untuk mendinginkan suasana, hari ini menteri luar negeri Malaysia berkunjung ke Jakarta.
    (dat06/vvn)



    __._,_.___


    media sumut



    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    15 September 2009

    [media-sumut] Dodol Bengkel



    Dear Bangoers
     
    Saat bertandang ke Medan, dalam perjalanan pulang dari Pantai Cermin Theme Park, diantar oleh Bangoer yang baik hati (kebetulan beliau salah satu Direktur Pantai Cermin Theme Park), kita sempat mampir ke Serdang. Berderet penjual aneka ragam oleh-oleh di jalan itu.
     
    Salah satu cemilan yang ngetop adalah Dodol. Secara penampilan dan citarasanya sebetulnya tak jauh beda dengan Dodol Betawi. Pilihan rasanya juga beraneka ragam. Dodol rasa Durian yang paling laris.
     
    Bicara soal Dodol, yang paling afdol adalah apabila dikemas dengan baik dan higienis. Penjual Dodol di Serdang dan Jakarta musti belajar dari pengusaha Dodol di Kudus (Jateng) dan Dodol Picnic di Garut (Jawa Barat).
     
    Sampai saat ini, menurutku pengusaha Dodol yang paling maju adalah Dodol Picnic, karena produknya mudah didapatkan. Bahkan gerai-gerai Indomaret atau Alfamart menjual Dodol Picnic.
     
    Kalau pengen tahu lebih banyak tentang Dodol Bengkel, telpon saja ya ke (061) 7990721
     
     
    Alamat salah satu penjual Dodol:
     
    HAYATI
    Menjual, Menerima Pesanan Dodol Tradisional dan Modern
    H. Anwar & Hj. Khairiah
    Komposisi: Gula Aren, Beras Ketan, kelapa
    Terdaftar: Din. Kes. No. SP. 282/02.07/2001
    Hidangan yang cocok disegala suasana
     
    Jl. Besar No. 531 Pasar Bengkel
    Serdang Bedagai - Sumut 20586
    Telp: (061) 7990721


    __._,_.___


    media sumut



    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___